Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Season 2 - Kemenangan sikembar.


__ADS_3

"dia mengajakku ke kamar hotel, ini sangat gila apa maksudnya itu semua! "


teriakan Airella didalam toilet tidak didengar siapapun, gadis itu marah dan kesal karena pria sebelumnya Xavier mengajaknya tidur bersama malam ini. tidak pernah hal itu terjadi pada Airella, gadis itu selalu menggunakan akal tidak pernah menggunakan tubuhnya. ia marah pada earpohone yang masih digunakannya, Azriel dan Nathan tidak kuasa menahan tawa karena gadis itu terjebak direncananya.


"apa kau tidak menolaknya, harusnya menolak. "


"menolak kepalamu, aku bahkan tidak bisa berkata apapun. aku hanya mengatakan akan ke toilet, dan kau tahu seorang anak buahnya mengikutiku katanya agar aku tidak lari setelah merayunya. " ucap Airella frustasi, sesekali ia melirik pintu keluar takut tiba tiba seseorang masuk tanpa sepengetahuan nya.


"jika sudah seperti itu maka ikutlah, ikuti alurnya sampai rencana kita berhasil. kau tahu bayaran karena menculik Aurina tidak sepadan dengan nyawanya, kita harus mengambil pabrik senjata terbesar milik pria itu."


Airella kembali berpikir, nama Aurina selalu membuatnya lemah. memang benar nyawa Alexander masih kurang, dia sudah menculik dan membuat adiknya takut, terluka, tergores saja dia akan marah, apalagi Airella ingat video bagaimana Alexander memukul adiknya yang ketakutan.


"akan kulakukan, kalian tetap awasi diriku." ucap Airella, ia merapikan rambutnya dan menghela nafas berulang kali. Ia kembali menunjukkan wajah wanita nakal penggoda, tidak ada yang tahu tubuh gadis itu menyimpan senjata di balik gaunnya.


Airella keluar dari toilet, ia dikejutkan Xavier yang sudah berdiri disana. menatap dirinya dengan tajam, Airella mengibaskan rambutnya untuk memberikan sensasi wangi ditubuhnya.


"aku pikir kau sudah kabur, aku harap kau tidak ada pemikiran untuk kabur. " tegas Xavier, suara itu tidak membuat Airella menciut. padahal jika orang lain di posisinya, orang itu pasti merasa takut dan meminta mohon untuk pergi.

__ADS_1


"kenapa aku harus kabur, aku bukan pengecut. sangat senang hatiku saat tuan bersuka hati mengundangku minum, siapa yang tidak beruntung dengan itu. " ucap Airella menggoda, ia menempelkan tubuhnya pada tubuh Xavier. mereka belum berkenalan nama, jadi Airella berhati hati dalam berucap agar tidak menyebut nama Xavier. pria itu malah mendekatkan tubuh Airella, hingga menempel tanpa jarak sedikit pun.


"ingat ini nona penggoda, namaku Xavier Walker. jika kau tahu nanti siapa aku, kupastikan kau akan gemetar." bisik Xavier ditelinga Airella, hal itu membuat gadis itu merinding kemudian menjauhkan diri dari Xavier.


"sudah cukup, ayo kita pergi. " ucap Airella, ia berjalan mendahului Xavier dengan tubuh melenggak lenggok seksi. Xavier yang melihat itu hanya menatap tajam Airella, bahkan gadis itu tidak segan merangkul lengan Xavier dengan manja. Airella berteriak dalam hati, ia sudah persis seperti j*lang yang diperalat oleh saudaranya.


mereka memasuki kamar VVIP dilantai gedung itu paling atas, sangat mewah disana. Airella sedikit terpesona karena melihat luar gedung yang indah, menampilkan kota California dalam keadaan malam dengan kelap kelip lampu kota dan kendaraan. Airella tidak fokus pada Xavier, ia sibuk menatap luar jendela besar itu. kemudian teringat apa yang akan dilakukan disana, Airella menoleh kearah Xavier yang berdiri didekat pintu. pria itu menyenderkan tubuhnya ditembok samping pintu, asik menatap tubuh seksi Airella.


"sudah sejauh ini, apa kau tidak menyebutkan namamu? " ucap Xavier, Airella menggelengkan kepalanya.


"jangan menguji kesabaranku, katakan dari mana asalmu dan apa yang kau inginkan ! " tegas Airella, hal itu membuat Airella terkejut karena dirinya didorong kuat kebelakang. "aku tahu niatmu sejak awal, apa yang kau inginkan dariku. siapa yang mengirim dirimu, katakan! " Airella dicengkram dengan kuat, tangannya diputar kebelakang membuatnya kesakitan. tidak kehabisan akal, Airella membalikkan pergerakan dan menjatuhkan Xavier dengan sekali pukulan.


"aku bukanlah orang lemah tuan Xavier, dan kau tahu aku kemari hanya ingin mendapat tanda tanganmu saja. jika bukan tanda tangan, aku bisa mendapat sidik jarimu!" ucap Airella, Xavier mendirikan tubuhnya kemudian menatap Airella.


"sangat terlatih, aku suka dengan itu. lawan aku jika kau bisa, maka aku akan memberikan tanda tangan untukmu. " ucap Xavier menantang, tentu saja diterima oleh Airella. dengan gerakan cepat Airella mendorong tubuh Xavier, memberikan pukulan dan juga tendangan. mendapat perlawanan dari Xavier, tapi pria itu sama sekali tidak memukul Airella. ia hanya mengelak serangan Airella, bahkan membiarkan gadis itu terus melakukan penyerangan.


"kenapa apa kau tidak melawan wanita, ternyata benar kau seorang pengecut ya! " ucap Airella, hal itu membuat Xavier kesal dan mencengkram tangan Airella yang akan memukulnya. tubuh Airella terbanting dikasur, Xavier mengunci tubuh Airella dengan tubuhnya. "lepaskan! "

__ADS_1


"kenapa, tiba bisa melawan. kau itu wanita lemah, jangan menantang ku!" ucap Xavier, Airella terus berontak tapi tidak bisa karena Xavier tidak memberinya akses.


"aku punya banyak rencana tuan Xavier, dan ada rencana terakhir." sedetik kemudian Airella mengeluarkan jarum suntik, ia langsung menyuntikkannya pada leher Xavier secara cepat. Tubuh Xavier langsung ambruk diatas tubuhnya, pria itu tidak sadarkan diri diatas tubuh Airella. "kau sangat berat, ini lain dari rencana!"


"Ai kau baik baik saja, apa yang terjadi? "


"diam kau, ini lain dari rencana. pria ini pintar, aku kehabisan tenaga hari ini. dia pingsan karena suntikan obat bius yang kubawa, sekarang hanya bisa mengambil cap jempol saja. "


"tidak masalah, buat cap jempol dengan darahnya. maka dia tidak akan bisa mengelak saat sudah kehilangan pabriknya, dan ya kau harus segera pergi dari sana sebelum anak buahnya mengetahui ada yang tidak beres. "


"iya dasar cerewet! " ucap Airella, gadis itu melukai jempol Xavier sedikit. kemudian mengeluarkan kertas dokumen yang menjadi rencananya, ia menempelkan cap jempol dengan darah Xavier yang tercetak jelas. "rencana berhasil, Terima kasih tuan Xavier Walker. semoga kita tidak bertemu lagi, dan ya aku akan memberimu hadiah. " ucap Airella, sedetik kemudian ia memberi kecupan pada pipi Xavier. terbentuk jelas bibir oleh lipstik dipipi Xavier, Airella pun pergi melalui jendela. pastinya sudah disusul oleh Azriel dan juga Nathan, mereka pergi dari sana seperti tidak terjadi apapun.


keesokan harinya terjadi bencana besar dikeluarga Walker, Xavier kehilangan aset pabrik senjata milik kakaknya. Azriel menyamarkan wajahnya sebagai pemiliknya, ia mengaku telah membeli saham pabrik itu dari seorang wanita dan menunjukkan ke aslian dokumen tersebut. apalagi dokumen itu dibentuk dengan cap jempol darah Xavier, benar saja pria itu tidak bisa mengelak dan harus mengalah. kemenangan ditangan Azriel, tapi tetap menjadi masalah karena Xavier mencari Airella yang kini menjadi musuh terbesar Xavier. pria itu tidak tahu identitas Azriel dan Airella, yang paling ia utamakan adalah mencari Airella dan bertekat membunuh gadis itu.


Airella sendiri tidak akan pergi kemanapun, ia pergi kerumah sakit dengan alasan menjaga Aurina. sampai tiba waktunya kembali, Airella tidak akan menampakkan wajahnya. dia juga tidak memikirkan nasib Xavier, ia hanya mendapat kabar dari Nathan bahwa dirinya dicari oleh Xavier dan anak buahnya.


"dia pasti senang aku meninggalkan oleh oleh untuk nya, karena itu dia mencariku. "

__ADS_1


__ADS_2