Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Bab Yang Panjang.


__ADS_3

Kkeesokan harinya benar saja yang dilakukan Alzio, pria itu datang dengan pakaian sederhana tidak segarang biasanya. Alzio menggunakan celana jeans dan juga kaos ketat menampilkan ototnya dengan jaket kulit yang ia gunakan. ia turun dari mobilnya, dengan membawa bunga ditangannya. tidak ada siapapun dirumah Krystal, hanya ada Roberto dan juga ibunya. Alzio masuk dan menyapa ibu Robert, sudah sangat lama tidak bertemu wanita paruh baya itu.


Krystal yang tidak tahu kedatangan Alzio terkejut, gadis itu mendekik melihat penampilan pria itu. Krystal melihat Alzio dari atas hingga bawah, kemudian menutup mulutnya karena ingat pria itu ingin mengejarnya secara langsung. untung saja hari itu tidak ada kedua orang tuanya, karena mereka melakukan perjalanan bisnis keluar negeri. jika mereka melihat Alzio ada disini, itu pasti membuat kemarahan sang ayah yang sudah tidak memiliki hubungan dengan pria itu. Alzio sendiri tersenyum melihat Krystal, langsung menarik tubuh ramping itu dan mengecup bibir Krystal dengan lembut. entah sejak kapan jalannya sangat cepat kearahnya, Krystal sampai telat untuk menjauh.


"hoi... aku tidak mengijinkan mu untuk menyentuh ku, lepaskan. apa yang kau lakukan disini, aku tidak minat denganmu. " ucap Krystal, gadis itu mundur beberapa langkah dari tempatnya.


"semakin garang dirimu, semakin aku ingin mendekatimu. kau mengerti, bersiaplah aku ingin mengajakmu berkencan. " ucap Alzio santai, tapi terkesan memaksa. Krystal menggelengkan kepala, ia mendorong tubuh Alzio pergi sedikit menjauh.


"tidak, hari ini aku ingin bersantai dirumah. " saut Krystal, Alzio semakin mendekat kearah Krystal.


"aku ingin bersikap tulus padamu, tidak kah kau memberiku kesempatan sedikit saja?" ucap Alzio lagi, Krystal menatap pria itu kemudian melihat kearah Robert dan juga ibunya yang ada disana. keduanya menganggukkan kepalanya, mereka mengisyaratkan agar Krystal setuju untuk itu. Krystal melepas tangan Alzio, ia menghela nafas nya pelan.


"jangan sentuh aku, tunggu disini aku akan mengganti pakaian. " ucap Krystal kemudian berlari ke kamar nya, Alzio tersenyum menang dengan itu. ia mengucapkan Terima kasih pada Robert dan juga ibunya.


setelah beberapa menit keduanya pergi dari sana, Krystal menggunakan pakaian santai yang cocok untuk tubuhnya. Krystal memakai gaun sederhana, dress cantik berwarna merah muda kesukaannya. melekat begitu pas dan membuatnya cantik, Alzio terpanah melihat itu tapi Krystal bersikap biasa meskipun jantungnya tidak dikondisikan. jantungnya terasa akan meledak, saat mendapati Alzio menatapnya tanpa berkedip.


...----------------...



...----------------...


Alzio tidak berhenti tersenyum, bagaimana tidak ia telah berhasil membawa gadis itu bersamanya meskipun sedikit memaksa. Krystal sendiri tidak melihat kearah Alzio, ia sibuk melihat kearah luar jendela dengan bersenandung. tiba tiba senandung itu berhenti, ia melihat dirinya melewati jalanan yang tidak pernah ia tahu. sedetik kemudian menoleh kearah Alzio, masih dengan senyuman Alzio menyetir mobil.


"nanti saja jika ingin bertanya. " tegas Alzio, Krystal hanya diam sampai mobil itu memasuki daerah sepi. disepanjang jalan ia melihat banyak anak buah berdiri, mereka memberi salam pada mobil Alzio yang lewat. Krystal sedikit heran saat Alzio memasuki gerbang besar, disana terlihat rumah megah dan mewah. mobil Alzio berhenti tepat didepan rumah itu, dengan senyum Alzio melepas sabuk pengaman Krystal.


"Alzio rumah siapa ini? " tanya Krystal, Alzio sedikit terkejut saat gadis itu memanggil namanya. tapi ia senang, kemudian mengecup bibir Krystal sekilas. gadis itu kesal, mengelap bibirnya sendiri.

__ADS_1


"turun dulu, aku akan memberitahumu nanti! " ucap Alzio, pria itu turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Krystal. gadis itu turun dari mobil, masih melihat rumah besar itu bagaikan istana megah.


Alzio membawa Krystal masuk, gadis itu masih dengan kebingungan. beberapa pelayan dipekerjakan disana, memberikan sapaan sopan pada Alzio dan juga Krystal ketika masuk kerumah itu. Alzio menghentikan langkahnya, ia menoleh kearah Krystal yang kemudian menatap dirinya. keduanya berhenti ditengah tengah rumah itu, bahkan Krystal melihat langit langit rumah itu yang terdapat lampu mewah dan juga mahal.


"Alzio bisa jelaskan, rumah siapa ini? " tanya Krystal lagi, Alzio menggenggam tangan gadis itu.


"aku ingin bermain denganmu disini, jika kau menang permainannya rumah ini milikku. "saut Alzio, Krystal merasa tidak paham sampai Alzio menarik tangan gadis itu. Krystal dibawa duduk di sebuah kursi dengan meja kecil didepannya, Alzio melayangkan tangannya dan semua pelayan disana pergi tanpa suara dengan cepat. dalam sedetik suasana menjadi sepi, hanya menyisakan Alzio dan juga Krystal yang masih dalam kebingungan.


"permainan apa yang kau rencanakan, dan aku tidak butuh rumah ini! " ucap Krystal, Alzio menyeringai kemudian mengeluarkan senjata pistol dari celananya. senjata itu untuk melindungi dirinya, tapi kali ini senjata itu akan ia gunakan sebagai permainan yang ingin ia mainkan dengan Krystal.


"senjata ini hanya ada satu peluru didalamnya, kita akan menarik pelatuknya setiap kita mengucapkan kata. hanya ada dua kata yang akan disebutkan. 'aku mencintaimu dan aku membencimu' kita akan bergiliran mengucapkannya, didalamnya hanya ada 8 ruang. jika tujuh dari kita tidak ada yang mengenai pelurunya, maka tempat kedelapan lah letak peluru itu. tidak tahu siapa yang akan terakhir mengucapkan, apa kata yang akan kau ucapkan?" ucap Alzio, Krystal menggelengkan kepalanya dan berdiri dari duduknya.


"tidak ada kata yang ingin kuucapkan, dan juga tidak ada permainan bodoh. aku akan pergi sekarang, bermainlah sendiri. "


"kenapa, apa Krystal yang angkuh takut? " ucap Alzio menantang, Krystal membalikkan badan dan melihat Alzio. pria itu duduk menyeringai, padahal beberapa saat lalu tersenyum tanpa henti di hadapannya. "tidak perlu takut, aku hanya ingin bermain. bukankah kau penasaran dengan apa yang aku lakukan selama ini, dan kau tahu aku selalu bermain dengan hal yang berbahaya. dan sekarang aku ingin bermain denganmu, jika menang akan dapat rumah ini, dan jika kalah pelurunya akan bersarang dikepala salah satu dari kita! " ucap Alzio lagi, Krystal menggenggam erat tangannya dan menggebrak meja sedikit keras.


"apa yang kau pilih? "


"aku membencimu, itu yang kupilih! " saut Krystal dengan cepat, Alzio mengangguk dengan itu. memasukkan satu peluru sesuai perkataannya, kemudian meletakkan senjata itu ditengah meja kemudian matap Krystal.


"pas sekali kata 'aku mencintaimu' untukku, maka akan kuucapkan aku mencintaimu!" ucap Alzio, mengambil senjata itu dengan cepat dan manarik pelatuknya. suara keras suara itu membuat Krystal terkejut, tapi tidak ada peluru yang keluar hampa dan Alzio tersenyum. "giliranmu..." Krystal dengan gemetar memegang senjata itu, kemudian mengarahkan nya kearah Alzio.


"aku membencimu! " ucap Krystal menarik pelatuknya, Alzio selamat karena tidak ada peluru yang keluar. kemudian meletakkan senjata itu, ia menghela nafas yang sudah membuatnya panik.


"sebesar apapun kau membenciku, aku akan tetap disini karena aku mencintaimu! " pelatuk ditarik lagi, tidak ada peluru di sana membuat Krystal selamat. tubuh Krystal semakin menegang, ia seakan panik dengan sendirinya. ia kembali memegang senjata itu, ia menodongkan senjata itu dengan tangan gemetar tapi tatapannya masih tajam.


"aku tidak bisa meneruskan ini. " ucap Krystal gemetar, Alzio menatap gadis itu masih dengan senyuman.

__ADS_1


"lakukan saja, lakukan padaku seperti tadi katakan yang ingin selalu kau katakan. " ucap Alzio, Krystal tentu selalu ingin mengatakan kalau dirinya sangat membenci Alzio. tapi juga tidak ingin melakukan permainan itu, "lakukan! " teriak Alzio, Krystal memjamkan mata dan jarinya bergerak.


"aku membencimu, selalu membencimu! " saut Krystal, peluru keempat sudah dilakukan tapi semua selamat, tinggal empat tempat lagi yang harus dilakukan. mata Krystal mulai berkaca kaca, ia menatap Alzio yang bahkan masih tegap tanpa ketakutan.


"aku rela memberikan nyawaku padamu, tapi aku ingin kau juga berakhir ditanganku bukan ditangan siapapun. tapi kenapa kau membenciku, padahal aku mencintaimu. " ucap Alzio dengan enteng, ia menarik pelatuknya tapi lagi lagi tidak ada peluru nya. Krystal langsung mengambil pistol itu, kemudian menodongkannya lagi kearah Alzio.


"aku tidak peduli, tetap saja aku membencimu! " Alzio tersenyum dengan itu, ia memegang senjatanya lagi dan menatap Krystal dengan mata yang penuh arti.


"berikan aku alasan Krystal, kenapa kau membenciku. ini peluru ke tujuh, aku ingin mendengarkan alasannya, agar tidak terlambat jika peluru ini bersarang diotakmu. aku mencintaimu, akan selalu ku katakan aku mencintaimu! " ucap Alzio, ia mengarahkan langsung dan peluru hampa tidak terjadi apapun. Alzio langsung tersenyum disana, ternyata ruang terakhir adalah tempat peluru itu. ia siap menerima peluru itu jika Krystal yang melakukannya, tidak dengan Krystal yang tiba tiba panik ia mengambil senjata itu dengan tangan bergetar hebat. ia tahu peluru terakhir, dan ia todongkan senjata itu kearah Alzio. dengan sesak Krystal menahan tangis, tapi buliran itu menetes.


"ada satu ruang sisa pada senjata ini, dan terhitung kau yang terakhir dan peluru itu akan bersarang di sana. maka aku akan katakan sekarang kenapa aku membencimu, kau adalah pria kejam yang tidak punya perasaan. dari awal aku tidak ada rasa mencintaimu, dan selama berada dirumahmu aku hanya menghiburmu agar kau tidak membunuhku ataupun menyiksaku dan berhasil kembali pada keluargaku. aku membenci identitas mu, pekerjaanmu, hartamu, semuanya aku benci itu. aku hanya ingin dirimu tanpa semua harta itu, pekerjaan itu, dan identitas itu. aku ingin hidup aman bersamamu selamanya tanpa khawatir, tapi itu tidak akan terjadi. karena itu aku berusaha menjauhimu, aku berusaha membencimu meskipun aku tidak membencimu sedikit pun. dan sekarang aku berpikir, lebih baik aku tidak melihatmu selamanya. hilang dari bumi ini tanpa harus membencimu, karena sejatinya aku sudah jatuh cinta padamu sejak awal. Alzio kau harus tahu sekarang, meskipun bibirku mengatakan aku membencimu tapi tetap saja aku mencintaimu." jelas Krystal, gadis itu yang awalnya menodongkan senjata kearah Alzio tiba tiba mengarahkan senjata itu kearah kepalanya. menarik pelatuk dengan tangan gemetar tapi yakin, suara menggelegar terdengar dirumah itu.


Krystal gemetar membuka matanya, nafasnya memburu menatap kearah Alzio. tidak ada peluru yang keluar dari senjata Krystal, kepalanya aman tanpa luka tembakan. suara tembakan itu dilakukan Alzio, pria itu melayang kan tembakan kearah langit langit rumah. Krystal membuat senjata itu, ia panik dengan masih gemetar.


"kau salah kata, aku mencintaimu hanya untukku. " ucap Alzio, Krystal menghela nafas kemudian menangis menutup wajahnya. Alzio berjalan kearah Krystal, berlutut di hadapan gadis itu yang masih menangis terseduh.


"kenapa kau melakukan ini, aku... aku tidak ingin melukai mu... "


"hei lihat aku, ini hanya permainan. tidak mungkin senjata itu akan menyakitiku apalagi menyakitimu, senjata yang kau pegang bukanlah yang sebelumnya." ucap Alzio dengan lembut, Krystal langsung menatap Alzio dengan wajah yang masih menangis. matanya berlinang air mata, Alzio mengusap air mata itu. benar saja Alzio menukar senjata sebelumnya, karena ia tahu peluru terkahir akan melukainya tapi tentu itu tidak akan terjadi karena Krystal tidak akan melakukan hal itu padanya. dan tidak disangka gadis itu malah mengarahkan senjata itu kearah ya, untuk Alzio merencanakan hal sebelumnya. "katakan padaku lagi kalau kau mencintaiku, jangan katakan kau membenciku. aku sudah berjanji padamu akan merubah semua nya, aku akan mengejarmu dengan tulus... " belum selesai Alzio bicara, tiba tiba Krystal menarik tubuh Alzio mendekat kearahnya dan dipeluklah pria itu dengan tangis yang masih terdengar.


"aku takut sekali, aku takut melukaimu. Alzio aku mencintamu, tolong jangan memainkan permainan apapun lagi... kumohon... hiks... hiks... maaf... " ucap Krystal, Alzio memeluk gadis itu dan menggendong Krystal untuk duduk diatas meja.


"maaf, itu tidak akan terjadi lagi... " ucap Alzio, pria itu mengusap air mata gadisnya dan dikecup bibir kecil ranum menggoda itu. Krystal merespon hal itu, membuat hati kecil Alzio menginginkan gadis itu. "aku sudah pernah katakan sangat terobsesi akan dirimu, maka malam ini semua milikku adalah milikmu juga, dan dirimu adalah milikku sekarang. karena aku tidak butuh hartamu, aku hanya butuh dirimu berada disisiku selamanya. " ucap Alzio menghardik Krystal, dengan malu Krystal tersenyum mengusap tengkuk Alzio.


"aku tidak benar benar membencimu, kau menang dalam mendapatkanku. aku milikmu Alzio, semuanya yang ada pada diriku adalah milikmu. " ucap Krystal tersenyum, Alzio pun tersenyum dengan itu. pria itu menyambar bibir Krystal dengan cepat, tanpa memberikan jeda dan tidak ingin di lepas. Krystal sendiri tidak keberatan malah menerima dan membalas yang dilakukan Alzio.


"ada kamar utama disini, mau kah kau melihatnya? " bisik Alzio melepas bibir Krystal, gadis itu, tahu apa yang dimaksud Alzio. tidak membalas ucapan Alzio, Krystal hanya mengalungkan tangannya pada leher Alzio. dengan senyuman Alzio mengecup bibir Krystal, mengangkat gadis itu dalam gendongannya karena sudah mendapat jawaban gadis itu meskipun terdiam.

__ADS_1


dalam permainan ini Alzio lah yang menang, itulah rencananya sejak awal. ia ingin melakukan hal berbahaya itu agar gadis itu menyatakan cinta, bukan hanya cintanya yang ia dapat, Alzio mendapatkan semua yang ia inginkan pada Krystal meskipun gadis itu kesal karena Alzio curang, pria itu tetap senang dan akan menghibur gadis itu. malam yang panjang mereka habiskan berdua dikamar utama, tentu saja melakukan hal yang sudah diinginkan Alzio sejak lama. (BAYANGKAN SENDIRI APA YANG ALZIO LAKUKAN YA GUYS, HEHE)


__ADS_2