
Natalia meletakkan obat dan air dalam gelas diatas meja, ia melihat Darius yang tertidur dengan wajah pucat. Natalia duduk disamping Darius, ingin membangunkan pria itu untuk meminum obat tapi dirinya ragu. keputusannya pun berakhir akan pergi saja, tapi tangannya ditarik oleh Darius dengan erat. secara bersamaan Darius membuka mata, melihat Natalia tanpa senyuman.
"minum obatmu. " ucap Natalia lirih, Darius mengangguk kemudian mendudukan dirinya. tubuhnya merasa lemas tidak bertenaga, bagaimana tidak dirinya selama seminggu menghabiskan minuman keras tanpa makan dan tidur. ia ingin menghilangkan pikirannya tentang Natalia, tapi tidak bisa. semakin dilupakan, semakin dirinya merasa tersakiti.
"kenapa kau tidak pergi dari pikiranku, kenapa terus melintas dipikiranku. " ucap Darius, Natalia hanya diam dengan itu. "aku ingin melupakan perasaanku, tapi kenapa tidak bisa... "
"jangan melakukan hal bodoh, itu bisa membahayakan dirimu. "
"biarkan saja aku tewas, aku hidup kesepian disamping kalian semua. dulu aku berpikir aku bisa hidup dengan Alzio, kau, Krystal. tapi setelah aku pikirkan, aku juga ingin bahagia memiliki pasangan seperti Alzio dan yang lain. tapi aku menaruh hati pada orang yang salah, aku menaruh hati padamu yang bahkan kau tidak memiliki perasaan padaku. " Natalia hanya terdiam, tangannya terulur membantu minum obat dan merapikan kembali obat diatas meja.
"kita berteman dari kecil, Alzio kau aku kita bertiga kecil bersama dan dewasa bersama. aku menganggap kalian berdua adalah kakakku, aku memiliki dua kakak laki laki yang menjagaku dari kecil. meskipun dulunya aku salah memiliki perasaan pada kembaran Alzio, tapi aku sadar kalian itu saudaraku." saut Natalia, Darius tersenyum dengan itu.
"baiklah, mari kita kembali seperti awal. aku tidak ingin kau marah padaku terlalu lama, aku tidak bisa jika tidak bicara denganmu." ucap Darius, Natalia mengangguk dengan itu, tangan Darius pun terbuka untuk bermaksud memeluk Natalia. dengan senyuman Natalia memajukan tubuhnya, ia menjatuhkan dirinya pada pelukan Darius tanpa ragu.
"jangan sakiti dirimu Darius, kau bisa cari wanita lain yang lebih baik. " ucap Natalia, ia menghapus air matanya kemudian tersenyum saat melihat Darius. mereka kembali seperti semula, melupakan masalah yang kemarin. terbiasa bersama tidak terbiasa jika berpisah, namun perasaan cinta untuk Natalia tidak akan bisa hilang sampai kapanpun dihati Darius.
dua hari kemudian Darius baikan tanpa harus rawat inap dirumah sakit, Darius setengah sehat setelah dirawat oleh Natalia. dia sendiri yang membantu kebutuhan Darius, karena Krystal juga harus mengurus dua bayinya. Darius tidak mau disentuh pelayan, ia hanya mau Natalia yang menyentuh tubuhnya untuk dirawat.
Natalia membawa Darius keluar dari kamar, berjalan masih sempoyongan tetap membuat Darius berusaha untuk normal. Natalia mendudukan Darius disofa empuk, disana terdapat dua baby ElAi yang tersenyum saat Darius mendekat. Krystal tersenyum dengan itu, kemudian melihat Natalia juga tersenyum. karena sudah ditebak olehnya, Darius dan Natalia sudah baikan dua hari yang lalu.
__ADS_1
"nyonya ada seorang gadis muda diluar, katanya ingin menjenguk tuan Darius. " ucap seorang pelayan sopan.
"seperti nya itu Vanya, suruh dia masuk saja. " saut Krystal, pelayan itu pun pergi dan kembali dengan gadis yang dimaksudkan tadi , Vanya.
"tuan peminum aku pikir kau sudah tewas, hihi maaf aku lancang. apa kabar nyonya.. " ucap Vanya sopan, gadis itu terlihat periang tapi juga malu malu.
"kenapa harus memanggil nyonya, namaku Krystal panggil saja Krystal. ini Natalia, dan tuan peminum itu Darius. " ucap Krystal, Vanya mengangguk dengan itu. ia menyerahkan sebuket buah pada Natalia, dengan senyuman Natalia menerima itu.
"aku datang untuk menjenguk, ini ada sedikit buah yang aku bawa. aku akan langsung pergi.. "
"kenapa pergi, kan baru saja datang?"
"cukup Krystal, aku akan iris buahnya lumayan masih segar untuk dinikmati." Natalia pergi dari sana, tersisa Darius dan juga Krystal.
"kau tidak mengatakan apapun, kau baik baik saja kan?"
"aku baik... cuman kepalaku masih pusing untuk... untuk bicara.. jadi aku hanya memberikan isyarat saja tadi,... " Krystal pun mengangguk dengan itu, Darius menyandarkan punggungnya dan memejamkan mata.
"baby Ai tidur ya, sini baby El sama mommy dulu... " ucap Krystal, wanita itu menimang putranya yang terlihat semakin menggemaskan. Darius tersenyum tipis, kemudian menutup mata untuk mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
...****************...
beberapa minggu pun berlalu, rasa yang ingin dihapuskan itu semakin membentuk. bukannya menghilang, rasanya semakin besar saat melihat Natalia. Darius membuat kejutan pada semua orang, Darius membuat keputusan akan pindah rumah dari rumah Alzio. ia memiliki rumah yang ia bangun sendiri, untuk melupakan masalahnya ia ingin pindah ke rumahnya agar tidak melihat Natalia terlalu sering. tentu hal itu mendapat penolakan keras dari Alzio, karena bagaimana pun mereka sudah bersama dirumah itu sejak lama.
"Krystal coba bicara pada suamimu, dia harus mengerti keadaanku." ucap Darius mencari pembelaan, Krystal hanya diam karena melihat Alzio yang marah.
"kau berani membuat keputusan untuk pergi, kau pikir aku akan mengatakan iya utnuk itu, jangan harap! " ucap Alzio dengan geram, Darius merasa kesal dengan itu tapi juga berpikir memang akan seperti itu kejadiannya. "hanya karena masalahmu dengan Natalia, kau ingin meninggalkan rumah ini. kau tahu rumah utama ini kita yang menjaganya, dulu sudah pernah disepakati. kalian berdua bisa pergi dari rumah ini, setelah kalian memiliki kehidupan sendiri. kau jika kau pindah kau akan apa, mabuk hingga overdosis atau sampai tewas tanpa diketahui orang lain? " Krystal menahan diri Alzio, ia melihat Natalia mendengar pembicaraan mereka. kemudian Natalia pergi dari sana, Krystal berlari untuk mengejar gadis itu.
Natalia merasa semua itu kesalahannya, Darius memiliki perasaan padanya tapi dirinya masih tidak bisa menerima siapapun dalam hatinya. bahkan membuat Alzio dan Darius meributkan hal yang tidak penting, Natalia meninggalkan rumah itu untuk mencari ketenangan. Mengendarai mobil tanpa melihat jalanan, sampai harus berhenti mendadak ketika hampir saja dirinya menabrak bus yang berhenti dihadapannya. tangan Natalia gemetar, tangis tidak bisa ia tahan dan akhirnya tumpah. seseorang memaksa membuka pintu mobil Natalia, dengan terkejut Natalia menoleh Antonio yang membuka pintu mobilnya.
"kau baik baik saja, aku tidak sengaja melihat mobilmu yang diperhatikan orang lain." ucap Antonio, ia melihat Natalia yang gemetar dengan air mata menetes di pipinya.
"aku tidak sadar, untung saja aku mengerem tepat waktu. " ucap Natalia, Antonio memberikan minum pada gadis itu. meminta Natalia keluar dan menggantikan gadis itu untuk menyetir, Natalia duduk disamping kemudi dengan tangan gemetar.
"aku akan mengantarmu pulang, kebetulan aku tidak membawa mobil."
"tidak jangan antar aku pulang, aku ingin menenangkan pikiranku. bawa aku kemana saja, asal jangan pulang kumohon. " ucap Natalia, Antonio sedikit terkejut. tidak biasanya Natalia bersikap seperti itu, karena Natalia terkenal gadis yang pendiam dan juga angkuh.
"baiklah ayo kerumahku, kau bisa menenangkan diri disana. "
__ADS_1