
Alzio melakukan misi bahaya selama setahun ini, dirinya sibuk dengan pekerjaannya yang sudah ia jalankan sejak dulu. seperti kali ini, Alzio memulai sebuah misi untuk melakukan serangan balik, organisasi nya yang tidak pernah menyerang siapapun malah diserang orang lain. Alzio menyiapkan berbagai rencana untuk mendapat kemenangan, karena kemenangan itu akan membawa keuntungan untuknya.
"apa semua sudah disiapkan? " ucap Darius, semua anak buahnya mengangguk dengan kompak mengatakan siap. disana bukan hanya ada Darius, Alzio juga berdiri disana dengan banyak persiapan ditubuhnya.
"ingat misi kali ini agak penting dan juga besar, tidak ada satupun dari kalian yang tidak berhasil. pegang nyawa kalian masing masing, kembali dengan selamat itu yang menjadi prioritas. kemenangan adalah bonus, nyawa adalah yang terpenting. kalian mengerti? "
"kami mengerti! "
Alzio mengarahkan anak buahnya untuk bergerak, semua bergerak dengan rencana masing masing. Alzio sendiri masuk bersama dengan Darius, pria itu melewati pintu belakang karena akan melakukan penyerangan bersama Darius. sebuah gedung yang menjadi markas organisasi lain, dikepung erat oleh anak buah organisasi Alzio.
semenit berlalu terdengar suara tembak menembak, Alzio dan Darius sudah mengira anak buahnya melakukan penembakan. sampai tiba tiba dengan lengah sebuah peluru mendarat dipundak Alzio, erangan pria itu terdengar dan menembakkan peluru yang sudah ia persiapkan kearah beberapa orang. banyak orang berjatuhan akibat tembakan Darius dan juga Alzio, tapi yang dicari dua orang itu adalah pemimpin organisasi yang menyerangnya.
"jangan jadi pengecut, keluarlah! " teriak Alzio, ia memandang seluruh gedung besar dan gelap itu. Sampai tiba tiba peluru bersarang lagi didada kiri Alzio, Darius panik melihat itu.
"mundur saja Alzio, sepertinya anak buah kita habis. " ucap Darius, Alzio memegang dadanya yang bercucuran darah. pria itu mengangguk dan Darius langsung menelpon seseorang, sebuah mobil datang dengan cepat membawa Alzio kerumah sakit.
__ADS_1
"kurang ajar, lihat saja akan kulenyapkan seluruh orang yang terlibat. " ucap Alzio kesal, darah masih keluar dari lengan dan dada kirinya. dalam perjalanan pun tiba tiba mobil itu dihantam dengan keras, sebuah mobil sengaja menabrak mobil Alzio. dengan sangat mengerikan Darius dan Alzio terlempar keluar dari mobil. hal itu menyebabkan dua orang itu tidak sadarkan diri, Alzio membuka matanya selama beberapa menit. umpatan kasar terdengar dibibirnya, ia ceroboh tidak menambah keamanan 0ada mobilnya. pria itu melihat kearah Darius, tubuh pria itu penuh luka dan tidak sadarkan diri.
"sial, buka matamu Darius! "
...****************...
Krystal sudah sampai dikota kelahirannya, tujuannya langsung kearah rumah sakit. ia merasa tegang saat perjalanan, kekhawatiran nya yang berlebihan membuatnya cemas. saat melihat sang ayah baik baik saja, hatinya kembali normal dan tidak merasakan kecemasan. bahkan ia sudah bisa mengobrol dengan ayahnya, dengan perhatian Krystal membawakan minuman untuk sang ibu yang sudah menunggu sejak lama.
Krystal berjalan membawa air mineral ditangannya, tiba tiba ia bertemu dengan seseorang yang terlihat familiar. ia melihat dokter Antonio, awalnya terkejut tapi ia ingin terlihat biasa saja. ia berpikir semua orang yang berhubungan dengan Alzio tidak ia kenali, ia pun hanya berjalan dengan menunduk tanpa dilihat Antonio.
"apa yang terjadi? " gumam Krystal, gadis itu menoleh kearah Antonio yang seakan berlari kearah pintu keluar. Krystal meremas botol yang dibawanya, kakinya ingin bergerak untuk mengikuti Antonio.
keputusan terakhir Krystal mengikuti langkah Antonio, disana dokter muda itu berjalan kebingungan wajah panik tercetak jelas. sampai sebuah mobil hitam datang, dengan cepat perawat langsung datang membawa brankar. Krystal terkejut bukan main, melihat tubuh Darius yang penuh luka terbaring kesakitan. Alzio juga disana, pria itu tidak peduli dengan lukanya mendorong brankar yang membawa Darius. mereka semua berjalan kearah ruang ICU, Krystal masih dengan langkah kecil mengikuti Alzio dan yang lain.
"selamatkan dia, tubuhnya terlempar sangat jauh." ucap Alzio panik, Antonio mengangguk kemudian melihat luka pada tubuh Alzio.
__ADS_1
"kau juga terluka, kau harus diobati. " ucap Antonio, Alzio menepis tangan dokter itu dengan menggelengkan kepalanya.
"aku baik baik saja, peluru ini sudah biasa menembus tubuhku. selamatkan Darius, cepat! " perintah Alzio, pria itu mendorong Antonio untuk segera masuk. seakan tidak peduli dengan lukanya, ia duduk di kursi tunggu dengan wajah cemas. bagaimana tidak Darius sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri, dengan nyata dihadapannya malah melihat Darius terluka begitu parah.
Krystal merasa sedih melihat Alzio, air matanya tiba tiba menetes melihat luka pada pria itu. tapi tetap saja Krystal tidak ingin terlihat, ia masih bersembunyi dibalik tembok. cukup lama akhirnya Antonio keluar dari ruang ICU, pria itu menghampiri Alzio.
"dia baik baik saja, lukanya memang cukup parah tapi tenang saja sudah selesai masa kritisnya. aku sudah meminta untuk dipindahkan, dan Alzio lukamu... " belum selesai bicara mereka berdua mendengar suara bising, keduanya menoleh ke asal suara dan terkejut dengan apa yang mereka lihat.
saat Krystal akan pergi dari tempatnya, seorang perawat membawa keperluan operasi menyenggol nya. membuat semua barang yang dibawa perawat itu terjatuh, kebisingan itu juga membuat Krystal terkejut. ia berdecak kesal, kemudian menoleh kearah Antonio dan juga Alzio. benar saja dua pria itu menatapnya, Krystal hanya menatap tanpa memberikan ekspresi apapun.
"Krystal... " panggil Alzio, gadis yang tidak ia lihat setahun terkahir. pertemuan yang tidak sengaja membuat senyum Alzio mengembang, tapi tidak dengan Krystal yang hanya bersikap biasa. belum berjalan kearah Krystal tiba tiba Alzio tergeletak dilantai, tubuhnya yang sudah lemas tidak bisa ia tahan lagi dan berakhir tidak sadarkan diri. Krystal yang melihat itu terkejut, langkahnya berlari kearah Alzio dan menopang kepala pria itu.
"Alzio, kau sangat keras kepala!" ucap Antonio, pria itu mengangkat tubuh Alzio dengan bantuan Krystal. gadis itu melihat luka tembak itu dibadan Alzio, bahkan peluru masih menancap disana.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya... oh iya jangan lupa subscribe setelah baca❤