
Krystal terdiam dengan tangan yang dibalut perban, Alvion masih berbaik hati mengobati lukanya. wanita itu sempat menghubungi temen teman Alzio, dan menunggu kedatangan mereka cukup lama. Alvion sendiri sedang mengatur rencananya, kemudian memaksa Krystal untuk masuk kedalam mobil.
"masuk!"
"tidak, aku tidak mau pergi kemanapun apalagi dengan pria brengsek sepertimu! " teriak Krystal, Alvion menghela nafas kemudian menarik Krystal yang tetap memberontak. "tidak lepaskan tanganku, Alzio! " teriak Krystal, tapi tidak dihiraukan oleh Alvion tetap mendorong wanita itu masuk kedalam mobil.
"lihat ini, jika kau memberontak aku akan menekan tombol ini maka rumah ini akan hancur! " Krystal langsung terdiam, ia melihat remot yang dibawa oleh Alvion. remot kontrol itu adalah pengendali bom yang disiapkan dirumah itu, Krystal ingat Alvion mengucapkan rumah itu akan rata dengan tanah. "jika aku menekannya kau akan kehilangan rumah ini beserta isinya, dan jangan lupa suami dan sahabatmu ada didalam rumah ini! "
"tidak, jangan lakukan! " ucap Krystal, tangis wanita itu meledak dengan kedua tangannya mengatup didepan. Alvion mengusap air mata itu dengan senyuman, tubuh Krystal gemetar setiap sentuhan Alvion.
"jangan menangis, aku hanya ingin dirimu makan semuanya akan baik baik saja! " ucap Alvion, Krystal akhirnya terdiam didalam mobil. ia melihat rumah itu yang dibuat Alvion gelap, mobil perlahan pergi dari sana meninggalkan rumah besar dan cantik itu. Alvion layaknya seorang psikopat, ia bertindak egois dengan membawa Krystal. Alvion bersih mengerjakan rencananya sendiri, tanpa peduli karena ia membawa beberapa harta Alzio untuknya hidup disana. dan sekarang harta terbesar Alzio ia bawa, dan akan dijadikannya miliknya untuk selamanya. tapi ia belum tahu rencana Krystal, ada ponsel yang terhubung pada kawan kawan Alzio untuk menyelamatkan nya.
ditempat Alzio berusaha melepaskan diri, Natalia dengan sekuat tenaga berjalan kearah Darius. ia memegang perutnya sendiri yang masih terluka, wajah Natalia pucat karena sudah kehabisan darah. Natalia mengambil sebuah kapak yang ada disana, rasanya berat saat ia berusaha membawa kapak itu.
"berikan aku kekuatan sebentar saja... biarkan aku kuat membawa kapak ini... " gumam Natalia, ia menyeret kapak itu hingga kearah Darius. disana Alzio terlihat marah, berusaha keras menarik tangannya agar terlepas dari rantai yang mengikatnya. saat Natalia berada di hadapan Darius, ia menatap Darius yang juga menatapnya.
"letakkan itu, Gavin dan yang lain akan datang... " ucap Darius lemah, ia tidak tega melihat Natalia.
"tidak... itu akan lama, Krystal membutuhkan kalian... " belum berhenti bicara tiba tiba pintu terbuka dengan paksa, menampilkan Gavin yang memegang senjata. wajah Alzio langsung terpancar harapan, apalagi saat Gavin menembak rantai yang mengikat Alzio dan juga Darius. dengan empat kali tembakan rantai itu terbuka, wajah lega Natalia terlihat jelas yang langsung didekap oleh Darius.
"Gavin sudah datang, aku akan membawamu kerumah sakit! " ucap Darius, Natalia tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.
"selamatkan Krystal, jangan perdulikan aku. "
"bawa dia ke rumah sakit, urusan Krystal aku akan mengurusnya. aku akan membunuh Alvion hari ini, dia berani menyentuh istriku! " ucap Alzio, Gavin melepaskan sisa rantai yang ada ditubuh pria itu. ketiga yang lain datang, mereka melihat tubuh dari tiga orang yang sempat tidak berdaya.
"aku akan membantumu! " ucap Bryan pada Darius, ia membawa tubuh Natalia dalam gendongannya. Darius mengikuti langkah Bryan keluar dari sana, tinggal Gavin Alzio Dion dan juga Robi.
"aku sudah melepas semua bom yang dipasang Alvion, aku mendengar dari ponsel Krystal yang nasib terhubung. ia mengancam istrimu dengan bom itu, sekarang mereka perjalanan menuju bandara pribadimu. " ucap Robi yang ahli dengan bom, keduanya membantu Alzio berdiri karena cara jalan pria itu tertatih.
...****************...
Krystal duduk didalam pesawat pribadi Alzio, karena semua mengira Alvion adalah Alzio mereka mengizinkan akses pemberangkatan. Krystal terus berdoa agar semua baik baik saja, sampai akhirnya pesawat pun berangkat dan Krystal melihat kearah luar jendela pesawat.
__ADS_1
"sepertinya waktu meledakkan sudah tiba! " ucap Alvion, Krystal menoleh kemudian menggelengkan kepalanya.
"tidak, jangan lakukan itu. aku sudah menurut padamu dan ikut denganmu, tolong jangan lukai Alzio... "
"aku tidak sebaik itu, tetap akan aku hancurkan agar dia tidak menganggu kita! " ucapnya, tapi tangannya tidak menekan tombol itu dan memasukkannya kedalam kantung jas nya. Alvion pergi dari sana, meninggalkan Krystal yang menangis dengan hati yang ketakutan.
beberapa jam akhirnya pesawat mereka sampai, Alvion membawa Krystal ke mansion pribadinya. lumayan besar untuk ukurannya, banyak pelayan yang memberikan hormat pada Alvion yang baru saja datang. Krystal masih ditarik oleh Alvion, sampai langkahnya berhenti karena Alvion juga berhenti melangkah.
"tuan... dia bilang adalah saudaramu. " ucap seorang pelayan, tentu saja Alvion melihat Alzio yang sudah duduk di kursi. pria itu tampak baik baik saja, meskipun luka di tubuhnya belum sembuh total. Krystal tersenyum melihat itu, akhirnya ia melihat sang suami. Alzio rela menempuh perjalanan lebih cepat, ia tidak peduli dengan lukanya yang masih basah. hal yang terpenting adalah istrinya, membawa Krystal pulang kerumah.
"berikan dia padaku! " tegas Alzio, Alvion menyeringai kemudian melihat kearah Krystal. wanita itu tampak bahagia, ingin sekali berlari memeluk Alzio saat ini. "aku berikan seluruh hartaku kekuasaanku padamu, tapi serahkan istriku padaku sekarang! " ucap Alzio lagi, Alvion menatap Alzio dengan tajam.
"aku tidak ingin harta dan kekuasaan mu, aku hanya ingin Krystal disisiku. "
"tapi dia istriku brengsek! " teriak Alzio membanting kursi yang ia duduki, tapi Alvion hanya terkekeh kecil. Alvion menggerakkan satu jarinya dan beberapa orang datang, anak buah Alvion dengan tubuh kekar mengepung tempat Alzio dan tempatnya berdiri sekarang.
"ayo bermain, satu pukulan maka satu langkah maju istrimu. jika kau melawan, maka satu langkah mundur! " ucap Alvion, tentu ia akan puas melihat Alzio dipukul tanpa melawan. meskipun Krystal sudah sampai padanya, kemungkinan pria itu sudah tidak bernyawa.
"aku baik baik saja, tenanglah. tugasmu hanya melangkah sampai disini, aku akan bertahan." ucap Alzio memberikan ketenangan, Alvion pun meminta salah satu anak buahnya mulai memukul. satu pukulan mendarat di perut Alzio, benda tumpul itu mengakibatkan Alzio menahan itu sekuat tenaga.
"Alzio... " panggil Krystal, Alzio menganggukkan kepalanya.
"lakukan! " ucap Alvion, lain orang memukul Alzio lagi dengan kuat.
" cukup, aku mohon Alvion... aku bersedia ikut denganmu, jangan siksa dia... "
"Krystal aku baik baik saja, jangan memohon padanya! " teriak Alzio, sampai seseorang memukul nya hingga jatuh ke lantai. mulutnya mulai mengeluarkan darah, Krystal semakin menangis menjadi jadi. pukulan itu berlanjut, langkah Krystal sudah semakin dekat dengan Alzio yang hampir tidak bernyawa. suara ledakan terdengar jelas, sampai bangunan tempat Alvion berdiri bergetar. hal itu membuat semua orang terkejut, termasuk Alvion yang terkejut.
"lihat apa yang terjadi.. "
"upss maaf Alzio, Dion yang bodoh menekan tombol sampai terjadi ledakan!"
suara itu menggema ditelinga Alvion, Alzio terkekeh kecil dengan mengeluarkan asal suara itu. benar saja itu sebuah earphone yang dipakai nya, menyambungkan pada teman temannya yang sedang membuat misi tanpa sepengetahuan Alvion. pria itu berdiri dari tidak berdaya nya, menarik tubuh Krystal yang sudah dekat dengannya. dipeluknya sebentar untuk memberikan ketenangan, matanya tajam melirik kearah Alvion yang terdiam beberapa meter jarak darinya.
__ADS_1
"bukankah kau memasang bom dirumahku, maka aku juga memasang bom dirumahmu. aku tidak bodoh Alvion, aku tidak sepertimu yang memiliki kebodohan diatas rata rata! " ucap Alzio lagi, suara ledakan terdengar lagi dan itu lebih keras.
"aku hanya mencoba nya, ternyata ledakannya lumayan! "
Alzio menghela nafas, ia tersenyum kearah Alvion.
"mari bertarung, satu lawan satu. aku tidak sabar membunuhmu, sebelum aku meledakkan seluruh ruang dirumah ini!" ucap Alzio, langkahnya tegap kearah Alvion dan memberikan satu pukulan hingga Alvion tersungkur kebelakang.
tidak diam saja, Alvion membuka jas nya dan memukul Alzio. perkelahian itu terjadi sengit, kedua saudara itu bertarung tanpa berpikir berhenti. Alzio menberikan pukulan bertubi tubi, semua kekekasalan ia luapkan pada Alvion. mengingat bagaimana dirinya di aniaya oleh pria itu, sekarang pembalasan yang lebih kejam ia lakukan.
"kau berani melukai orang orangku, maka ini balasannya! " ucap Alzio, ia terus memukul Alvion tanpa ada kesempatan pria itu membalas. "kau menyentuh istriku, memaksanya, mengancamnya, ini yang harus kau dapatkan! " teriak Alzio lagi, matanya sudah gelap bahkan tidak peduli pada Alvion yang sudah tidak berdaya. anak buah yang sebelumnya mulai berjatuhan, karena teman teman Alzio datang melumpuhkan mereka semua.
"dia akan mati... " ucap Krystal, Gavin menahan wanita itu yang akan kearah Alzio.
"biarkan saja apa yang dilakukan Alzio, mereka memang sudah memiliki dendam sengit!" ucap Gavin, Krystal melihat Alvion sudah tidak sadarkan diri akibat pukulan Alzio. sampai suaminya benar benar berhenti, menghela nafas melihat Krystal dengan senyuman.
Alzio tidak menyesal memukul pria itu, ia sangat puas melampiaskan semua yang ia inginkan sejak awal. dengan langkah tertatih Alzio berjalan kearah Krystal, wanita itu pun berlari kearah Alzio dan berada kedalam pelukan Alzio.
"aku sangat takut... " ucap Krystal menangis, Alzio tersenyum dengan memeluk erat sang istri.
"aku sudah disini sayang, tenanglah! " ucap Alzio, Krystal tersenyum disela tangisnya.
"mobil sudah diluar, ayo kita cepat pergi dari sini. Gavin akan mengurus yang disini, dan Robi siap meledakkan tempat ini. " ucap Dion, Alzio mengangguk tapi tidak dengan Krystal.
"dia adikmu, apa kau akan membunuhnya? " tanya Krystal, Alzio yang sudah gelap mata hanya mengangguk.
"balasan untuknya hanya itu, dia berani melukai Alzio, Darius, Natalia, dan juga kau. dia berani memaksamu dan mengancammu, tentu siapapun harus berakhir di tangan Alzio! " saut Alzio, Krystal merasa ngeri saat Alzio tidak mengampuni siapapun termasuk adiknya. Dion dan Krystal pun memapah Alzio , tatapan Krystal kearah Alvion dan terkejut pria itu masih sadar dan mengarahkan senjata kearah Alzio.
"jika aku mati hari ini, kau juga akan nati bersamaku kakak... " ucap Alvion, satu tembakan lolos dari senjata yang ia pegang. Krystal yang melihat itu menghalangi peluru yang mengarah kearah Alzio, tepat diperut Krystal peluru itu bersarang.
tubuh Krystal tersentak kebelakang, Alzio langsung membawa kedalam dekapannya. darah mengalir dari perut Krystal, tubuh Alzio gemetar antara marah dan juga ketakutan melihat Krystal. ia mengarahkan senjatanya kearah Alvion, menembak pria itu beberapa kali hingga peluru yang ada di senjatanya habis. Semua terkejut melihat Krystal, tangan Robi pun menekan tombol ledakan dan ledakan dilain tempat pun terjadi.
"Krystal ! "
__ADS_1