Obsesi Cinta Mafia

Obsesi Cinta Mafia
Menyelamatkan mereka.


__ADS_3

sebulan berjalan begitu cepat, Alvion meniru gaya Alzio dengan sangat teliti. mungkin Natalia sudah tahu siapa dirinya, tidak untuk Krystal yang selalu menganggapnya sebagai Alzio. pria itu harus bersikap layaknya seorang suami sigap, tidak ada keinginan hal itu karena ia ingin menghancurkan kehidupan Alzio lewat istrinya, tapi melihat wajah Krystal ada rasa tidak tega yang menjalar dihatinya.


"Alzio kenapa melamun, ayo makan sarapanmu! " ucap Krystal lembut, Alvion yang sudah mendapatkan hal itu mengangguk kemudian memakan sarapannya. Natalia kesal dengan hal itu, rasanya ia ingin sekali membunuh Alvion yang sudah ia benci dari sejak dulu.


"Alzio hari ini ada rapat, kau harus hadir. " ucap Darius tiba tiba, Alvion mengangguk dengan itu. responnya tidak seperti sebelumnya, sudah sangat persis dengan Alzio yang selalu bicara santai pada Darius.


"baiklah ayo , Terima kasih sarapannya! " ucap Alzio berdiri, ia mengecup kening Krystal sebelum pergi. tentu membuatnya senang, menatap Alzio dan Darius pergi hingga menghilang dari balik pintu. Natalia mendekat kearah Krystal, wanita itu menoleh kemudian menatap Natalia heran.


"Krystal apa kau tidak merasa ada yang aneh pada Alzio?" tanya Natalia, Krystal tampak berpikir kemudian menggelengkan kepalanya.


"tidak, kenapa? "


"apa kau percaya dia Alzio? " tanya Natalia lagi, hal itu membuat Krystal terdiam kemudian menoleh kearah Natalia. sedetik kemudian wanita itu tertawa, membuat Natalia kesal kemudian mengerucut kan bibirnya.


"kau ini kenapa Natalia, kalau bukan Alzio terus siapa. emangnya Alzio ada dua, aneh ih kamu! " saut Krystal, Natalia lupa kalau Krystal tidak tahu suaminya memiliki saudara kembar. lebih tepatnya yang bersama nya saat ini adalah Alvion, saudara kembar Alzio. Krystal terdiam melihat Natalia diam, entah pikirannya memikirkan perkataan Natalia beberapa detik lalu.


diruang bawah tanah Alzio membuka matanya, ia mengenal tempatnya sekarang ini. itu adalah ruang yang ia buat, bibirnya menyeringai kecil karena dirinya berada di rumahnya sendiri. jika saja Alzio tidak diberikan obat penenang, mungkin dirinya akan menghabisi Alvion dengan sekali gerakan dan perintah darinya. Alzio merindukan istrinya, ia penasaran apa yang dilakukan sang istri saat ini.


"Krystal!!! " teriak Alzio sekuat tenaga, ia berharap pemilik nama mendengar suaranya. secara bersamaan Krystal merasa namanya disebutkan, tapi ia menoleh ke kanan dan kirinya tidak ada siapapun. dirinya lelah melakukan gym, ia duduk dengan selonjoran. merasa merinding mendengar namanya dipanggil, Krystal keluar dari tempat itu. tapi namanya dipanggil lagi, Krystal merasa ada keanehan dalam dirinya.


"suara Alzio, tapi dia tidak disini. " gumam Krystal, ia berjalan tanpa arah kemudian tersenyum tipis. "apa aku merindukan Alzio, sampai mendengar suaranya. " ucap Krystal tertawa, ia pun berjalan masuk kedalam kamarnya. Natalia yang sedang berada di halaman belakang, mendengar jelas suara Alzio. Natalia yang hafal seisi rumah itu mengikuti asal suara, sampai langkahnya berhenti di sebuah ruang tertutup yang diyakini itu ruang bawah tanah yang dibuat Alzio.


Natalia mendengar jelas suara Alzio dari dalam, ia membuka pintu ruangan itu yang dikunci dari luar. pemandangan yang buruk membuatnya terkejut, bagaimana tidak ia melihat jelas Alzio yang dirantai berdiri meraung berteriak nama Krystal. Natalia berlari kearah Alzio, menatap Alzio yang berdiri dengan tangan dirantai.


"Alzio... kau... kau disini... " ucap Natalia gadis itu menangis, Alzio yang mendengar suara Natalia langsung membuka mata menatap Natalia.

__ADS_1


"Natalia... bagaimana Krystal, apa dia menganggu istriku? " tanya Alzio, Natalia menggelengkan kepalanya.


"tidak, dia baik baik saja. aku akan membantumu, ini pasti pekerjaan sibrengsek Alvion! " teriak Natalia, gadis itu menangis dengan memeluk tubuh Alzio. tiba tiba saja Natalia terpekik di hadapan Alzio, sebuah benda tajam menembus dibagian pinggang nya. sebuah pisau menancap tepat dipinggannya, bahkan hingga menembus keluar darah segar bercucuran.


"secepat ini kau mengetahuinya, sepertinya kalian berjodoh!" ucap Alvion tiba tiba, pria itu tidak sendiri melainkan ditangannya terdapat Darius yang sudah tidak sadarkan diri. tubuhnya penuh luka, karena Alvion menghajar pria itu dengan benda tumpul hingga tidak sadarkan diri. Darius yang sudah curiga akhirnya menemukan bukti kalau pria itu bukan Alzio. tapi Alvion sendiri sudah memiliki rencana dari awal, ia langsung melawan Darius dan menghajar pria itu tanpa peduli apapun.


Natalia ambruk ditanah, ia menahan perutnya yng tertusuk pisau begitu saja. Alvion menarik pisau itu dengan kasar, Natalia memekik kesakitan yang luar biasa. Alzio yang melihat itu menggeram marah, ia melihat Darius dan Natalia disakiti tepat di hadapannya.


"sahabat sejati, jadi kalian akan mati disini secara bersamaan. baiklah akan aku kabulkan, silahkan kalian membusuk disini!" saut Alvion kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mengikat Natalia dan juga Darius.


"apa yang kau lakukan Alvion, lepaskan mereka! " teriak Alzio, Alvion menyeringai kemudian berdecak kesal.


"aku mendapat semuanya, aku tidak butuh mereka karena aku sudah ada Krystal!" ucap Alvion kemudian, nama sangat istri disebut membuat Alzio tidak terima.


...****************...


Alvion mencari keberadaan Krystal, tapi tidak melihat wanita itu dimana. sampai ia menemukan Krystal yang terbaring dikasur, wanita itu sedang tertidur nyenyak diatas kasur. Alvion tersenyum entah kenapa dirinya mudah senyum saat melihat Krystal, bahkan merasa ada rasa nyaman dalam dirinya saat bersama Krystal.


"emm Alzio... jam berapa ini... " gumam Krystal yang tidurnya terganggu, Alvion memeluk Krystal dari belakang dan itu menganggu tidur wanita itu terganggu.


"maaf aku menganggumu, aku hanya ingin memelukmu!" ucap Alvion pelan, Krystal tersenyum kemudian menikmati pelukan Alzio. "maaf beberapa hati aku tidak memanjakanmu, karena aku sangat sibuk. "


"tidak masalah, aku tahu pekerjaanmu... " saut Krystal, keduanya saling melempar senyuman.


"Krystal bagaimana kalau kita ke Perancis lagi, aku membeli rumah disana dan kita bisa liburan disana tanpa tinggal dihotel! "

__ADS_1


"benarkah, jadi kita bisa tinggal disana beberapa waktu lebih lama? " ucap Krystal antusias, Alvion mengangguk dengan hal itu. "kapan kita pergi? "


"besok bagaimana, setuju?"


"setuju!" saut Krystal dengan cepat, kemudian memeluk Alvion dengan erat. entah kenapa rencana Alvion telah berubah, ia ingin membawa Krystal pergi dari sana. harta benda Alzio seperti tidak penting lagi baginya, tinggal bersama Krystal beberapa minggu membuat hatinya seakan dipenuhi dengan Krystal. bahkan ingin membawa pergi wanita itu, ia tidak ingin menyakiti wanita itu meskipun dirinya sudah memiliki rencana itu sebelumnya.


pagi harinya Krystal mencari keberadaan Natalia dan Darius, tentu saja Alvion berbohong dan mengatakan mereka sedang luar kota. karena mendadak tanpa memberitahu Krystal, saat menghubungi Natalia pun ponsel gadis itu tidak aktif membuat Krystal kesal. rencana Alvion akan dilakukan hari ini, ia akan membawa Krystal dan membiarkan ketiga orang tawanannya itu menderita dan perlahan mati.


Natalia kesakitan semalaman, tubuhnya diikat diatas kursi. sedangkan Darius diikat berdiri sama dengan Alzio, pria itu menatap tajam Natalia yang terus merintih kesakitan tanpa diobati.


"Natalia jangan tutup matamu, jika kau berani menutup mata itu persahabatan kita selesai! " teriak Alzio, Natalia menoleh kemudian mengangguk kearah Alzio. tubuhnya sudah lemah banyak darah disekitarnya, kemudian melihat Darius yang perlahan membuka mata dan merasakan sakit.


"Natalia? " panggil Darius, kemudian pria itu menoleh kearah Alzio. "Alzio, dan dimana ini! " teriak Darius, dirinya meronta agar tangannya terlepas dari rantai yang mengikatnya. "Alvion brengsek, aku sudah curiga dengannya sejak awal! "


"aku... sudah tahu... dia mengancamku... " ucap Natalia, Darius yang mendengar itu langsung menggeem marah. "dimalam itu.. aku menangis, aku memikirkan bagaimana keadaan Alzio, dia mengancamku... uhuk... karena itu aku tidak memberi tahumu... uhh sakit sekali... " ucap Natalia, Darius sangat marah sama halnya dengan Alzio.


"lalu apa yang dia katakan? " tanya Alzio, Natalia menoleh tubuhnya sudah tidak kuat untuk digerakkan.


"dia tidak akan menyakiti Krystal, karena sudah jatuh hati pada istrimu! "


"kurang ajar, brengsek!" teriak Alzio, Darius menoleh kearah Alzio. keadaan pria itu seperi orang mengenaskan, dengan telanjang dada dan wajah seperti tidak sehat.


"apa yang dia lakukan padamu Alzio, kenapa kau seprti ini? "


"aku tidak bisa melawannya, Alvion menyuntikkan obat penenang dalam tubuhku setiap harinya. aku akan lemas saat obat itu bereaksi, membuatku tidak berdaya dan berakhir tidak melakukan apapun! " jelas Alzio, ia menjelaskan rinci kisahnya pada Darius dan Natalia yang mendengarnya begitu baik. harapan tiga orang itu adalah, Krystal. hanya wanita itu yang bisa menolong mereka, karena bisa keluar masuk dengan bebas dirumah itu jika tanpa hadirnya Darius. sedang memikirkan rencana tiba tiba seseorang membuka pintu yang tertutup rapat, pandangan tiga orang itu langsung kearah pintu dan menatap tajam pasti Alvion akan datang berulah.

__ADS_1


__ADS_2