Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Check Up


__ADS_3

🌺🌺🌺


"Dedeknya aktif sekali, ya? tau aja lagi diintip." seru Dokter ketika alat pendeteksi menyapu area perut milik Bulan, dan ia terpukau melihat dibeberapa titik tampak menonjol sekilas


"Dia mulai suka bergerak, Dok, apa itu nggak apa-apa?"


"Ya, tentu saja. saat kandungan memasuki enam bulan, janin mulai bergerak aktif didalam sana."


Bulan mengangguk paham


"Tumbuh kembangnya bagus, dia tampak sehat dan jantungnya normal, ya." ucap Dokter, kala alat pendengar detakan jantung mulai dipasang hingga Bulan terharu mendengar detakannya


"Oh anakku ..." Bulan menyeka air matanya yang dirasa mulai mengalir


"Mau lihat jenis kelaminnya?" tawar Dokter


"Emang sudah bisa, Dok?"


"Tentu saja." dan Dokter sangat bersemangat mencari tahu jenis kelaminnya apa, ia masih mengatur alat pendeteksi untuk menjelajah diperut Bulan demi mencari letak alat kelamin janin didalam sana


Dokter mengulum senyum, apa yang ia cari telah ketemu. Ia pun mengungkapkan jenis kelaminnya kepada sang calon ibu yang disambut gembira dan haru olehnya. Bulan mendongak menatap Clara yang masih betah memandang lekat monitor itu, hingga pandangan keduanya saling bertemu dan senyum pun terbit dibibir mereka


"Selamat ya, Kak, pokoknya aku janji nggak akan kasih tau netijen." ucap Clara, Bulan mengangguk setuju dengan wajah semringahnya, ia mengacungkan jempol kepada adik ipar tirinya itu


Dokter bergegas membersihkan gel yang melekat diperut Bulan, kemudian ia bangkit berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya. begitu pula dengan Bulan segera beranjak bangun dan dibantu oleh Clara, kemudian keduanya mengekori langkah Dokter wanita tersebut


"Ada keluhan lagi, Nona?" tanya Dokter


"Terkadang suka pegal dibagian kaki dan punggung, Dok, apa mungkin karna saya bekerja, ya?"


"Tidak juga. rasa pegal dan nyeri memang akan dirasakan ibu hamil saat kandungan telah memasuki trimester ketiga, tapi--tetap jaga pola istirahat dan jangan sampai kecapekan yang menimbulkan jatuh sakit. untuk memperkuat janin dan imun tubuh Nyonya, saya tambahin vitaminnya, ya? pola makan bergizi juga jangan sampai ketinggalan, dan jauhkan makanan instant yang berpengawet." jelas Dokter sembari mencatat resep yang akan diberikannya kepada Rembulan

__ADS_1


Bulan mengangguk paham


"Ini resep obatnya, ya? dan kita bisa kontrol bulan depan lagi." Dokter menyodorkan dua lembar kertas kepada Bulan, yang langsung disambut oleh Clara


"Terima kasih, Dok." ucap Bulan, ia pun bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan tersebut.


***


Sepanjang perjalanan pulang menuju ke Kantor, pandangan matanya tak pernah lepas dari foto USG yang menampikkan sosok janinnya didalam sana walau terlihat samar. Bulan masih betah memperkirakan mimik wajah bayinya seperti apa, dan ini menjadi kesenangan tersendiri saat memperhatikannya.


"Kakak yakin mau ke Kantor? kata Dokter jangan sampai capek." ucap Clara sembari memainkan ponselnya


"Kerjaan Kakak masih banyak, Clar. lagi pula sekarang nggak capek kok. aku bisa istirahat sebentar kalau mulai lelah."


"Iya deh, degil! penggila kerja." ledek gadis itu sembari terkekeh


"Apaan sih kamu."


Clara mendelik mendengarnya, bagaimana bisa wanita ini malah membahas orang lain yang sangat ia benci.


"Hubungan apa? orang kami nggak ada apa-apa."


"Jadi belum balikkan?"


"Pa'an sih, Kak, komunikasi aja kagak, apalagi mikir balikkan." gerutunya, Clara menoleh kearah jendela disisinya


"Aku kepo penyebab kalian putus," Bulan tampak berpikir


"Masalah sepele, taulah anak abege, masalah kecil saja bisa end hubungan. dan kami juga sama-sama bosan sih." ujar Clara tanpa memandang wajah iparnya


"Ah masa?"

__ADS_1


Clara menggangguk dengan mantap


Tanpa terasa mobil yang membawa kedua wanita ini pun telah tiba di pelataran gedung Perkasa Group, Pak sopir bergegas membukakan pintu untuk Nona mudanya.


"Kamu turun, Clar?"


"Aku langsung pulang aja, Kak."


"Oke, duluan ya?" Bulan pun mengulurkan kakinya ke tanah yang dilapisi oleh bebatuan, ia bangkit berdiri hingga beberapa pasang mata menoleh kepadanya. semua orang yang berpapasan dengannya, seketika tersenyum hangat menyapa atasannya itu. Bulan turut membalas, jenjang kaki yang begitu mulus mengayun menuju pintu lift.


***


"Sayang, lihat! foto anak kita." Bulan memamerkan hasil foto USG siang tadi kepada suaminya, kini ia tengah berbaring di ranjang sembari melakukan video call kepada suaminya yang turut merebahkan tubuh diseberang sana.


Kencangnya angin mulai bertiup dan menerpa pintu balkon yang sedikit menimbulkan bunyi, Bulan menoleh ke arahnya, tampak daun pepohonan bergoyang ke kanan dan ke kiri seiring arah angin yang bertiup.


"Sebentar, aku tutup kain gordennya dulu." pamit Bulan, ia bahkan lupa menutup kain gorden setelah menghabiskan waktu duduk di balkon


Wanita itu cepat-cepat menutupinya, tidak ingin melihat suasana diluar yang sangat mencekam dan mengerikan, walaupun telah diterangi lampu.


"Lain kali jangan dibuka, bisa-bisa ada orang iseng atau orang jahat yang ngintip kamu." Guntur mulai panik


"Iya, tadi cuma lupa. biasanya aku tutup kok,"


"Apa disana mau hujan? kayak ada suara gemuruh angin."


"Memang. ku rasa sebentar lagi mau hujan deras, bakal nyenyak nih tidur." ucapnya sembari tersenyum


"Aih, kalau ingat hujan, aku jadi pengen menyerangmu, melahapmu, tak akan ku biarkan kau tidur sampai kita benar-benar sudah puas."


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2