Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Memimpin Rapat


__ADS_3

🌺🌺🌺


Derap langkah kaki mengayun-ayun menyusuri lantai lobi milik gedung nan menjulang tinggi hingga hampir menyentuh awan dipuncak sana. untuk kesekian kalinya Bulan menginjakkan kaki ditempat ini dalam keadaan berbeda, merangkap sebagai pemegang jabatan tertinggi yang akan memimpin rapat penting untuk memperjuangkan gedung ini agar tetap utuh. Bulan meremat-remat telapak tangannya yang sedikit basah disela jalannya, ia begitu gugup karena ini untuk pertama kalinya ia menghadapi masalah besar.


Perkasa Group berada ditangannya, jika ia berhasil maka gedung ini akan kembali jaya seperti semula. jika tidak berhasil, entah menjadi seperti apa gedung ini dan ia merasa bersalah sekali sudah merasa percaya diri untuk membantu.


"Tenang, Nona. minum ini?" Assisten Dika menyodorkan sebotol air mineral padanya


"Aku takut ini tidak berhasil, sekarang nasibnya ada ditanganku. aaaakh, aku benar-benar pesimis." keluhnya sembari mengambil botol tersebut dari tangan pria disisinya


"Saya yakin anda bisa, anda juga sudah cukup berpengalaman dalam perusahaan. saya ingat beberapa tahun silam anda sering menghadiri rapat penting dan berkumpul dengan orang penting. semua investor pasti mengenal anda, Nona. dan anda pasti bisa memimpin." Assisten Dika menenangkannya


"Terima kasih, Tuan, bismillah bisa!" Bulan mengulum senyum


Ting!

__ADS_1


Pintu lift terbuka, keduanya telah tiba dilantai tujuan dimana letak ruangan rapat berada. Bulan menarik nafas dalam-dalam berusaha menetralisirkan perasaannya yang sedang gundah dan gugup, kemudian ia embuskan dengan pelan lalu kembali menghelanya. seperti itu berulang kali sampai ia kembali tenang.


Assisten Dika membukakan pintu ruang rapat untuk Nona muda menantu dari Tuan besarnya, Bulan berusaha untuk bersikap berwibawa layaknya pemimpin yang harus dihormati. ia harus percaya diri sebab kunci perusahaan ada ditangannya. Bulan melangkahkan kaki memasuki ruangan tersebut, tampak puluhan jejeran investor sudah menduduki bangku masing-masing mengitari meja persegi panjang ditengah-tengah ruangan.


Bulan menatap wajah mereka satu persatu, kebanyakan dari mereka tampak mengernyitkan dahi menatapnya. entah karena apa, mungkin saja mereka kenal dengannya. bagaimana bisa pewaris Cakrawala akan memimpin Perkasa? terdengar sungguh konyol dan pertanyaan itu memenuhi pikiran mereka. tak terkecuali sesosok wanita yang berada ditengah-tengah mereka.


"Selamat pagi." sapa Assisten Dika, sedikit membungkukkan tubuhnya menyapa mereka, diikuti oleh Bulan


"Sebelum memimpin rapat, perkenalkan ini Nona Sinar Rembulan Cakrawala, menantu Presdir Perkasa yang sedang berhalangan hadir untuk saat ini. beliau yang akan menggantikan Tuan Perkasa maupun Tuan Guntur dalam kesempatan kali ini. terima kasih." jelas Assiten Dika, kemudian mendudukkan tubuhnya diatas kursi


"Terima kasih atas kesempatannya, sebagai bukti saya adalah menantu pemilik Perkasa Group, saya akan menunjukkan buku nikah bersama suami saya, Guntur Anderson." Bulan memamerkan buku nikahnya, sontak saja suasana menjadi riuh dan saling berbisik. tak ayal ada yang meminta pendapat kepada salah seorang wanita yang hanya diam terpaku tanpa ekspresi


"Wah, apa mereka menikah diam-diam?"


"Nggak nyangka kalau kedua belah pihak itu saling berhubungan, padahal Nona Mentari disiksa sama suami saudarinya."

__ADS_1


"Heran, dia memihak keluarga suaminya padahal kakaknya sendiri sedang terancam."


Begitulah bisik-bisik tetangga yang sayup-sayup dapat Bulan dengar. gadis itu terus mengulum senyum menatap mereka, sesekali ia melirik Maminya yang turut hadir diantara kerumunan ini.


"Baiklah, sebelumnya maafkan saya yang sudah lancang menjadi pengganti pemilik perusahaan ini maupun pewarisnya, sebab keduanya tengah berhalangan untuk hadir. suami saya, tentu saja Tuan dan Nyonya terhormat tau sebabnya. sedangkan mertua saya--sedang dalam keadaan terpuruk atas dua musibah yang beliau hadapi."


"Ini sangat berat untuk beliau, Tuan Perkasa. atas musibah yang dihadapi putranya, juga ada masalah baru mencakup perusahaannya. ya, dikalangan orang awam pasti mengira ini kesalahan suami saya sepenuhnya, tapi dibalik itu kalian belum mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, seluk beluk yang membuatnya melakukan itu."


"Sekarang kalian pasti tahu saya siapa, saya rembulan pewaris Cakrawala, saudari kembar dari korban Mentari atas ulah suami saya. kalian pasti bertanya-tanya mengapa saya berada di pihak musuh, dari pada dipihak korban? mengapa saya berdiri disini untuk memperjuangkan kepentingan kerja sama antara kalian dan Perkasa Group atas saham yang Nyonya dan Tuan suntikkan sebelumnya."


"Pertanyaan pertama, saya menjawabnya karena suami saya bukan sepenuhnya bersalah. ada sesuatu diluar nalarnya ia melakukan hal itu, mengikuti nafsunya yang ingin membalas dendam atas pembullyan yang dilakukan kakak saya, sang korban. jika tidak karena itu, mana mungkin pelaku melakukan hal tersebut. saya sangat mengenal suami saya, ia sedang teraniaya dalam kondisi yang tidak dapat kalian lihat diluar."


"Dan satu lagi, pasti kalian berpikir sikap Tuan Guntur selama menjabat sebagai pemimpin, ada sikap yang kurang mengenakkan, tiba-tiba beliau berubah tidak terlalu fokus dengan perusahaan." sela Assisten Dika


"Ya, suami saya sedang dalam keadaan sakit, tiba-tiba berubah tempramental. kita bersyukur beliau tidak berbuat onar dilingkup bisnis ini. bisa saja kan, kalian akan disekap, disiksa bahkan mungkin dibunuh olehnya? misalnya kepada Nyonya Vega, seharusnya ia bersyukur dendam suami saya tidak berhujung kepada anda. ia akan melakukannya hanya dengan musuh masa lalu, bukan pada kalian atau pun orang luar yang mengesalkan. jadi--bukan salah pelaku sepenuhnya untuk melakukan kejahatan itu. dan sekarang--kalian ingin memutuskan rantai kerja sama hanya permasalahan ini?? membunuh, menyiksa, bukan sifat suami saya. beliau orang yang sangat baik, bermoral dan cerdas, karena masa lalunya dia langsung berubah dan sekejam itu."

__ADS_1


"Dan pertanyaan kedua--


🌺🌺🌺


__ADS_2