Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Salam Perpisahan


__ADS_3

🌺🌺🌺


Tiba di hari kelulusan, semua siswa bersorak sorai dengan penuh kegembiraan atas pencapaian selama tiga tahun ini. seratus persen para siswa siswi sekolah internasional dinyatakan lulus, mereka mencurahkan rasa bahagianya dengan mencoret seragam, konvoi mengelilingi Ibukota, bahkan setelahnya mengadakan party untuk perayaan kelulusan ini. sial sekali, Guntur kembali ditindas. mereka yang menghinanya memberikan hadiah telak berupa lemparan telur busuk, tepung terigu, bahkan pewarna makanan yang membuat seluruh tubuhnya bagaikan adonan kue.


Guntur mengepalkan kedua tangannya, kali ini ia benar-benar tidak bisa diam setelah dipermalukan didepan umum. melihat mereka tertawa, hatinya bergemuruh hebat bak petir yang siap menerjang mereka semua. tatapannya menghafal wajah dan namanya satu persatu, setelah itu ia mengacungkan diri untuk menghajar mereka dalam serangan mendadak dikala mereka masih sibuk menertawakannya.


Bugh!


Guntur meninju wajah mereka satu persatu, menendang perut bahkan memelintir tangan para siswi wanita. walaupun pada akhirnya ia juga kalah telak dikeroyokin oleh mereka semua. maklum saja dirinya hanya berdua bersama teman dekat yang sehobi membaca buku.


"Eh! apa-apaan kalian ini! pulang!" teriak seorang guru yang mendengar keributan dari jauh, langsung ke lokasi untuk membubarkan para murid nakal itu.


"Kalian nggak apa-apa?" tanyanya


"Nggak apa-apa, Pak. terima kasih."


"Anak kurang ajar! bersihkan tubuhmu, Nak." Pak guru membantu Guntur untuk berdiri, hingga Guntur dan temannya berjalan tergopoh-gopoh menuju toilet.


***


Beberapa hari kemudian, wisuda kelulusan tingkat menengah atas pun diselenggarakan di aula sekolah yang cukup luas hampir seluas lapangan sepak bola. setidaknya pada hari ini Guntur merasa lega karena datang bersama kedua orang tuanya. saat ia baru saja tiba di pelataran Sekolah, bersamaan dengan itu mantan kekasihnya, Mentari, juga telah tiba bersama keluarganya. Guntur terhenyak melihat seorang wanita yang memiliki rupa seperti Mentari, matanya menyipit untuk menilik lebih dalam sosok wanita tersebut.


Wanita ayu yang berpenampilan sederhana, rambut panjang tergerai, senyum manis penuh ketulusan dan wajah lugu nan polos tanpa balutan make up tebal. berbeda jauh dengan Mentari yang berbanding terbalik dengan wanita tersebut.


"Dia siapa? kok bisa mirip?" gumamnya


"Hei!" sapaan temannya sontak mengalihkan perhatian Guntur


"Lihat apaan?" tanya temannya


"Itu, yang mirip Mentari, siapa?" tanya Guntur

__ADS_1


"Oh, dia itu Rembulan anak SMA lain, kembaran Mentari." jawab temannya


"Tau dari mana?" tanya Guntur, membenarkan letak kaca matanya yang hampir melorot


"Aku pernah satu SMP sama dia."


"Oh ..." Guntur mengangguk paham


"Dia baik banget, beda jauh sama Mentari yang jahanam itu. Rembulan sosok yang sederhana, ceria, tulus, pokoknya top banget orangnya."


"Ya ya ya, lagian aku nggak tertarik sama wanita itu. untukmu saja!" Guntur menepuk-nepuk dada sahabatnya


🌿Flashback Off🌿


Guntur masuk ke dalam ruangan lain, ruangan tahanan seorang lelaki yang pernah mendesak Mentari untuk membuktikan kesejatiannya. Guntur menatap sinis dari balik topeng yang membungkus wajahnya, ia menyapa, sediikit berbasa basi menanyakan perihal kabar.


"Gimana kabarmu, bro? menyenangkan tinggal disini, bukan?" Guntur mengelilingi lelaki itu


"Nghh ...!!!" ia memberontak ingin dilepaskan


"Ah iya, kau nggak bisa bicara." Guntur tergelak, ia melepaskan kain yang menyumpal mulut pria sebayanya itu


"Pppft! lepaskan aku!" pintanya dengan suara yang sedikit meninggi


Guntur mendelik. "Begitu cara kau minta dilepaskan, hah!!" Guntur mencengkeram rahang kokoh tawanannya


"Ng-nggak, maaf." lirihnya, Guntur mengetatkan rahangnya hingga giginya bergemeletuk kuat.


"Le-lepas." mohonnya


Guntur melepaskan cengkeramannya dengan kasar, hampir membuat tubuh itu terhuyung ke belakang oleh nya

__ADS_1


"Sebelum kau dilepaskan--" Guntur menjeda kalimatnya, ia melangkah menuju beragam senjatanya untuk ia pilah. mengambil pisau kecil yang begitu tajam untuk bermain dengan tawanannya sebelum ia lepaskan. "Kita bermain dulu, sekaligus otak kau yang kotor itu harus mengingat peringatanku." Guntur mendekatinya


"A-aku akan ingat tapi jangan itu lagi." pintanya


"Ck! salam perpisahan, Bro!" Guntur menyeringai


Guntur membuka boxer yang menutupi harta karun lelaki ini, menampilkan rudal jumbo yang menciut selama beberapa bulan terakhir akibat tidak pernah dipakai. Guntur menatap jijik, barang itu mengingatkannya kejadian masa dibuli dulu yang mencoba untuk menodainya dengan milik murahan punya Mentari.


"Jangan lukai masa depanku lagi, aku mohon." pintanya


Sudah tak terhitung berapa kali Guntur melukai barang lelaki ini, terdapat bekas sayatan di kulitnya akibat ulah Guntur, sosok dibalik topeng itu.


"Kau beruntung aku hanya melukainya saja, aku bisa saja memotong barang busuk kau ini!!" geram Guntur, lelaki itu bergidik ngeri


"Anggap ini perpisahan kita."


"Dan ingat, setelah kau aku bebaskan--jangan pernah menceritakan kejadian ini kepada orang lain atau pun kepada polisi!"


"I-iya, aku ingat." ia mengangguk


"Kalau kau melanggarnya--" Guntur menggoreskan pisau pada kulit burung itu, lelaki ini meringis menahan sakit. "Aku tak segan-segan memotong burung ini!"


"Ampun-ampun, aku janji nggak berkata kepada orang lain."


"Jika ada yang bertanya, apa yang akan kau jawab!!"


"A--aku terdampar ke pulau lain yang tak berpenghuni."


"Bagus!! sebelum kau benaran bebas, aku akan mengirim kau ke sebuah pulau untuk melakukan pengobatan."


"Te-terima kasih."

__ADS_1


"Jangan macam-macam sama peringatanku! atau kau akan bernasib sama dengan tawananku yang lainnya. di-bu-nuh!!"


🌺🌺🌺


__ADS_2