
πΊπΊπΊ
"Ini apa?" Guntur mengoleskannya di jemarinya, menunjukkan cairan itu kepada Bulan. sontak saja wanita itu ternganga, ia terkesiap dan langsung bangkit mendudukkan tubuhnya.
"Aku datang bulan!"
"Hah?" Guntur mengernyitkan dahinya. "Apa itu?"
"Haid! menstruasi!"
"Anjrit! nggak tau waktu menstruasi kamu ini!" decaknya, kesal. Guntur mencium aromanya, sontak saja ia hampir muntah mencium baunya. sedangkan Bulan meringis geli melihat pria itu malah menghirup aroma darah kotor.
Guntur langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan jemarinya, baunya sangat menjijikkan. Bulan merasa bingung harus gimana, ia menatap telepon yang terletak diatas nakas, tidak mungkin kan ia menitip celana segitiga bermuda, baju sama pembalut kepada pihak Hotel? sungguh memalukan. tidak ada cara lain, wanita itu harus meminta bantuan suaminya.
Bulan lebih dulu menyalakan lampu LED pada saklarnya, kemudian menyelonong masuk ke dalam kamar mandi yang terdapat Guntur didalamnya.
"Aku minta tolong, boleh?" tanya Bulan
"Apaan?" Guntur masih sedikit kesal karena malam pertamanya dengan berbagai gaya akhirnya hanya tinggal wacana. ia masih sibuk membersihkan tangannya dengan sabun
"Belikan aku pembalut." pintanya
"Hah??" pria itu terkesiap
__ADS_1
"Atau tidak, kita pulang saja. buka kemejamu untuk menutupi bokongku."
"Kita disini aja, akan ku belikan."
"Terima kasih, sekalian jemput baju sama cd ku ya, hehehe." Bulan terkekeh, Guntur memutar bola matanya merasa sebal harus membelikan barang seperti itu.
Guntur mendatangi Supermarket terdekat untuk membeli kebutuhan wanita itu. ia tampak bingung model pembalut itu seperti apa, pasalnya ia tidak pernah melihat barang yang seperti itu. ia menggaruk-garuk kepalanya yang dirasa gatal, mengelilingi rak untuk mencari benda yang bisa menyumpal aliran darah wanita.
"Oh, ya ampun ... aku disini seperti orang bingung saja." gumamnya
Didalam kebingungannya, tiba-tiba akal cerdasnya mulai berjalan tatkala Guntur teringat jika ia membawa ponsel. dengan cepat ia meraba saku celananya, benda persegi itu tercetak jelas ditelapak tangannya. Guntur merogoh gawai itu, mulai mencari benda pembalut di aplikasi pintar milik mbah googling.
Guntur mengangguk paham, airnya ia sudah tahu bagaimana wujud benda tersebut. tepat sekali, letak benda itu sekitar dua meter dari tempat yang ia pijak.
"Makan cemilan mungkin lebih asyik." gumamnya, Guntur mengambil satu keranjang untuk menampung barang belanjanya. mengambil beberapa keripik berbagai rasa, beberapa bungkus kacang berbeda merek, beberapa wafer dan minuman yang ada didalam freezer. setelah selesai ia kembali melangkah menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
***
"Aku datang!" Guntur menyelonong masuk ke dalam kamar Hotel yang terletak dilantai tertinggi itu. pandangan pertamanya mengarah ke arah televisi yang menyala, menampikkan sinetron Indonesia disalah satu milik stasiun tv. Guntur sedikit kaget, pikirannya langsung mengarah kepada berita Model yang menghilang. apakah Bulan sudah mengetahui berita itu atau belum? seketika Guntur tidak bisa berkutik lagi jika saat ini juga Bulan akan pulang ke kediamannya.
"Bulan!" teriaknya, ia berjalan ke kamar mandi yang pintunya tertutup.
"Aku disini! tidak perlu berteriak." suara itu masih terdengar di ruangan kamar, tapi sosoknya tidak terlihat. Guntur membalikkan tubuhnya ke belakang, sontak ia terperanjat melihat sang istri duduk di atas lantai yang dikelilingi oleh lilin.
__ADS_1
"Kamu--kenapa duduk disitu? kenapa nggak di sofa atau di kasur?" Guntur heran
"Nanti darahnya membekas disana, ini mengalir terus, tau! kamu lama sekali." gerutunya, ia bangkit berdiri
Pasalnya Bulan sudah cukup lama berdiam diri di kamar mandi demi menunggu lelaki ini. ia pun keluar dan lebih memilih menonton sebagai hiburan penantiannya. dari pada kotorannya membekas di seprai atau di sofa, ada baiknya jika duduk di lantai saja yang bisa ia bersihkan sendiri pada lantai marmer itu.
Guntur menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya, wanita ini sungguh lugu sekali.
"Yasudah, ini pakaian kamu dan benda membagongkan itu!" Guntur melempar barang milik Bulan ke atas ranjang, diambil alih oleh sang istri
"Terima kasih. itu apa?" tatapan matanya beralih menatap sekantung kresek belanjaan sang suami
"Cemilan, untuk bersantai sambil nonton." jawabnya, Guntur mengambil remote yang terletak diatas kasur, mengganti channel-nya dengan tv luar yang menayangkan film romantis dari negara barat sana.
Bisa berabe kalau nonton tv Indonesia mulu. batinnya
"Kamu ini nggak ada kenyang-kenyangnya. makan mulu!" Bulan dengan jahilnya menipuk wajah itu dengan bantal, dan berlari ke kamar mandi saat suara bariton itu mengaung.
Guntur yang ingin melempar Bulan dengan bantal, mengurungkan niatnya tatkala pintu kamar mandi telah ditutup dari dalam. ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, wanita itu berhasil memacu emosinya malam ini.
Ck! inikah balasan dari sikap baikku?
πΊπΊπΊ
__ADS_1