Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Mencelakakan Diri


__ADS_3

🌺🌺🌺


Bulan teringat akan percakapan beberapa menit yang lalu, pernikahan yang tidak ia inginkan akan terlaksana secara mendadak oleh kedua pria itu. tidak terpikirkan olehnya, dirinya sama sekali tidak pernah mencintai lelaki tersebut. Bulan melangkah ke lantai atas, ingin berjumpa dengan Guntur yang entah sedang apa kini. ia ingin protes, tidak ingin berhubungan lebih kepadanya


Tok tok tok


Tak ada sahutan apapun dari dalam sana, Bulan mengernyit heran mendapati keheningan di ruangan ini. ia dengan ragu menekan handle pintu, perlahan ia dorong daun pintu tersebut hingga tatapannya mengarah menatap punggung Guntur yang sedang duduk membelakanginya. Bulan memutar bola matanya, jengah, bisa-bisanya dia tidak menyahut panggilannya


"Tuan Guntur yang terhormat, sebaiknya tarik kata-katamu lagi untuk tidak menikahiku! saya bertahan hanya karna ingin berteman denganmu, membantu dirimu untuk sembuh dari penyakit itu."


"Oh, atau jangan-jangan kau memang ingin menjebak ku sebagai tawanan disini agar kau bisa menikah denganku? kau menyukaiku, ya? sungguh picik caramu!" geramnya, menatap sinis pada punggung yang sedikit bergetar itu


Bulan mengernyit heran, ada apa dengannya dalam keadaan diam begitu? Bulan merasakan sesuatu yang tidak enak, pikiran buruknya kembali bergelantung dan menerka-nerka suatu hal yang buruk tengah dilalui oleh pria ini. dengan langkah cepat ia mendekat kepada sang pemilik raga yang mematung, sepasang netra miliknya membulat menangkap tetesan darah yang bercecer di lantai marmer ini. sedangkan Guntur, mata itu terpejam menahan sakit, sebelah tangannya terus melukai lengan yang lain dengan sebilah pisau kecil digenggamannya.


"Tuan!"


"Stop! hentikan!" Bulan menyambar senjata mini dari tangannya, melemparnya jauh ke sembarang arah. ia celingak-celinguk mencari kain untuk menghentikan aliran darah tersebut. ia terpaksa mengambil sarung bantal dan segera melilitkannya di lengan yang terluka dengan sayatan pisau ini. namun--ia mengurungkan, sarung ini pasti sudah banyak kumannya dan akan dalam bahaya jika bersatu dengan luka itu. buru-buru Bulan ke walk in closet untuk mengambil kain, setelahnya ia kembali menemui lelaki gila itu.


"Kau gila! melukai dirimu sendiri!" erangnya


"Bukannya ini efek dari penyakit ku? melukai diri sendiri termasuk dari penyakit itu. kau juga sudah sering melihatku seperti ini."


"Diamlah! kau harus ke rumah sakit!" gertaknya, segera menyambar kunci mobil milik Guntur dan menyeret lelaki ini untuk mengikutinya


"Tidak perlu, hanya luka kecil." pukasnya

__ADS_1


"Luka kecil apaan! hampir 20 senti dan itu lukanya cukup dalam! psikopat memang dasarnya tidak merasakan sakit ya, tapi berefek ke kesehatanmu!" omel Bulan, ia kembali menarik tangan pria ini


Sedangkan Guntur menghela nafas panjang, ia seolah tidak pernah memikirkan efek dari perbuatannya.


Bulan menuntun tubuh lelaki ini yang semakin lama semakin lemah, jelas saja karena cukup banyak darah yang keluar deras dari lengannya. Bulan mengitari mobil untuk bergegas masuk ke dalam kendaraan tersebut pada bagian kemudi, dengan lihainya ia bisa mengendarai kendaraan ini dengan baik.


Beberapa menit kemudian mereka telah tiba di Rumah Sakit terdekat, pria ini semakin lemah tak berdaya. untung saja Bulan mengambil tindakan untuk membawanya ke Rumah Sakit untuk segera ditangani.


"Buruan, Sus!" desaknya, kemudian membantu perawat memindahkan lelaki ini ke atas brankar


Bulan mondar-mandir di depan pintu sembari menggigit kukunya, sekelebat bayangan wajah pucat dan lengan yang mengeluarkan banyak darah begitu menghantuinya. Bulan merasa takut sesuatu terjadi yang tidak-tidak pada Guntur, penyakit itu memang benar-benar menyiksa si penderita hingga menyebabkannya seperti ini.


Pintu ruang UGD terbuka dari dalam, menampikkan seorang Dokter wanita yang baru keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Bulan


Bulan tercenung sebentar, pasti ini masalah serius. ia menganggukkan kepala dengan cepat kepada Dokter ini. mereka berdua pun berjalan menuju ruangan yang dituju dengan hati yang berdebar-debar Bulan rasakan.


"Silakan duduk." titahnya


Bulan menurutinya, ia membenamkan tubuh diatas kursi tepat didepan meja kerja wanita ini. Dokter itu menarik nafasnya terlebih dahulu kepada wanita ini sebelum mengatakan keadaan yang dialami oleh Guntur.


Bulan menatap lekat wajah Dokter itu, jari jemarinya salimg bertautan menanti keluarnya kata-kata yang tercuat dari mulutnya


"Ada apa dengannya, Dok?"

__ADS_1


"Kamu istrinya?" Ia bertanya balik sebagai jawaban


Bulan terdiam, jika dirinya mengaku istri pasti ia akan diclaim istri yang tidak becus mengurus suami. mungkin ada baiknya Bulan menjawab jujur. "Saya assisten rumah tangganya, Dok."


Dokter mengangguk paham.


"Luka dilengannya sudah dijahit, apa beliau juga sering melukai dirinya seperti itu?" tanyanya


Bulan terdiam sejenak. "Tidak terlalu sering, terkadang saja." jawabnya


"Apa pasien pengidap gangguan jiwa? sebab bekas luka-luka ditubuhnya itu cukup banyak, dan terdapat zat obat yang diketahui bukan dari resep dokter didalam tubuhnya." ujarnya heran


Bulan teringat akan selembar surat yang diberikan Tuan Perkasa, Bulan merogohnya dari dalam saku yang sempat ia simpan di sana. tanpa banyak kata, gadis tersebut menyodorkannya kepada Dokter.


"Ini riwayat penyakitnya, Dok. saya kurang tahu tentang Tuan."


Dokter menyambut uluran itu, mulai membuka lipatan kertas lalu membaca setiap kalimat hasil diagnosa dari Dokter terdahulu.


"Dan kontrol terakhirnya setahunan yang lalu?" ia bergumam, menatap sekilas ke arah Bulan


🌺🌺🌺


Aku udah buat virtual reels untuk Bulan dan Guntur di IG dan FB, ayo cek kakak ...


ig elceshan2408 (follow)

__ADS_1


fb elce kha (add)


__ADS_2