Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Ingin Menikmati


__ADS_3

🌺🌺🌺


Bulan telah selesai mengganti pakaian di kamar mandi, ia mendekati Guntur yang asyik menonton kisah percintaan. Bulan menjatuhkan tubuhnya tepat disamping sang suami, mengambil salah satu snack yang berserakan diatas ranjang. Bulan sedikit tertegun melihat banyaknya cemilan yang dibeli oleh suaminya


"Pria kurus pengen gendut, ya?" ledeknya


Guntur menoleh sekilas. "Aku mau lampiaskan kekesalan ku sama makanan ini!" geramnya


"Is, kasihan tau! tapi nggak apa-apa sih, masuk ke perut kamu juga." Bulan terkekeh, membuka sebungkus kacang garuda rasa balado.


Sesekali ia melirik suaminya dengan tatapan sinis, sebelah sudut bibirnya tertarik ke atas.


Emang enak malam pertamanya gagal total, tahanlah tujuh hari. batin Bulan


Sepertinya wanita ini merasa puas tatkala palang merahnya datang dan menghancurkan segala harapan besar yang telah direncanakan oleh sang suami. lelaki itu melampiaskan kekesalannya kepada snack, tatapan mata terus memandang televisi yang memperagakan sepasang bule tengah mengobrol dengan mengenakan bikini di tepi pantai. manis sekali, dan Guntur terlihat sangat menggemaskan.


Guntur mencuri pandang kepada Bulan secara diam-diam, wanita itu cekikikan sendiri, entah apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


Awas aja kamu, setelah ini kau harus melayani batangku, aku tinggal nunggu adegan wik wiknya saja. batinnya menjurus kepada layar televisi


Tepat sekali apa yang diinginkannya, pemeran itu menampilkan adegan kissing dan mulai meraba tubuh gadis itu untuk dijamahi. Guntur menelan salivanya dengan kasar, mereka tampak hot sekali dan mulai membuat jiwa hasratnya meronta-ronta. sedangkan Bulan, gadis itu menutup kedua matanya dengan jemarinya, sedikit ia beri celah tatkala ada sedikit keingin tahuan memerhatikan hal itu.


"Uh, apaan tuh! ganti dong." pintanya


Guntur tersenyum seringai melihatnya, sial sekali miliknya setengah bangun namun ia juga ingin Bulan membuatnya menegang sepenuhnya. lelaki tersebut berpindah tempat mendudukkan tubuhnya dipangkuan Bulan, sontak gadis itu terbelalak merasakan hawa panas yang menyentuh badannya. ia membuka mata, terbelalak melihat Guntur menjatuhkan tubuhnya diatas paha mulus wanita itu.


"Nga-ngapain? aku lagi--


Belum beres kalimat yang keluar dari mulutnya, tiba-tiba Guntur langsung menyambar bibir manis itu dengan buasnya. seakan tengah kelaparan tingkat tinggi ingin memangsa lawannya. Bulan memukul-mukul pundak lelaki ini, ia terus meronta ingin dilepaskan. saat itu pula Guntur langsung menahan kedua tangan Bulan untuk diam. ia menempelkan kedua punggung tangan wanita itu pada kepala ranjang. Guntur semakin memperdalam ciumannya, merasa lelah untuk memberontak Bulan pun membalas ciuman itu dengan sangat lihainya.


"Ooh ...." desah Bulan


Guntur merasa kurang nyaman dengan posisi seperti ini, ia turun dari pangkuan tubuh pendek itu dan menuntun Bulan untuk berbaring.


"Aku ingin menikmati tubuhmu." lirihnya

__ADS_1


"Tapi aku lagi halangan."


"Tidak masalah, yang berhalangan cuma dibawah saja, bukan? kau ingat gaya yang kita mainkan selain bermain didalam sana?" Guntur mengingatkan, tubuhnya sudah ada diatas Bulan


Sontak saja Bulan menelan salivanya dengan kasar. haruskah ia yang memanjakan tongkat sakti itu? Bulan kembali melenguh merasakan lehernya kembali diterjang, sepasang bukit kembarnya diremas dengan lembut dari balik dalam baju. suara erotis ini benar-benar menguji imannya, walaupun Guntur menjamah tubuh sang istri, namun ia juga ingin memasukkan miliknya didalam sana. ia harus bersabar, hanya seminggu jangka waktu dirinya untuk bertahan.


Guntur menyingkap ke atas daster yang dikenakan wanita ini hingga keatas dada, menelusuri perut mulus dengan bibirnya, semakin naik dan bertemu dengan bukit kembar kesukaannya. bukit yang semakin berisi dari ulahnya sendiri. Guntur betah bermain disana, memelintir putingnya bahkan menyesap benda mungil itu.


Guntur bangkit berdiri, menuntun Bulan untuk bangkit berdiri dan menyuruhnya berjongkok. entah apa yang akan mereka lakukan.


Selesai dengan kegiatan singkat pada malam pertama yang begitu suram ini, keduanya sudah mulai merasakan kantuk tatkala waktu yang telah menunjukkan tengah malam. Bulan memeluk tubuh suaminya yang bertelanjang dada, menghirup dalam-dalam aroma tubuh itu yang telah menjadi candu untuknya. wajahnya tak segan-segan ia tempelkan pada dada berotot itu, sedikit memberinya kecupan.


"Jangan nakal, kau menguji imanku." lirih Guntur


"Dadamu sangat keras, perutmu ada enam roti, apa kamu sering berolahraga?" Bulan mendongak menatap wajah itu


"Tidak terlalu sering. tidurlah, aku mengantuk."

__ADS_1


"Hmmm, ya." Bulan menurut, kembali memejamkan kedua matanya dan berharap bisa meluncur ke alam mimpi untuk bertemu sang papi diatas sana.


🌺🌺🌺


__ADS_2