Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Bertemu Sugar Daddy


__ADS_3

🌺🌺🌺


Bulan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya kala matahari sore yang begitu terik langsung menembak area wajahnya yang terlelap setelah percintaan panas mereka. ia memicingkan mata menghindari sorotan sinar mentari itu, memiringkan tubuhnya memunggungi sang mentari agar sepasang mata kembali terpejam. ia sungguh lelah dan aktifitas tadi benar-benar menguras tenaganya walau terasa nikmat namun permainan Guntur teramat gila.


Bulan terhenyak saat bola mata hitamnya menangkap sosok suami yang memandang dengan intens, ia memegang dadanya seolah takut bila jantungnya akan copot tatkala merasa kaget dengan tatapan itu.


"Ka-kamu ngagetin aja." cebik Bulan mengelus dadanya


Guntur mengulas senyum, "Aku suka lihat kamu tidur, ,cantik." ia menggombal


"Preeet! nggak mempan." Bulan menggenggam selimut yang menutupi dada telanjangnya, segera ia angkat ke atas hingga menutupi wajahnya


"Aku ingin lagi, Yang." Guntur mengintip dari balik selimutnya juga, ia bisa melihat seluruh tubuh sang istri dari balik dalam selimut tersebut


Suaminya benar-benar liar dan sangat nakal, dengan gesit Guntur langsung menaiki tubuh mungil itu. tatapan keduanya berserobok didalam selimut, mata Bulan membulat dan ia langsung meringsek ingin turun dari ranjang. tapi percuma, tangan kokoh Guntur menahan tubuhnya dan mulai bermain dengan bukit kembar yang menggoda.


"Gun!! eeemh ..." ia memberontak sekaligus mendesah


"Diamlah, Sayang, nikmati saja. aku yang akan menguasai tubuhmu." lirihnya disela-sela memainkan anak bukit yang menggemaskan itu, memelintirnya bahkan menyesap hingga dada itu membusung menahan sensasi aneh yang menggila


"Oooh .... kau nakal!" desah Bulan, kedua tangannya bergerilya mengelus-elus punggung sang suami hingga meremat rambut lepeknya


Guntur tak menyahut, ia begitu menikmati permainan dengan bukit kembar dibawah wajahnya ini


***


Disisi lain Clara, adik tiri Guntur yang baru beberapa jam lalu ia sandang status tersebut, baru saja menyelesaikan kuliah pada sore ini. ia bersama teman-temannya melangkah menuju parkiran sembari mengobrol kecil.


"Kemarin Om Felix nanyain lo! dia udah nunggu di Hotel tapi sialnya nyokap lo malah ngusir gue."

__ADS_1


"Duh, dia marah, nggak? aku nggak sempat lihat hp, hp gue diam-diam diumpetin Mama." Clara mengusap tengkuk lehernya


"Terus dia bilang apa? tapi lo udah bilang kan, gue nggak bisa keluar?"


"Udah, dia mah jadinya yang layani Sugar Daddy nya lo." teman Clara yang menjemput kemarin menunjuk teman mereka satu lagi


"Ah sial! Om Felix pasti nggak mau melihara gue lagi." gerutunya


"Mending kita ketemuan sama dia, pasti sekarang tu si om udah pulang dari kantor." usul teman mereka


"Yasudah deh, tapi chat dia dong, takutnya malah pulang duluan."


"Oke." temannya pun mengirim pesan kepada Om parubaya yang menjadi Sugar Daddy nya Clara. ternyata masing-masing ketiga gadis cantik ini adalah peliharaan om-om CEO yang haus akan belaian. tentu saja demi uang untuk memenuhi kebutuhan hidup, Clara bersedia memberikan tubuhnya kepada Om hidung belang.


Kini mereka bertiga telah tiba di sebuah Kafe, Clara memarkirkan motornya di parkiran roda dua dan kemudian menghampiri kedua temannya di parkiran roda empat. ketiganya masuk ke dalam Kafe tersebut, celingak-celinguk mencari keberadaan Om Felix.


Terlihat wajah pria parubaya yang masih tampan tersebut sedang mengobrol bersama pria berjas yang memunggungi mereka, sepertinya rekan bisnis atau teman dekat


"Aduh, dia sibuk kayaknya." ucap Clara


Sejurus itu Om Felix melambaikan tangan kepada para gadis-gadis itu menyuruhnya untuk datang.


"Tuh, dia manggil." Maya mengeret tangan Clara untuk mendekati lelaki tersebut.


"Sore, Om." sapa Clara


"Hei, Clar, Maya dan Shinta, ayo duduk." titahnya


Ketiga gadis itu mengangguk, saat Clara ingin mendudukkan tubuhnya disalah satu bangku, tiba-tiba ia mendengar suara seseorang yang tidak asing menyapanya.

__ADS_1


"Clara, kamu---"


Clara menoleh ke asal suara yang diketahui adalah lelaki berjas bersama Om Felix. sontak saja kedua matanya membulat. "Om--eh, Papa!!"


"Kamu ternyata? kenal sama Felix?" Papa Perkasa tak kalah kagetnya


"Hmmm, ya, di-dia teman Papanya Maya, kemaren aku pinjam uang Om Felix." ujar Clara dengan begitu gugupnya, ia merogoh beberapa lembar uang dari dalam tas lalu mengembalikannya kepada Om Felix.


"Eh, jangan! nanti Papa saja yang bayarin hutang kamu." Papa Perkasa mencegahnya


"Tapi---


"Fel, nanti aku kirim uangnya, ya?"


"Eh, hmm, ya." pria parubaya itu mengangguk


Suasana dipelataran meja itu menjadi canggung, bahkan kedua teman Clara dan Om Felix tampak tercengang atas pemandangan didepan, termasuk alasan Clara menemui sugar daddynya.


"Ah, sudah sore, Fel, saya balik pulang dulu, ya?" Papa Perkasa bangkit berdiri, diangguki oleh temannya. kemudian ia melirik kepada putri tirinya. "Kamu mau pulang sekalian, Clar?"


"Hah, i-iya." Clara sontak bangkit berdiri dan tersenyum canggung kepada sahabat beserta Om Felix, kemudian ia mengikuti langkah Ayah tirinya


Bodoh! kenapa aku malah iyain pula! aaaaargh! batinnya sembari memejamkan mata dan mengetuk-ngetuk keningnya seolah tengah menyesal.


"Aw!" suara bariton lelaki menyentak Clara yang mendumel kesal didalam hati, ia membuka matanya, dan terbelalak melihat wajah lelaki tampan yang sangat ia kenal.


"Kau!!"


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2