Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Keceplosan


__ADS_3

🌺🌺🌺


Pada akhirnya--atas bujukan sang mertua, Mama Anna, menuntun Bulan untuk kembali merajut silaturahmi yang sempat ia urungkan niat menjenguk kembarannya, biasa ia sapa Kak Tari. derap langkah tiga pasang kaki mengayun diatas permukaan lantai marmer sebuah lorong di lantai tiga, berlawanan dengan arah yang dituju sebenarnya.


Sebenarnya Bulan masih merasa kesal dengan sang ibu yang sudah merusak suasana hatinya untuk membesuk wanita seusianya. namun karena malaikat baik disampingnya ini, ia pun bersedia walau terdengar nafas berat yang tercekat di tenggorokannya.


Ketiga anak manusia ini pun telah tiba di depan kamar VIP yang ditempati Mentari, Bintang tanpa mengetuk pintu langsung menyelonong menekan handle pintu. hingga suasana didalam kamar tampak oleh sepasang netra milik Bulan, suasana tenang hanya terdengar suara tv yang menyala.


"Kak Tari, aku balik." sapa Bintang


"Lihat deh siapa yang datang." Bintang menunjuk Bulan yang berada disisinya


Mentari menatap dingin dan acuh kepada kembarannya, perempuan yang masih betah berdiri didekat pintu juga menatapnya dengan lekat. Bulan melangkah perlahan menghampiri kakaknya, wanita yang serupa dengannya, hanya saja berbeda panjang rambut.


"Gimana keadaan Kakak?" sapa Bulan


Cih! bisa-bisanya menanyakan keadaanku. batin Mentari, membuang wajahnya ke arah lain menghindari kontak mata antar keduanya


"Buruk, sangat buruk karna ulah kalian!" ketusnya


Bulan mengernyitkan dahinya. "Maksud Kakak apa?"


"Ck! kau tidak lihat keadaanku, hm? kedua tanganku masih keram, wajahku sudah hancur, pahaku apa lagi! itu semua karena apa? karna ulah kalian!"


"Kau pasti juga ikut balas dendam padaku, kan? sampai teganya kamu ikut menyiksaku, Bulan?"


Bulan menggeleng cepat, "Aku bahkan tidak tau kalau Kakak juga ikut terlibat dalam penyekapan suamiku. dan ternyata aku baru tau kalau dulu Kakak juga ikut membully suamiku. seharusnya kau sadar, apa yang dilakukan suamiku untuk menyadarkan kalian semuanya biar tidak melakukan hal itu lagi." geram Bulan


"Ma, ayo kita balik!" Bulan menarik tangan ibu mertuanya untuk keluar dari tempat tersebut. dari pada emosinya semakin meningkat lebih baik ia pergi dari ruangan itu. demi janinnya juga, agar tetap tenang didalam sana. apalagi Bulan masih kesal, berusaha menuruti permintaan adik dan mertuanya tapi malah langsung disembur dengan kata-kata pedas wanita angkuh tersebut


Disisi lain, Bintang langsung menatap kakaknya dengan tajam.


"Jadi gitu sikap Kakak sama kembaranmu sendiri? dia sudah bersedia datang menjenguk tapi Kakak malah memakinya!"


"Memaki perbuatannya, tidak salah kan? dia sudah menikah dengan pria impotent itu, pasti mereka sepakat untuk membalas dendam padaku. cih! mentang-mentang selama ini dia aku hajar jadi sekarang sudah berani denganku." gerutu wanita itu


Bintang mengangkat salah satu sudut bibirnya, menatap miris dengan kalimat yang baru ia dengar. entah wanita itu sadar atau tidak, sudah membuka perbuatan buruk dibelakangnya, Bintang berpikir apa yang dikatakan oleh Bulan ternyata tidak salah lagi.

__ADS_1


"Wow, Kakak menghajar Kak Bulan? dengan cara apa?" pria itu tertarik membahasnya, mendudukkan tubuhnya diatas ranjang brankar


Sontak saja Mentari langsung gelagapan, ia berpikir apakah ia mengatakan kata hajar? ia tampak bingung, terlihat jelas dahinya berkerut.


"Mana ada Kakak ngomong gitu! ngacok." ia mengelak


"Alaaaah .... aku dengar kalee!" Bintang memojoknya


"Pergilah kau Bintang! kejar kakak kesayanganmu itu!" usir Mentari, ia merasa risih


"Wah, ternyata benar ya, Kakak dan Mami selama aku nggak ada di Indo, kalian menghajar Kak Bulan. bahkan menjadikannya pembantu di rumah sendiri." Bintang tersenyum miris


"Kau fitnah, ya! pergi sana ngumpul sama kawan kau! toh bentar lagi Mami balik."


"Ngelak! aku nggak nyangka kalian kayak gitu sama Kak Bulan. jadi ya, boleh-boleh aja kalau mereka bekerja sama menyiksamu di tempat kumuh itu. balasan setimpal!" hardik Bintang, ia melenggang pergi keluar dari ruangan tersebut, berniat ke sesuatu tempat yang ingin ia kunjungi.


Bintang terus mengumpat disepanjang langkahnya, tidak habis pikir mengapa keluarganya bersikap seperti itu kepada keluarga sendiri. terutama Mami Vega, tiada hati sampai tega memperlakukan anak kandungnya seperti itu hanya karena terlahir cacat dan menyebabkannya pendarahan.


Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, wajar saja jika Kakak keduanya itu lebih betah dan nyaman bersama keluarga barunya, walau lelaki muda yang dicintai kakaknya sendiri adalah seorang kriminal. namun--karena mereka yang berhasil membuat Bulan bahagia, ia pun harus menitipkan gadis itu kepada keluarga Perkasa. tidak ada salahnya, lagi pula Bulan mengandung darah daging keluarga itu, dan dia pun terlihat sangat baik-baik saja.


Disisi lain, Mentari berdecak kesal, menepuk mulutnya berkali-kali walau tangannya masih terasa keram. bisa-bisanya ia membuka rahasia sendiri dari adik lelakinya.


***


Bulan merebahkan tubuhnya diatas sofa dengan kasar, namun tetap hati-hati takut akan melukai janinnya sendiri. wajahnya tampak kusut, hatinya tengah bergemuruh kesal.


"Ada apa denganmu, Lan?" tanya Papa Perkasa, memerhatikan sekilas wajah menantunya. lalu kembali memeriksa ponsel, pria parubaya itu tampak sedang sibuk menghubungi sang Assisten via chatting, sekaligus memeriksa saham yang sudah kembali stabil.


"Iya, Kak, kenapa? kusut amat." seru Clara yang sedang mengupas buah sembari menonton tv


"Kesal sama seseorang."


"Siapa??" Clara penasaran


"Sudah ih, Clar, Kakakmu capek mending kalian pulang gih."


"Iya benar tuh, dari pagi kalian kurang istirahat karna Papa, lebih baik istirahat di Rumah. kamu juga, Yang." sahut Papa Perkasa

__ADS_1


"Aku juga? terus yang jagain kamu siapa?" tanya Mama Anna


"Sebentar lagi teman-teman bisnis datang menjenguk, Assisten Dika juga. kebetulan sudah jam empat sore, kan? mereka sudah pada balik jadi ada yang temani Papa." jelasnya


"Yaudah kami baliknya kalau mereka sudah datang saja." tukas Mama Anna


"Hooh!" sahut Bulan dan Clara bersamaan, Papa Perkasa menggeleng-gelengkan kepala dibuatnya


Tok tok tok


Terdengar ketukan pada daun pintu, sontak mengalihkan perhatian mereka pada objek tersebut. Mama Anna bangkit berdiri untuk membukanya, mungkin saja Dokter yang akan memeriksa keadaan Papa Perkasa. namun, ternyata tidak--melainkan pria muda yang beberapa saat lalu bertemu.


"Hei, Nak Bintang, mari masuk." Mama Anna membuka pintu lebar-lebar agar pria itu lebih leluasa melewati pintu


"Terima kasih, Tan."


Bulan yang melihat adiknya sontak langsung berdiri, ia terlihat kaget akan kedatangan pria itu.


"Bintang, kamu kesini?"


"Iya, Kak. sekalian mau menjenguk Tuan Perkasa."


Disisi lain, Clara yang sedang mengupas kulit mangga tampak mengernyitkan dahinya.


"Suara itu? siapa tadi, Bintang?" gumamnya, ia mendongak


Sontak saja pandangan keduanya bertemu kala Bintang tanpa sengaja mengarahkan pandangan kepada gadis yang terlihat serius dengan benda ditangannya.


"Kau lagi!!"


🌺🌺🌺


Heleh-heleh 🀦


Numpang promo kakak ... aku mau promoin GC Wa nih, siapa tahu ada yang berminat ingin bergabung. biar kita bisa saling mengenal dan mengobrol antar readers dan author 😁


Link wa tertera di bio ig ku @cece_virgo24

__ADS_1


dan di fb ku, elce kha


Terima kasihπŸ™πŸ˜‰


__ADS_2