Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Kabar Buruk


__ADS_3

🌺🌺🌺


Guntur akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah mengetahui pekerjaan Tante Anna adalah Kepala Cleaning Service di Perusahaan Perkasa Group. pergaulannya pun juga cukup bagus, bayangan wanita yang tidak benar tidak lagi menghinggapi pikirannya. namun Guntur tetap memastikan hingga seminggu ke depan untuk mengintai wanita tersebut. hanya saja Guntur tidak menyukai anaknya yang menjadi peliharaan sugar daddy demi mendapatkan uang nominal banyak.


"Yang, menurutmu kalau aku restui papa sama wanita itu, anaknya bakal terpengaruh nggak sama keluarga kita?" Guntur meminta pendapat


"Maksudnya?" Bulan mengernyit, ia kembali menghadap ke depan menatap hamparan gedung yang menjulang tinggi. udara pagi itu pun sangat sejuk membuatnya betah berada disini


"Anaknya bakal ngerebut harta keluargaku, nggak? Siapa tau dia berusaha mencuci otak mamaknya."


"Enggak akan kok itu, sepertinya dia tipe yang cuek. cukup papa kasih jajan yang sesuai dengan kebutuhannya, pasti nggak terlalu mikirin harta yang lain."


"Hmmm, gitu ya?"


"Ya, semoga aja sih enggak ya."


Kemudian keduanya diam


"Mau berenang?" Guntur menyeringai


Bulan menoleh setelah ia menyesap coklat hangatnya. "Nggak! dingin tau!"


"Dingin? cuacanya panas lho ini, pasti airnya hangat."


"Kamu sendiri aja. aku mau ke kamar." Bulan bangkit berdiri dan melangkah ingin keluar dari balkon tersebut. namun tiba tiba tubuhnya menjengit tatkala Guntur langsung mengangkat tubuh mungil Bulan ke dalam dekapannya. Bulan membelalak pria ini menyeburkannya ke dalam kolam, tubuh keduanya yang telah basah beserta dengan pakaian yang tidak sempat dilepas.


"Dingin, ih! kurang asam!" Bulan mengeroyoki pria itu dengan pukulan didada Guntur, pria itu hanya tertawa kegirangan melihat raut wajah marah sang istri, membiarkan tangan mungil Bulan terus memukul-mukulnya sampai lelah sendiri


***


Drrrrtt ....

__ADS_1


Bunyi dering ponsel terdengar nyaring ditelinga sepasang insan yang masih bergelut didalam indahnya surga dunia. Guntur menghentikan sejenak kegiatannya tatkala dering ponsel berbunyi berulang kali.


Ia meraih ponsel yang terletak diatas nakas, melihat siapa yang mengganggunya pagi-pagi begini.


Tumben menelpon, batin Guntur


Pria itu pun bangkit berdiri, melepaskan miliknya dari milik sang istri.


"Penting, ya?"


Guntur mengangguk sembari mengenakan pakaiannya. ia berjalan ke ruang kerja untuk menjawab panggilan tersebut


"Ada apa?"


"Gawat bos! polisi menggeledah markas kita."


"Mak-maksud kau!!"


"Astaga! gimana keadaan dibawah?"


"Masih aman, Bos!"


"Nggak ada sesuatu yang tertinggal diatas kan? jangan sampai ada yang curiga!"


"Sejauh ini belum ada, Bos. semoga saja jalan ke ruang bawah tidak mereka temukan."


"Oh, ya ampun ... ini yang membahayakan." gumam Guntur, mengusap wajahnya dengan kasar


"Pantengin terus!"


"Baik, Bos! tapi kalau mereka menemukan ruang ini, kami boleh kabur, kan?"

__ADS_1


"Jangan sampai ketemu!"


Guntur langsung memutuskan panggilannya secara sepihak. ia melempar ponsel ke sembarang arah, kemudian menghempaskan bokongnya diatas kursi kerjanya dengan kasar.


"Ada apa?" Bulan yang tiba-tiba muncul setelah pintu dibuka dari luar. Guntur menoleh, menatap wanita cantik ini membawakannya segelas air putih.


"Nggak ada, Bul." jawabnya


"Hmmm, selalu gitu, rahasiaan." ia mencebik kesal


"Papa ingin aku secepatnya urus perusahaan, yang benar saja! orang masih belum sehat juga." ucapnya, dengan alasan yang masuk akal


"Benar juga kata papa, beliau juga ingin pensiun kan, apalagi menghabiskan waktu dengan istri barunya."


"Ck! tiga hari lagi akan ku berikan keputusan."


"Jadi--apa keputusanmu? bocor dong." Bulan tak sabar ingin mendengarnya


"Kita lihat saja nanti." Guntur bangkit berdiri, ia melangkah masuk kedalam kamar yang bersebelahan dengan ruang kerja. Kemudian ia berbalik badan seolah melupakan sesuatu.


"Ada apa?" hampir saja tubuh Bulan menubruk badan kekar ini yang mendadak berbalik


Tanpa banyak kata, pria itu langsung merengkuh tubuh Bulan dalam sekali angkat. wanita itu terbelalak kaget, tanpa aba-aba apapun Guntur main angkat saja tanpa permisi. kedua kaki Bulan berayun-ayun, kedua tangannya mengepal memukul-mukul dada suaminya.


"Lepas! mau ngapain lagi, hah?"


"Mandi berdua." Guntur menyeringai, langkah kakinya sedikit terangkat menginjak lantai kamar mandi yang luas itu


"Apa? nggak! nggak mau." Bulan menggelengkan kepalanya


Tanpa banyak bicara Guntur menyumpal mulut manis itu agar berhenti memberontak dan berbuat kebisingan. ia menaruh tubuh Bulan diatas wastafel, mencumbunya dengan rakus dan penuh gairah.

__ADS_1


🌺🌺🌺


__ADS_2