Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Terpojokkan


__ADS_3

🌺🌺🌺


"Ngapain kau kemari, dan siapa kau datang-datang menemui keluargaku!" ketus Clara kepada Bintang, gadis itu membawanya keluar ruangan dan kini berada diujung lorong yang tampak lengang


"Mereka keluargamu? are you serious??" dengan nada mengejeknya terhadap Clara


"Tentu saja! Mamaku menikah dengan Tuan Perkasa. dan kau, siapa?" Clara melipat kedua tangannya didada, menunjukkan tatapan sinis kepada pria ini


"Aku?? adiknya Kak Bulan, asal kau tau itu!"


"What!" pekik Clara, Bintang menaikkan salah satu alisnya ke atas sembari tersenyum miring


"Sungguh sial bertemu denganmu lagi, apalagi kau adiknya kakak iparku. heeeuh!" Clara melengos, melangkahkan kakinya dengan kasar sembari menubruk tubuh kekar milik Bintang. namun tiba-tiba saja kakinya terkeseleo oleh high hells yang ia kenakan, membuat tubuh mungil Clara kehilangan keseimbangan


"Uuuh!"


Deg!


Bintang menyelamatkan gadis itu yang hampir saja terjatuh, menarik tubuh Clara dengan kasar hingga keduanya saling berdekapan. kedua tangan Clara mencengkram pundak lelaki ini, kakinya terasa lemas dibawah sana membuatnya susah untuk menahan beban tubuh. seketika pandangan keduanya bertemu, memori masa lalu kembali berputar ketika moment ini terulang kembali.


"Berdirilah! betah sekali kau bergelayut ditubuhku." ucap Bintang


Clara mendelik sebal, ia mencoba berdiri dengan sempurna walau tulang kakinya terasa perih akibat terkilir. ia meringis kesakitan.


"Lain kali pakai sandal swallow, sok-sok pakai high heels." ejeknya, Bintang melenggang pergi meninggalkan gadis seusianya itu. ia melangkah menuju ruangan Tuan Perkasa, belum sempat untuk menyapa pria parubaya tersebut


"Dasar kau pembawa sial!" teriak Clara, Bintang yang mendengarnya mengacungkan jari tengah kepada wanita tersebut tanpa menoleh sedikit pun

__ADS_1


***


"Sepertinya kamu sama Bintang terlihat akrab, kekasihmu, ya?" ledek Bulan kepada Clara, melirik adik iparnya lewat kaca spion yang bergelantung diatas mobil itu, ujung bibirnya sedikit tertarik kala melihat Clara mencebik kesal


"Kekasih apaan? musuh yang benar!" pungkasnya


"Hmmm, berawal dari apa bisa jadi musuh?" Bulan kembali menginstrupsinya


"Is, Kakak kepo banget."


"Mantannya kali, Lan." sela Mama Anna sembari cekikikan melihat raut wajah putri kandungnya


"Mantan?? wah, bakal CLBK lagi nih setelah lama tak bertemu." ledek Bulan


Clara mencebik kesal, dua wanita di jok depan itu benar-benar tengah memojokkannya. bahasa apaan itu, Mantan, seketika ia bergidik geli mendengar kata mantan. walaupun sebenarnya--itulah kenyataan pada status mereka.


Kamu pikir aku nggak tau, batin Bulan sembari cekikikan


Bulan menghentikan laju mobilnya kala mereka telah tiba di depan toko swalayan, ia ingin membeli susu hamil dan buah-buahan sesuai saran Dokter yang menanganinya sore tadi. Clara juga ikut nimbrung, ia ingin membeli banyak snack untuk ia kunyah sebanyak-banyaknya, menganggap Bintang adalah makanan yang harus ia kunyah hidup-hidup.


"Aku ikut, Kak."


"Come on!"


Mereka bertiga masuk ke dalam Toko Swalayan yang menjual beragam pangan didalamnya. Bulan mengambil keranjang, diikuti pula oleh Clara. kedua gadis cantik itu berpencar, mencari apa saja yang mereka suka, yang mereka inginkan sesuai kebutuhan. sedangkan Mama Anna lebih memihak pada menantunya, menyarankan susu hamil yang terbaik untuk wanita berbadan dua itu.


"Bul, ambil merek ini deh, sepertinya bagus." Mama menunjuk susu yang kotaknya berwarna ungu, Bulan mengambilnya dari tangan sang mertua, membaca kandungan gizi yang tertera disamping kotaknya.

__ADS_1


"Lumayan, ini aja deh, Ma." Bulan memasukkannya ke dalam keranjang dan mengambil semua rasa yang tertera dikotak tersebut. kini keduanya beralih ke penyimpanan buah-buahan segar, mengambil buah mangga, jeruk, apel dan yang lainnya, tentu saja buah-buahan yang bagus untuk kandungan.


Seketika saja--Bulan teringat akan mangga muda yang ia pinta kepada Guntur, keinginannnya tak terpenuhi kala lelaki itu sudah lebih dulu masuk ke dalam sel tahanan.


"Hei, kenapa menung!" Mama menyadarkannya yang tengah melamun menatap mangga segar didalam keranjang


"Eh, enggak, Ma. Mama mau beli apa? jangan aku aja dong."


"Mama pengen brownies sih."


"Hmmm ... Mama suka yang manis-manis ya? pantasan Mama manis banget." goda Bulan


"Apaan sih kamu!" mereka pun tergelak bersama-sama


"Benar lho, wajah dan perilaku Mama manis banget, pantasan Papa kecantol sama Mama."


"Is, jangan buat hidung Mama kembang kempis lah." gerutunya, masih tergelak kecil


Tiba-tiba Clara muncul dari balik sekat rak, isi keranjangnya telah penuh dengan berbagai macam cemilan. mengganggu kehangatan yang terjadi diantara Mama dan iparnya itu.


"Ehem-ehem! mengghibah nggak ngajak-ngajak, ya! lupa sama aku, hm? aku juga pengen diajak ghibah." sahut Clara


"Kamu mau mengghibah? ghibahin siapa? ghibahin mantan kamu kayaknya seru." ledek Bulan, tawanya kembali pecah


Sedangkan Clara kembali dibuat kesal, bibirnya sudah mengerucut hampir lima senti jika diukur. lagi-lagi ia kembali dipojok oleh kakak kandung pria sialan itu


"Is! kakak dan adek sama saja!"

__ADS_1


🌺🌺🌺


__ADS_2