Obsesi Majikan Psychopath

Obsesi Majikan Psychopath
Muntah


__ADS_3

🌺🌺🌺


Bulan merebahkan tubuhnya diatas ranjang milik sang suamil tercinta. ia mengedarkan pandangan menatap ke sekeliling kamar milik Guntur yang sudah cukup lama ditinggalkan oleh pria itu. nuansa kelabu terlihat seperti cerminan pada diri Guntur, seolah-olah tengah menunjukkan keadaan dirinya yang memiliki hidup kelam dan tidak berwarna. Bulan mengulum bibirnya kuat-kuat, bila mengingat peliknya kehidupan sang suami, ia juga turut merasakan sakit seolah apa yang dirasakan suaminya juga tersalurkan padanya. tak ayal hidupnya pun hampir sama dengan Guntur, walau tak serupa namun memiliki rasa sakit yang sama.


"Daddy yang malang. semoga Daddymu kuat disana, ya, Nak." gumam Bulan kepada janinnya


Setelah puas merebahkan diri sembari menghirup dalam-dalam aroma wangi khas tubuh suaminya, Bulan bangkit berdiri ingin membersihkan tubuh yang terasa sudah sangat lengket akibat seharian beraktivitas tiada henti. beruntung saja pakaian wanita telah tersedia didalam lemari, beserta kebutuhan lainnya yang sengaja disiapkan oleh Tuan rumah.


Hangatnya air dan wangi sabun menguar segar memasuki rongga hidungnya, membuat pikiran Bulan terasa tenang. rasa lelah yang menyelinap membaluti tubuh seketika berhambur pergi, menyisakan rasa rileks pada dirinya. Bulan terhanyut berada didalam bathup ini, membuat rasa kantuk kembali merasuki indra penglihatannya. Bulan memejamkan mata, membiarkan tubuhnya terbenam oleh air yang memabukkan.


Disisi lain, sudah waktunya makan malam tiba. Guntur yang sendirian didalam sebuah ruangan isolasi berukuran 3x3 meter, difasilitasi sebuah kasur tunggal dan beberapa pakaian pria, kipas angin ditancap didinding mampu memberikan hawa sejuk ketika terlelap. juga terdapat kamar mandi berukuran kecil, dispenser hingga ventilasi udara agar ruangan tidak terasa pengap.


Pintu dibuka dari luar, menampikkan seorang Sipir tengah membawa makanan diatas nampan. ia berdiri diambang pintu, menaruh nampan tersebut ditepi dinding.


"Makan malam kamu." kemudian ia pergi setelah meninggalkan sepatah kata untuknya


Guntur menatap makanan tersebut dari atas kasur, segumpal nasi dilengkapi lauk ayam goreng dan sayuran, terlihat menggugah selera. namun, entah kenapa Guntur merasa enggan untuk menyentuhnya. selera makan seketika saja menghilang karenanya.


Guntur beranjak turun dari kasur yang ia duduki, melangkahkan kaki mendekati sepiring nasi jatah makan malamnya. Ia bungkukkan badan untuk meraihnya, seketika saja indra penciumannya menangkap suatu aroma yang tidak mengenakkan. Ia berhasil menyambar piring tersebut, bersamaan dengan rasa gejolak yang ingin menghantam organ dalamnya.

__ADS_1


"Ada apa ini? uuuk!" Ia berusaha menahan rasa menyesakkan didalam tubuhnya, hingga Guntur tak sanggup lagi pun langsung berlari menghampiri kamar mandi. Namun sebelum itu, piring yang ia pegang ditaruh diatas kasur.


Uweek!!


Sesuatu yang meronta ingin keluar akhirnya menyembur deras ke dalam saluran pembuangan air. Dadanya terasa panas, perutnya terasa perih menahan rasa tak biasa ini. Guntur tercenung sebentar menatap isi perut yang ia muntahkan, anehnya hanya cairan bening tanpa adanya pangan lain. Ia mengernyit heran, Guntur bergegas menyiram muntahannya dengan air bersih.


"Ada apa aku ini? padahal siang tadi sudah makan, sudah menyalurkan hasrat kami. Nggak mungkin masuk angin, kan? orang disini suasananya panas." gumam Guntur, ia merasa bingung


Pria tampan itu kembali mengambil nasinya, lagi-lagi aroma itu ia rasakan kembali. Guntur semakin bingung, apakah makanan ini penyebab ia mual? cepat-cepat ia jepit hidungnya dengan jempol dan jari telunjuk.


"Eeemmh! makanan apa yang mereka kasih! kurang ajar sekali!" Guntur membuangnya ke sembarang arah, menutup makanan tersebut dengan nampan agar aromanya tidak menguar mengganggu pernafasannya


Malam semakin larut, mata yang sudah terasa bengkak dan lelah tak mampu untuk terpejam. Bulan merasa gelisah, pikirannya terus melayang memikirkan seseorang diseberang sana. Apalagi kini ia tidur sendiri dikamar yang senyap ini, membuat rasa rindu kembali bangkit dan ingin menuntunnya untuk segera terlampiaskan.


"Aaaakh!" Bulan mendudukkan tubuhnya. "Apa kita harus ketemu Daddy lagi, Nak?" tanya Bulan pada janinnya


"Kalau nanti nggak dibolehin Pak Polisi, gimana? apalagi tadi--is Mommy merasa malu kalau ketemu lagi sama Dokter itu. Pasti kegiatan kita tadi sudah tersebar luas, mereka pasti menandai wajah Mommy. aaaaarrgggh!! Mommy malu." Bulan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, mengingat percintaan panas tadi siang memancing tatapan beberapa orang mengarah kepadanya.


"Ahaaa!! Mommy tau!"

__ADS_1


Bulan bergegas bangkit berdiri dengan semangat empat limanya, melangkah ke lemari pakaian untuk mengambil hoodie milik suaminya dan juga masker untuk menutupi wajah cantiknya. segera ia kenakan Hoodie ke tubuh yang dibaluti daster itu, mengingat Bulan tidak mempunyai hoodie atau jaket, terpaksa ia memakai milik suaminya yang tampak begitu besar ditubuh rampingnya.


"Oke, Mommy udah selesai pakai masker, nggak apalah, setidaknya wajah Mommy ditutup." ucapnya


Wanita itu bergegas keluar dari kamar secara diam-diam kala hari telah menunjukkan pukul sepuluh malam. tak lupa Bulan juga singgah ke Dapur, menyiapkan bekal untuk suami yang masih sangat ia rindukan.


Beberapa menit kemudian ia telah tiba di pelataran Kantor Polisi, suaminya masih dikurung didalam sana. sungguh mengerikan bila melihat banyaknya narapidana yang ditahan. wajah mereka tampak sangar, kecuali wajah Guntur yang begitu menenangkan, sampai mau tidur saja ia harus menempel kepada lelaki tersebut.


Sungguh tak habis pikir, mungkin saja karena ia sudah biasa bersama lelaki tersebut


"Pak, saya mau tidur sama suami saya, Guntur Anderson."


Petugas malam itu mendongak menatap sang empu suara. "Kamu lagi? ngapain tidur sama tahanan, pulanglah!" usirnya


"Is! saya ngidam, Pak."


"Bukannya tidur malah main ntar." gumamnya, namun dapat didengar oleh Bulan. sontak gadis itu menelan salivanya dengan kasar sembari mengikuti langkah pria tersebut.


🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2