
πΊπΊπΊ
"Mami ada sesuatu, surprise untuk Bulan dan Mentari." ucap Mami Vega menatap kedua putrinya dengan senyum cerah menghiasi wajahnya, Mami begitu bahagianya malam ini akan kehadiran putri keduanya bersama besan.
"Apa, Mi?" tanya Mentari, diangguki oleh Bulan
"Sebentar!" Mami Vega memanggil Bibi, hingga Bibi datang menghampirinya. kemudian mendorong kursi roda yang diduduki oleh Mami Vega. membawanya ke Dapur meninggalkan rasa penasaran terhadap lima orang itu.
Tak berapa lama Mami Vega pun kembali, dua pasang mata terbelalak kaget akan apa yang dibawa oleh orang tuanya itu. Bulan dan Mentari, sungguh tercengang melihat makanan bundar berwarna coklat dibarengi dengan aksesoris lainnya yang dibubuhi diatas makanan tersebut, contohnya seperti dua batang lilin berbentuk angka dengan api yang menyala.
"Happy Birthday to ******You******! Happy Birthday to You! Happy Birthday, Happy Birthday,"
"Happy Birthday My Twins."
Duaaar!!
Letusan balon yang diletuskan Bibi mengeluarkan buliran keping kertas halus beterbangan ke udara, Bulan menutup mulutnya dengan kedua tangan merasa tak percaya sama apa yang ia lihat dihadapannya. apakah ini hari ulang tahunnya? mengapa ia bisa tidak tahu? dan moment ini mengingatkannya bahwa dirinya sudah tidak muda lagi diusia seperempat abad
"Mami!"
"Maafin Mami ya, baru malam ini memberi surprise nya." ucap Mami kepada Bulan, Bulan terenyuh, ini pertama kalinya ulang tahun dirayakan oleh sang ibu.
"Nggak apa-apa, Mi, aku senang, terima kasih." Bulan bangkit, segera berhambur memeluk ibu kandungnya
__ADS_1
"Sama-sama, jadi anak dan ibu yang terbaik ya?" pesan Mami, Bulan mengangguki
Kemudian Mami beralih memeluk putri pertamanya, Mentari, wanita itu sempat merajuk dan kesal karena sang ibu melupakan hari lahirnya. padahal--dari tahun ke tahun, sang ibu selalu memberikannya kejutan seperti ini pada pagi harinya. apakah karena Bulan, sang Ibu mulai berubah kepadanya? bahkan Mami Vega sempat memarahinya tadi sore karena ingin hangout bersama teman-teman.
Ternyata karna dia, Mami mengurungkan niat untuk memberikan kejutan padaku? huh! batin Mentari
Mentari tersenyum kecut kepada Mami Vega yang berhambur memeluknya
"Tari, maafkan Mami yang bersikap kasar tadi sore, ya ... Mami ingin merayakan ulang tahun kamu bersama saudari kembar mu sendiri. jadilah anak yang baik untuk Mami dan kepada semua orang." pesannya, Mentari hanya mengangguk mengiyakan
"Makasih, Mam." ucapnya tanpa semangat
Kini beralih kepada Mama Anna, Papa Perkasa dan juga Clara, mengucapkan selamat kepada dua wanita kembar yang memiliki rupa cantik nan menawan. Bulan tidak menyangka jika mereka semua bersekongkol dengan Mami atas perayaan sederhana ini
"Mami harap kalian berdua bisa akur, perlahan-lahan cobalah membuka hati untuk saling menyayangi. maafkan Mami, kalau sikap Mami yang buruk menciptakan kebencian diantara kalian. ingat, kalian berdua selalu bersama didalam rahim Mami selama sembilan bulan lebih, dan Mami juga berharap dihari lahir ini kalian bisa bersama seperti dikandungan Mami." imbuh Mami Vega, tanpa terasa air matanya tumpah membasahi pipi, ia merasa telah menjadi ibu yang buruk untuk anak-anaknya
Semua yang hadir di ruang makan itu terenyuh dan tersentuh mendengarnya, Mentari hanya bisa diam terpaku menyimak setiap kata yang dilontarkan oleh sang Ibu. ia menoleh melirik Rembulan, hati dan pikirannya sedang berkecamuk didalam sana.
***
"Kamu kemana aja, aku hubungi nggak diangkat!" Guntur mencebik sebal, ini panggilan kesekian kalinya yang akhirnya diangkat oleh sang istri
"Aku baru pulang, hp tertinggal di kamar." ucap Bulan
__ADS_1
"Emang kemana saja kamu? kok nggak pakai bilang-bilang?"
"Is, jangan marahlah! aku sama Mama, Papa, makan malam di rumah Mami Vega."
"Hmmm ...." Guntur bergumam
"Kamu ingat sesuatu?" tanya Bulan dengan mata berbinar dan senyum cerah semringah
Guntur mengernyitkan dahinya merasa heran. "Apaan?"
"Is! kamu tau, lupa atau emang nggak tau sih?" Bulan mendengus sebal
"Iya emang ingat apaan, Sayang??"
"Huf! ternyata nggak tau! katanya sudah dari dulu mengintai aku, tapi kamunya nggak tau apa-apa tentang aku. nyebelin!" Bulan mulai merajuk, bibirnya mengerucut sepuluh senti dengan raut wajah yang benar-benar ditekuk.
"Is, bumil ini!" gerutu Guntur menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Aku kasih kamu waktu satu jam untuk berpikir atau mencari tahu, hari apa ini!"
"Yaelah, hari kamis."
πΊπΊπΊ
__ADS_1
Is bambang buat orang geram! π