
Danger : 18+ (yang dibawah umur tolong menjauh)
Seorang laki laki tampan berjalan menuju meja bar, memesan minuman sambil duduk dan melihat suasana sekitar bar yang lumayan ramai. Tiba-tiba sepasang tangan mulai bergelantungan di lehernya
"hai Dava sudah lama tidak kesini, apa kabar?" ucap seorang wanita dengan sesekali mendesah di telinga Dava.
"oh hai dyna, kabar ku baik" ucap dava dengan senyum memukau andalannya
"kamu sendiri saja disini, aku temani ya"ujar dyna yang merupakan seorang wanita penghibur di club tersebut
dava yang mendengar perkataan dyna tidak menjawab namun hanya melihat pergerakan dyna didekatnya
dava tidak terlalu risih ketika dyna memepetkan tubuhnya di tubuh dava, dyna memulai obrolan singkat mengenai aktifitas dava seharian
dava yang mendengar pertanyaan dyna mulai menjawab dengan mengalihkan pandangannya kearah lain.. sedangkan dyna mulai melancarkan aksinya dengan memasukkan obat perangsang kedalam minuman dava
namun naas pergerakan itu diketahui dava
"kamu masukin apa keminuman ku?"tanya dava sinis
"tidak bukan apa apa"jawab dyna dengan memamerkan senyum terbaiknya
"maaf dyna bisa kau tinggalkan aku sendiri aku sedang tidak ingin ditemani" ujar dava akhirnya karena mulai tau tujuan dyna
"oh baiklah sayang, panggil aku jika berubah pikiran" ucap dyna sambil melenggang pergi dari dava.
"bisa ganti minum ku?"ujar dava menyerahkan gelas yang sudah di sabotase dyna kepada sang bartender
"ini"ujar sang bartender sambil memyerahkan gelas baru untuk dava
__ADS_1
Dava meraih gelas yang berisi alkohol dan langsung di tekuk habis, namun beberapa saat kemudian tiba tiba dava merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, ia merasa kepanasan sekali?
"aidin ini minuman yang kupesan tadi?" ucap Dava pada bartender tadi
"eh.. sepertinya kau salah minum Dav, gelas ini yang kuberi padamu" ucap sang bartender menyentuk gelas yang di sebelah kanan tangan dava.
"hei kemana minum ku?"ujar seorang pria disebelahnya yang merasa kehilangan minumannya
"ini"ujar dava menyerahkan minumannya ke laki laki sebelahnya yang tampak cukup tua namun berkelas karena dia dikelilingi tiga wanita penghibur
"rasanya berbeda"ujar laki laki tua disebelah dava ketika merasakan minumannya tidak sama dengan yang pertama kali ia coba
laki laki itu pun melihat kearah dava dengan seksama
"apa kau menukar minuman ku?"tanya laki laki tua tersebut kepada dava dengan tetap merangkul wanitanya
"ck mudah sekali melihatmu menipuku, ku harap kau baik baik saja karena didalamnya ada obat perangsang yang cukup banyak"ujar laki laki tua tersebut dan langsung meninggalkan dava
"apa katanya? obat perangsang? apa pistolnya sudah ikut tua makanya dengan gamblang meminum obat perangsang? dasar laki laki tua mesum"omel dava yang merasa tertipu dan bodoh dengan kelakuannya
namun beberapa menit kemudian dava mulai merasakan gelagat aneh pada tubuhnya... kepalanya pusing dan tubuhnya panas
"Oh sial sepertinya benar yang dikatakan si tua itu, tubuhku panas sekali ! Lebih baik aku pulang" ucap Dava dan langsung beranjak pergi
ketika Dava berjalan hendak keluar bar, tiba tiba saja ada yang menyenggol tubuhnya hingga tubuh si penabrak terjatuh tepat disampingnya
"aduh lo bisa pake mata gak kalau jalan! Sialan aghhhh" ucap seorang perempuan sedikit mendesah?
"maaf aku tidak sengaja" ucap dava membantunya berdiri namun ketika tangan dava menyentuh kulit perempuan itu hasrat kejantanan dava mulai naik yang menyebabkan tubuhnya merinding ditambah desahan perempuan tersebut yang tiba tiba terdengar sangat jelas seperti sedang menahan sesuatu yang nikmat membuat dava pusing seketika.
__ADS_1
"maaf saya tidak senga.. Emmmph" ucap dava sopan dan membungkuk berniat membantu perempuan tersebut untuk berdiri namun tidak sampai ucapan dava selesai secara karena terpotong ketika tiba tiba sang perempuan mencium Dava dengan ganasnya diantara kerumunan orang dan dava mulai ikut terpancing sehingga terhanyut dalam dahsyatnya ciuman perempuan tersebut
"sialan tak bisa kutahan lagi. Maafkan aku virna"ucap dava putus asa lalu lebih memperdalam ciumannya kepada pemilik bibir yang sedang ada dibibirnya
"hei mau ikut aku"ujar dava seperti berbisik tepat di samping kuping perempuan tersebut dan membuat si perempuan makin merinding merasakan hembusan nafas dava di sekitar tengkuk lehernya
perempuan tersebut pun hanya mengangguk dan mekin mengeratkan pelukannya pada tubuh dava, dava yang menerima perlakuan tersebut langsung menopang berlian menuju mobilnya
setiba di mobil perempuan tersebut didudukkan di sebelah kursi pengemudi dan dava juga ikut mulai masuk ke dalam mobil
ketika dava ingin menghidupkan mobilnya ia dikejutkan dengan aksi nakal perempuan tersebut karena perempuan tersebut mulai meraba paha dava dan beranjak duduk di pangkuan dava
dava hanya bisa melihat aksi si perempuan tersebut tampa berniat menolak dan mengubah posisi duduk perempuan cantik tersebut
"tidak apa apa khilaf sekali, semua laki laki pesti pernah khilaf"ujar dava meyakinkan dirinya bahwa ia tak bersalah dan merasa nakal itu perlu sekali kali
perempuan tersebut pun mulai memeluk dava dan menenggelamkan kepalanya di leher dava dan menghirup aroma tubuh dava.
dava yang menerima perlakuan seperti itu pun mulai makin terangsang.
tanpa mengubah posisi perempuan tersebut yang memeluk erat dava mulai menghidupkan mobilnya dan bergerak meninggalkan parkiran club menuju hotel terdekat yang pelayanannya harus private
karena jika orang tau prilaku bejatnya maka akan berdampak buruk pada kehidupannya termasuk dunia percintaannya
selama perjalanan dava hanya bisa menahan dan menghela nafasnya dengan pasrah karena ketika mobil berjalan dijalan yang berlubang atau melewati polisi tidur tubuh perempuan itu akan bergoyang dan meloncat sehingga mempengaruhi bagian bawah tubuhnya yang tertekan ketika diduduki perempuan tersebut
#bersambung
__ADS_1