
Kevin menutup laptopnya, "Henry, apakah ada agenda lagi hari ini?"
Henry menuju meja Kevin sambil mengecek tab, " Setelah ini, Anda harus ke Gedung Putih membicarakan progam sistem keamanan bersama Wakil Presiden."
Kevin diam, memikirkan pertemuan kali ini sangat penting, namun dia juga ingin bertemu dengan Kara, akhirnya dia memutuskan untuk menemui Kara setelah pertemuan. Dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya supaya dapat bertemu Kara dan menjelaskan semuanya.
***
Kara terbangun dari tidurnya dengan kepala berat. Beberapa hari ini dia sibuk menulis artikel dan mengerjakan channel Youtube miliknya, sehingga dia hanya tidur beberapa jam saja.
"Kara, apakah kamu baik baik saja?" tanya Jeff melalui ponsel.
Hari ini Kara berjanji menemani Jeff untuk mencari kado untuk Stella, mereka bertemu di cafe yang kemarin. Namun, setelah hampir satu jam menunggu Kara tidak datang, Jeff menjadi khawatir.
"Ya, maaf Jeff, aku sepertinya sedang tidak enak badan," Kara berkata lirih hampir tak terdengar sambil memegang keningnya yang terasa panas.
"Oh, baiklah, beristirahatlah ya..!" sebelum menutup ponselnya terdengar suara benda terjatuh di tempat Kara.
"Kar... Kara... apakah kamu baik baik saja? Di mana tempatmu?" tidak ada jawaban dari Kara, membuat Jeff cemas.
Cindy.....
Ya, satu nama yang terbersit di pikiran Jeff adalah Cindy. Jeff membuka daftar kontaknya mencari nama Cindy, dan memanggilnya.
Lama... hening.... tak ada jawaban.....
Panggilan yang kesekian kalinya, Jeff semakin cemas....
"Halo...," suara Cindy pelan.
"Cindy, ini Jeff, di mana Kara tinggal?"
Hening sejenak, mungkin Cindy pun bingung, mengapa Jeff menghubungi dirinya, lalu menanyakan Kara.
"Untuk apa?" Cindy masih dengan nada dingin.
"Aku ada Di Washington. Kami bertemu janji, namun Kara sepertinya sedang tidak enak badan, aku khawatir terjadi apa apa dengannya." Jeff akhirnya mengatakan yang sebenarnya.
Cindy mengambil mencari buku catatannya, dan menyebutkan alamat Kara. Jeff mengucapkan terima kasih, namun sebelum ponsel di tutup Cindy meminta Jeff memberi informasi tentang Kara selanjutnya.
Jeff segera bergegas menuju alamat yang Cindy beri. Dia mengetuk pintu unit Kara, Jeff menunggu lama, hingga pintu dibuka.
__ADS_1
"Kara.." Jeff menangkap tubuh Kara yang limbung, badannya terasa panas.
Jeff segera menelpon 911 untuk meminta bantuan.
Tak berselang lama, tim medis segera tiba, Kara di larikan ke rumah sakit, Jeff menemaninya.
Setelah kondisi Kara stabil, Jeff menuju koridor rumah sakit untuk menghubungi Cindy, "Jeff, bagaimana Kara? Apa yang terjadi dengannya?" Cindy bertanya dengan cemas di seberang sana.
"Kara sudah ditangani dengan baik. Saat ini kondisinya sudah stabil, namun masih lemah. Dia ada di rumah sakit pusat." Jeff memberitahu kondisi Kara supaya Cindy tidak cemas.
"Baiklah terima kasih atas bantuanmu, Jeff. Aku tak tahu harus bagaimana, jika terjadi sesuatu dengan Kara."
Jeff mengakhiri percakapan dan berjanji memberi informasi perkembangan Kara selalu.
***
Cindy termangu setelah Jeff mengakhiri panggilan. Terselip rindu di dadanya, Cindy mengelus perutnya yang membuncit.
Ya, dia memiliki kenangan manis dengan Jeff, lelaki romantis yang menggemaskan menurut Cindy.
Saat itu Cindy merasa berat untuk berhubungan jarak jauh waktu Jeff melanjutkan kuliahnya, Cindy mengakhiri hubungan mereka, yang sebenarnya tidak ada masalah. Ada sedikit penyesalan dalam hati Cindy, namun segera ditepisnya. Dia telah menikah dengan Brian, meski bukan dokter, Brian merupakan suami idaman Cindy, dan beberapakali bulan lagi mereka akan menjadi orang tua.
Panggilan tidak direspon sama sekali, Cindy memberi pesan teks untuk Kevin.
Kara sedang di rumah sakit.
****
Kevin berjalan beriringan dengan Henry si gedung putih, Dia menyerahkan kembali tanda masuk di resepsionis, menuju kendaraan mereka.
Kevin berjalan sambil memeriksa ponselnya, beberapa panggilan dari Cindy, dia membuka pesan masuk dan membacanya. Kevin berhenti sejenak.
"Aku hendak ke rumah sakit. Maaf Kamu harus pulang sendiri."
Henry menganguk mengerti, dia segera berlalu setelah Kevin mengucapkan terima kasih.
Kevin memacu mobilnya ke rumah sakit dengan perasaan kacau dan cemas.
Sesampainya di rumah sakit, Kevin mencari informasi di ruang perawat jaga.
Jeff melangkah di koridor rumah sakit, bau khas rumah sakit menyeruak menembus paru parunya, teringat akan kejadian belasan tahun silam saat ayah dan ibunya kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit. Sejak saat itu Kevin tidak menyukai aroma rumah sakit, dan sebisa mungkin menghindari masuk ke area rumah sakit karena trauma kejadian saat itu.
__ADS_1
Kevin mengambil napas dalam dalam saat sampai di ruangan Kara, dia membuka pintu. Tepat saat bersamaan Kara tersadar. Kevin menuju ranjang, sambil menatap Jeff dengan pandangan tidak suka.
Kevin teringat kejadian kemarin, Kara berdua bersama lelaki itu, cemburu menyusup di dadanya. Kevin menatap Jeff dingin.
Jeff terkejut saat Kevin tiba tiba masuk, terlebih menatapnya dingin seakan tidak suka. Kara tidak pernah menceritakan tentang kekasih padanya, namun Jeff sangat yakin lelaki ini adalah teman dekat Kara.
"Keadaan Kara telah stabil. Badannya demam dan tekanan darahnya rendah. Kara harus banyak istirahat untuk sementara waktu." Jeff memberi informasi keadaan Kara pada Kevin, yang masih menatap tajam dan dingin pada Jeff.
"Oh, aku Jeff, teman sekolah Kara dulu. Kebetulan aku berprofesi sebagai dokter, jadi mengetahui kondisi Kara saat ini." Jeff menyadari kekakuan yang terjadi antara Kevin dan dirinya.
Jeff mengulurkan tangannya berkenalan, di sambut oleh Kevin dengan satu anggukan "Kevin."
Kara menyaksikan semuanya dengan tersenyum, dia tahu jika Kevin cemburu pada Jeff.
"Jeff terima kasih atas semuanya, maaf merepotkanmu. Astaga, aku lupa jika hari ini aku berjanji akan menemanimu!" Kara menepuk keningnya.
"Sudahlah Kar, kesehatan lebih penting. Beristirahat lah, dan makan yang teratur! Sepertinya itulah penyebab kondisimu saat ini," Jeff menatap Kara dan Kevin bergantian.
"Oya, kenalkan ini Kevin, dan Kevin ini Jeff. Jeff ini sahabatku sejak sekolah dasar. Jeff ini Kevin, dia kakak ipar Cindy," Kara saling mengenalkan keduanya yang masih berdiri kaku, dan menyebut kalimat kakak ipar Cindy sambil sedikit berbisik pada Jeff.
"Baiklah, sepertinya dirimu sudah ada yang menemani, aku akan pergi." Jeff berpamitan.
"Jeff, kapan penerbanganmu?" tanya Kara.
Kevin masih diam, mencerna setiap kata kata yang disampaikan Kara tadi. Jeff adalah teman, dia adalah kakak ipar Cindy.
"Besok aku akan kembali ke LA."
"Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku menemanimu!" ucap Kara dengan nada menyesal.
"Besok saat dirimu pulang ke LA saja ya, Nona. Kau masih punya hutang janji padaku," seru Jeff sambil menunjuk Kara.
Kara masih mengingat janjinya...dan akhirnya tertawa. "Pasti, jangan lupa kenalkan dia padaku!"
"Ya, aku akan mengenalkan dia padamu."
Jeff menepuk pundak Kara, sebelum bergegas pergi.
Kevin melihat kejadian itu hanya bisa terdiam, tiba tiba kekakuan menyerangnya.
Kevin dan Kara saling berpandangan, setelah Jeff meninggalkan ruangan.
__ADS_1