One Night Stand

One Night Stand
Rindu


__ADS_3

Beberapa hari menjadi seorang penulis kolom kuliner membuat Kara merasa lebih senang. Dia mulai menikmati pekerjaan barunya.


Kara mulai mengelola laman online khusus kuliner tabloid, bahkan berinteraksi dengan pengunjung online.


Pagi ini Kara sibuk membalas pertanyaan beberapa pembacanya.


Bibi May mengirim pesan pada Kara, bahwa pesanan dan pengunjung restorannya meningkat sejak Kara menulis ulasan tentang restoran. Paman Marco juga membeli mobil untuk dijadikan foodtruck seperti saran Kara untuk meluaskan jangkauan penjualan.


Kara sangat senang dan bangga, ulasannya menjadi rekomendasi bagi para pembaca.


Menjelang siang Nindy masuk ke ruangan Kara dan mendekati mejanya.


"Mau makan di mana siang ini?"


"Burger di seberang saja, aku sedang tak ingin mengulas apapun."


"Jika kamu mau, aku membawa nasi dan rendang. Nanti ke ruang pantri ya, jika sudah selesai pekerjaanmu!"


"Baiklah, terimakasih."


Nindy meninggalkan Kara yang masih berkutat di depan layar monitor menulis untuk artikel Minggu depan.


Ponsel berdering saat Kara hendak ke ruang pantri.


"Hai, apa kabarmu Kara?"


"Baik, bagaimana di sana?"


"Aku merindukanmu Kara! Aku ingin segera menyelesaikan jadwalku di sini dan segera pulang menemuimu."


Kata tertawa mendengar Kevin mengeluh karena merindukan dirinya.


"Apakah sudah makan?"


"Sebentar lagi, ini sedang menuju pantri, Nindy membuat kan makan siang untukku."


"Baiklah, makanlah dulu, nanti malam aku hubungi lagi!"


Kara menuju ke pantri tidak sabar ingin mencoba rendang buatan Nindy.


Di pantri sudah ada Mike, Miranda, dan Beth sedang menikmati makan siang juga.


Kara menikmati makan siang bersama teman temannya, sambil bersenda gurau.


Selesai makan siang mereka kembali ke ruangan masing masing dan melanjutkan pekerjaannya.


Ponsel Kara berdering


"Kara!"


"Ya Andy, ada apa?"


"Kara, tolong bantu aku persiapan untuk membuka booth untuk festival kuliner di taman kota. Kedai membuka stand di sana selama sebulan. Bibi Mary memberi ijin meminjamkan gudang untuk kita pakai membuka restoran pop up."

__ADS_1


"Andy, tapi aku tidak libur."


"Kara, Emily sedang hamil muda saat ini, dia sering mengalami morning sick , dokter tidak mengijinkan perjalanan jauh. Truk sudah pergi sejak malam, kemungkinan hari ini sampai di tempat Bibi. Ada Ben, Timmy, dan Emma yang membantu di sana. Aku akan berangkat besok pagi."


"Wow, aku akan menjadi seorang Bibi, selamat buat kalian." seru Kara.


"Ya, terimakasih. Kara tolong bantu aku ya!"


"Apakah ada bayaran untuk?"


"Astaga Kara! Dengar, namamu masih ada dalam daftar pemilik kedai, jadi itu masih milikmu setengahnya!"


Kara sangat terkejut mendengar jawaban Andy.


"Benarkah?" tanyanya


"Ya, aku masih membutuhkan bantuanmu adikku. Ayo kita bekerja sama lagi untuk memajukan bisnis ini!"


"Aku akan memikirkannya," Kara menghela nafas.


"Nanti kamu temui team di tempat Bibi Mary."


"Hmm... Baiklah."


"Bye..."


Andy menutup ponselnya, dan Kara masih terdiam terkejut dengan perkataan Andy.


Selesai jam kantor, Kara menuju gudang milik Bibi Mary, letaknya tidak terlalu jauh dari Love Bakery. Kara melihat sebuah truk dengan logo yang sangat dia kenal, Kara tersenyum bangga. Namun, kini itu telah menjadi milik Andy, kakaknya.


Dari kejauhan dia mengenal sosok yang sangat dikenalnya.


"Ben!" panggil Kara. Ben menoleh ke arah suara yang memanggil, betapa terkejutnya dia melihat Kara. Ben berlari menyambut Kara, memeluknya sesaat, dan menatap tak percaya.


"Aku kira anda tidak akan datang Nona."


"Aku akan membantu kalian selama bisa."


"Mari silahkan, ini Timmy, Emma, Nina, dan Pat," Ben mengenalkan team kedai yang dibawa untuk bekerja selama di festival.


"Untuk restoran pop up bagaimana?"


"Pak Andy akan merekrut pekerja paruh waktu di sini,"


"Seperti diriku," Kara menghela nafasnya.


Ben menggelengkan kepala, "Tidak Nona, Anda tetap atasan kami." Kara mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Ben.


Ben menyeduh kopi untuk Kara, dan memberikan padanya. Kara menghirup aroma kopi yang sangat dia kenal dan rindukan.


"Menu pancake dan waffle harus ada besok," terang Ben.


"Aku bisa membantu sepulang kerja dan di akhir pekan saja," jawab Kara.

__ADS_1


"Tidak masalah. Kami sangat senang Nona bisa membantu kami."


Kara mengobrol dengan Ben dan yang lainnya. terkadang mereka saling tertawa saat menceritakan hal lucu mengenai kedai. Ada pelanggan yang kecil yang mengidolakan Kara, ternyata dia seorang artis cilik Hollywood. Kara sangat terkejut mengetahui itu.


Kara sangat senang mengetahui banyak perkembangan dari kedainya. Hari semakin larut, Kara berpamitan dan berjanji besok akan datang lagi membantu sepulang kerja.


Sesampainya di apartemen, Kara mengguyur tubuh di bawa shower. Selesai mandi, Kara mengambil ponselnya, dan menekan nomor Kevin,


"Kara...!"teriak Kevin.


"Astaga Kev, mengapa berteriak?"


"Kemana saja dirimu? Aku hubungi tidak diangkat!" Kevin terdengar kesal.


"Aku ada sedikit pekerjaan tambahan, Andy akan membuka booth pada festival kuliner pekan ini, jadi aku membantunya. Andy menelpon dan minta tolong mendadak sekali." Terang Kara.


"Ya ya... " Kevin terdengar lega.


"Bagaimana harimu hari ini?"


"Meeting berjalan baik, mungkin aku akan lebih sibuk saja selama projects berlangsung."


"Sukses selalu untuk pekerjaanmu!"


"Kara...."


"Ya.."


"Aku merindukanmu, aku tak sabar ingin pulang menemuimu," Kevin berkata lembut, disambut tawa renyah Kara, membuat perasaan Kevin semakin rindu.


Mereka mengakhiri percakapan. Kara menuju balkon melihat pemandangan kota dari ruangannya.


Dia masih memikirkan tentang kedainya, ada rasa rindu terselip bekerja kembali di kedai. Memasak, bertemu dengan pelanggan, atau bahkan dapat bersenda gurau dengan mereka.


Kara teringat semua kenangan saat di kedainya dulu. Kenangan akan Josh muncul kembali, saat pertama dia bertemu dengan Josh, lalu berkenalan, Josh mengajaknya keluar.


Tiba tiba kara merindukan semuanya, namun dia merasa semua tinggal kenangan. Dia telah menyerahkan kedai pada Andy, dan Josh...


Kara teringat kata kata Andy saat di telpon.


Masihkah ada kesempatan untukku? Namun aku mulai menikmati pekerjaan baruku saat ini


Untuk beberapa lama Kara merenung di balkon apartemen, lalu ia membuka laptopnya, untuk menulis beberapa artikel.


Kara menatap foto dirinya dan Josh yang berada di meja. Kara menutup wajahnya dengan tangan dan air mata mengalir di sudut matanya.


Kedai, Josh, kehilangan, memulai hidup baru, pertemuan dengan Kevin, dan hubungan yang dijalani saat ini. Kara mengintrospeksi kembali dirinya sendiri. Meyakinkan diri untuk memulai semuanya.


"Maafkan aku Josh! Semoga kamu tidak marah dan kecewa denganku!"


Kara menatap foto mereka dan memeluknya.


Malam semakin larut, Kara semakin menganguk. Ia menutup laptopnya, lalu mematikan lampu kamar, dan menuju tempat tidurnya. Kara meletakkan foto di meja nakas, menatapnya sesaat, lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2