One Night Stand

One Night Stand
Sendiri


__ADS_3

Kara membuka mata dan menggeliat meluruskan tubuhnya, menguap lebar sambil meluruskan tangannya ke atas. Mama membuka pintu kamar hotel,


"Kamu kelihatan sangat lelah?"


Kara hanya mengangguk, lalu merobohkan diri si tempat tidur kembali.


"Kamu tidak ikut mengantar Cindy ke tempat suaminya?" tanya Mama lagi.


"Kapan Cindy berangkat?"


"Dia sedang bersiap siap, mama sedang membereskan beberapa pakaiannya."


Kara segera bangun, mencuci wajahnya, lalu membantu Mama merapikan barang barang bawaan mereka.


"Biar aku yang membawakan tas Cindy ke bawah. Mama akan ikut mengantar ke sana?"


"Tidak. Mama langsung pulang, lusa akan ada acara di restoran. Mama harus menyiapkan untuk acara itu," Mama Kara masih sibuk memasukkan beberapa barang ke tas.


"Bawalah ini ke lobby, nanti mama akan menyusul!" Kara menerima tas yang diberikan oleh Mamanya, lalu keluar ke lift dan segera menuju lobby hotel.


Mata Kara menangkap sosok yang dikenal, Kevin. Lelaki itu terlihat sibuk dengan beberapa tumpukan tas di dekatnya, Kara tersenyum sambil membawa tas bawaan.


" Seperti nya aku akan menambah pekerjaanmu ?" Kara menyerahkan tas yang ia bawa ke Kevin. Kevin menerimanya sambil tertawa kecil.


"Kamu tidak ikut mengantarnya?"


"Tidak. aku langsung kembali ke Washington nanti malam," jawab Kara sambil tersenyum, disambut Oh, panjang dari Kevin.


"Ini hanya sebagian barang Cindy, beberapa hari lagi pasti akan ada yang datang, mengantar barangnya yang tertinggal di rumahnya," ujar Kara sambil menunjuk tumpukan tas di depan mereka.


"Kamu sangat mengenal Cindy?" Kevin menatap Kara.


"Ya, kami sejak kecil selalu bersama." Kara duduk di sofa di dekatnya, Kevin menyusulnya menjatuhkan diri duduk di samping Kara.


"Aku lelah!" katanya sambil menutup matanya. Kara menatap wajah lelaki di sampingnya, ada getar aneh di dada saat menatap wajahnya, rasa yang selama ini telah mati, kini terasa muncul lagi.


Kevin seakan menyadari jika seseorang memperhatikan, lalu membuka matanya dan membuat Kara terkejut.

__ADS_1


"Mengapa?" tanya Kevin. "Tidak ada apa apa." Kara menggelengkan kepalanya. Mereka saling beradu pandang, dengan pikiran dan perasaan masing masing.


"Kara!" terdengar panggilan Cindy membahana mengejutkan Kara.


Kara segera memeluk Cindy,


"Maaf, aku tidak ikut mengantarmu," bisik Kara pada Cindy.


"Kali ini tidak apa apa, tapi besok Thanksgiving kamu harus datang ke sana!" Cindy membulat mata menatap Kara untuk menegaskan permintaan nya.


"Hmm, aku tidak bisa janji," ucap Kara pelan.


"Tidak! Aku ingin kamu datang, aku marah padamu jika tidak bisa datang!" Cindy mengerakkan telunjuknya seperti Mamanya saat sedang marah ketika melarangnya melakukan sesuatu. Kara tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


Cindy dengan gembira, kembali memeluk Kara.


Kevin yang menyaksikan semuanya merasa senang, diapun tidak tau mengapa perasaannya mendadak seperti ini. Berada di dekat Kara, membuat nya merasa senang.


Orang tua Cindy ikut mengantar ke rumah keluarga suaminya, Andy dan istrinya juga ikut mengantar. Mama dan Papa Kara sudah kembali ke restoran mereka untuk bekerja. Kara menuju ke kedai kopi miliknya dulu, yang kini diserahkan pada Andy.


Kara membuka pintu Kedai, di sambut hangat oleh Matilda dan semua pegawai yang mengenalnya.


Ben menyajikan kopi untuk Kara, Matilda menyiapkan makanan untuknya. Kara ingin menangis rasanya, dia merindukan kehangatan seperti dulu saat di kedai.


Matilda mendekati Kara,


"Nonna, kami semua menyayangi mu, jangan siksa dirimu terlalu lama. Anda pantas bahagia." tangis Kara pecah dalam pelukan Matilda. Tak terasa air mata Ami juga mengalir saat menyaksikan kesedihan Kara.


"Tampaknya Andy sangat baik mengurus tempat ini," Kara memperhatikan sekeliling ruangan.


"Tuan Andy menambah menu makanan, terkadang mengubah menjadi restoran pop up pada akhir pekan setiap satu bulan sekali," cerita Ben.


"Kemajuan yang sangat pesat sekali, terlebih dengan menambah meja dan kursi di teras kedai."


"Tetap saja, Nonna masih pemilik kedai ini," ujar Ami sambil menatap Kara, di balas dengan pandangan terkejut oleh Kara.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Ya, Tuan Andy masih menambah nama anda di kepemilikan kedai ini, itulah menu pancake dan waffle masih ada di sini."


Kara memandang bangku bagian pojok yang dulu sering ditempati oleh Josh, kenangan Josh muncul kembali di kepala Kara, sejenak Kara menghela nafasnya dan meminum kopinya.


Kara menghabiskan waktunya di Kedai sambil mengobrol dengan para pegawainya, setelah mendekati jadwal penerbangan nya dia segera berpamitan.


Kara sebenarnya sangat sedih meninggalkan semuanya, namun kenangan itu selalu muncul membuatnya tidak bisa melakukan apa apa. Rasa takut dan trauma kehilangan Josh membuatnya tidak bisa bekerja saat di kedai ataupun memasak.


Kara harus mengikuti program terapi untuk menghilangkan rasa itu, hingga akhirnya dia disarankan untuk pergi ke tempat lain. Benar saja, selama di tempat barunya, Kara dapat melakukan aktivitas seperti biasa, bahkan memasak pun saat ini dapat dilakukannya di tempat tinggalnya yang baru.


Jaga kesehatan selalu, jangan lupa makan, kabari selalu Mama. Love you


Kara membaca pesan dari mamanya.


Love you too Mama


Kara membalas pesan mamanya, sebelum dia mematikan ponselnya karena pesawat akan segera lepas landas meninggalkan LA.


Kara menikmati perjalanan dengan tidur di dalam pesawat, ia ingin saat kembali nanti akan pulih kembali tenaga untuk memulai pekerjaannya.


Tiba di bandara, Kara segera bergegas mencari taksi menuju apartemennya. Sopir taksi membantu menurunkan koper dan bawaan Kara setibanya di depan apartemen. Kara menyeret membawa masuk bawaannya ke dalam ruangan.


Kara menghidupkan lampu ruangan, meletakkan kotak yang diberikan oleh Matilda di meja dapur.


Kara membuka kotak perlahan, aroma kue buatan Matilda tercium oleh hidung Kara, membuatnya tersenyum.


Dalam kotak terdapat aneka kue dan makanan siap saji yang dikemas tinggal dipanaskan saja. Kara memasukkan satu persatu ke dalam lemari es.


Kara membuka koper dan membereskan pakaiannya kembali, lalu menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur untuk beristirahat sejenak.


Matanya tidak mau terpejam, namun tubuhnya terasa lelah. Kara mengambil ponselnya dan melihat galeri foto. Kara tersenyum setiap melihat foto foto yang tersimpan, pandangannya terhenti pada gambar dirinya dan Kevin foto bersama.


Kapan foto ini diambil?


Kara berusaha untuk mengingat, namun tampaknya ia kelelahan sehingga tidak mampu untuk mengingatnya.


Kara memandangi potret dirinya dan Josh yang ada di meja kecil dekat tempat tidur, Dia sangat merindukannya. Terkadang Kara ingin memutar kembali waktu itu, tidak mengijinkan Josh untuk bekerja, namun menemaninya sepanjang hari saat itu. Setelah kejadian saat itu, seorang polisi membawa sekotak cincin bertuliskan namanya dan Josh. Jantungnya terasa berhenti berdetak, Josh hendak melamar nya saat itu di acara ulangtahunnya.

__ADS_1


Kenangan demi kenangan menari di kepalanya. Kara terus menutup matanya dan berusaha untuk tidur melupakan.


__ADS_2