
Kara menikmati suasana malam di Vegas Strip, lampu lampu menari membuat suasana kota tampak cantik.
Semakin malam semakin hiruk pikuk, orang berbondong-bondong masuk ke kasino.
Kara membenarkan mantelnya, memasukkan tangannya ke saku supaya hangat.
"Kara..!" panggil seseorang, membuatnya menoleh mencari asal suara yang memanggil namanya.
Kara terkejut saat melihatnya, lelaki yang selama ini ingin selalu ia hindari, Justin.
Kara hanya diam. Dia teringat cerita Morgan jika Justin karirnya semakin baik, dan sikapnya jauh lebih baik dari pada dahulu.
"Hai.." sapa Kara kaku.
"Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini. Aku sedang syuting di Vegas."
Kara hanya mengangguk mendengar jawaban Justin.
"Beberapa kali aku makan di restoran milikmu. Sangat lezat, dan pelayanan di sana juga memuaskan. Kamu sangat hebat." Justin memuji Kara.
"Terima kasih. Jangan sungkan mengkritik jika ada yang membuatmu tidak puas dengan pelayanan restoran."
"Tidak... Aku sangat puas menikmati hidangan di sana." Justin tersenyum.
"Apa kabarmu?" tanya Kara.
"Seperti yang kamu lihat sekarang. Lalu bagaimana kabarmu dan Josh?"
Kara terkejut, Justin menanyakan Josh.
"Josh telah meninggal." Jawab Kara mengejutkan Justin.
"Maaf, aku tidak tahu. Aku turut berdukacita." Justin menatap Kara penuh simpati.
Kara tersenyum mendengar ucapan Justin yang terdengar tulus.
__ADS_1
"Kamu tahu kabar Anne?" Tanya Justin berterus terang.
"Anne yang bekerja di restoran Papaku?"
"Ya. Beberapa kali aku mencarinya, namun dia selalu menghindari. Saat aku ke rumahnya, ingin bertemu putriku. Papanya langsung mengusirku." Justin terlihat sedih.
"Kamu memang mengesalkan. Aku pun juga sebenarnya ingin menghidarimu jika bisa." Kara tersenyum sinis, Justin tersenyum kecut mendengar pertanyaan jujur Kara.
"Aku minta maaf atas semua yang pernah aku perbuat padamu."
"Sudahlah, aku telah memaafkan. Lalu untuk apa mencari Anne dan putrimu?"
"Kara, aku terkena kanker stadium awal, entah berapa lama lagi waktuku. Aku ingin menebus dosa dosaku."
"Astaga Justin!!" Kara menutup mulutnya dengan tangan, terkejut.
"Aku tak ingin dikasihani karena sakit. Selama masa pengobatan, aku masih bisa bekerja. Aku ingin menemui putriku dan memberikan kebahagiaan layaknya seorang anak."
"Kau pernah bertemu putrimu?"
"Lalu setelah itu?"
"Aku terlalu sibuk dengan hidupku, melakukan hal yang sia sia, hingga kanker menghinggapi tubuhku."
"Bersemangat, jalani hidup dengan bahagia, supaya selalu sehat."
Justin tertawa mendengar Kara menghiburnya.
"Kamu memang teman yang baik Kara."
"Kamu sudah berbicara dengan Zoe?"
"Belum. Aku tidak berani menemuinya."
"Hei, kamu harus berani, jika ingin menemui putrimu. Kamu ingat saat orang tua Anne mendatangi rumahmu? Orang tuamu langsung mengusirnya, dan kami hanya diam saja saat Anne melahirkan dan membesarkan putri kalian. Aku pun akan berbuat sama dengan Anne." Ucap Kara sedikit ketus.
__ADS_1
Justin menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
"Aku ingin menghabiskan sisa waktuku dengan Anne dan Putriku. Apakah Anne telah menikah?"
"Jujur akupun tak tahu masalah itu."
"Apakah kamu bisa membantuku?" Tanya Justin sedikit memaksa.
Kara kasihan melihat Justin yang berharap banyak padanya. Justin memang sangat menyebalkan, namun dia ingin berubah.
Kara menggaguk pelan, "Aku tidak berjanji, namun aku akan mengusahakan."
Justin memeluk Kara bahagia. "Terima kasih, tak salah aku memilihmu untuk mencurahkan masalahku. Satu lagi, tolong jangan sampai media tahu penyakitku!" Justin menatap Kara penuh harap.
Kara menganguk.
"Oya, kamu bisa menghubungi Jeff untuk berkonsultasi penyakitmu."
"Jeff, yang itu?" Tanya Justin heran.
"Hei, dia bukan gay, dia normal Justin! Sekarang dia menjadi salah satu dokter di rumah sakit khusus kanker di LA."
Justin melotot tak percaya.
"Benarkah?"
"Ya, kamu bisa menghubunginya dan berkonsultasi, selain dengan doktermu saat ini."
Justin memeluk Kara dan sekali lagi mengucapkan terima kasih.
Malam itu mereka melanjutkan mengobrol di sebuah cafe di sekitar situ, hingga larut malam.
Lalu mereka berpisah dan bertukar nomor ponsel untuk saling berkabar.
Malam itu Kara segera menghubungi Kevin setelah sampai rumahnya. Dia menceritakan tentang Justin.
__ADS_1