
Kevin melajukan kendaraannya ke apartemen Kara. Kara merasa sangat lelah, dan tertidur bersandar di pundak Kevin. Kevin menatap wajah Kara yang sedang terpejam, terlihat sangat cantik. Ternyata benar kata Nenek, pertama kali bertemu dengan Kara saat diajak Josh ke rumahnya. Nenek mengatakan kekasih Josh sangat cantik, nenek menyukainya, dan meminta Kevin untuk mencari pasangan yang seperti itu. Kevin hanya tertawa menanggapi Nenek saat itu, namun sekarang melihat Kara dari dekat, memang sangat cantik.
Kevin menghidupkan kembali ponselnya, terlihat beberapa pesan dan panggilan masuk dari Stella. Ia sengaja mematikan ponsel, supaya tidak terganggu oleh Stella. Dia ingin menceritakan semuanya pada Kara, namu ia ragu, akan menyakiti perempuan cantik di sampingnya.
Kevin menghentikan mobil di depan apartemen, Kara masih tertidur.
"Kara, sudah sampai, bangunlah!" Kevin mengelus pipi Kara. Tak lama Kara membuka matanya, "Astaga, apakah aku terlalu lama tidurnya?"
"Ya, lumayan," jawab Kevin.
"Terimakasih untuk semuanya," Kara mencium pipi Kevin. "Kara....," panggil Kevin, ia menoleh menatap Kevin.
"Mau mampir ke tempatku?" tanya Kara, Kevin menggaguk, tersenyum gembira.
"Aku sangat lelah sekali!" seru Kara saat masuk ke dalam kamarnya. Kevin hanya menggeleng melihat ulah Kara.
"Jika mau minum atau cemilan, ambillah di lemari es! Aku ingin mandi sebentar," Kevin menggaguk kan kepala mengerti.
Kevin membaca pesan dari Stella.
Besok aku ada acara di Washington, bisakah kita bertemu? Ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu. Sungguh aku membutuhkanmu Kev...
Jika kau sibuk, bisakah bertemu sejenak di tempat kerjamu?
Kevin, sungguh aku membutuhkanmu! Hanya dirimu yang mengerti aku.
Kevin, hanya membaca pesan dari Stella, tanpa membalasnya.
Kara keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimono dan menutup kepalanya dengan handuk karena masih basah, menuju ke lemari es, memeriksa bahan makanan yang tersedia.
Kevin mencium aroma harum tubuh Kara, ingin rasanya dia memeluk dan menciumnya, Kara benar bener membuatnya mabuk kepayang. Tidak berjumpa sehari dengan Kara membuatnya gelisah, tapi dia tau Kara tidak suka dengan lelaki posesif, itulah dia tidak ingin terlalu menunjukkannya.
Ponsel Kevin bergetar karena panggilan masuk, namun segera diputus olehnya. Kara yang melihat itu mengerutkan keningnya, "Mengapa dimatikan?"
"Ini hari Minggu, aku tidak ingin diganggu oleh pekerjaan," jawab Kevin berbohong.
Kara hanya mengangguk, meneruskan menyiapkan bahan membuat mac and cheese untuk makan malam mereka.
Aroma keju sangat menggoda Kevin, dia menyendok mangkok mac and cheese dan langsung memakannya. Kara melotot melihat itu, dan Kevin tertawa sambil memeluk mangkok mac and cheese untuk dimakan sendiri.
"Astaga Kev... !"
"Aku bisa menghabiskan sendiri ini!" ucap Kevin sambil terus menyuapkan mac and cheese ke mulutnya.
__ADS_1
"Ini mengingatkanku pada ibuku," lanjut Kevin sambil menatap Kara.
Kara menggenggam tangan Kevin memberi simpati untuknya.
Kara menyeduh kopi di mesin kopinya, sambil menunggu selesai, Kara mengoles roti tawar dengan selai stroberi buatannya dan memakannya.
Kata menuangkan kopi ke cangkir, meletakkan ke meja.
Tanpa di suruh, Kevin menyesap kopinya.
"Aromanya benar benar sangat menggoda !" Sesaat Kevin terdiam, lalu tersenyum menatap Kara.
"Rasanya sesuai dengan aromanya. Juara!" seru Kevin sambil mengacungkan kedua jempol nya.
Lagi lagi ponsel Kevin menyala, namun Kevin membiarkan saja.
"Sepertinya penting, angkat saja. Aku tidak akan mendengar,"
Kevin mematikan ponselnya,
"Aku ingin menikmati malam ini bersamamu Kara. Belum pernah aku seingin ini bersama seorang perempuan."
Kara menyesap kopinya, dan memakan rotinya.
"Kara, aku tidak akan menyakitimu! Aku sungguh ingin bersamamu," Kevin memeluk Kara.
Dalam dekapan Kevin, Kara merasa sangat nyaman. Dia pun tidak ingin berpisah dengan Kevin.
"Besok pekerja kita menanti, pulanglah!"
Sebelum pulang, Kevin membantu membereskan meja makan, dan mencuci piring bekas mereka makan. Kara seperti biasa membantu mengeringkan piring yang selesai dicuci.
"Kara, bolehkah aku di sini malam ini?" tanya Kevin sambil mengelap tangannya.
"Ya, boleh. Bagaimana dengan pekerjaanmu besok?" tanya Kara.
"Aku akan pulang besok pagi." ucap Kevin.
"Kamu, bisa tidur di kamar atau di sofa, aku akan menyiapkan selimut untukmu."
"Aku ingin membersihkan diri dulu sekarang," ujar Kevin, Kara menyiapkan handuk untuk Kevin. Kira kira 10 menit Kevin selesai membersihkan dirinya, ia memakai kaos oversize milik Kara. Kara tertawa kecil karena ternyata pas di tubuh Kevin, perut kotak kotak Kevin tercetak saya memakai kaos.
"Aku tidur di sofa saja," jawab Kevin.
__ADS_1
Kara menganguk, lalu masuk ke kamarnya.
Tak lama Kara keluar dari kamarnya, menuju ke sofa tempat Kevin beristirahat.
Saat itu Kevin sedang membalas beberapa email yang masuk untuk pekerjaan nya besok.
Kara duduk di sebelah Kevin, menyilangkan kedua kakinya, melihat Kevin yang sedang mengetik di ponselnya. Kevin melihat Kara yang memperlihatkan dengan serius terlihat sangat menggemaskan.
"Mengapa belum tidur?" tanyanya.
"Ingin melihat kamu sedang apa."
"Aku mengatur jadwalku besok,supaya tidak berantakan," terang Kevin pada Kara.
Selesai mengatur jadwalnya, Kevin langsung melayangkan ciuman ke bibir Kara. Kara yang terkejut memukul pelan dada Kevin.
Kevin semakin mendekap Kara sambil menciumi perempuan cantik itu.
Kara berteriak sambil tertawa geli karena terkena jambang di dagu Kevin.
Kara berlari ke arah kamar disusul oleh Kevin, mereka masih saling bercanda satu sama lain.
Mata Kevin tertuju pada foto Kara dan Josh yang ada di meja kecil kamar. Ada dua kotak kecil di depan foto.
"Kamu masih mencintainya?" tanya Kevin mengambil foto gambarnya dan Josh.
"Dia salah satu bagian dalam hidupku, tentu rasa itu masih ada." Kara berhenti sejenak mengambil nafas.
"Dia masa laluku yang indah. Sekarang aku bersamamu. kamu berbeda dengan Josh. Lihat itu adalah cincin pemberian Josh untukku. Aku melepas nya supaya, tidak dihantui rasa bersalah saat bersamamu." mata Kara menerawang saat bercerita pada Kevin.
Kevin menggenggam kedua tangan Kara, mencium jemari Kara, memeluknya seakan tidak akan melepaskan nya. Kara menyandarkan kepala di dada Kevin.
Malam semakin larut, mereka terbuai dalam alunan asmara.
Kevin mencium rambut Kara, lalu turun ke leher, Kevin membuka kimono Kara, tampak belahan dada Kara. Kara menikmati setiap kecupan Kevin, ia membantu melepaskan kaos dan celana Kevin.
Kevin turun ke bagian perut ke bawah, melepas pelan celana Kara, mencumbu mesra area itu. Kara bagai tersengat aliran listrik, menggeliat menahan hasratnya.
Malam itu mereka saling mencumbu satu sama lain, melampiaskan semua hasrat hingga sampai ke puncaknya.
Pakaian mereka sudah berceceran. Setelah puas bersama sama, Kara dan Kevin meringkuk berpelukan di bawah selimut tempat tidur Kara.
Mata mereka terpejam, lelah, dan tertidur.
__ADS_1