
DI PARIS
________________________________________
Berlian dan sang Kakek sedang asik berburu baju-baju bayi yang imut... Berdasarkan hasil USG, Berlian akan mempunyai sepasang bayi laki laki dan perempuan
"Sayang lihat ini pasti akan sangat lucu jika dikenakan oleh salah satu cucu Kakek... hehehe"ucap sang Kakek sambil menunjukkan baju imut ke depan muka Berlian
"Ih Kakek itu baju untuk perempuan"ujar Berlian melihat sekilas kearah baju yang ditunjukkan sang kakek
"Ya gak apa, kan cucu Kakek ada yang perempuan"ujar sang kakek tanpa mengalihkan matanya dari baju yang ia pegang
"Iya tapi kan, baju perempuan udah banyak banget di troli, anak perempuan aku cuma satu loh, Kakek pilih juga yang untuk laki-laki"ujar berlian memberitahu sang kakek
"Ih kamu ini, nambah satu baju gak akan buat rugi kan, soalnya ini lucu banget ya ampunnn"ujar sang kakek gemes sendiri. Hal ini dimaklumi oleh berlian karena sang kakek memang mendambakan generasi dari berlian yang berjenis kelamin perempuan, kata sang kakek biar ada yang bantu berlian dan membantu mengurus sang kakek
"Dih Kakek kayak emak emak rempong deh"ujar berlian melihat kelakuaan sang kakek yang asik mencari baju bayi
"Kamu ini ngatain Kakek ya"ujar sang kakek tak terima disamakan dengan emak emak rempong
"Hehehe gak kok peace ✌✌✌✌"ujar berlian
"Eh ini juga imut buat dedek cowok"ujar sang kakek lagi setelah menemukan baju imut lagi
"Iyaaa itu bagus... ehhh... kek... aduh..."ujar berlian ketika tiba tiba ia merasakan sakit di perutnya
"Kamu kenapa?"ujar sang kakem khawatir dan meraih berlian
"Duh perut aku sakit kek"ujar berlian sambil mengelus perutnya
"Kamu ngompol!!!"ujar sang kakek terkejut ketika ia melihat ada air yang keluar dari berlian
"Ihhh Kakek aku gak ngompol, aku mau ngelahirin deh kayaknya"ujar berlian memberitahu kepada sang kakek
"Apa?! Kamu mau ngelahirin? Cucu Kakek"tanya sang kakek syok seketika
"Aduh Kakek jangan kayak laki-laki yang pertamakali nangani orang mau lahiran deh, ayo bawa aku ke rumah sakit"ujar berlian agak jengah melihat prilaku sang kakek
"OMG... mba cucu saya mau melahirkan, saya mau punya cicit... astaga hahah"ujar sang kakek tersadar dan memberitahu kepada petugas toko sambil tersenyum gembira
"KAKEKKK!!"teriak berlian sudah tak tertahan lagi
"EHH... iya ayooooo, mba titip belanjaan ya habis cucu saya lahiran saya balik ke sini lagi"ujar sang kakek kepada penjaga toko
"Baik pak"ucap sang sales
__ADS_1
"Sayang kamu bertahan ya, tarik nafas buang tarik nafas buang.. jangan mengejan yaaa"ujar sang kakek memberikan instruksi kepada berlian
"Iya Kakek cepat ini sakit banget"ujar berlian sambil merintih kesakitan
"Sebentar sayang"ujar sang kakek lalu bergegas mengantar berlian ke rumah sakit dan untungnya jalanan sangat lenggang dan kosong sehingga mempercepat sang kakek untuk mengantar berlian kerumah sakit untuk bersalin
Setibanya dirumah sakit Berlian langsung ditangani oleh dokter langganan nya yang kehebatan nya bisa diacungi jempol
"Permisi pak, suami ibu dimana ya?"tanya sang dokter
"Suaminya masih diluar negri dok, gak memungkinkan kalau datang sekarang" bohong kakek
"Ohh.. baik pak kalau bisa tolong dihubungi, biar bisa memberi suport ke ibu"ujar sang dokter
"Iya dok.. tolong cucu saya"ujar sang kakek tanpa berniat melaksanakan tugas yang diberikan sang dokter
"Iya pak saya permisi"ujar sang dokter
Didalam ruang persalinan
"Haloo ibu, bagaimana perasaannya sekarang"tanya sang dokter
"Aduh dokk ini sakit banget"ujar berlian
"Sebentar Bu ya ini masih pembukaan 9"ujar sang dokter memberitahu kepada berlian
"Ohh ini sudah pas Bu. Ibu sekarang mengejan ya... tarikk nafas ngejan Bu.. ayo buu diulangi.. tarik nafas ngejan bu"beritahu dokter kepada berlian
"Aghhh sakit dok, saya gak bisa dok ini sakit banget"ujar berlian putus asa merasakan sakitnya melahirkan
"Ibu jangan banyak bicara nanti tenaga ibu habis.. ayo Bu sama sama berjuang, ibu tarik nafasss ngejann buu"ujar sang dokter
"Aghhhhh" erang berlian sekuat tenaga
"yaampun ayo nak keluar.. astaga ini sakit banget. Gimana mau ngeluarin ketiganya satu aja susah.. aghh"ujar berlian dalam hati
"Ayo Bu semangat, ini kepalanya sudah mulai kelihatan"ujar sang dokter
"Aghhhhh"erang berlian lagi dan tiba tiba
"Oeeekkk... oekkkkkke... oekkkk"jerit suara anak pertama berlian dan akan menyusul anak kedua dan ketiga nantinya
Dilain tempat
__ADS_1
"Duh ma, kok perasaan aku gak enak ya?"ujar dava
"Anak kamu mau lahir kali" ucap Mama dengan entengnya sambil makan kripik
"Ih Dava serius ma"ujar dava jengkel atas kelakuan sang mama
"Ya Mama harus apa coba? Lebih baik kamu tenang tarik nafas dalam-dalam dan jangan lupa dibuang ya, lakukan terus sampai benar-benar tenang, nih sekalian makan kripik "ucap sang Mama sambil menyodorkan kripik singkong kesukaan sang Mama
"Tapi jangan dihabiskan ya! Kripik Mama tinggal segitu soalnya stoknya Uda habis"ujar sang mama memberitahu kepada dava
"Iya ma" ucap dava sambil memakan kripik dan memainkan hp
"entah ada yang aneh kayak gak enak gitu.. ku cek email ku mungkin ada masalah tapi tak kutemukan satu pun, ku lihat pesan, chat , dan tlpn gak ada yang aneh.. ku telp sekertaris ku"dialog dava pada dirinya sendiri
"Haloo..."ucap dava
"Iya pak?"ujar sang sekretaris
"Saya mau nanya, apa ada masalah di kantor?"tanya dava
"Tidak ada pak, kenapa pak"jawab sang sekretaris
"Oh tidak ada.. baiklah kamu lablnjut bekerja saja" ucap dava lalu mematikan tlpn
"Aduhhh gak tenang banget ini... sekarang aku malah kepikiran dengan omongan mamaku, kalau di hitung hitung memang ini bulan dia akan melakukan persalinan tapi iya jika dia hamil tapi ini? Aku gak tau dia hamil atau gak"dialog dava pada dirinya sendiri
"Dava sini deh" ucap mamaku
"Kenapa ma?"tanya dava
"Ini Mama baru dapat pesan dari detektif suruhan Mama, ini informasi nya kamu baca deh.. Mama belum baca soalnya takut nyinggung privasi kamu"ujar sang mama
"Mama bayar detektif buat cari informasi ini? Kan Dava Uda bilang Dava aja yang nangani Mama ini lah" ucap dava ngambek
"Kamu itu terlalu bergerak lambat, detektif suruhan kamu juga lambat banget, ini Uda lebih dari 5 bulan kamu suruh detektif kamu nyari informasi ini tapi tak ada satu pun yang nyerahin informasi yang akurat ke kamu"ujar sang mama marah
"Hah Mama ini lah"ujar dava tanpa berniat mengelak
"Uda baca cepat" ucap sang Mama
"mau tak mau harus ku baca.. ku baca tiap kata yang tertulis... wew sadis Berlian termasuk salah satu jajaran orang penting dalam dunia bisnis, salah satu CEO yang berkualitas, dan jangan lupa nama belakangnya, oohh astaga BERLIAN CUCU MUSUH BEBUYUTAN KAKEK!! Hah... pantasan susah cari identitas nya.. wong dia orang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis"dialog dava lagi pada dirinya tanpa memperhatikan sang mama yang hanya memandang sang anak dari jauh
"Semakin ku baca tiap bait, membuat jantung ku berdebar kuat... Berlian hamil , belum menikah, tidak terlibat hubungan khusus dengan pria mana pun.. so pasti dia hamil anakku kan? Memiliki banyak cabang perusahaan di tiap benua... sekarang tinggal di Paris ditemani sang Kakek.. memiliki kakak laki-laki yang berkepribadian sama seperti berlian.. di kabarkan memiliki brother kompleks... hah sudah kebayang betapa susahnya mendekatkan diri padanya"dialog dava lagi pada dirinya sendiri
"Dia hamil anakku... mau bertanggung jawab? Berarti siap mati" ujar dava depresi
__ADS_1
Bersambung