One Night Stand

One Night Stand
Leon!


__ADS_3

Hanya keheningan yang ada di ruangan tersebut, bahkan Arka sendiri sejak tadi menatap lekat sang istri dan hal itu membuat Aleta menjadi gugup dan salah tingkah.


"Mas Arka kenapa ngelihatin aku terus dari tadi?" tanya Aleta, yang akhirnya memberanikan diri bersuara.


"Kenapa memangnya? apa saya tidak boleh melihat istri saya sendiri?" tanya Arka.


"Bu-bukan itu maksud aku, Mas. Tapi, a-aku jadi gugup kalau Mas Arka lihatin kayak gitu," ucap Aleta.


Arka pun langsung tersenyum tipis mendengar apa yang baru saja dikatakan sang istri.


"Saya tidak lihat kamu lagi, sekarang kamu istirahat aja," ucap Arka.


"Mas Arka gimana?" tanya Aleta.


"Saya gampang," ucap Arka.


Baru juga Aleta akan memejamkan matanya, tapi tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan Evan, anak dari Tante Dessy.


"Kak Arka sama Kak Aleta pulang aja biar Mama Evan yang jaga," ucap Evan.


"Gapapa, kita di sini aja sekalian nemenin kmu biar gak sendirian," ucap Aleta.


"Gak usah Kak, bentar lagi Papa datang kok lagian kan Kak Aleta lagi hamil. Kak Aleta harus jaga baby-nya, nanti kalau Kak Aleta sakit gara-gara nungguin Mama di sini," ucap Evan dan Aleta pun terdiam.


"Bener kata Evan, lebih baik kamu pulang. Lagian ini Mama sama Papa juga di sini kok temenin Evan," ucap Mama Febby.


"Yaudah, kalau gitu Arka sama Aleta pulang dulu," ucap Arka.


"Iya, selama Mama di sini kamu harus baik loh ya sama menantu Mama," ucap Mama Febby.


"Iya, Ma. Yaudah ayo," ajak Arka dan menggandeng tangan Aleta.


"Pa, Ma, Leta pulang dulu ya," pamit Aleta.


"Iya sayang, kalau ada apa-apa jangan sungkan minta bantuan Arka, dia itu suami kamu. Kalau Arka gak mau bantuin kamu, kamu bilang aja ke Mama biar Mama kasih pelajaran Arka nya," ucap Mama Febby.


"Iya, Ma," ucap Aleta.


Arka dan Aleta pun keluar dari ruangan tersebut dan menuju parkiran lalu menarik sepeda motor yang tadi mereka gunakan saya ke sini.

__ADS_1


"Mau naik mobil? biar nanti saya suruh Pak Edy ke sini," tanya Arka.


"Gak usah, Mas. Aku masih pengen naik sepeda motor kok, jadi kita naik ini aja gak usah nyuruh Pak Edy ke sini," ucap Aleta dan diangguki Arka.


Arka pun menaiki sepeda motornya laku diikuti Aleta, "Jangan lupa pegangan," ucap Arka.


"Iya, Mas," ucap Aleta laku memegang kaos yang Arka kenakan.


Tanpa basa-basi Arka langsung menarik tangan Aleta dan menaruhnya di depan perutnya, "Jangan pegang kaos saya, nanti kalau terlepas gimana, lebih baik pegang kayak gini," ucap Arka.


"I-iya, Mas," ucap Aleta.


Setelah Aleta siap dan nyaman duduknya, Aleta pun mulai mengendarai sepeda motornya. Selama perjalanan mereka hanya ditemani keheningan karena baik Arka ataupun Aleta belum membuka suara.


Aleta pun merasa suasana semakin aneh dan ia pun memberanikan diri untuk bersuara, "Ma-Mas Arka pasti pinter ya soalnya bisa sekolah tinggi ke luar negeri terus juga jadi pengusaha sukses," ucap Aleta.


"Semua itu butuh proses dan orang lain gak perlu tau proses itu bahkan mereka gak akan mau tau, yang mereka ingin tau hanya hasil," ucap Arka.


"Tapi kan Papa dari keluarga Andrean dan Mas Arka juga cucu laki-laki satu-satunya di keluarga Andrean," ucap Aleta.


"Tapi, saya menulis semuanya dengan usaha saya sendiri, saya tidak ingin hanya menikmati hasil dari kerja keras orangtua saya tanpa tau bagaimana menulis suatu usaha dari nol," ucap Arka.


"Mas Arka keren ya, wajar sih kalau banyak yang mengidolakan Mas Arka," ucap Aleta.


"Tapi, mereka tetep suka loh sama Mas Arka bahkan ada beberapa yang sampai pura-pura ngaku istrinya Mas Arka," ucap Aleta.


"Termasuk kamu?" tanya Arka.


"Aku kan emang istrinya Mas Arka, jadi untuk apa juga aku harus pura-pura ngaku kalau aku istrinya Mas Arka," ucap Aleta.


Akhirnya obrolan-obrolan sederhana itu membuat suasana yang awalnya hening pun mulai berubah menjadi lebih nyaman untuk keduanya.


Namun, tak sampai lima menit tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan Arka sehingga sepeda motor Arka pun berhenti mendadak dan membuat Aleta maju.


"Kamu gapapa?" tanya Arka.


"Gapapa kok, Mas," ucap Aleta.


Arka ingin sekali marah saat ini dan menghampiri mobil yang ada di hadapannya lalu memukul pengemudi mobil yang telah berani menghadang jalannya.

__ADS_1


Namu,n Arka mengurungkan niatnya karena ada Aleta di sana dan juga karena ia tidak tega meninggalkan Aleta di sepeda motor sendirian meskipun tidak akan lama, tapi tetap saja Arka tidak mau ambil resiko.


Arka tetap berada di sepeda motornya dan menunggu orang yang ada di dalam mobil beritikad baik untuk meminta maaf padanya.


Hingga beberapa saat kemudian, seorang pria dengan setelan jas lengkap mahal keluar dari mobil tersebut.


"Hai, lama tidak berjumpa denganmu kawan," sapa pria tersebut.


Bukannya Arka menjawab sapaan pria tersebut, Arka justru menyalakan sepeda motor dan bersiap untuk pergi dari tempat tersebut.


"Eits, jangan pergi dulu. Kita ini udah lama banget loh gak ketemu kayaknya kita ada 8 tahun gak ketemu iya gak sih," ucap pria tersebut.


"Ga penting," ucap Arka lalu kembali menjalankan sepeda motornya.


Tapi, lagi-lagi pria tersebut menahan Arka agar tidak pergi dari tempat tersebut.


"Udah punya istri ya ternyata, mana lagi hamil lagi. Selamat ya," ucap pria tersebut.


Aleta sendiri jadi tidak enak karena sikap sang suami pada pria tersebut, tapi ia juga yakin jika Arka dan pria itu sudah kenal dan memiliki masalah pribadi sejak dulu sebab itu mereka berdua terlihat sangat tidak akur, tapi Aleta tidak mau ikut campur dalam pasangan Arka dan pria itu karena ia masih sadar akan posisinya di keluarga Andrean.


"Jangan sok akrab, saya sudah bilang bukan kalau jika kita bertemu anggap saja anda tidak kenal saya dan sebaliknya juga dengan saya bahkan anda sudah mengiyakannya," ucap Arka.


"Gue inget dong, tapi namanya juga kangen, Ka. Kita kan udah lama gak ketemu. Btw, istri lo cantik juga ya bolehlah jadi istri ketiga gue," ucap pria tersebut.


"Cari yang lain, ini istri gue dan gue gak bakal ngasih ke siapapun karena ia adalah istri gue," ucap Arka.


"Kalau emang lo gak ngebolehin gue nikah sam istri lo, gimana kalau istri lo jadi pemuas ranjang gue, sehari aja kok gak lama. Tapi, kalau dia tahan sampai pagi sih gapapa gue gak nolak," ucap pria tersebut.


"Br*ngsek Leon!" teriak Arka yang sudah tidak bisa menahan emosi.


Ya, pria yang sejak tadi membuat Arka emosi adalah laki-laki bernama Leon yang merupakan teman Arka sejak kuliah dulu, tapi karena ada masalah pribadi antara mereka sehingga pertemanan cukup renggang bahkan mereka tidak pernah saling menyapa jika tidak sengaja bertemu di jalan.


Karena terpancing oleh perkataan pria yang akhirnya Arka pun turun dari sepeda motornya laku menghampiri pria itu dan memukul pria itu dengan keras tepat di hidungnya.


"Kalau ada banyak rumah sakit bilang aja ke gue nanti gue bayar kok, gue paham kalau bisnis lo udah mau hancur dan lo gak punya uang kalau mau ke rumah sakit," ucap Arka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2