One Night Stand

One Night Stand
Part 4


__ADS_3

Tiga bulan setelah kejadian



Malam hari dikota Paris terlihat seorang wanita baru keluar dari kantornya, entah kenapa akhir akhir ini perasaannya tidak enak, kepalanya pusing tapi hanya sebentar lalu berhenti.



Selalu begitu selama seminggu ini dan itu mampu membuat pekerjaannya keteteran.



"agh ada apa dengan ku" ucap Berlian sambil memegang kepalanya. Sekarang ia berada dimobil menuju rumahnya.



Ia hanya tinggal sendiri diparis semua keluarganya tinggal di amerika, keluarga yang ia punya hanya kakek dan abang laki-lakinya saja yang bernama Andre, ia memilih tinggal di kota paris karena dia sangat suka kota romantis ini pemandangan, jalan, dan suasana kota paris selalu membuat kenyamanan tersendiri baginya.



Setibanya dirumah Berlian langsung menuju dapur, entah kenapa dia jadi suka lapar di tengah malam seperti ini tapi tidak ada satu pun yang ia temukan.



"agh aku pesan lagsana dan pizza dua kotak. "ucapnya sambil memesan melalui hpnya. Beberapa saat kemudian terdengar bunyi bel rumahnya dan pesanannya sudah datang, tidak tunggu lama semua pesanannya sudah ludes habis entah kemana. (author : lu kelaparan atau apa ber? Ckckck)



Paginya Berlian mendadak bangun karna adanya dorongan dari perutnya yang membuat ia mual



"hueekk... huekk... Agh kenapa aku huekk... Issss haaahahaaahaha" entah kenapa ia langsung menangis, dan duakk Berlian pingsan dikamar mandi.



Sekitar lima jam kemudian dia terbangun masih di dalam kamar mandinya


__ADS_1


"kenapa aku disini? Agh sial aku telat kekantor!" teriaknya bergegas siap" ke kantor sampai ia lupa untuk sarapan.



Setibanya di kantor entah kenapa dia pingsan lagi ditengah meeting yang membuat semua orang heboh dan langsung membawa Berlian ke rumah sakit.



"Bagaimana keadaannya dok" ucap sekertaris Berlian kepada dokter yang baru selesai memeriksa Berliana.



"keadaannya baik, dia hanya kelelahan dan terlalu banyak pikiran. Tolong jangan membuat dia lelah dan stres karna bisa berdampak buruk pada janinnya" ucap sang dokter kepada asisah sekertaris Berlian, entah sangkin terkejutnya sampai asisah tidak berkedip dan memasang tampang bodohnya



"dan ini resep vitamin dan penguat janinnya, tolong ditebus ke apotik dan jangan lupa diminum secara teratur kalau bisa ibu Berlian juga harus meminum susu ibu hamil" ucap sang dokter dengan senyum ramahnya



"baik dok, terima kasih" ucap asisah memasang senyumnya. Kemudian asisah bergegas masuk keruangan Berlian dan terlihatlah sosok bosnya tergeletak lemah di kasur rumah sakit dengan menyedihkannya muka melasnya dan tubuh lesunya




"hoh? Mama muda? Siapa yang mau jadi mama muda? Saya? Kok bisa?" ucap bosnya yang terlihat bingung,



"ya mana saya tau bos lah situ yang berbuat bukan saya" teriak batin asisah



"bos tenang aja, coba pikirkan siapa yang uda tidur sama bos akhir" ini? Oh iya kata pak dokter bos harus banyak istirahat jangan capek" dan stres nanti janin bos bisa bermasalah" ucap asisah menenangkan bos galaknya.



"apa saya sudah bisa pulang sekarang?"

__ADS_1



"oh kalau itu sudah bos"



"kalau gitu tolong antar saya ke rumah saya, saya rasa saya tidak punya tenaga lagi" ucap Berlian dengan lemah, antah kemana bos galaknya sekarang, ia baru pertama kali melihat bosnya selemah ini, langsung setelah mengurus keperluan bosnya dirumah sakit ia langsung membawa bosnya pulang.



Ditengah jalan ia mampir ke supermarket dan apotik, ia ingat apa yang dokter tadi pesan kepadanya



"menebus obat dan membeli susu ibu hamil" ucap asisah dalam hati sambil tersenyum entah kenapa dia jadi senang saat tau bosnya hamil, ia merasa bakal punya ponakan baru padahal ia dan bosnya hanya terikat hubungan atasan dan bawahan tidak lebih.



"baik bos saya pamit dulu" ucap asisah setiba dirumah bosnya



"hm iya hati hati dijalan dan asisah terimakasih untuk bantuan kamu hari ini, tolong jangan beritahu kepada karyawan yang lain"



"baik bos"ucap asisah sambil meninggalkan pekarangan rumah Berlian. Sedangkan Berlian sudah merengek" di tempat tidur seperti anak kecil



"sialan gara" laki-laki itu pasti, aghhh bagaimana ini? Kenapa kamu harus hadir si nak? Mama kan jadi bingung" ucap Berlian sambil menangis dan akhirnya terlelap tidur





Bersambung

__ADS_1


__ADS_2