
"Mas Arka hiks hiks hiks...," Aleta tidak dapat melanjutkan perkataannya karena ia merasa bahagia dan sedih disaat yang bersamaan.
"Terimakasih karena mau bertahan," bisik Arka.
Bisikan Arka membuat Aleta tersadar dan langsung menatap wajah tampan sang suami, "Harusnya aku yang minta maaf karena aku gak bisa melahirkan anak kita secara normal, aku juga minta maaf karena aku gak bisa jaga kandunganku," ucap Aleta.
"Kamu gak salah, kamu adalah ibu yang hebat," ucap Arka.
"Sayang jangan nangis dong, ini jagoannya pengen ketemu sama Bundanya," ucap Mama Febby.
Aleta pun menatap bayi tampan yang berada di gendongan Mama Febby, "Tapi, Ma. Aleta gak bisa gendong bayi nanti kalau bayinya kenapa-napa gimana?" tanya Aleta.
Mama Febby pun tersenyum, "Gapapa sayang kan belajar, sini biar Mama ajarin," ucap Mama Febby dan Aleta pun menganggukkan kepalanya.
Aleta pun mulai menggendong jagoannya tentunya di bantu oleh Mama Febby dan tak lupa Arka yang berada tepat di sampingnya yang juga berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada dua orang terpenting dalam hidupnya itu
Beberapa saat kemudian, Aleta pun berhasil menggendong putranya. "Ganteng ya, Ma," ucap Aleta.
"Iya dong, kamu lupa ya siapa suami kamu. Suami kamu aja gantengnya gak ngotak gitu ya anaknya juga ganteng dong," ucap Mama Febby.
"Baru sadar Mama kalau Arka ini ganteng," ucap Arka.
"Nyesel Mama bilang kayak gitu," ucap Mama Febby.
Aleta yang awalnya menatap bayi mungil yang di gendongannya pun terkejut saat mendengar tangisan nyaring dari putranya.
Tiba-tiba saja Aleta panik dan langsung memanggil Mama Febby, "Ma, ini anak Leta nangis," ucap Aleta.
"Kayaknya anak kamu haus deh," ucap Mama Febby.
"Terus Leta harus gimana, Ma?" tanya Aleta.
Mama Febby pun tersenyum pada menantu perempuannya itu, "Kamu kasih asi," ucap Mama Febby.
"Tapi...," ucapan Aleta terhenti dan menatap ke sekeliling kamarnya.
Mama Febby yang mengerti pun langsung menganggukkan kepalanya seolah mengerti apa yang tengah dipikirkan sang menantu.
"Kalian keluar dulu ya biar Aleta leluasa nyusuhin baby-nya," ucap Mama Febby dan diangguki semua orang.
Tersisalah Aleta, Mama Febby dan Arka. "Loh Mas Arka kok masih di sini?" tanya Aleta.
"Terus aku harus kemana?" tanya Arka.
"Mas Arka keluar aja dulu biar Mama yang di sini," ucap Aleta.
Belum sempat Arka bersuara, Mama Febby terlebih dahulu menyelanya. "Biar Arka di sini aja sayang, jadi nanti kalau seandainya kamu di rumah kesusahan, Arka bisa bantu kamu gitu," ucap Mama Febby.
"Tuh dengerin," ucap Arka.
Akhirnya mau tidak mau Aleta harus membiarkan Arka tetap di dalam dan menahan malu saat secara terang-terangan Arka melihatnya yang tengah menyusui anaknya.
Malam harinya ruangan kamar inap Aleta ramai dengan kedatangan beberapa keluarga Arka dan juga sahabatnya, "Ganteng banget sih anak lo," ucap Tami.
"Iya dong keturunan dari Ayahnya," bisik Aleta.
__ADS_1
"Iya juga sih kalau gue lihat-lihat nih ya, anak lo lebih mirip ke Tuan Arka daripada lo," ucap Tami.
"Namanya juga Ayahnya Gianna sih kamu," ucap Aleta.
"Hehehe, iya juga ya. Tapi, anak lo mau nitip lo atau mirip Tuan Arka sih gak masalah," ucap Tami.
"Kenapa emangnya?" tanya Aleta.
"Iyalah orang lo sama Tuan Arka sama-sama cakep," ucap Tami.
"Hehehe, makasih pujiannya ya, Mi," ucap Aleta.
"Hem," jawab Tami.
"Sayang, makan ya. Kamu dari tadi belum makan loh," ucap Arka dengan membawa makanan untuk Aleta.
"Tapi, Leta belum laper, Mas," ucap Aleta.
"Iya tau, tapi inget loh kamu kan harus menyusui anak kita nanti kalau kamu lemes gimana," ucap Arka.
Akhirnya Aleta pun menurut dan mulai makan makanan yang Arka bawakan tentunya dengan Arka yang menyuapinya.
"Nama anak lo siapa, Ka?" tanya Kevin.
"Iya, Mama belum tau nama anak kamu. Siapa namanya?" tanya Mama Febby.
"Namanya Kevin aja gimana biar kembaran sama gue," ucap Kevin.
"Kak Kevin mah ngaco, masa anaknya Kak Arka yang ganteng namanya harus sama kayak namanya Kak Kevin yang pas-pasan," ucap Audy.
"Astaga, tersinggung gue. Gak Kakak gak Adik sama aja," ucap Kevin.
Aleta yang di tatap intens oleh sang suami lun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Yaelah, nih bocah malah saling tatap. Namanya siapa Pak Bos?" tanya Kevin.
"Kak Kevin ganggu aja," gumam Audy.
"Namanya Althafandra Andrean," ucap Arka.
"Namanya bagus, artinya apa Kak?" tanya Audy.
"Althafandra artinya lemah lembut dan Jantan, Kakak berharap Altha menjadi laki laki yang baik, pemberani, sopan dan santun," ucap Aleta.
"Jadi, nama panggilannya Altha?" tanya Tami dan diangguki Aleta.
"Bagus gue suka namanya baby Altha," ucap Tami.
Semua orang telah pulang dan di rumah sakit tinggallah Arka dan Aleta, "Ada yang sakit?" tanya Arka saat melihat Aleta yang tak kunjung tidur.
"Gak kok, Mas," ucap Aleta.
"Kalau gitu kenapa gak tidur hem? ada yang kamu pikirin?" tanya Arka.
"Gak ada kok, Mas," ucap Aleta.
__ADS_1
"Cerita sama aku ya kalau ada yang mengganjal di pikiran dan hati kamu," ucap Arka dan diangguki Aleta.
Arka pun memutuskan untuk berjalan menuju sofa yang akan ia tempati untuk tidur malam ini.
Namun, belum juga Arka sampai di sofa Aleta terlebih dahulu memanggilnya, "Mas," panggil Aleta.
"Kenapa hem?" tanya Arka.
"Emmm, i-tu," Aleta tiba-tiba saja merasa gugup saat akan mengatakan apa yang sejak tadi ia rasakan.
"Kenapa hem? kamu bilang ke aku ya," tanya Arka dengan lembut.
"Se-sebenernya Leta pengen buang air besar," bisik Aleta.
"Yaudah ayo," ajak Arka.
"Tapi, malu," ucap Aleta pelan.
"Malu kenapa?" tanya Arka.
"Pasti Mas Arka jijik ya kalau anterin Leta ke kamar mandi buat buang air besar," ucap Aleta.
"Untuk apa aku jijik, kamu itu istriki dan kamu habis melahirkan wajar kan kalau minta bantuan ke kamar mandi dan untuk masalah buang air besar tidak masalah. Aku juga pernah buang air besar kok," ucap Arka.
"Udah Mas gak usah dilanjutin Leta jadi tambah malu," ucap Aleta.
Arka pun tersenyum lalu mengecup pipi istrinya, "Jadi mau ke kamar mandi atau gak?" tanya Arka.
"Mau, ini udah gak tahan soalnya," ucap Aleta dan diangguki Arka.
Arka pun menuntun Aleta sampai di kamar mandi, "Mas Arka kenapa masih di sini?" tanya Aleta.
"Terus aku harus kemana kalau gak di sini?" tanya Arka.
"Ya, Mas keluar nanti kalau Leta udah selesai bakal panggil Mas Arka," ucap Aleta.
"Aku di sini aja takutnya nanti kalau aku diluar terus kenapa-napa sama kamu gimana coba," ucap Arka.
"Gak akan Mas, Mas Arka diluar aja ya," ucap Aleta.
Akhirnya setelah perdebatan tersebut, Arka memutuskan untuk menunggu sang istri di luar.
Beberapa saat kemudian, Aleta selesai dan memanggil sang suami. Tanpa basa basi Arka langsung masuk ke dalam kamar mandi dan kembali menuntun Aleta menuju brankar.
"Sekarang udah malam tidur ya," ucap Arka dan diangguki Aleta.
Arka berada di samping Aleta hingga Aleta benar-benar terlelap dan setelah itu, ia pun menuju sofa. Namun, sebelum itu ia memijat jagoan tampannya terlebih dahulu yang terlelap di box samping brankar Aleta.
"Selamat tidur jagoan Ayah," gumam Arka.
Hari ini sangat melelahkan bagi Arka, tapi juga hari yang sangat membahagiakan bagi Arka.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.