
Jeff berjalan di lorong rumah sakit, sejenak berhenti mengambil ponsel yang di kantong saku jas dokternya.
Nama Cindy di pilihnya, dering demi dering mulai tersambung..
"Halo, Jeff, bagaimana keadaan Kara?" Cindy terdengar cemas.
"Keadaan saat ini membaik, sekarang dia bersama seorang lelaki, kamu tau siapa dia?" Jeff memastikan kebenaran tentang Kevin.
"Oh, Kevin telah menemaninya saat ini kah?"
"Ya, namanya Kevin."
"Dia kekasih Kara, Jeff. Hmmm... rasanya lebih tenang mendengarnya saat ini. Terima kasih banyak atas pertolonganmu untuk Kara."
"Ya, sama sama.."
Hening sejenak....
"Oh, baiklah Jeff, sekali lagi terima kasih ya, bye...!"
Jeff belum menjawabnya, Cindy telah mematikan ponselnya.
Jeff melangkah ke meja perawat, menuliskan beberapa laporan dan keterangan dan segera berlalu meninggalkan rumah sakit.
***
"Hai, Stella!" Jeff menjawab panggilan dari Stella.
"Bagaimana harimu di sana? Apakah kamu besok jadi pulang?"
"Apakah kamu merindukan aku?" goda Jeff.
"Hahahaha... Sedikit!"
"Apa yang sedikit?"
"Noah, menanyakanmu?"
"Oya? Aku pun rindu kalian?"
Stella dan Jeff terdiam dengan pikiran masing-masing untuk sesaat.
"Mau aku jemput besok?"
"Boleh, jika kamu tidak keberatan."
"Sampai bertemu besok!"
"Nanti aku kirim jadwal penerbanganku, semoga tidak delay."
"Ok, bye Jeff.."
"Stella....!"
"Ya...?"
"Aku merindukanmu.. sangat rindu!"
__ADS_1
"Terima kasih, Jeff... sampai ketemu besok!"
"Bye Stell, sampai berjumpa besok!"
Senyum mengembang di wajah Jeff. Lega rasanya setelah mengatakan semuanya pada Stella. Jeff tidak peduli akan diterima atau ditolak lagi oleh Stella, kali ini kata hatinya mengatakan Stella menerimanya.
Cindy... ya, Jeff memang masih menyimpan rasa pada Cindy, namun dia telah dapat menerima semuanya. Pertemuan dengan Kara menyadarkan dirinya bahwa hidup harus terus maju. Kara yang kehilangan tunangannya, kini tampak bahagia dengan keberadaan orang baru di sisinya.
Saat ini Cindy telah menikah, dan hidup bahagia bersama suaminya, sedangkan dirinya harus melupakan masa lalu, dan menatap masa depan, untuk hidup bahagia. Ya, itulah yang membuat Jeff harus melupakan perasaan yang ada untuk Cindy dan terus berjuang mengejar Stella.
****
Pesawat mendarat dengan sempurna di LAX, Jeff berjalan sambil menyeret kopernya.
Di pintu kedatangan, Stella telah menunggunya. Jeff tersenyum melihat Stella melambaikan tangan, dan segera mempercepat jalannya.
"Hai Stella."
Stella memeluknya, Jeff membalas pelukan Stella.
"Selamat datang kembali!"
Mereka berjalan bersama menuju mobil Stella. Jeff memasukkan koper ke bagasi, lalu masuk ke mobil.
"Baik Dokter Jeff, kini aku akan mengantarmu pulang." Jeff mengangguk dan tersenyum.
"Bagaimana kabar Noah? Dua Minggu terasa lama bagiku."
"Keadaan baik, Minggu depan dia bertanding lagi. Noah juga menanyakan tentangmu."
"Oya..?"
Jeff tertawa kecil sambil menatap Stella, " Tentu aku akan datang untuk mendukung nya!"
"Apakah kamu mau makan sebelum pulang?"
Jeff menggaguk, "Kita memesan makanan siap saji saja."
Stella menatap Jeff dan tersenyum.
Stella menuju restoran burger ternama, lalu mereka memesan dua menu untuk mereka. Lalu mereka duduk berhadapan sambil menikmati burger dihadapan mereka.
"Bagaimana pekerjaanmu selama ini?" tanya Jeff.
"Baik, seperti rutinitas biasanya. Kamu bagaimana selama di sana?"
"Kamu merindukan diriku bukan?" goda Jeff, disambut pukulan ringan di bahu Jeff, membuatnya meringis sedikit.
Mereka menghabiskan makanan mereka, lalu bergegas kembali ke mobil menuju kediaman Jeff.
Stella memarkir mobilnya di halaman rumah Jeff yang bergaya minimalis.
"Mau mampir sebentar?"
"Baiklah."
Jeff membuka bagasi dan mengeluarkan kopernya, lalu menyeretnya masuk ke rumah.
__ADS_1
"Selamat datang di rumahku!" seru Jeff.
Stella melepaskan pandangan ke sekeliling ruangan di setiap sudut rumah Jeff yang tertata rapi.
"Kamu sendiri di sini?"
"Ya, aku sendiri. Ayah ibuku tinggal di tempat lain."
Jeff membuka kulkas dan mengambil dua botol air mineral, menyerahkan satu ke Stella, dan membuka satu botol lagi untuknya, lalu meneguk habis isinya.
Stella menerimanya, lalu meneguk sebagian.
"Baiklah, aku..."
Belum sempat Stella melanjutkan ucapannya, Jeff telah mendaratkan bibirnya ke bibir Stella, dan Stella pun membalasnya.
Hasrat Stella yang tertahan selama ini ingin segera dilampiaskan.
Selama ini Stella berusaha melampiaskan hasratnya dengan melakukan pilates, selain itu olahraga membuat tubuhnya terasa lebih relaks. Entahlah saat ini dia merasa harus bisa membuka hati untuk lelaki lain, setelah Kevin mengatakan bahwa dia telah memiliki kekasih hati.
Entah siapa membimbing siapa, mereka menuju kamar tidur Jeff, pakaian mereka terlepas satu per satu. Mereka saling mencumbu satu sama lain, hingga mencapai puncak kenikmatan masing masing bersama sama.
Mereka terengah-engah, saling tatap, Jeff mencium bibir Stella. Stella menaruh kepalanya di dada Jeff.
"Jeff...?"
"Ya..."
"Apakah aku terlalu liar untukmu?"
Jeff tersenyum menatap Stella dan menggelengkan kepalanya.
"Aku mencintaimu Stella, apa kamu mau menerima diriku?"
"Apa yang telah kita lakukan saat ini belum bisa menjadi jawaban atas pertanyaan mu itu?" Stella memukul manja dada Jeff.
Jeff tertawa lalu memeluk tubuh Stella, dan menciumi nya lagi, mereka melakukan kegiatan intim lagi entah berapa lama, hingga akhirnya mereka kelelahan dan tertidur.
***
Stella membuka matanya, menatap Jeff yang masih tertidur pulas di sisinya. Tersenyum tersungging di bibirnya, rasa sakit setelah penolakan oleh Kevin mulai sedikit demi sedikit terhapus karena kehadiran Jeff.
Jeff, lelaki ini beberapa bulan yang lalu mengejarnya terang terangan, Stella masih berharap pada Kevin. Jeff mencoba mendekati dengan berbagai cara, mulai hal kecil hingga menemani Noah, putranya.
Ditambah dukungan Claire, yang tak lain sahabat Jeff. Stella yang saat itu masih mengharapkan Kevin, belum membuka hatinya, namun penolakan Kevin saat dia berjumpa di Washington menyadarkan dirinya untuk membuka hati untuk yang lainnya.
Dua pekan selama Jeff pergi, terasa ada yang hilang. Meskipun Jeff tak pernah lelah mengirimkan pesan, atau emoji lucu via whatsapp. Stella merindukan Jeff, dia ingin segera mengatakan bahwa dirinya rindu. Namun, dia menunda hingga hari terakhir Jeff akan kembali.
Akhirnya terjawab sudah, Stella menerima Jeff dalam dirinya dan melupakan kenangan akan Kevin sebagai masa lalu saja. Mencoba melanjutkan hidup dengan orang orang yang menyayangi nya.
Stella menuju kamar mandi, dan mengguyur tubuh di shower, tiba tiba pintu kamar mandi terbuka, Jeff melangkah masuk, memeluk Stella dari belakang dan mereka melakukannya lagi.. lagi.. dan lagi..
Suara kenikmatan kembali terdengar dari bibir Stella. Entah berapa kali mereka melakukan kegiatan intim tersebut, seolah olah hari itu ingin mereka habiskan berdua.
Mereka saling tertawa sambil mengeringkan tubuh dengan handuk, Jeff kembali mendekati Stella.
"Aku ingin bersamamu Stell...!"
__ADS_1
"Aku telah di sini."
Mereka berpelukan kembali dan saling cumbu. Mereka menghabiskan hari berdua, ya .. hanya berdua.