One Night Stand

One Night Stand
Part 12


__ADS_3

*at Hospital*



Setelah menunggu penantian berjam-jam, akhirnya proses persalinan selesai juga. Terlihat seorang dokter dengan pakaian berwarna hijau keluar dari ruang persalinan



"Dok bagaimana keadaan cucu dan cicit saya?"tanya sang Kakek langsung ketika menghampiri sang dokter di depan pintu ruang persalinan



"Keadaan mereka baik baik saja. Proses persalinan berjalan dengan lancar pak dan cicit-cicit anda lahir dengan sempurna serta sehat, untuk sekarang mereka sedang dibersihkan terlebih dahulu"jelas sang dokter



"Aghh syukur lah"ujar sang kakek mulai tenang



"Maaf pak, kalau boleh tau suaminya kemana ya?" Tanya sang dokter ketika hanya mendapati sang kakek yang menunggu berlian bersalin



"Oh suami cucu saya masih di luar negri dok.. tidak memungkinkan untuk dia bisa langsung kesini"ujar sang kakek berbohong



"Oh begitu, kalau bisa tolong sampaikan pada suaminya untuk memberikan dorongan ekstra ya pak, soalnya tak jarang ibu yang melahirkan anak kembar apa lagi langsung tiga begini mampu menangani anaknya.. apalagi kalau saya tebak ini pasti persalinan pertama cucu bapak"ujar sang dokter memberikan informasi



"Iya dok Anda benar.. nanti saya bilang sama suaminya"ujar sang kakek tetap berbohong



"Kalau begitu saya duluan ya pak"ujar sang dokter



"Iya dok terima kasih"ujar sang kakek



Setelah melihat kepergian dokter ganteng itu sang Kakek langsung menghela nafasnya



"Bagaimana jika orang tau kamu hamil tanpa suami ? Gimana pandangan orang sama cicit-cicit Kakek nanti?" Ucap sang kakek pelan



Setelah lama berpikir mengenai sang cucu dan sekalian menunggu perpindahan sang cucu dari ruang persalinan ke ruang inap.. akhirnya sang Kakek memilih melihat cicit-cicit nya dulu di ruang bayi



"Permisi pak? Ada yang bisa saya bantu? " Tanya salah satu perawat penjaga ruangan bayi



"Oh.. saya cuma mau lihat cicit-cicit saya sus"ujar sang kakek



"Atas nama siapa pak?"tanya suster penjaga



"Atas nama Berlian sus"ujar sang kakek


__ADS_1


"Oh yang baru lahir ya?"tanya sang suster lagi



"Iya sus"balas sang kakek



lalu sang susterpun membawa kakek berlian ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya menjadi lebih steril lalu kembali ke ruang bayi. terdapat banyak bayi mungil yang sedang tertidur sambil terbungkus oleh kain sehingga yang terlihat hanya wajahnya saja, namun ada juga bayi yang masuk ke inkubator dengan terpasang banyak selang di tubuh bayi tersebut membuat sang kakek ikut prihatin. Namun tiba tiba pandangan sang kakek langsung teralihkan ketika mendengar ucapan sang suster



"Silahkan pak, ini cicit-cicit Anda.. anak kembar Bu Berlian berjenis kelamin laki-laki semua"ujar suster tersebut



"Hah?? Laki-laki? Bukannya ada yang perempuan satu sus?"tanya sang kakek bingung



"Ha? Maaf pak tapi ini beneran cicit-cicit bapak laki laki semua dan keadaannya sehat, bapak tau dari mana ada yang perempuan?"tanya sang suster bingung



"Kemarin kami sempat cek usg dan dokter menerangkan kalau ada yang berjenis kelamin perempuan sus"ujar sang kakek



"Kalau begitu coba silahkan menemui dokternya lagi pak biar bisa di konfirmasi lagi.. jika bapak tidak percaya"ujar sang suster



"Baik sus" ucap sang Kakek jadi lupa mau lihat cicit-cicit nya.. saat sudah didepan ruangan dokter, sang Kakek izin sebentar pada suster yang sedang berjaga



"Permisi dok" ucap sang Kakek sambil membuka pintu ruangan dokter




"Saya mau bertanya sesuatu mengenai cicit-cicit saya"ujar sang kakek



"Oh.. cicit-cicit Anda semua lengkap tak ada cacat dan sehat pak"ucap sang dokter



"Bukan itu yang mau saya tanya, tapi kemarin saat cek kandungan dengan dokter, katanya cicit saya ada yang berjenis kelamin perempuan tapi kenapa semua laki-laki?"tanya sang kakek langsung



"Oh.. maaf pak untuk yang itu, saat itu saya yang keliru.. saat proses cek usg keadaan salah satu bayi ada yang berhimpitan jadi saya kira perempuan, untuk hal itu saya mohon maaf pak"ujar sang dokter



"Ohh begitu, saya kira saya akan punya cicit perempuan"ucap sang kakek pasrah



"Saya minta maaf sekali lagi pak"ucap sang dokter tak enak hati



"Oh tidak perlu dok, saya malah yang harus berterima kasih karena sudah membantu proses persalinan cucu saya, kalau begitu saya pamit dulu dok.. saya mau jenguk cucu saya"ucap sang kakek



"Baik pak terimakasih"balas sang dokter

__ADS_1



Kemudian sang Kakek keluar dari ruangan dan menuju ruang inap sang cucu, hah pupus sudah harapan punya cicit perempuan 😭😭😭😭



Krekkk



(Suara pintu)



"Kakek?" Ucap Berlian



"Haloo cucu Kakek yang paling cantik"ucap sang kakek dengan wajah dipaksa bahagia 100%



"Kakek dari mana aja? Aku cariin dari tadi"tanya berlian



"Kakek tadi lihat cicit-cicit Kakek... mereka ganteng-ganteng"jelas sang kakek



"Iya dong kan anak aku" ucap berlian dengan pede



"Permisi waktunya untuk memberikan asi"


Ucak sang suster membawa anak-anak Berlian



"Oh iya sus"ucap keduanga



"Kalau gitu Kakek keluar dulu ya"ujar sang kakek



"Iya kek"balas berlian



Baru juga masuk sudah harus keluar... nasib laki-lakiπŸ˜‚πŸ˜‚


Akhirnya sang Kakek nongkrong di kantin rumah sakit sambil menikmati kopi panas dan roti coklat



"Cerahnya hari ini" ucap sang Kakek sambil melihat pemandangan sekitar rumah sakit



"Eh bentar kalau anak Berlian laki laki semua berarti satu anak belum ada namanya dong"ucap sang Kakek tiba tiba memikirkan nama untuk sang cicit... awalnya mereka sudah mempersiapkan nama namun karena ada kesalah pahaman jadinya dia harus mencari satu nama lagi untuk cicit tersayangnya itu



"Agh.. benar juga nama itu aja, pasti akan cocok "ucap sang Kakek yang sepertinya sudah mendapatkan ide untuk nama sang cicit



__ADS_1



Bersambung


__ADS_2