One Night Stand

One Night Stand
Pasti


__ADS_3

Leon yang mendengar hal itupun mulai emosi lalu ia pun menghampiri Arka dan berniat memukul Arka, tapi sayang sebelum ia bisa memukul Arka. Arka terlebih dahulu memukul Leon bahkan Leon sampai terkapar di jalan, setelah Leon terjatuh Aleta melihat keadaan sang istri.


"Kamu pergi cari tempat aman, kalau bisa tempat ramai," ucap Arka.


"Tapi, Mas Arka gimana?" tanya Aleta.


"Saya gapapa, nanti kabarin saya dimana tempat kamu," ucap Arka dan diangguki Aleta.


Akhirnya Aleta pun pergi ke tempat yang lebih ramai sesuai dengan apa yang dikatakan Arka. Sedangkan, Arka sendiri menatap marah pada Leon lalu ia pun menghampiri Leon yang sudah terkapar tidak berdaya disana.


"Jangan kira saya hanya diam ketika anda berusaha untuk menjatuhkan nama saya dan juga perusahaan saya, saya hanya tidak ingin berurusan dengan orang yang iri dan tidak sepadan dengan saya. Tapi, saat anda mengganggu keluarga saya apalagi istri saya maka saya akan pastikan jika bentuk pembalasan saya lebih berat daripada yang Anda pikirkan, saya juga tidak pernah menganggap jika anda dan saya saling kenal. Karena bagi saya orang di masa lalu yang tidak berguna harus di lupakan dan dibuang jauh-jauh agar tidak mengganggu masa depan kita dan anda adalah orang yang saya lupakan dan saya buang jauh-jauh," ucap Arka.


Leon menatap Arka dengan lemah dan ia masih tetap tersenyum setelah Arka berbicara, "Lu-lucu ya, dulu kita pernah kenal bahkan berteman, tapi sekarang kita saling bermusuhan," lirih Leon.


"Itulah yang saya sesalkan karena anda dan saya pernah kenal bahkan berteman, jika saya tau bagaimana anda maka saya akan memutuskan untuk menjauh saat anda memanfaatkan saya dulu," ucap Arka.


"Ka, semua itu gak kayak yang lo pikirin. Gue gak pernah manfaatin lo sama sekali, itu cuma akal-akalan ayah gue, lo kan tau gimana ayah gue," lirih Leon.


"Terlambat, karena bagi saya kalian berdua sama saja," ucap Arka.


Saat Arka akan pergi, ia pun kembali menghampiri Leon lalu menendang perut Leon hingga Leon terbatuk-batuk.


"Ternyata akting gue jelek ya sampai lo gak percaya sama akting gue," lirih Leon dengan mengeluarkan senyum liciknya.


"Hem, akting anda sangat jelek. Orang gila pun tau kalau akting anda jelek," ucap Arka.


"Padahal gue tadi cuma mau nyapa lo, Ka. Eh gue malah di hajar habis-habisan sama lo," ucap Leon.


"Saya belum menghajar habis-habisan anda," ucap Arka dan kembali memukul Leon.

__ADS_1


"Ini baru saya menghajarnya habis-habisan anda, tapi saya masih membuat anda sadar agar anda bisa meminta tolong," lanjut Arka dan meninggalkan Leon sendirian di tengah jalanan yang cukup gelap.


Arka mengendarai sepeda motornya dan menghubungi Aleta, setelah panggilan tersebut tersambung. Aleta pun memberitahukan tempatnya saat ini dan Arka sendiri langsung mengendarai sepeda motornya menuju sang istri.


Beberapa saat kemudian, mereka berdua pun sampai di tempat yang Aleta katakan saat di telepon tadi. Ternyata Aleta berada di sebuah warung sederhana dimana di sana bukan hanya ada Aleta, tapi juga beberapa warga yang tengah berbincang-bincang.


Aleta sendiri ditemani seorang gadis yang entahlah Arka tidak mengenalnya yang jelas di sana mereka berdua saling mengobrol dengan santai.


Arka pun berjalan dan menghampiri sang istri, "Mas Arka," panggil Aleta saat melihat Arka yang duduk di sampingnya.


"Ini suaminya Kakak?" tanya gadis tersebut.


"Iya, ini suami Kakak," ucap Aleta.


"Ganteng ya Kak, cocok deh sama Kakak soalnya Kakak cantik dan suami Kakak juga ganteng, aku yakin deh nanti pasti anaknya Kakak juga bakal cantik atau ganteng," ucap gadis tersebut.


"Pasti," ucap Arka.


Sebenarnya ia cukup malu saat mendengar jawaban Arka tadi, bagaimana bisa Arka mengatakan hal seperti itu dengan percaya diri.


"Makasih Kak," ucap gadis itu lalu ia pun masuk ke dalam warung karena memang dia adalah anak dari pemilik warung.


"Mau langsung pulang atau gimana?" tanya Arka.


"Langsung pulang aja Kak, aku capek banget hari ini. Pengen istirahat aja di kamar," ucap Aleta dan diangguki Arka.


Setelah membayar minuman dan cemilan yang tadi di berikan oleh pemilik warung, Arka dan Aleta pun menaiki sepeda motor milik Arka dan pulang ke kediaman keluarga Andrean.


Ya, Aleta tadi memang di berikan minuman dan cemilan secara cuma-cuma oleh pemilik warung, tapi karena tidak enak karena Aleta sudah meminum dan memakan cemilan tersebut, maka Aleta pun berniat membayarnya dan saat akan membayarnya tiba-tiba ditahan oleh Arka lalu Arka mengatakan biar dia yang membayarnya hingga akhirnya Arka lah yang membayarnya. Aleta sempat menolak, tapi Arka tidak menerima penolakan hingga akhirnya Aleta pun pasrah dan mengikuti apa yang di katakan Arka.

__ADS_1


Arka dan Aleta pulang ke kediaman keluarga Andrean hingga saat mereka sampai di kompleks perumahan tersebut tiba-tiba sebuah mobil keluar dari kompleks perumahan tersebut dan tidak sengaja menyerempet sepeda motor yang Arka kendarai dan untung saja Arka bisa seimbang saat mengendarai sepeda motor tersebut sehingga ia dan Aleta tidak sampai terjatuh.


Arka tentunya tidak terima karena mobil tersebut yang keluar kompleks perumahan cukup kencang hingga membahayakan orang lain apalagi Aleta saat ini tengah hamil. Arka hanya takut jika tadi ia tidak bisa seimbang dan membuat Aleta serta anak yang dikandung sang istri kenapa-napa.


Arka pun turun dari mobil, meskipun Aleta berusaha untuk mencegahnya, tapi Arka tetap kekeh dan menghambat mobil tersebut.


"Keluar anda!" teriak Arka.


Akhirnya penumpang mobil tersebut pun membuka jendela mobilnya, "Oh ada Kakak ipar, eh maksudnya mantan Kakak ipar," ucap Vanya.


"Mau ngemis kalian di perumahan mewah ini, kalua kalian ke sini cuma mau minta-minta lebih baik pergi deh terus minta-mintanya di lampu merah sana, di sana lebih banyak yang mau ngasih daripada di sini lagian nih ya jalani berdua itu gak pantes dan gak level ada di perumahan mewah ini, jangankan di perumahannya kalian di jalanan perumahannya aja gak cocok. Udah deh lebih baik kalau pergi aja takutnya nanti ada barang-barang berharga yang bilang lagi soalnya diambil sama orang miskin kayak kalian," ucap Bunda Dea.


Aleta sendiri hanya menatap sedih pada keluarganya yang begitu angkuh dan sombong dengan apa yang mereka dapatkan sekarang.


"Saya tidak peduli anda siapa, tapi di sini anda salah karena sudah mengendarai mobil anda dengan kencang bahkan hampir membuat saya dan istri saya jatuh," ucap Arka, yang masih berusaha sopan pada mertuanya.


"Kasihan banget sih harusnya tadi kita lebih kenceng Bun, biar mereka berdua jatuh," ucap Vanya.


"Bener kamu sayang, harusnya tadi Mama buat mereka jatuh sekalian," ucap Bunda Dea.


"Se-benci itu ya Bunda ke Leta?" tanya Aleta.


"Iya lah, asal kamu tau ya, saya itu benci banget sama kamu. Bahkan kalau ada alat buat hilangin kamu, saya bakal hilangin kamu sebelum kamu lahir di dunia ini tau," ucap Bunda Dea.


Tapi, semua ini bukan salah Leta, Bun. Bunda sama Ayah yang melakukannya, tapi kenapa semua kesalahannya dilimpahkan ke Leta. Leta gak tau apa-apa masalah antara Bunda dan Ayah di masa lalu, Leta juga gak pernah minta untuk dilahirin karena kalau tau bakal begini Leta akan memilih untuk tidak pernah lahir. Bunda juga harusnya menolak perjodohan yang dilakukan Kakek dan bunda bisa bahagia dengan kekasih Bunda, begitupun dengan Ayah. Jadinya Leta gak bakal ngerasain sakit kayak gini!" teriak Aleta di akhir kalimatnya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2