One Night Stand

One Night Stand
Part 9


__ADS_3

Sudah seminggu ku menunggu berita dari anak buahku, tak ada satu pun dari mereka yang melapor tentang hasil pencarian mereka. Apa sesusah itu sampai tak ada satu Batang hidung pun yang menghadap aku?



Tokk tokkk tokkk..



"Permisi pak, tuan Assley sudah datang" ucap sekertaris ku



"Oh.. suruh masuk"ucapku semangat



"Permisi tuan, maaf sudah lama menunggu saya datang kesini untuk menyerahkan berkas ini, ini hasil dari penemuan kami"ucapnya menyerahkan satu map berkas perempuan yang sempat ku jadikan teman ONS ku



"Kenapa cuma segini?"tanyaku dengan nada membentak.. berkas yang ku terima cuma mengenai hal biasa



"Maaf tuan, hanya ini yang mampu kami dapatkan sepertinya perempuan yang menjadi teman malam tuan bukan perempuan sembarangan... indentitas nya sangat sulit kami dapatkan"ucap Assley sang detektif kepercayaan ku yang keahliannya perlu diacungi jempol tapi melihat hanya segini yang dia dapat membuatku kecewa



"Saya tidak mau tau bagaimana pun caranya Anda harus bisa mencari tau mengenai dia secara detail dan pastikan apakah dia sedang mengandung atau tidak. Anda sudah saya bayar mahal jangan kecewakan saya seperti ini... saya beri Anda waktu 2 Minggu paling lambat mulai dari sekarang"ucapku tegas



"Baik Tuan"ucapnya keluar dari ruanganku



Ku buka map tadi dan mulai ku baca ulang, tidak ada yang spesial dari isi map ini, hanya berisi nama, tanggal lahir, tempat tinggal yang jarang ditempati, foto, dan hal tidak penting lainnya. Begitu susahnya kah mencari identitas perempuan yang bernama Berlian ini?


__ADS_1


Dava prov end



Ditempat lain tepatnya di negara Paris


Terlihat seorang wanita sedang menangis histeris didepan pria tua yang tampak menahan emosinya



"Berlian Kakek tanya baik-baik sekarang kamu jawab siapa bajingan itu" Ucap pria tua yang ternyata adalah Kakek Berlian



"Berlian tidak tau Kakek" ucap Berlian sesugukan sambil terus menangis



"Kamu kenapa nangis terus? Kakek ngomong baik baik Lo dari tadi"tanya sang Kakek menahan amarahnya




"Sayang, cucu Kakek yang paling cantik... jawab pertanyaan Kakek ya, siapa ayah anak kamu? Kasihan anak kamu nanti nanyain ayahnya kemana kok gak pernah liat" ucap Kakek sabar sambil menggosok punggung cucunya yang nangis histeris



"Berlian gak tau Kakek, nanti kalau anak aku nanya gitu aku jawab kalau ayahnya lagi kerja cari duit yang banyak buat mereka" ucap Berlian seperti anak kecil



"Kamu ini gak baik Lo bohongin anak sendiri"



"Berlian cuma mau ngurus anak Berlian sendiri aja Kakek" ucap berlian meyakinkan kakeknya


__ADS_1


"Sayang kamu hamil anak kembar tiga loh, kamu pikir gampang ngurus anak? Satu aja susah apalagi tiga"ucap Kakek menerangkan



"Ya kan Berlian bisa minta tolong babysister anak aku dong, sekalian berlian belajar kan kek. Anak aku ini anugrah Tuhan buat aku, jadi biar aku aja yang rawat mereka sampai mereka sukses"



"Hah... ya sudah lah terserah kamu aja" ucap sang Kakek putus asa



"Kakek jangan gitu, bukannya Kakek mau cepat-cepat punya cucu dari berlian?"



"Iya memang, tapi bukan begini caranya"



"Sudah ya kek ikhlas saja, Berlian hamil kembar tiga loh... nanti Kakek puaspuasin aja main sama cucu Kakek"



"Kakek gak masalahin itu, cuma Kakek gak terima aja sama ayah anak kamu.. kamu bakal susah nanti tapi dia pasti senang senang diluar sana"



"Hah... Kakek Berlian tetap pada pendirian berlian kalau aku mau besarin anak aku sendiri jadi Kakek jangan ngelakuin hal aneh ya, tolong kek ngertiin Berlian"



"Ya terserah kamu aja lah"ucap sang Kakek pasrah




__ADS_1


Bersambung


__ADS_2