
Cindy dan Brian telah menyiapkan beberapa menu untuk acara thanksgiving keluarga besar mereka.
Brian mengajak nenek dan Vivian untuk merayakan di kediaman keluarga Cindy di LA.
Mereka menyiapkan villa milik keluarga yang terletak di dekat pantai. Kali ini tidak hanya perayaan thanksgiving, namun juga pengumuman kehamilan Cindy.
"Aku tidak mau tau alasan apapun darimu Kar! Kamu harus datang besok!" Cindy menutup ponselnya setelah menghubungi Kara yang sedang sibuk mengurus beberapa administrasi untuk restoran.
Brian sibuk membersihkan bagian rumah bersama beberapa pegawai mereka. Nenek membantu menyiapkan beberapa menu makanan bersama Vivian.
"Aduh, kamu sedang hamil, jangan terlalu banyak bergerak dulu, beristirahat saja dulu!" Nenek menuntun Cindy ke sofa.
"Tapi, persiapan belum 50 persen, Nek,"
"Sudah, biar Nenek, Vivian, dan Brian yang mengurus." ujar Nenek sambil melotot pada Cindy.
Akhirnya Brian menghubungi Andy, meminta bantuan beberapa chef restoran untuk memasak di villa supaya acara bisa berjalan dengan lancar.
Andy mengirim dua orang chef dan beberapa pegawai untuk membantu acara. Ayah Cindy juga menyuruh beberapa pegawainya untuk membantu acara di villa.
Mama Kara dan Mama Cindy ikut turun tangan untuk acara keluarga besar mereka.
"Apakah Kara sudah kamu ingatkan?" tanya Mama Kara pada Cindy.
"Sudah Tante, penerbangan sore ini. Dia ke mari bersama Kevin."
"Jadi benar rumor yang beredar, Kara dengan Kevin?" Mama Kara agak terkejut.
"Iya."
"Astaga!" Mama Kara hanya bisa menggelengkan kepalanya. Cindy menatap tantenya dengan heran, "Apakah Tante tidak suka dengan kabar baik ini?"
"Aku senang, bahkan sangat senang Kara bisa dekat lagi dengan seseorang, tapi aku tidak menyangka, berputar putar pada keluarga Johnson."
__ADS_1
Nenek terkikik mendengar ucapan mama Kara.
"Kevin telah mengenalkannya padaku." ucapnya.
Mama mendekati nenek, "Aku senang bisa berbesan kembali dengan keluarga kalian, semoga mereka benar bener sampai menikah, bukan sekedar bersenang senang saja." Mama Kara merangkul Nenek Kevin, di balas senyuman dari Nenek.
"Kami sangat senang bisa berbesan dengan keluarga kalian. Sejak kehilangan orang tua, anak anak terpaksa bertumbuh dewasa lebih cepat, terutama Brian. Kevin, memiliki trauma tersendiri, yang membuatnya hidup seperti saat ini. Aku senang saat Kevin mengenalkan Kara padaku, tempo hari. Kevin terlihat lebih bahagia."
Mama Kara, Mama Cindy, dan Nenek saling berbagi cerita.
Berkumpul saat thanksgiving adalah tradisi keluarga besar Kara setiap tahun, namun sejak nenek mereka tiada, satu persatu keluarga sering absen dengan alasan kesibukan.
Hanya keluarga Cindy yang masih meneruskan tradisi ini, sedangkan Kara sejak kehilangan Josh, dia semakin enggan kembali ke LA.
****
Kara menarik kopernya di belakangnya ada Kevin yang mengikuti. Kevin mengambil trolley yang tergeletak di bandara, lalu menaruh barang barang mereka di atasnya. Kara tersenyum dan mencium pipi Kevin.
Kevin menyukai Kara saat ini, entahlah bulan depan mereka akan berpisah kembali.
"Kara, setelah aku menyelesaikan semuanya apakah kamu mau tinggal bersamaku?" tanya Kevin lembut sambil mengelus rambut Kara.
Kara membenarkan duduknya, lalu menatap Kevin.
"Maksudmu?"
"Setelah pekerjaanku selesai di New York, maukah kamu tinggal bersamaku?" ulang Kevin.
Kara terdiam. Pertanyaan Kevin membuatnya teringat akan Josh, yang mengajaknya tinggal bersama, bahagia dengan banyak rencana dan impian impian berdua, lalu tiba tiba Josh meninggalkannya untuk selamanya.
"Aku tidak tahu Kev. Lebih baik kita jalani saja hubungan kita saat ini. Kita nikmati momen berdua kita." Kara mengalungkan tangannya di leher Kevin, menatap lelaki itu dengan dengan mesra.
"Kara, aku akan membalasmu nanti, sesampainya di sana!" ucap Kevin tanpa ekspresi. Membuat Kara semakin membuat gerakan yang menggoda Kevin.
__ADS_1
Kara tertawa cekikikan, dan Kevin pun akhirnya ikut tertawa dengan ulah mereka sendiri.
Pengumuman penerbangan mereka akhirnya tiba, Kara dan Kevin menuju ke pintu masuk pesawat, mereka duduk bersebelahan.
kara menggenggam tangan Kevin saat pesan lepas landas, lalu Kevin menenangkan Kara dengan menggenggam tangan Kara.
Sekitar 5 jam perjalanan mereka, akhirnya pesawat mendarat di LAX dengan selamat. Kara dan Kevin menunggu barang mereka di bagasi, setelah barang barang lengkap, mereka bergegas keluar bandara dan memanggil taksi.
"Kita langsung ke villa saja ya, kata Cindy, Nenek dan Vivian sudah di sana."
"Oya!" Kevin terkejut, namun juga senang karena keluarganya akan berkumpul juga.
"Ini adalah pertama kalinya aku berkumpul pada perayaan thanksgiving, sejak kehilangan Josh." gumam Kara sambil menatap jalanan melalui jendela taksi. Kevin terdiam, ada rasa cemburu terselip di dadanya mendengar nama Josh.
Josh masih ada di benak Kara saat ini, Kevin tidak bisa menyalahkan Kara untuk hal ini. Ia bertekad untuk merebut hati Kara hanya untuknya, dan menghapus kesedihan akan kehilangan Josh.
Kara menatap booth masakan Cina yang sering dia beli bersama Josh, kenangan akan Josh kembali menyeruak di kepala Kara.
Josh akan mengajaknya ke pantai setelah membeli beberapa menu makanan, lalu mereka menikmatinya sambil mendengarkan deburan ombak di pantai. Setelah itu mereka akan mengendarai mobil di area perumahan elite artis, tak jarang Josh mengajak ke area syuting saat malam hari, meski hanya untuk sekedar berjalan-jalan saja.
Sudah empat tahun lebih Josh meninggalkannya, kini ada Kevin di sisinya. Kara merasa ini tak adil untuk Kevin, namun sisi lain hatinya mengatakan cobalah untuk menerima orang baru untuk menjalani hidup yang baru. Terlebih setelah rahasia besar Josh terbongkar tentang masa lalunya. Membuat luka tersendiri di diri Kara, namun ia tak bisa melakukan apa apa, selain menerima semuanya dan menjalani.
Kara sudah mengirimkan pesan pada Claire dan Jeff untuk reuni bersama pada akhir pekan, Kara mengundang teman temannya di kedainya. Kara ingin bertemu dengan Noah, putra Stella dan Josh, serta memberi kejutan pada teman temannya tentang kedekatannya dengan Kevin.
Kara ingin melihat reaksi semua orang akan berita itu. Kara tidak ingin ada yang saling terluka dan melukai perasaan yang lainnya.
Taksi mulai memasuki kawasan perumahan area villa yang terletak di pantai. Kara pun tidak mengetahui villa itu milik siapa tepatnya. Karena setahunya, Kakek membeli tempat itu untuk tempat tinggal, menikmati masa tua bersama neneknya. Namun, setelah selesai di renovasi, Kakek meninggal karena serangan jantung mendadak karena kelelahan. Akhirnya nenek tinggal bersama keluarga Kara, dan tempat itu menjadi villa untuk disewakan atau untuk acara kumpul keluarga.
Taksi berhenti di depan sebuah rumah bercat putih, tampak beberapa kendaraan terparkir di halaman rumah.
Kara dan Kevin mengeluarkan tas mereka dari bagasi. Mereka masih berdiri di halaman rumah untuk beberapa saat setelah taksi berlalu.
Kara menghela napas panjang, "Ayo kita masuk!" ucapnya sambil menepuk punggung Kevin.
__ADS_1