One Night Stand

One Night Stand
Rencana masa depan


__ADS_3

Kevin menatap meja makannya dengan takjub, penuh dengan aneka makanan.


"Aku seperti sedang berada di rumah!" serunya. kegembiraan dan kebahagiaan Kevin seolah menular padanya yang tersenyum menatap Kevin yang terlihat bahagia.


Kevin menuangkan wine ke gelas, memberikan pada Kara dan mengambil untuknya..


"Cheers!!" mereka meminum wine dengan gembira.


Kevin memotong steak yang telah disiapkan Kara, memakannya, dan menatap Kara saat mengetahui betapa lezat rasanya.


"Kamu membeli dari restoran kah?"


Kara menggeleng.


"Bohong pasti! Seenak ini rasanya!" cecar Kevin tak percaya.


"Ini resep rahasiaku untuk menu steak di restoran."


Kevin menatap Kara.


"Jadi, kamu kembali ke restoran?" Kevin meletakkan pisau dan garpu di piring, dan masih menatap Kara yang berusaha menyiapkan diri menjelaskan semuanya.


"Ya. Aku telah mengundurkan diri dari tabloid, sudah beberapa hari yang lalu, pekerjaan telah aku selesaikan. Papa memintaku membantu mengurus restoran di San Fransisco dan Las Vegas. Aku telah memikirkan ini berulang kali, kesehatan papa sudah tidak seperti dulu lagi, dan aku pun tidak bisa egois memikirkan diri sendiri seperti dulu. Kini, aku punya dirimu Kev, aku ingin melanjutkan hidupku lagi tanpa bayangan masa lalu." Kara berbicara sambil menggenggam tangan Kevin.


Kevin terpaku, dadanya sesak antara bahagia atau sedih memikirkan semuanya. Kontrak kerjanya yang ditandatangani kemarin menjadi bumerang bagi dirinya dan hubungannya dengan Kara.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ingin menceritakan hal bodohku padamu."


Kevin mengusap wajahnya kasar dengan tangannya.


"Aku telah tanpa sadar menandatangani kontrak kerja di new York. Desember aku sudah harus memulai pekerjaan di sana."


Diam.....


Kara dan Kevin terdiam, tenggelam dalam pikiran masing masing.


"Ayo kita selesaikan makan malam kita, nanti dingin tidak enak lagi!" Kara berusaha mencair kan suasana, meskipun di dalam dadanya berkecamuk pikiran antara restoran, Kevin, dan pekerjaan Kevin. Mampukah mereka mempertahankan hubungan jarak jauh. Saat ini, itu yang ada di kepala Kara.


Mereka segera menyelesaikan makan malam mereka dengan cepat. Kara membereskan piring kotor ke wastafel dan mencuci satu per satu.


Kevin berdiri di belakang Kara, memeluknya dari belakang. "Aku mencintaimu Kara, aku tidak ingin kehilanganmu!" Kevin memeluk Kara seolah tidak ingin kehilangannya.


Hening.....


Lama mereka saling bertatapan, Kara menautkan kedua tangannya ke leher Kevin, mendekatkan wajahnya ke wajah Kevin. "Kamu selalu di sini!" Kara sambil menunjuk dadanya, lalu ia mencium Kevin dengan lembut.


Dua sejoli yang saling mencintai menikmati saat berdua.


Kevin membopong tubuh Kara ke kamarnya, meletakkan di atas tempat tidur. Mereka saling bercumbu, satu persatu pakaian mereka terlepas dari tubuh, berhamburan di lantai kamar. Kevin dan Kara saling beradu teriakan kenikmatan duniawi hingga mencapai puncaknya, entah berapa kalian mereka berdua melakukannya. Hingga mereka berdua terlelap di tempat tidur saling berpelukan.


****

__ADS_1


Kara terbangun dari tidurnya, dia teringat saat terbangun pertama kali dia tidur dengan Kevin pada hari pernikahan Cindy.


Kara tersenyum menatap Kevin yang masih pulas, mengecup pipinya pelan, lalu perlahan mengenakan pakaiannya.


Kara membuka kulkas, melihat stok bahan makanan, lalu mengambil beberapa butir telur, kentang, dan susu. Kara membuat omelette dan mash potato. Kara meracik kopi andalannya, saat diseduh aromanya langsung menyebar ke seluruh ruangan.


Kevin terbangun mencium aroma semerbak kopi, beranjak dari tempat tidurnya menuju sumber aroma makanan.


Kara telah duduk di meja makan sambil menyesap kopinya.


"Mengapa tak membangunkan aku?" tanya Kevin.


"Kamu terlihat lelah."


Kevin mengecup bibir Kara, lalu duduk di sebelah sambil menikmati sarapan.


"Aku akan pulang ke LA." ucap Kara sambil menatap cangkir kopinya.


"Untuk seterusnya?"


"Aku akan di San Fransisco selama enam bulan, lalu ke Vegas, setelah itu baru lihat perkembangan keduanya." Kara menatap Kevin.


"Dulu aku tidak masalah akan bekerja di manapun, tapi sejak mengenalmu, aku selalu ingin dekat denganmu. Entahlah bagaimana menjalani ini besok, selama dua tahun ke depan." Kevin tertunduk.


Kara menepuk punggung Kevin pelan sambil mengusap-usap.

__ADS_1


"Kita akan ke LA bersama, kita bisa merayakan thanksgiving bersama keluarga besar." lanjut Kevin, dibenarkan dengan anggukan kepala Kara.


__ADS_2