One Night Stand

One Night Stand
Rahasia


__ADS_3

Kara sedang menyelesaikan ulasannya di apartemen, sambil menikmati secangkir kopi dan pancake buatannya sendiri. Jane atasannya, memperbolehkan Kara bekerja di luar kantor.


Kara merindukan Claire temannya yang menikah dengan Kenny.


"Hai Claire!" sapa Kara lewat video call.


"Hai Kara, apa kabarmu?"


"Aku baik baik saja. Sedang liburkah dirimu?"


"Hari ini aku libur, semalam aku dinas malam, baru pulang tadi pagi."


"Oh, maafkan aku, mengganggu istirahat mu."


"Tidak apa apa. Kamu tidak bekerja?"


"Aku bekerja, namun saat ini aku lebih fleksibel, dapat bekerja di luar kantor."


"Hai Bibi Kara, kapan kemari membuat ku waffle lagi?" Putri Claire menyapa Kara.


"Hai Nina! Besok jika Bibi liburan ke sana, mampir ke kedai ya. Bibi traktir waffle makan sepuasnya!"


"Horee...!" Nina berteriak kegirangan, Claire dan Kara tertawa melihat tingkahnya.


"Bibi, kenalkan ini Noah!" Nina menarik seorang anak lelaki ke depan kamera, bocah itu melambaikan tangan menyapa Kara sambil tersenyum. Sejenak Kara terdiam, terkejut melihat bocah di seberang sana, dia merasa seperti melihat seseorang yang sangat dia kenal.


"Sudah Nina, mama sedang mengobrol dengan Bibi Kara. Ajak Noah ke rumah pohon, nanti mama bawakan makanan ke sana!" Claire membuyarkan lamunan Kara.


"Hai, Kara, maafkan anak anak ya." Claire menatap Kara.


"Anak siapa itu?"


"Itu anak Stella, teman Kenny. Kebetulan Stella bekerja di rumah sakit yang sama denganku. Dia seorang dokter. Dia mantan kekasih Kevin, kakak ipar Cindy." terang Claire. Kalimat terakhir Claire membuat jantung Kara sejenak terhenti. Kara berusaha untuk tetap tenang.


"Lalu Noah?"


"Maksudmu ayahnya?" tanya Claire.


"Ya," Kara menggaguk.


"Stella selalu merahasiakan identitas ayah Noah," Claire berbicara berbisik, membuat Kara penasaran.


"Saat ini Stella sedang mengejar cintanya di Washington. Dia akan mencari Kevin di sana, kebetulan dia sedang ada acara bersama dokter dokter di Washington."


Kara menganguk mendengarkan Claire bercerita mengenai Stella. Pikirannya melayang, mengingat Kevin.


"Kara... Kara... Halooo....!" Claire membuyarkan lamunannya.


"Oh... ya... Maaf, aku hanya sedikit lelah."


"Baiklah, beristirahat lah dengan baik, makan yang teratur dan banyak. Badanmu terlihat makin kurus. Jaga kesehatan ya..!" Claire sering mengingatkan Kara akan kesehatan.


"Baiklah... Bye..!" Kara melambaikan tangan pada Claire.


Kara menggenggam ponselnya, sambil memikirkan semua cerita Claire tentang Kevin dan Stella.


Ting! Pesan masuk.

__ADS_1


Selamat pagi, semoga harimu menyenangkan. Aku merindukanmu.


Kara membaca pesan dari Kevin sambil tersenyum sinis.


Kara menepuk kepalanya, menelungkup kan kepala di atas meja.


Kara berdiri berjalan menuju balkon kamarnya untuk menghirup udara segar.


Kara ingin menceritakan pekerjaan barunya pada Kevin, namun diurungkannya setelah mendengar cerita Claire. Memang tidak adil hanya mendengar dari satu pihak, namun insting wanitanya mengatakan ada hal lain yang disembunyikan oleh Kevin darinya.


Kara menyelesaikan pekerjaannya, dia ingin mengalihkan perhatiannya sejenak dengan berjalan jalan.


Kara menuju ke gudang milik Bibi Mary. Dari jauh dia melihat Andy sedang sibuk menata tempat. Melihat Kara datang , Andy memeluknya.


"Adikku, akhirnya kamu datang. Bagaimana pekerjaanmu?"


"Tentu saja aku akan datang membantu."


"Ini tetap milikmu, aku membawa truk, untuk ikut festival kuliner di taman kota. Bagianmu adalah mengurus itu bersama Ben," Andy mulai melancarkan strategi bekerja.


"Maksudmu, tetep milikku?" tanya Kara heran.


"Setengah bagian kedai tetap milikmu, aku lebih suka membuka restoran pop up seperti saat ini. Aku memerlukan dirimu Kara, untuk mengembangkan bisnis ini."


Kara menatap Andy untuk beberapa saat.


"Aku akan mencoba membantumu."


Andy tersenyum gembira mendengar Kara setuju membantu nya.


Kara menuju truk, melihat persiapan untuk berjualan. Melihat Kara datang, Ben tersenyum menyambut.


Kara hanya tertawa mendengar sambutan Ben.


Kara memakai celemek berlogo kedai, memulai membuat selai dan menyiapkan toping untuk pancake dan waffle. Kara menimbang dan mencampur semua bahan, mengaduk adonan pancake dan waffle.


Foodtruck berjalan menuju taman kota, hari ini adalah pembukaan acara festival kuliner. Orang orang sangat bersemangat menyambut acara tersebut. Ada pertunjukan musik juga di taman. Kara sedikit melupakan masalahnya.


Aroma kopi dan waffle serta pancake menyebar kemana mana, pengunjung tertarik mencoba.


Satu persatu orang orang berdatangan memesan di kedai Kara.


Hari mulai gelap dan adonan habis untuk hari ini.


Kara, Ben, dan Timmy bertepuk tangan mengakhiri penjualan hari ini yang habis semua.


Ben mengantar Kara pulang menggunakan foodtruck.


Kara naik menuju kamarnya, tubuhnya terasa lelah.


Setelah mandi ia merebahkan dirinya di tempat tidur dan matanya mulai terpejam.


Ponsel berbunyi membangunkan Kara yang tertidur.


"Halo.." Sapa Kara dengan malas.


"Kara, tumben sudah tidur?"

__ADS_1


"Iya.."


"Kamu terdengar sangat lelah?" tanya Kevin.


"Ya, tadi aku membantu Andy. Dia ikut festival kuliner yang ada di taman kota."


"Oya! Wah aku sangat ingin bertemu dengan Andy dan mencoba masakannya."


"Dia chef yang berbakat," puji Kara.


"Ya ya.... Besok aku kembali ke Washington, aku tak sabar ingin bertemu denganmu."


"Ya, sampai bertemu besok Kev, bye!" Kara menutup ponselnya dan meletakkan di meja. Kara masih terngiang-ngiang cerita Claire tadi pagi tentang Kevin dan Stella, dan bocah lelaki yang wajahnya terasa familiar baginya.


Kara menatap foto Josh dan dirinya, Kara merasa ada rahasia yang disembunyikan oleh Claire dari dirinya.


Rahasia apa antara Josh, Kevin, Kenny, dan Stella? Di kepala Kara hal itu yang berputar-putar.


***


Di bagian lain, Kevin menutup ponselnya. Ia merasa beberapa hari ini ada hal yang berubah dari Kara. Hatinya merasa tidak tenang, dia ingin segera pulang menemui pujaan hatinya.


***


Pesawat telah mendarat di Washington, Kevin segera memesan taksi menuju ke kantor Kara. Kevin ingin memberi kejutan untuknya. Namun sesampainya di sana Kara tidak berada di kantor, karena sedang melakukan liputan di luar kantor.


Kevin menghubungi Kara, "Hallo!"


"Kamu di mana Kara?"


"Oh, aku sedang di restoran taco, ada apa?"


"Kapan ada di rumah?"


"Mungkin malam, setelah selesai liputan aku langsung ke restoran Andy."


"Baiklah, sampai jumpa nanti," Kevin menutup ponselnya dan menuju rumahnya dengan sedikit kecewa tidak dapat bertemu Kara.


****


Stella berdiri di depan sebuah gedung, membaca alamatnya kembali.


"Ya, inilah tempatnya!" gumam Stella.


Stella melangkah masuk ke gedung menuju resepsionis.


"Apakah Kevin Johnson ada?" tanya Stella pada resepsionis.


"Sebentar Bu, saya cek dulu," resepsionis tersenyum ramah sambil memencet angka di telpon.


Stella menunggu dengan sabar saat resepsionis tersebut sedang memeriksa kebenaran Kevin.


"Maaf Bu, Pak Kevin sepertinya belum kembali dari perjalanan dinas."


Kara mengucapkan terima kasih pada resepsionis, lalu melangkah gontai.


Mengapa Kevin sama sekali tidak mempedulikan nya lagi. Apakah dia sudah mempunyai penggantiku? Stella menghela nafas, berjalan menuju foodtruck dekat taman kota. Dia mencium aroma kopi yang sangat harum.

__ADS_1


Stella melangkahkan kakinya ke truk itu, logonya seperti dikenalnya, lalu dia tersenyum. Kedai kopi favoritku sampai sini juga.


Stella memesan kopi dan waffle, saat itu Kara yang sedang melayaninya. Namun mereka belum saling mengenal.


__ADS_2