
Satu bulan setelah kejadian
Terlihat Dava sedang sibuk dengan berkasnya, tiba-tiba hpnya berbunyi menampilkan nama mama calling.
"Dava kamu sibuk gak sekarang? Ke kafe ginta sekarang Dav penting! SEKARANG!" teriak mamanya membuat Dava mau tak mau bergegas pergi.
Sampainya di kafe Dava melirik sudut kanan kafe manampilkan mamanya yang sedang melambai kearahnya
"ada apa ma?" ucapnya sambil duduk
"sini kamu lihat sana pacar kamu virna virna itu lagi mesra mesraan sama selingkuhannya." Kuarahkan pandanganku kearah yang ditunjuk mama dan yap terlihat virna sedang merangkul lelaki lain sambil mencium pipi lelaki itu bahkan tak segan" ia mengecup bibir laki laki itu tanpa malu.
Astaga sedangkan sama ku saja dia tidak pernah begitu! Teringat saat kucium pipinya aja dia langsung marah, sial sakit banget gak nyangka aku..
Karna sudah emosi tanpa babibu Langsung ku berdiri dan berjalan kearah mereka dengan tanganku memegang minuman yang dipesan mama tadi, dan saat hampir dekat dengan mereka ku dengar omongan mereka yang menyesakkan hati
"sayang kamu gak nemuin Dava?"
"kagak aku malas, kemarin aku baru beli sepatu sama tas. Belum ada baju baru jadi buat apa aku ketempat dia" ucap virna sambil bergalut manja dilengan selingkuhannya
"kapan kamu mau nguasain semua hartanya? Biar kita bisa nikah yang?"
__ADS_1
"secepatnya sayangku, tunggu aku singkirkan dulu mamanya yang cerewet itu, heran aku lihat mulut mamanya gak pernah di rem kalau liat aku" ucap virna sambil memajukan bibirnya yang membuat ku semakin jijjk
"haha kamu jangan manyun gitu dong sayang" tanpa babibu Dava langsung menuang air tepat dikepala Virna dan yang terdengar hanya jeritan Virna yang memekikkan telinga.
"Aghh apa yang lo lakuin sialan!" ucapnya sambil berbalik dan mendapatkan Dava yang tersenyum sinis padanya
"Dava.. Kamu.. Kamu ngapain disini?" ucapnya gagap
"aku disini? Aku kesini mau bilang kita putus, tak ada ikatan sama sekali diantara kita dan jangan menunjukkan batang hidungmu didepan ku, jika kamu mengusikku kulaporkan kamu kepolisi dengan barang bukti omongan kamu yang sudah kurekam ini" Tunjuk Dava pada rekaman suara Virna dan selingkuhannya
"Dava aku mohon Dava aku mencintai kamu" ucap virna meraih tangan Dava
"jangan pernah sentuh aku bitch, anggap barang pemberianku sebagai hadiah buat pelacur yang uda nemani aku setahun ini. Selamat tinggal" ucap Dava meninggal mereka dan menghampiri mamanya
"Mau kemana kamu?"tanya mamanya khawatir
"Dava mau nenangin diri dulu.. Dava duluan ya ma"ucap Dava berjalan meninggalkan sang Mama
-----club-----
Sial sial sial Virna sialan Rutuk Dava "kenapa lo nyakitin gue vir! Sialan wanita brengsek jadi cuma karna harta? Hahaha bodoh banget lu Dav BODOH!" teriak Dava di salah satu ruangan bar, meratapi kebodohannya hanya karna cinta padahal mamanya sering bilang Virna bukan wanita baik seperti pikirannya.
__ADS_1
"Sialan aghh" teriaknya frustasi. Dan akhirnya malam itu Dava hanya minum minum sampai tertidur di ruangan tersebut.
-------rumah-------
Paginya entah siapa yang mengangkatnya akhirnya Dava terbangun di kamarnya. Saat hendak duduk kepala Dava terasa seperti di tusuk tusuk, tiba tiba ia mual dan langsung berlari kekamar mandi dan membuang cairan dari mulutnya sungguh ini sangat menyiksa Dava.
Mama Dava yang mendengar Dava muntah muntah langsung masuk ke kamar mandi dan mengusap tengkuk lehernya Dava yang membuat Dava berhenti muntah.
"sudah sini Dav kamu rebahan disini, minum air ini biar pusing kamu berkurang" ucap mamanya
"kamu kenapa sih Dav, sudahlah lupakan wanita itu kamu harus move on jangan hancurin badan kamu cuma karna dia aja, ada banyak wanita yang mau ngantri untuk kamu. Sudah ya sayang jangan sedih lagi mama jadi ikut sedih kalo kamu kayak begini" lanjut mamanya sambil menahan tangis
"iya mama, Dava bakal coba lupain dia mama jangan nangis ya" ucap Dava memeluk mamanya
Akhirnya setelah seminggu terpuruk karna masalah percintaan Dava mulai bangkit dan lebih memaksakan pada pekerjaannya, tak ada waktu istirahan baginya karna setiap istirahat ia pasti akan mengingatkannya pada Virna.
Bayangkan dia pacaran dengan Virna sudah setahun lebih dan selama itu banyak kenangan manis yang ternyata dapat menusuk hatinya sakit banget walaupun kayak ABG tapi inilah kenyataannya makan pun malas, istirahat malas, ngapain aja pokoknya malas karna segelintir kenangannya akan datang tiba tiba menghantui Dava.
Dan berkat mamanya tercinta ia mulai bangkit dan bekerja seperti biasa walaupun emosinya terkadang selalu naik saat melihat wanita dikantornya yang menggunakan pakaian kurang bahan sebab itu hanya akan mengingatkannya pada virna lagi..
Agh sial tapi untung sejak kejadian itu Virna tidak pernah mengusik Dava lagi untuk saat ini entah kedepannya
__ADS_1