One Night Stand

One Night Stand
Part 16


__ADS_3

Sinar matahari pagi yang menyilaukan mata sangat cocok untuk berjemur membuat kulit sehat secara alami, begitulah pemikiran Berlian



Saat ini Berlian sedang berada di taman belakang rumahnya sambil berjemur dengan ketiga putranya.. jangan lupa kaca mata hitam yang melindungi mata berlian dan ketiga anaknya dari terik matahari



Tingg... tongg.... Tingg... tongg...


(Suara bel rumah Berlian)



"Ckk... mengganggu acara santai kami aja"dumel Berlian yang kesal karena pagi pagi begini ada aja yang sudah bertamu kerumah orang



Cklek....



"Ya..?"tanya Berlian yang seketika terkejut melihat siapa gerangan yang bertamu kerumahnya



"Hai...😁"ucap tamu tersebut



"Siapa?"tanya Berlian jutek



"😑 Kamu punya penyakit ya?"tanya sang tamu



"Maksudnya?"tanya Berlian bingung



"Ck... aku tanya kamu punya penyakit ya? Kenapa setiap ketemu aku, kamu selalu tanya siapa ya?"ucap sang tamu kesal



"Oh soalnya situ gak penting untuk diingat"ucap Berlian hendak langsung menutup pintu



"Ck... gak sopan amat sih"kesal sang tamu



"Untuk apa aku sopan dengan orang yang tidak ku kenal, pergi sana ganggu pagi orang aja"ucap berlian semakin kesal



"Aku kesini mau ketemu anak-anak ku"ucap sang tamu



"Anak anak siapa?"tanya Berlian pura-pura bingung



"Mulai lagi deh, sudah agh"ucap sang tamu yang ternyata adalah Dava, tanpa permisi dava langsung masuk kerumah Berlian



"Eh eh eh... tamu kurang ajar, langsung menyelonong masuk aja tanpa permisi"marah Berlian



"Emang kalau aku permisi bakal diijini masuk?"tanya Dava



"Tentu saja....  TIDAK!"teriak Berlian



"Gak usah teriak teriak bisa kan, mana anak-anak ku?"tanya Dava



"Hei kalau mau cari anak mu jangan kerumah orang dong, anakmu gak ada disini!"ucap Berlian



Bukannya menjawab Dava langsung menyelonong berjalan kearah taman, karena ia mendengar suara


Tangis anak kecil yang mungkin saja tangis anaknya



"Woiii ckck manusia stres woii!"teriak Berlian dekat kuping Dava yang membuat ia kaget



"Eh santai aja kali gak usah teriak dikuping orang!"ucap Dava kesal sambil mengusap usap kupingnya


__ADS_1


"Makanya kalau orang bicara ya disahut.. ini malah menyelonong masuk tanpa ijin, aku bisa tuntut kamu Lo!"ucap Berlian



"Ya sudah tuntut aja"ucap Dava melanjutkan perjalanannya menuju taman rumah Berlian



"Ck manusia stressss!"teriak Berlian saat melihat Dava berjongkok di depan stroler jagoan jagoannya



"Hai sayang"ucap dava sambil mengusap pipi anaknya yang sedang menangis



Bukannya direspon ataupun diam, sang anak malah tambah menjerit



"Hei hei... Daddy disini, cup cup cup sudah jangan menangis lagi ya"ucap Dava sambil mulai menggendong putranya, bukannya diam anaknya tetap menangis karena posisi gendongan Dava tidak pas



"Hei gendongnya jangan begitu! Dia masih bayi!!"ucap Berlian saat melihat dava menggendong anaknya dengan posisi yang salah


Secepat kilat Berlian berjalan dan merampas putranya yang digendong Dava tadi



"Maaf aku tidak terbiasa🙏"ucap Dava merasa bersalah



"Makanya jangan asal menyelonong masuk rumah orang,dan gendong anak orang"ucap Berlian sinis



"Hah.. dia juga anak aku bukan cuma anakmu"ucap Dava pasrah, dilihatnya Berlian dengan telaten menimang anaknya hingga anaknya diam dan mungkin tertidur



Dava berjalan kearah stroler anaknya yang lain


Dilihatnya kedua putra lainnya dengan gaya coolnya memakai kaca mata hitam sambil berjemur dibawah sinar matahari membuat ia geleng geleng kepala



"Mereka kenapa dijemur begini? Emang baik buat mereka? Kulit mereka kan sensitif"tanya Dava



"😑Sinar matahari pagi sangat bagus untuk kulit apalagi untuk anak anak seusia mereka.. makanya belajar ilmu kesehatan jangan cuma bisnis doang"ucap Berlian sinis




"Biasa aja muka gak usah pasang freak face gitu"ucap Berlian



"Hehehe... aku boleh tanya?"ucap Dava



"Hm.. apa?"ucap Berlian



"Kamu kenapa bisa sesebal itu setiap ketemu aku?"tanya Dava



"Hah? Siapa yang sebal?"ucap Berlian pura-pura lugu



"😑Kamu lah siapa lagi, padahal aku sudah yakin 100% kamu tau aku gak salah"ucap Dava sambil mengelus pipi jagoan jagoannya yang tertidur di dalam stroler



Krik krikk... tak ada suara yang menjawab pertanyaan Dava, sangking lamanya tak menerima jawaban Dava menoleh kearah Berlian namun naas tak dilihatnya Batang hidung Berlian



"Ck... kabur terus"ucap Dava sebal dan sesekali mengumpat karena sangking sebaiknya melihat kelakuan Berlian sudah lah sok lugu, drama, kalah dipojokkan begini malah kabur😑



Sangking seriusnya mengumpat Dava tidak merasakan kedua jagoannya mulai terbangun



"Aghhhhhhhhhhhhhhh......"teriak salah satu jagoan dava yang membuat saudara yang disampingnya terbangun, bukan hanya teriakan sang anak yang diyakini adalah anak keduanya mulai resah mungkin kulitnya terasa panas


Ia mulai bergerak dan berusaha melepas kaca matanya, saat sudah terlepas sang kakak langsung memukul adiknya sambil sesekali berteriak seperti sedang membangunkan sang adik



"Aghhhhhhhhhhhhhhh"teriak sang kakak tepat didepan muka sang adik dan tau lah apa yang terjadi seketika terdengar suara tangis yang melengking siapa lagi kalau bukan sang adik yang merasa tidurnya terganggu


__ADS_1


Bukan hanya itu saat sang kakak melihat adiknya menangis, ia juga ikut menangis kencang mengalahkan suara sang adik



Ada yang tanya Dava dimana?



Dava ada tepat didepan anak anaknya. Ia merasa hatinya berguncah saat melihat interaksi jagoan jagoannya, ia hanya diam dan mengamati... ia tersadar saat kaca mata anaknya entah bagaimana mengenai kepalanya



"Astaga! Kalian kenapa?"ucap Dava panik



"Duh gimana ini? Berliannnnnn"panggil Dava


Namun naas tak terdengar sama sekali sahutan dari berlian



"Duh gimana ya? Digendong kah? Caranya? Duh... berliaaannnnn"panggil Dava lagi namun hasilnya tetap nihil, tak ada sahutan balasan dari berlian



Mau tak mau Dava mulai menggendong si kakak



"Begini kan yah tadi?"ucap Dava pada dirinya sendiri saat mengingat cara Berlian menggendong jagoan pertamanya



"Cup cupp cupp anak Daddy yang ganteng sudah ya nangis nya"ucap Dava mengayun ayunkan anaknya dalam pelukannya sambil memukul pelan bokong anaknya yang terlindungi oleh pempers



Tak lama jagoannya mulai terdiam dan menutup mata



"mungkin mulai tidur lagi"ucap batin Dava



Diletakkannya jagoannya ke dalam stoller, saat ia menggendong sang bungsu Dava mendengar tangisan sang kakak lagi.. bahkan tangisan ini lebih kencang dari yang pertama tadi



"Duh sayang..  kalian kok nangis? Daddy gak bisa Gendong kalian sekaligus"ucap Dava pada sang kakak, bukannya diam sang kakak tetap menangis



Akhirnya dengan perjuangan Dava mulai menggendong kedua jagoannya, sang kakak di lengan kanan dan sang adik di lengan kiri



"Untung badan dan tangan Daddy gede ya, jadi bisa Gendong kalian sekaligus"ucap Dava bangga pada dirinya sendiri



"Wkwkwkkw ada kemajuan juga bisa Gendong anak orang dua sekaligus"ucal Berlian tiba-tiba dibelakang Dava



"Astaga!"kaget Dava



"Kayak hantu aja"ucap dava lagi



"Hah siapa hantu? Lagi ngatain aku ya?"tanya Berlian



"Bukan, perasa banget sih"ucap Dava mulai mengacuhkan Berlian, ia masih sebal sama berlian saat genting tadi ia memanggil Berlian tapi suara sahutan saja tidak ada



"Kenapa muka itu? Biasa aja kali"ucap Berlian yang dicuekin dava



"Hati hati Gendong anakku"ucap Berlian lagi



"Mereka juga anak-anak ku"ucap Dava mulai melangkah mendekati Berlian



"Kita sudah kayak keluarga bahagia ya"bisik Dava tepat di kuping Berlian yang langsung membuat Berlian melotot





Bersambung

__ADS_1


__ADS_2