
Malam harinya Aleta dibuat terkejut karena hujan deras disertai petir yang tentunya membuat ia takut apalagi saat ini Arka belum kembali sejak tadi.
"Aduh, Mas Arka kemana ya? apa aku keluar aja ya?" tanya Aleta pada dirinya sendiri.
Setelah beberapa menit, akhirnya Aleta memberanikan diri untuk turun dari kasur, tapi baru saja ia turun dari kasur tiba-tiba saja lampu kamar tersebut mati.
"Loh kok mati, apa jangan-jangan mati lampu. Tapi, masa di hotel mewah kayak gini bisa mati lampu," gumam Aleta.
Aleta semakin takut karena suasana saat ini benar-benar mendukung untuk dijadikan tempat film horor, bagaimana tidak. Diluar hujan deras disertai petir dan di kamar juga mati lampu.
Aleta langsung berdiri dan berniat untuk keluar kamar, tapi baru saja ia akan memegang gagang pintu tiba-tiba pintu kamar terbuka dari luar dan bertepatan dengan pintu kamar di buka, lampu pun menyala sehingga Aleta dapat melihat siapa yang membuka pintu kamar tersebut.
Aleta menatap wajah tampan suaminya dan karena terlalu senang, Aleta tidak sadar dengan apa yang ia lakukan dimana saat ini ia memeluk Arka.
"Maaf," ucap Aleta dan melepaskan pelukan tersebut.
Namun, saat Aleta melepaskan pelukannya, Arka justru menarik pinggang Aleta hingga akhirnya Arka memeluk Aleta. Meskipun begitu, Arka tetap menjaga jarak agar tidak menekan perut Aleta.
"Biarkan seperti ini," ucap Arka.
Beberapa saat kemudian, Arka pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah sayu Aleta.
"Kamu ngantuk?" tanya Arka.
"Eng-enggak kok, Mas," ucap Aleta.
Arka pun berdecak setelah mendengar jawaban Aleta, "Ck, bisa gak sih kamu itu mulai terbuka sana aku, kamu pikir aku gak tau apa. Aku tau kok kalau kamu itu lagi bohong sama aku," ucap Arka.
"Maaf," ucap Aleta pelan.
Arka pun menatap jengah sang istri karena lagi-lagi Aleta takut padanya.
"Huh, jujur aku bingung harus kayak gimana bicara sama kamu, aku coba negur kamu untuk jujur sama aku aja kamu jadi takut. Padahal aku gak pernah ada niatan buat marahin kamu atau nakutin kamu, aku cuma mau kamu anggap aku itu suami, sahabat dan juga keluarga kamu. Udah itu aja kok, salah ya aku kalau berusaha jadi suami yang bisa kamu andalkan," ucap Arka.
"Dengan sikap kamu yang kayak gini ke aku, jadi buat aku serba salah. Aku sering ngerasa bersalah karena kamu tiba-tiba takut denganku," lanjut Arka.
"Maafin Leta, Leta gak bermaksud buat Mas Arka kayak gitu," ucap Aleta.
"Iya, aku tau. Sudah lupakan saja, aku mengatakan itu supaya kamu tau gimana tersiksanya aku saat kamu takut," ucap Arka.
"Leta janji bakal berubah dan mencoba buat gak se-takut itu sama Mas Arka," ucap Aleta.
Arka pun tersenyum lalu mendudukkan Aleta di kasur, "Aku harap apa yang kamu ucapkan tadi benar karena aku memang ingin kamu berubah," ucap Arka dan diangguki Aleta.
Mereka pun saling pandang bahkan wajah mereka begitu dekat, tapi tiba-tiba Aleta merasakan tendangan yang begitu kuat dari calon anak mereka dan membuat Aleta merintih kesakitan.
"Awsh," rintih Aleta.
Arka yang awalnya menatap Aleta sayang lalu berubah menjadi khawatir melihat bagaimana kesakitannya Aleta.
"Kamu kenapa?" tanya Arka.
"Leta gapapa kok, Mas. Tadi baby-nya nendang terlalu kuat," ucap Aleta.
"Beneran? tapi wajah kamu sampe pucet kayak gitu?" tanya Arka.
"Iya, Mas. Hal kayak gini udah biasa kok, Mas," ucap Aleta.
__ADS_1
"Kita ke rumah sakit aja ya," ucap Arka.
Aleta tersenyum melihat bagaimana khawatirnya Arka pada dirinya lebih tepatnya pada anaknya, "Baby-nya gapapa kok, Mas. Mas Arka gak perlu khawatir," ucap Aleta.
"Saya tidak khawatir dengan anakku, aku khawatir dengan kamu. Mulai sekarang berhenti berpikir jika aku hanya peduli dengan anakku karena nyatanya aku juga peduli sama kamu," ucap Arka.
"Jangan minta maaf karena kamu gak salah," ucap Arka saat melihat Aleta yang akan bersuara.
Arka pun menuntun Aleta untuk tidur di atas kasur dan ia pun ikut merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
"Kenapa hem?" tanya Arka.
"Mas Arka tadi kemana kok lama?" tanya Aleta.
"Tadi aku ada beberapa urusan mendadak, kenapa emangnya?" tanya Arka.
"Diluar hujan," ucap Aleta.
"Terus?" tanya Arka.
"Leta takut di sini sendirian apalagi hujannya tadi juga deras banget, tadi Leta mau keluar kamar biar gak sendirian," ucap Aleta.
"Emang kamu yakin kalau di luar ada orang?" tanya Arka.
"Ya, gak tau juga sih. Tapi, lebih baik di luar dari pada di kamar," ucap Aleta.
"Udah, sekarang kamu tidur aja. Aku udah ada di sini kok dan gak akan ninggalin kamu," ucap Arka dan memeluk Aleta.
Aleta pun merasa hangat dalam pelukan Arka dan akhirnya ia pun terlelap.
Pagi harinya Aleta bangun dan ia merasakan pelukan erat dari seseorang, Aleta pun membuka mata dan melihat Arka yang masih terlelap.
"Mas Arka bangun, ini udah pagi. Leta mau bikin sarapan buat Mas Arka," ucap Aleta dengan lembut, ia berusaha membangunkan Arka dan berharap Arka tidak marah saat bangun nantinya.
"Eungggh, masih jam segini. Lebih baik kita istirahat dulu nanti siang kita siap-siap buat pergi dan untuk sarapan kamu gak usah khawatir karena aku udah urus semuanya," ucap Arka dan kembali membawa Aleta ke dalam pelukannya.
Aleta sendiri hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Arka karena bagaimanapun Arka sangat keras kepala dan Aleta juga takut Arka marah jika ia tidak menuruti apa yang dikatakannya.
Benar saja, siang harinya Arka dan Aleta baru selesai bersiap-siap dan mereka berdua pun turun menuju restoran yang ada di hotel tersebut untuk makan siang tentunya karena jam untuk sarapan sudah terlewatkan.
"Kamu makan dulu," ucap Arka dan diangguki Aleta.
"Mas Arka gak makan?" tanya Aleta karena ia melihat piringnya hanya satu.
"Aku udah kenyang, kamu aja yang makan," ucap Arka.
"Tapi, Mas Arka belum makan apa-apa loh dari tadi pagi," ucap Aleta.
"Kamu pasti tau lah kalau aku gak terlalu suka makan kalau gak makan malam, aku minum aja udah kenyang kok," ucap Arka.
Meskipun begitu Aleta pun hanya diam dan tidak berkata apapun karena ia yakin Arka tidak akan mau mendengarkannya.
"Ka, semuanya udah siap dan kita bisa pergi setelah ini," ucap Kevin yang tiba-tiba saj datang menghampiri Arka.
"Barang-barangnya udah lo masukin semuanya?" tanya Arka.
"Beres kalua masalah itu," ucap Kevin.
__ADS_1
"Gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Arka.
"Tenang gak ada kok," ucap Kevin dan diangguki Arka.
Tapi, bukannya pergi Kevin justru tetap pada posisinya, "Ngapain lo di sini? udah sana pergi," tanya Arka dan mengusir Kevin agar tidak mengganggunya dan Aleta.
"Kenapa kalian bangunnya lama? kalian pasti selesai ekhem ekhem ya," tanya Kevin.
"Banyak omong lo, udah sana pergi gak usah kepo. Mendingan lo cari cewek biar gak jomblo terus, kasihan kalau tidur gak ada yang meluk," ucap Arka.
"Baru juga lo ketemu sama Aleta, tapi udah ngeselin aja Ka. Kalau sampe Aleta ninggalin lo lagi, gue gak mau ya bantuin lo," ucap Kevin.
"Gue gak bakal minta bantuan lo karena Aleta juga gak bakal pergi lagi dari gue," ucap Arka dan mengisyaratkan agar Kevin pergi.
Akhirnya Kevin pun pergi meninggalkan sepasang kekasih yang baru saja bertemu itu.
Beberapa saat kemudian, Aleta pun selesai makan dan setelah itu, mereka berdua pun masuk ke dalam mobil yang sudah ada Kevin tentunya di sana.
"Kita mau kemana, Mas?" tanya Aleta saat sudah berada di dalam mobil.
"Pulang," ucap Arka dan diangguki Aleta.
'Pada akhirnya aku bakal di kembalikan ke tempatku semula,' ucap Aleta dalam hati.
Mobil tersebut pun melaju dengan kecepatan sedang, namun Aleta dibuat bingung saat mobil tersebut tidak berbelok ke kiri dan justru berbelok ke kanan yang tentunya bukan arah pulangnya.
"Loh Kak, kok kita belok ke kiri?" tanya Aleta pada Kevin.
"Iyalah, kan kita mau pulang terus kalau gak belok ke kiri kemana lagi emangnya," ucap Kevin.
"Bukannya kita harus belok kanan ya kalau mau pulang," ucap Aleta.
"Belok kanan, ngapain kita belok kanan, kalau kita mau pulang ya harus belok kiri," ucap Kevin.
"Tapi...," ucapan Aleta terhenti lantaran Arka yang menyelanya.
"Kalau kita belok kanan itu ke kos kamu," ucap Arka.
"Ya, kan kita memang pulang ke sana," ucap Aleta.
"Untuk apa kamu balik ke sana?" tanya Arka.
"Ya, kan tempat tinggal ku di sana Mas," ucap Aleta.
"Mulai sekarang kamu gak akan tinggal di sana lagi karena kamu akan ikut denganku yang artinya sekarang ini kita akan pulang ke rumah yang sebelumnya pernah kamu tempati. Kamu akan bertemu dengan Papa Daffa, Mama Febby, Kak Sandra dan juga Audy," ucap Arka.
"Mas Arka beneran?" tanya Aleta.
"Iya sayang," ucap Arka.
Entah Arka sadar atau tidak saat mengatakan hal itu, tapi yang jelas Arka telah berhasil membuat Aleta tersipu malu saat ini.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.