One Night Stand

One Night Stand
Kamu Punya Salah?


__ADS_3

Sudah satu Minggu Aleta berada di rumah sakit dan hari ini adalah hari dimana ia dan baby Altha akan pulang ke rumah.


Aleta sendiri sangat senang karena ia bisa kembali ke rumah dan menghirup udara segar.


Sebenarnya, Aleta sudah boleh pulang setelah dua hari ia melahirkan, tapi Arka tidak mau dan mengatakan jika Aleta harus berada di rumah sakit selama satu Minggu dan mau tidak mau Aleta dan yan lainnya pun menurut.


"Papa sama Mama lagi sibuk, jadi pulangnya sama aku aja gapapa kan?" tanya Arka.


Aleta pun tersenyum menatap wajah tampan sang suami, "Gapapa kok, Mas," ucap Aleta.


Arka menuntun Aleta yang tengah menggendong baby Altha menuju mobil dan setelah itu mereka pun masuk ke dalam.


Beberapa saat kemudian, mereka bertiga sampai di kediaman keluarga Andrean. Arka kembali membantu sang istri, "Mas aku bisa jalan sendiri kok," ucap Aleta.


"Aku tau, tau aku hanya ingin membantu kok," ucap Arka.


Selalu saja alasan itu yang Arka gunakan padahal Aleta sudah tidak apa-apa, ya walaupun perutnya kadang nyeri. Tapi, Aleta masih bisa menahan rasa sakitnya.


Saat masuk kedalam rumah mewah tersebut, Aleta di buat terkejut saat tiba-tiba suara confetti yang cukup kencang terdengar bahkan baby Altha yang terlelap pun terbangun dan langsung menangis.


"Ish, kamu nih ya Vin," ucap Mama Febby dan menghampiri baby Altha.


"Aduh cucu Oma kaget ya, cup cup ya sayang," ucap Mama Febby dan mengambil alih baby Altha.


Namun, bukannya berhenti baby Altha justru histeris. "Sini Ma, biasanya Altha kalau sama Arka diem," ucap Arka dan mengambil alih baby Altha.


Benar saja, baby Altha langsung berhenti menangis saya berada di gendongan sang Ayah.


"Kok bisa?" tanya Audy.


"Iyalah kan anaknya Kakak," ucap Arka.


"Udah ayo masuk tadi Mama udah masak banyak," ajak Mama Febby.


Mereka pun akhirnya menuju meja makan, "Mas Arka mau makan apa?" tanya Aleta.


"Nasi sama ayam aja," ucap Arka dan diangguki Aleta.


Aleta pun mengambil sesuai dengan apa yang dikatakan Arka, "Ini Mas," ucap Aleta.


"Aku lagi gendong baby Altha, jadi gak bisa makan. Kamu mau suapin aku?" tanya Arka pada akhir kalimatnya.


"Iya, Mas," ucap Aleta.


"Bisa banget modusnya Bos," ucap Kevin.


"Biarin aja sih, Vin. Namanya juga udah punya istri, kamu kalau iri cari istri sana," ucap Mama Febby.


"Tante kok gitu sih sama Kevin," rengek Kevin, membuat Mama Febby dan yang lainnya tertawa melihat Kevin.


Setelah makan, mereka semua berkumpul di ruang tamu. Altha sendiri masih nyaman berada di gendongan sang Ayah, tadi Audy sempat ingin menggendong Altha, tapi sayang Altha kembali menangis dan akhirnya Altha tetap berada di gendongan Arka.


"Sayang," panggil Mama Febby.


"Iya, Ma," jawab Aleta.


"Emm, Mama boleh tau gak kenapa kamu bisa sama Vanya?" tanya Mama Febby.


Ya, Aleta memang belum menceritakan apa yang sebenernya terjadi bahkan Kak Sandra pun belum cerita karena tiba-tiba Ayah Kak Tara sakit sehingga Kak Sandra dan Kak Tara harus menemani Ayah dari Kak Tara tepatnya setelah akta melahirkan.


Seminggu pula Kak Sandra tidak menjenguk Aleta karena memang Ayah Kak Tara di rawat di luar negeri sehingga akan sangat melelahkan jika Kak Sandra dan Kak Tara pulang pergi.


Namun, hari ini Kak Sandra dan Kak Tara sudah berada di rumah karena memang keadaan Ayah Kak Tara yang membaik.


"Iya, Ta. Gimana ceritanya lo bisa ketemu sama adik laknat lo?" tanya Kevin.


"Iya Kak, gimana ceritanya. Audy kalau inget-inget jadi pengen cekik tuh orang," ucap Audy.


"Audy gak boleh kayak gitu, kalau kamu mau cekik dia ajak Kakak juga," ucap Tami.


"Siap Kak," ucap Audy.


"Ini Leta cerita atau gak?" tanya Aleta karena minat Audy dan Tami yang heboh sendiri.


"Eh, iya Ta. Lo cerita gih," ucap Tami.


Aleta pun mulai menceritakan semua yang terjadi padanya mulai dari saat ia tidak boleh masuk ke dalam pesta hingga akhirnya ia bertemu dengan Vanya dan tidak sadar diri.


"Kenapa kamu gak ikut masuk sama Arka?" tanya Papa Daffa.

__ADS_1


"Emm, Leta cu-cuma gak mau kalau Mas Arka, Kak Sandra sama Kak Tara malu nantinya apalagi di sana kan banyak wartawan," ucap Aleta.


"Maksud kamu apa?" tanya Arka dengan suara yang mulai meninggi.


"Ka, jangan kenceng-kenceng untung aja baby Altha gak bangun," ucap Mama Febby.


Arka pun menahan amarahnya dan kembali berusaha tenang agar baby Altha yang ada di gendongannya tidak terbangun.


"Sayang, maksud kamu apa?" tanya Mama Febby.


"Leta cuma takut bikin malu, Ma. Apalagi keluarga Andrean itu salah satu keluarga terpandang," ucap Aleta.


"Sayang, kamu gak boleh ya mikir kayak gitu. Itu semua salah paham, kamu itu gak bikin malu keluarga Andrean kok, jadi jangan mikir kayak gitu lagi ya Mama gak suka loh kalau kamu mikir kayak gitu," ucap Mama Febby.


"I-iya, Ma," ucap Aleta.


"Terus yang pertama kali nemuin Kakak siapa?" tanya Audy.


"Sebelum Kakak gak sadarkan diri, Kakak lihat Kak Sandra masuk ke dalam ruangan," ucap Aleta.


"Astaga iya Sandra kamu belum cerita ya Mama sampai lupa, gimana kamu bisa nemuin Aleta?" tanya Mama Febby.


"Jadi, waktu itu aku, Mas Tara sama Arka masuk duluan ke pesta karena ada beberapa rekan kerja Mas Tara sama Arka yang udah datang dan memaksa masuk ya jadinya kita masuk dulu. Tapi, aku tiba-tiba aja ngerasa gak tenang apalagi Leta belum datang juga padahal udah telat bahkan acaranya udah dimulai, terus Sandra keluar dengan alasan kau ke kamar mandi padahal Sandra mau cari Leta," ucap Kak Sandra.


"Nah saat Sandra cari Leta tiba-tiba ngelewatin ruangan, di sana tertulis kalau pintu rusak, tapi Sandra denger suara orang ya akhirnya Sandra coba buka dan ternyata di dalam ruangan itu ada Keta sama adiknya Sandra langsung aja hubungin Arka sama Mas Tara buat bantuin Leta karena saat itu kondisi Leta bener-bener parah," lanjut Kak Sandra.


"Makasih ya kak, untung waktu itu ada Kak Sandra kalau seandainya gak ada Kak Sandra Leta gak tau apa yang bakal terjadi sama Leta," ucap Aleta.


"Iya, itu udah kewajiban Kakak buat ngelindungin kamu apalagi saat itu kamu hamil. Tapi, lain kali kamu gak boleh mikir jelek kayak gitu lagi ya," ucap Kak Sandra.


"Iya, Kak," ucap Aleta.


"Baby-nya anteng banget sih, Ka," ucap Papa Daffa.


"Iya, Pa. Arka juga gak tau malahan selama di rumah sakit baby-nya gak mau lepas dari Arka," ucap Arka.


"Ini pasti baby Altha lagi balas dendam sama Kakak," ucap Audy.


"Balas dendam? balas dendam apa?" tanya Arka.


"Iya, soalnya kan waktu itu Kak Leta sempat pergi dari rumah dan hidup susah nah karena itu baby Altha dendam sama Kakak dan akhirnya sekarang gak mau lepas dari Kak Arka," ucap Audy.


"Teori macam apa itu," ucap Arka.


"Lo jangan ikut-ikutan sama adik gue," ucap Arka.


"Hehehehe, bercanda elah Pak Bos," ucap Kevin.


Akhirnya setelah mengobrol dengan yang lainnya, Arka dan Aleta serta baby Altha sudah berada di kamar Arka.


Aleta merasa ada yang aneh pada Arka karena sejak mau ke dalam kamar, Arka tidak berbicara dengannya sama sekali bahkan Arka tidak meliriknya. Iya justru menatap baby Altha yang masih terlelap di ranjang mereka.


"Mas Arka," panggil Aleta pelan.


Tapi, tetap saja Arka tidak menanggapinya. Namun, Aleta tak putus asa, ia mendekati Arka dan menyentuh lengan kekar sang suami.


Akhirnya Arka pun menanggapinya walaupun hanya deheman saja tanpa menoleh dan menatap Aleta.


"Maafin Leta," ucap Aleta pelan.


"Kamu punya salah?" tanya Arka.


Aleta diam dan tidak tau harus menjawab apa, 'Salahku banyak banget ke Mas Arka, tapi kali ini Mas Arka marah sama aku karena kesalahan yang mana?' tanya Aleta dalam hati.


"Kalau kamu ngerasa gak punya salah, kamu gak seharusnya minta maaf," ucap Arka.


"Aku salah kok Mas, banyak kesalahan yang aku lakuin sampai aku gak tau apa aja kesalahanku. Tapi, aku tau aku udah salah sama Mas Arka sampai buat Mas Arka marah," ucap Aleta.


Arka pun bangkit dan menoleh pada Aleta, "Jangan minta maaf kalau kamu tidak tau apa salah kamu," ucap Arka.


"Leta salah karena udah mikir yang gak-gak lagi," ucap Aleta.


"Udah tau kenapa masih mikir kayak gitu, aku kan pernah bilang jangan mikir kayak gitu, kamu kenapa sih jadi orang susah banget dibilanginnya padahal apa yang aku bilang itu apa yang aku rasain, aku berharap kamu gak mikir jelek lagi apalagi ke keluargaku. Dengan kamu mikir kayak gitu seolah-olah keluargaku itu keluarga buruk," ucap arak dengan cepat.


"Maaf," lirih Aleta.


"Kamu tau gak aku itu sampai bosen sama ucapan maaf kamu yang akhirnya bahkan kamu lakuin lagi, bosen aku," ucap Arka.


Baru saja Arka akan beranjak menuju kamar mandi tiba-tiba suara tangisan baby Altha mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Anak Ayah kenapa hem?" tanya Arka dan menggendong Altha.


Tapi, baby Altha tetapi tidak mau diam padahal sudah berada di gendongan sang Ayah.


"Kayaknya baby Altha haus, kamu susui baby Altha dulu," ucap Arka dan memberikan baby Altha pada Aleta.


Aleta pun menggendong baby Altha lalu menyusuinya dan benar saja setelah itu baby Altha berhenti menangis bahkan baby Altha kembali tertidur.


Setelah itu, Arka pun n kembali mengambil baby Altha dan menidurkannya di ranjangnya. Lalu Arka memilih membersihkan dirinya dan Aleta yang masih terdiam memikirkan perlakuan Arka padanya.


'Apa aku di sini cuma buat baby Altha aja ya, ah Leta kamu lupa ya kalau kamu tidak dibutuhkan di sini. Kan dari dulu yang mereka inginkan hanya baby Altha bukan kamu,' ucap Aleta dalam hati dan tanpa terasa air matanya membasahi pipinya.


Aleta dengan cepat menghapus air matanya saat melihat Arka yang akan keluar dari kamar mandi.


Setelah Arka keluar dari kamar mandi gantian Aleta yang membersihkan tubuh kaku setelah itu ia keluar dan melihat Arka yang tidur dengan baby Altha di sampingnya.


'Ini aku tidur dimana ya? apa Mas Arka bolehin aku tidur di sampingnya?' tanya Aleta dalam hati.


"Kenapa berdiri di sana dan gak tidur?" tanya Arka yang masih memejamkan matanya.


"I-iya Mas," ucap Aleta.


Aleta memutuskan untuk tidur di samping baby Altha, takut baru saja ia merebahkan tubuhnya tiba-tiba saja Arka bersuara.


"Kenapa tidur di sana?" tanya Arka.


Aleta langsung berdiri dari posisi tidurnya, "Ma-maaf Mas, ini Leta bakal pindah kok," ucap Aleta dan pindah menuju sofa.


Arka yang awalnya memejamkan matanya pun lantas membuka mata dan duduk menatap sang istri yang sudah merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di dalam kamar.


"Ngapain tidur di sana?" tanya Arka.


"Kan tadi Mas Arka nyuruh Leta pindah," ucap Aleta.


"Aku tidak menyuruh kamu pindah, aku cuma tanya kenapa kamu tidur di sana," ucap Arka.


"Terus Leta tidur dimana?" tanya Aleta.


"Ck, terserah kamu yang penting jangan di sofa," ucap Arka kesal pada sang istri karena tidak mengerti apa yang dimaksud Arka.


'Mas Arka nyuruh aku tidur di lantai,' ucap Aleta dalam hati.


Aleta pun berjalan menuju karpet dan duduk di sana, namun belum sempat Aleta merebahkan tubuhnya tiba-tiba Arka kembali bersuara.


"Tidur di sebelahku jangan di sana," ucap Arka.


"Hah!" Aleta tentunya terkejut dengan apa yang dikatakan Arka.


"Ck, tidur di sini," ucap Arka dan menepuk tempat kosong yang ada di sampingnya.


"Tapi, baby Altha gimana?" tanya Aleta.


"Ya tinggal dipindahin aja," ucap Arka laku memindahkan baby Altha ke dalam box bayi.


Arka pun menghampiri Aleta lalu menggendong Aleta hingga akhirnya merebahkan tubuh Aleta di ranjang dan Arka pun mengikutinya lalu memeluk Aleta.


"Jangan tegang," ucap Arka.


"Mas Arka gak marah sama Leta?" tanya Aleta.


"Marah," ucap Arka.


"Tapi, kok Mas Arka mau tidur bareng Leta?" tanya Aleta.


"Iya, aku udah terbiasa tidur meluk kamu kalau gak ada kamu gak bisa tidur," ucap Arka dan menenggelamkan wajahnya pada leher sang istri.


Bahkan Arka mencium leher Aleta yang tentunya membuat Aleta geli dan sakit dalam bersamaan bagaimana tidak Arka sesekali menggigit lehernya.


"Mas jangan digigit sakit," ucap Aleta.


"Kalau aja kamu gak baru melahirkan udah aku p*rkosa kamu," ucap Arka.


"Mas Arka kok ngomongnya kayak gitu sih," ucap Aleta.


"Udah gak usah dipikirin ayo tidur," ucap Arka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2