
Kara melajukan mobil ke tempat Paman Marco, dia hendak memberikan tabloid yang berisi ulasan Restoran Pizza Paman Marco.
Halaman tampak sepi saat itu, Kara turun dari mobil menuju ke restoran. Tampak Paman dan beberapa pegawainya membersihkan restoran, terlihat Bibi May melepas beberapa hiasan di dinding.
"Selamat siang!" sapa Kara saat masuk.
"Oh, Anakku Kara, kemarilah!" sambut Bibi Mau menuju ke arah Kara dan memeluknya.
"Tampaknya saya datang tidak tepat waktu?"
"Tidak anakku, kami hanya sedang berbenah sedikit. Hari ini memang jadwal restoran libur, supaya bisa beristirahat." Terang Bibi May sambil tersenyum.
"Oya, ini tabloid yang ada ulasan tentang Restoran," Kara menunjukkan tabloid, terlihat foto Paman dan Bibi di bagian depannya.
Paman Marco menghentikan kegiatannya, menuju ke arah Kara untuk melihat tabloid yang Kara bawa. Paman dan Bibi duduk sambil membaca ulasan yang Kara tulis.
"Wah... Aku tak menyangka, kamu terlalu memuji restoran ini Nak," seru Panas. Marco.
"Saya menulis berdasarkan yang saya rasakan dan lihat. Kemarin saya juga mewawancarai beberapa pengunjung restoran, dan pendapat Meraka sebagian besar sama denganku. Mereka mau kembali lagi untuk menikmati hidangan di restoran ini, Paman." terang Kara.
Paman dan Bibi masih memandangi ulasan tentang mereka.
"Paman dan Bibi, tidak perlu menggunting bagian itu, ini saya bawakan print out bagian tentang ulasan. Paman dapat menempelkan di restoran," Kara menyerahkan lembaran kertas berisi bagian ulasan restoran.
"Wah, ternyata perasaanku benar ingin mendekorasi ulang bagian itu, nanti akan Bibi pajang ulasannya di dinding sana." Seru Bibi May sambil menerimanya dari Kara.
Paman dan Bibi sangat senang menerima tabloid yang ada ulasan tentang restoran mereka. Kara tidak dapat berlama lama berada di sana karena masih jam kerja dan menggunakan mobil kantornya.
Kara berpamitan dan segera menuju tempat kerjanya lagi.
Keesokan harinya, divisi publish online memanggil Kara.
__ADS_1
"Semoga saja bukan karena tulisanku kemarin yang buruk ya," gumam Kara pada Mike.
"Tenang Nonna, tulisanmu kemarin sangat bagus sekali, aku pun akhir pekan ini berencana untuk mencarinya. Kelihatan menggiurkan sekali saat kau mengulasnya," Mike menepuk pundak Kara mendukungnya.
Kara menuju ruang publish dengan perasaan takut, karena itu ulasan pertamanya yang di tulis dan cetak tabloid dan dibagikan di media online tabloid.
Jane duduk di kursinya. Jane adalah pemimpin redaksi tabloid tempat kara bekerja. Tabloid yang mengulas gosip artis dan sosialita, gaya hidup, kuliner, kecantikan, dan hiburan.
"Permisi!" Kara mengetuk pintu ruangan Jane dengan sopan.
"Hai Kara, masuklah! Silahkan duduk!" seru Jane ramah. Kara melangkah masuk dan duduk di hadapan Jane. Mereka saling pandang, Kara melihat Jane dengan bingung, sedang kan Jane hanya menatapnya. Hingga Jane tertawa kecil melihat kebingungan Kara, "Astaga Kara, berkat tulisanmu kemarin laman kuliner media online di serbu oleh pengunjung. Banyak yang mengirim pesan bahkan menelpon menanyakan alamat restoran pizza itu. Bahkan postingan Twitter, direpost hampir ribuan kali." Jane bercerita dengan semangat, Kara menatap Jane tak percaya. "Sungguhkah?"
"Lihat ini!" Jane menunjukkan layar laptopnya, yang berisi tulisan mengenai ulasannya.
"Seperti nya mereka menyukai tempat pilihanmu." Jane tersenyum sumringah.
"Apakah kamu mau menulis tentang artikel kuliner?" Tanya Jane.
Kara terkejut saat Jane menanyakan itu,
"Sementara serahkan pada Mike, nanti aku minta Personalia mencari penggantimu. Ternyata benar instingku, saat dirimu menawarkan diri ingin menulis ulasan kemarin."
"Maksudmu?"
"Dari awal, aku ingin kamu masuk divisi ini bagian kuliner, namun pihak personalia memaksa menaruhmu di bagian finance sesuai ijazah sekolahmu. Aku tahu kamu mengerti dunia kuliner karena sejak kecil keluargamu bergelut di bidang itu. Ya, sekarang terbukti semuanya. Apakah kamu siap pindah besok?" tanya Jane
"Hah....?" Kara hampir melompat terkejut.
Jane tertawa melihat keterkejutan Kara.
***
__ADS_1
Kara kembali ke meja kerjanya, menatap jalanan dari jendela. Ia merindukan Kevin, ingin menceritakan semua, namun mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Ia melihat Mike yang masih bergelut mengerjakan laporan di depan layar monitornya.
***
Kara masuk ke ruangan sambil membawa kopi dan sekotak donat dari Love Bakery, dan di sambut gembira oleh Mike.
"Tumben sekali membawakanku sarapan, jangan katakan ini untuk perpisahan!" Mike menatap Kara menyelidik.
"Ya, tapi hanya beberapa meter saja, aku akan pindah ke ruang ujung bersama Jane. Seperti hari ini juga akan ada penggantiku."
"Astaga Kara, mengapa tidak cerita mengenai ini padaku? Bukankah kamu sering bertanya padaku biasanya?" tanya Mike kesal.
"Hai Mike, kita hanya berpisah beberapa meter, dan kau bisa menyapaku bila kau mau. Aku akan jadi penulis laman kuliner."
"Selamat Kara!" Mike memeluk Kara, meski dia masih merasa kesal karena Kara pindah mendadak.
Kara membereskan meja kerjanya, karena anak baru akan segera datang. Belum selesai Kara membereskan mejanya, muncul Bree, personalia bersama dua orang perempuan muda yang cantik.
Miranda dan Beth yang akan menggantikan Kara di divisi keuangan membantu Mike. Betapa senangnya Mike mendapat teman dua orang yang cantik. Setelah berkenalan dan berbincang sejenak dengan pengganti nya, Kara membawa kotak barangnya ke ruang ujung.
Meja kerja Kara berada di sudut ruangan, tidak dekat jendela seperti meja lamanya, namun dia merasa senang di sini, semua terlihat santai. Ruang reporter, berseberangan dengan ruang pemasaran, dan dia bisa melihat Nindy dari ruangannya.
Kara sudah menyiapkan beberapa list restoran yang akan dia kunjungi. Namun, kali ini bukan restoran besar yang ingin dia ulas, dia akan mengulas tentang street food dan foodtruck.
Kara tersenyum kecil saat membayangkan, dia mewawancarai penjual burger di seberang jalan, lalu besoknya pedagang itu akan dikerubungi pembeli.
Kara mengajukan beberapa alternatif kuliner yang akan dia review pada Jane. Jane berdiskusi bersama Kara saat menunjukkan pilihannya. Kara menganguk mengerti dengan instruksi Jane.
Jam makan siang Kara manfaatkan untuk berburu tempat kuliner untuk dia ulas. Ya, sambil menyelam minum air pikir Kara.
__ADS_1
Kara menuju taman, yang banyak foodtruck menjajakan makanan, Kara tertarik dengan menu sate. Kara antre sambil berbincang dengan beberapa pembeli yang antre, kebanyakan dari mereka suka dengan saus kacangnya yang lezat, dipadu dengan lontong. Kebanyakan dari mereka, sudah pernah membeli di tempat itu.
Kara, akhirnya mendapatkan sepiring sate. Dia mencoba satu tusuk sate tanpa saus kacang, aroma asap dari pembakaran sate menambah kaya cita rasa sate, lalu dia mencampur dengan saus kacang, kara takjub dengan rasanya. Kara mengambil lontong dengan tusuk satenya lalu menyantap bersama dengan sate, paduan rasanya sangat seimbang. Kara mendokumentasikan semua kegiatan makan siangnya dengan foto dan video. Kara meninggalkan tempat itu, tak lupa memotret foodtruck sate untuk ulasannya.