
Ceklek...
Terdengar suara pintu dibuka dan terlihat muka sang Kakek yang mengintip kedalam ruang inap berlian
"Apa Kakek sudah bisa liat cucu Kakek?" Tanya sang Kakek
"Hehe sudah kek sini, lihat cicit kesayangan Kakek..."ucap Berlian semangat
"Halooo cicit eyang duh imutnya mirip siapa sih"tanya Kakek gemes sendiri lihat cicit-cicit nya yang sedang terbaring di bankar dekat ranjang Berlian
"Mirip mami Berlian dong😆😆😆"ucap Berlian membanggakan dirinya sendiri
"Dihh apaan pede bener cucu Kakek satu ini"ucap sang Kakek sambil menarik hidung Berlian
"Ihh Kakek jangan dicubit, masa Kakek malu-maluin aku didepan anak aku sih😒"ujar berlian ngambek
"Ha-ha-ha kamu sih kepedean, tapi anak kamu ini gak ada mirip-mirip nya sama kamu loh"ujar sang kakek
"Lah jadi mirip siapa coba😒wong anak aku juga"ujar berlian
"Kakek serius sayang, anak kamu itu mirip sama ... siapa ya?? Kayak kakek pernah lihat gituu dihhh siapa yaaa??"ucap sang Kakek sambil mikir-mikir
"Paling bapaknya😒dah ah Kakek buat badmood nih"ujar berlian
"Hahah iya iya sudah.. ngomong-ngomong anak kamu namanya siapa? Sudah kamu siapin kan?"tanya sang Kakek
"Sudah kok kek tapi untuk nama jagoan terakhirku aku masih bingung.. karna prediksi dokter salah dan aku hanya siapin nama buat anak perempuan.. Kakek ada rekomendasi nama?"tanya Berlian
"Ada sih tapi gak tau kamu suka atau gak?"ujar sang kakek
"Siapa kek?"tanya berlian
"Delka... itu nama almarhum om kamu. Gimana? Kamu suka?"ujar sang kakek
"Delka ya? Bagus juga sih... kalau gitu sudah diputuskan Delka adalah nama untuk jagoan terakhirku"ujar berlian menyetujui usul sang kakek
"Ya itukan nama anak terakhir mu, anak pertama sama kedua mu siapa?"tanya sang kakek
"Nama jagoan ku yang pertama Deka Senjaya Putra, yang kedua Dioni Senjaya Putra, dan terakhir yang tidak terduga-duga Delka Senjaya Putra" ucap Berlian bangga sambil mengelus kepala anak-anak nya
"Tunggu Senjaya? Kenapa Senjaya?"tanya sang Kakek merasa aneh
"Eh?? Kenapa? Ya karena namanya bagus "ucap Berlian grogi
"Itu kayak nama musuh bebuyutan Kakek. Kamu serius kasih nama Senjaya? apa tidak bisa diganti? Apa ini ada hubungannya sama keluarga Senjaya?"tanya sang Kakek menyelidik
"Ihh Kakek ini apalah arti sebuah nama... anak anakku ya tetap anakku bukan anak keluarga Senjaya" ucap berlian marah
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi marah? Kakek cuma nanya"ujar sang kakek
"Ya Kakek sih, sudah tau ibu yang baru melahirkan moodnya sensitif sekarang Kakek malah ngajak berdebat soal nama jadi ya gini mudah kepancing emosi"ujar berlian
"Ya sudah tapi Kakek masih bingung aja kenapa tidak pakai nama keluarga kita saja"ujar sang kakek
Sebelum menjawab pertanyaan sang Kakek tiba-tiba anak pertama Berlian menangis kencang karena merasa terganggu dengan perdebatan sang mami dan eyangnya... tak lama kemudian adik adiknya menyusul sang kakak ikut menangis... disinilah mulai kehidupan baru Berlian mengurus sang buah hatinya seorang diri
Sedangkan Kakek yang masih tidak rela dengan nama yang diberikan sang cucu merasa curiga dan aneh melihat tingkah sang cucu.. firasatnya mengatakan ada yang disembunyikan Berlian padanya dan ini menyangkut keluarga Senjaya
Apakah cicit-cicit nya anak salah satu keluarga Senjaya? Ohhh betapa tidak relanya sang Kakek jika firasatnya benar
Malam hari dilain tempat yang sangat jauh dari negara New York
Dava sedang menghadiri acara pernikahan salah satu saudara jauhnya bersama kedua orang tuanya, dilihatnya sang Mama sangat senang bergosip ria bersama ibu ibu lainnya dan beberapa saudara nya
Dasar emak emak, tadi saja pas dirumah bergaya kayak orang pemalas tapi saat ketemu sama rombongan ibu ibu mulai deh gosipnya
Tiba-tiba Dava merasa pundaknya disentuh
"Dava?"panggil seseorang kepada dava
"Eh Ronald? Apa kabar lu?"tanya Dava yang ternyata ketemu teman SMAnya dulu
"Wes beneran si dava, gua baik bro Lo sendiri aja disini? Gak bawa gandengan?"tanya teman dava yang bernama Ronald sambil melihat ke sekitar Dava
"Wkwkwk iya gua sendiri.. gandengan gua lagi jauh di Paris sana" ucap Dava sambil tersenyum ramah
"La lu sendiri gimana? Sendiri aja kayaknya?"tanya dava
"Wkwkwk iya nih gue masih sendiri, lu mau gak jadi pasangan gue?" Ucap Ronald
Wanjir merinding gua, jijik amat dah lu.. tingkah lu gak berubah dari dulu ya, masih aja homo"ucap dava
"What njir parah lu... ngatain teman sendiri homo"ucap ronald
"Makanya cari pasangan sana trus ajak nikah biar gak dikatain homo lagi"ujar dava
"Lu pikir gampang nyari jodoh? Susah bro, gak ada yang masuk tipe idaman gua banget"ucap Ronald muram merana
"Haha tipe lu ketinggian kali, eh umur Lo kan Uda banyak nih mending Lo cari aja dulu yang mau sama Lo baru lo atur sebaik mungkin biar tuh cewek jadi tipe idaman lu"ucap Dava menceramahi temannya padahal ia sendiri juga masih jomlo
"Duh gaya lu nyet sok sok ceramahin gue, lu katain cari yang suka sama gue dulu? Beh semua cewek suka kali sama gue, tingal gue cap cip cup juga bisa tapi hati gue gak ada getarannya men"
"Gaya lu getaran, lu pikir hp pakai getaran"ujar dava
"Serius gua"ujar ronal dengan tampang yang dibuat meyakinkan
"Dah ah ngapain sih bahas ginian, ganti topik"ucap dava
__ADS_1
"Ha-ha-ha kalah lu yah, eh BTW Lo sudah sukses ya sekarang, nama Lo sering muncul gua lihat di majalah bisnis"ujar ronald lagi
"Hahhaa masa sih? Gak ah biasa aja mah menurut gue"ucao dava sambil meminumkan air yang berada ditangannya
"Ini nih yang gak gue suka dari Lo, omongan dan tingkah Lo gak sinkron, dimulut bilang tidak tapi badan lu bilang iya"ujar ronal yang memang teman dekat dava dari SMP
"Apaan sih beb segitunya memperhatikanku"ucap Dava dibuat manja
"Dih jijay, kok malah Lo yang jijik gini"ujar ronal geli
"Hahah ketularan Lo sih"ucap dava sambil tertawa
Begitulah percakapan Dava dan Ronald sepanjang acara mulai, jika Dava sudah ketemu dengan teman seperjuangan dan sohip dekatnya, sudah lah pasti banyak aja pembicaraan yang akan mereka omongin... so bukan hanya cewek aja yang suka gosip cowok kadang juga suka tapi kapasitas waktunya akan lebih sering perempuan dari pada laki-laki
Sepulangnya Dava dan kedua orang tuanya dari pesta... Dava langsung menghadang orang tuanya
"Ma pa... ada yang mau Dava omongin"ucap Dava
"Hmm? Tumben, mau ngomong apa? Apa tidak bisa besok saja? Ini sudah malam" tanya sang papa
"Sebentar aja pa"ucao dava
"Yasudah, kamu mau bicara apa?" Tanya sang papa saat mereka sudah duduk di ruang keluarga
"Dava mau bilang Dava akan pergi ke Paris besok"ujar dava memberitahu kepergiannya kepada papanya
"Paris? Ngapain? Apa urusan pekerjaan? Kenapa tiba-tiba" tanya sang papa heran
"Bukan pa, emm ada urusan pribadi yang harus Dava urus disana, ini bukan tiba-tiba keberangkatan Dava sudah Dava pikir jauh jauh hari tapi baru bisa Dava sampaikan sekarang"ucap Dava menatap sang papa
"Urusan apa? Kamu ada masalah serius?"tanya sang papa
"Emm gak bisa Dava jelasin sekarang, nanti kalau masalah Dava selesai Dava akan cerita ke papa"ujar dava
"Tapi gimana perusahaan? Kamu mau berapa hari disana?"tanya sang papa lagi
"Perusahaan sudah Dava alihkan ke tangan asisten pribadi Dava untuk sementara waktu dengan pengawasan Dava, Dava akan tetap bertanggung jawab dengan perusahaan walaupun tidak langsung terjun mengawasinya pa dan Dava tidak tau sampai kapan pastinya tapi Dava janji akan secepat mungkin menyelesaikan masalah Dava"ujar dava
"Papa masih penasaran tentang masalah kamu tapi kalau memang ini sudah keputusan kamu ya sudah papa percaya sama kamu, tapi jangan hancurkan kepercayaan papa, kamu harus tetap bertanggung jawab dengan tugas kamu sebagai anak maupun pemimpin perusahaan, ingat perusahaan kita bukanlah perusahaan kecil"ucap sang papa
"Iya pa Dava akan ingat semuanya itu"ucap dava
"Ya sudah kalau gitu papa restui kamu pergi"ujar sang papa
"Makasih pa"ucap Dava senang sedangkan sang Mama yang sudah tau masalah sang anak hanya bisa diam dari tadi dia tau anaknya ingin menyelesaikan masalah dengan keluarga musuh bebuyutan Senjaya makanya anaknya tidak memberikan secara detail masalah yang di hadapi Dava bisa berabe ntar
__ADS_1
Bersambung