
Kevin menatap layar televisi dengan pandangan kosong. Terkadang pekerjaan menjadi terganggu karena ketidak fokusannya.
Kevin merutuki dirinya sendiri, Kara.. Kara... Kara... itu yang selalu ada di pikiran dan hatinya.
Kara semakin sulit ditemui. Baik di kantor, maupun di apartemen. Kevin teringat ucapan Andy.. Ya... Cindy.. adik iparnya.
Kevin segera menghubungi rumahnya.
"Hallo, dengan kediaman keluarga Johnson di sini!" terdengar suara renyah Cindy di seberang.
"Hallo.." Kevin mencoba merangkai kata untuk menceritakan semuanya pada Cindy.
"Kevin?" Cindy mengenali suaranya.
"Ya, ini aku."
"Oh, ada apa? Mau berbicara dengan Brian? Sebentar aku panggil,"
"Cindy...!" Cindy terdiam, saat Kevin memanggilnya.
Hening sejenak....
"Cindy, aku ingin berbicara denganmu."
"Tentang apa Kak?" Cindy mulai penasaran.
"Kara." Cindy terdiam saat Kevin menyebut nama itu, rasa penasaran terselip di dadanya, namun dia takut menyinggung Kevin.
"Mengapa dengan Kara?" Cindy mulai penasaran.
"Dia tidak pernah bercerita denganmu tentangku?" tanya Kevin heran karena mengira Kara telah bercerita tentang hubungannya dengan Kara.
"Tentang apa?" Cindy diam sejenak.
"Tunggu! Jangan katakan jika kalian berhubungan selama ini, dan aku tidak mengetahuinya!"
"Ya." Jawaban singkat Kevin membuat Cindy menutup mulut dengan tangannya.
"Kevin! Serius kah ini? Sejak kapan? Mengapa Kara merahasiakan kepadaku?"
__ADS_1
Diberondong dengan banyak pertanyaan Kevin hanya tertawa.
"Ini tidak lucu Kev! Tolong ceritakan dengan lengkap padaku!"
Kevin menceritakan awal pertemuannya dengan Kara, lalu perkenalannya saat di Washington, hingga masalah yang dihadapinya saat ini, kesalahan pahaman yang terjadi antara dia dan Kara, dan Kara sulit sekali dihubungi, namun Kevin tidak bercerita tentang kejadian malam saat tidur bersama Kara. Kevin ingin menjelaskan semuanya kepada Kara, namun Kara tidak mau menemui bahkan mendengarkannya.
Itulah alasan dia menghubungi Cindy kali ini sesuai saran Andy.
Cindy sangat terkejut mengetahui hal tersebut.
"Tolong kemarilah! Ceritakan lagi dengan lengkap padaku! Melalui telepon sepertinya kurang menurutku!"
"Ya, akhir pekan ini aku akan pulang, menjenguk nenek juga."
"Baiklah, Kak! Sampai jumpa di akhir pekan!"
Kevin menutup ponselnya, ada kelegaan terpancar di wajahnya. Dia menatap foto Kara yang diambil diam diam saat Kara sedang di restoran Paman Marco. Kara yang tersenyum dengan rambut terurai. Cantik sekali! Kevin merindukan Kara.
***
Kevin menuju panti jompo tempat neneknya tinggal, mengunjunginya sebentar.
"Nenek sangat suka kue ini!" Nenek membuka bingkisan yang berisi waffle dan pancake dari kedai milik Kara. Nenek menatap Kevin, "Ada apa Kevin? Wajahmu terlihat muram dan tidak bersemangat?" Nenek bisa membaca kegundahan hati Kevin.
Kevin menatap nenek dan tersenyum, "Nenek, masih ingat kekasih Josh?" nenek terdiam mengingat.
"Ya, yang cantik itu kan! Nenek selalu berdoa kamu mendapatkan perempuan yang seperti itu. Apakah kamu telah menemukan?" tanya nenek dengan mata menggoda Kevin.
"Saat ini aku dekat dengannya." Jawaban Kevin membuat nenek terkejut. Nenek menyentuh wajah Kevin dengan kedua tangannya, "Kejarlah dia Cucuku, jangan pernah berpikir jika itu hal yang salah. Semua orang pantas mendapatkan kebahagiaannya masing masing. Kara perempuan yang baik. Nenek tahu itu, sejak pertama bertemu." Nenek masih mengingat Kara, sewaktu pernikahan Brian dan Cindy, Kara lah yang pertama kali nenek kenali. Nenek sangat terkesan dengannya.
Sekitar satu jam Kevin berkunjung dan menemani nenek mengobrol, akhirnya dia pamit hendak pulang.
Kevin membelokkan kendaraan ke area pemakaman tempat kedua orangtuanya dimakamkan.
Kevin menaruh bunga di atas pusara ayah ibunya, berdoa sejenak, lalu berjalan menuju mobilnya. Kevin menatap satu makam tak jauh dari tempat orang tuanya, berjalan ke sana.
"Josh, aku berjanji akan menjaganya. Aku mencintainya Josh!" Kevin meletakkan setangkai bunga di atas pusara Josh, lalu berlalu untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Cindy telah menyambut dengan tidak sabar, Brian mengiringi dibelakang. Kevin memeluk adik iparnya, lalu Brian, adiknya.
__ADS_1
Cindy menggamit lengan Kevin mengajaknya masuk ke rumah, Brian membiarkannya, menggeleng kan kepala melihat tingkah istrinya.
"Duduklah Kakak! Ini aku telah siapkan makanan dan minuman," Cindy membimbing Kevin duduk di kursi makan, di makan telah tersedia makanan dan aneka kudapan buatan Cindy.
"Astaga, apakah kalian akan mengadakan pesta hari ini?" Kevin terkejut melihat meja makan yang penuh aneka makanan.
"Inilah kegiatan Cindy sehari hari, dia banyak mencoba aneka resep, dan mengunggah di Youtube." Brian menjelaskan kegiatan Cindy.
"Cukup dengan cerita tentangku, sekarang ceritakan kisah mu dengan Kara?" Cindy duduk di hadapan Kevin, menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Ada apa antara Kau dan Kara?" Brian berdiri di sisi Cindy memandang Kevin penuh selidik.
"Astaga, apakah sejak waktu itu? Kau benar tidur dengannya, Kev?" Brian memegang kepalanya terkejut dengan tebakannya sendiri.
"Kau tidur dengan Kara? Kapan?" Cindy melotot menatap Kevin.
Kevin hanya bisa diam, terpojok oleh pandangan pasangan di hadapannya.
"Ya, awalnya aku tidak ada apa apa dengan Kara, namun entah mengapa sejak hari itu dia selalu ada di pikiranku."
Kevin menghela napas sejenak, lalu melanjutkan ceritanya, hingga saat pertemuan dengan Stella, yang tak sengaja dilihat oleh Kara, sehingga membuat mereka salah paham. Kara sulit di hubungi, selalu sibuk, atau sengaja tidak mau bertemu dengannya.
Cindy prihatin mendengar cerita Kevin, dia memegang tangan Kevin saat mendengar Kevin bercerita. Kevin menceritakan semuanya pada Cindy, perasaan sangat lega setelah mengatakan semua yang terjadi pada sepupu Kara tersebut.
"Lalu, mengapa Stella mencarimu? Setelah Josh meninggal, lalu dia mencarimu untuk menuntut tanggung jawab atas hal yang tidak kamu lakukan?" Brian bertanya dengan nada ketus.
"Tidak Brian, Stella tidak seperti itu. Sudah cukup dia menderita, aku telah memaafkan nya, namun aku tidak akan pernah kembali padanya."
"Tunggu! Josh? Apakah Josh tunangan Kara? Apa yang sebenarnya terjadi?" Cindy bingung karena Brian terlihat lebih emosi dari Kevin.
"Brian, cukup! Biar aku yang menjelaskan pada Cindy!"
Kevin berbalik menggenggam tangan Cindy, "Stella adalah kekasihku dulu, dan Josh adalah sahabatku sejak kecil. Aku berpacaran dengan Stella sejak SMA, hingga kuliah. Saat itu aku berjanji menemaninya datang ke pesta ulang tahun temannya, namun Kenny sedang ada masalah dan aku memilih menemani Kenny, Stella marah karena aku ingkar janji tidak datang." Kevin mengehela napas sejenak.
"Malam itu di pesta ulang tahun Stella bertemu Josh, mereka terlalu banyak minum, hingga tidur bersama." Kevin terdiam.
Cindy pun diam seribu kata. Diapun tidak tahu harus bagaimana menceritakan semua pada Kara.
"Biar aku yang akan menjelaskan pada Kara." Kevin seakan tahu apa yang dipikirkan Cindy.
__ADS_1
Malam itu sambil menikmati santap malam, Kevin, Brian, dan Cindy mengobrol banyak hal.