
Saat ini Aleta sedang berada di ruang tamu bersama dengan Audy dan Mama Febby, "Audy gak sabar deh pengen lihat baby-nya," ucap Audy.
"Sama sayang, Mama juga gak sabar," ucap Mama Febby.
"Sabar ya Mama, aunty. Bentar lagi kan Mama sama Aunty Audy bisa lihat baby kok," ucap Aleta dengan menirukan suara anak kecil.
"Kok aunty sih, Kak," ucap Audy.
"Terus baby-nya harus bilang apa dong kalau bukan aunty?" tanya Aleta.
"Nanti baby-nya harus panggi Audy Kakak dong, Kakak Audy kan bagus gitu," ucap Audy.
"Iya deh Kakak Audy," ucap Aleta.
"Arka masih lama pulangnya sayang?" tanya Mama Febby.
"Aleta juga gak tau, Ma. Soalnya tadi Mas Arka gak bilang ke Aleta," ucap Aleta.
"Ish, suami kamu itu ya emang, udah deh pokoknya kamu malam ini tidur di kamar Mama aja jangan sama Arka," ucap Mama Febby.
"Kenapa gitu, Ma?" tanya Aleta.
"Ya, habisnya suami kamu itu orangnya bikin emosi terus, masa istrinya lagi hamil malah si UK ngurusin kerjaannya sih harusnya dia itu di ruang nemenin kamu gituloh atau gak kamu diajak jalan-jalan gitu kan sekarang libur," ucap Mama Febby.
"Kan Mas Arka kerja juga buat baby-nya, Ma. Jadi, gapapa dong lagian kan Mama udah tau gimana Mas Arka kalau udah ada kerjaan pasti bakal sibuk banget," ucap Aleta.
"Iya sih, tapi harusnya Arka itu ajak kamu jalan-jalan gitu terus beli barang-barang yang kamu mau," ucap Mama Febby.
"Leta gak pengen apa-apa kok, Ma. Lagian di kehamilan Leta sekarang ini gak tau kenapa, tapi Leta kayak males aja keluar rumah rasanya pengen di rumah aja istirahat," ucap Aleta.
"Biasa itu sayang, dulu Mama waktu hamil Sandra juga kayak gitu rasanya pengen di rumah terus," ucap Mama Febby.
"Tapi, kok Leta jarang ngerasain mual gitu ya, Ma," ucap Aleta.
"Kalau gitu biasanya Arka yang ngerasain mual," ucap Mama Febby.
"Leta gak tau sih Ma kalau Mas Arka, tapi Leta gak pernah lihat Mas Arka ngerasain mual gitu deh, Ma," ucap Aleta.
"Audy biasanya lihat Kak Arka ke kamar tamu kok, Kak. Terus keluarnya kayak lap mulut gitu, apa jangan-jangan waktu itu Mas Arka lagi mual ya," ucap Audy.
"Kamu beneran?" tanya Mama Febby.
"Iya, Ma," ucap Audy.
__ADS_1
"Tapi, kalau emang kayak gitu sih bisa jadi Arka mual dan muntahnya di kamar mandi kamar tamu. Secara kan Arka itu gengsinya tinggi banget, mana mau dia ngelihatin hal kayak gitu ke Aleta," ucap Mama Febby.
"Tapi, kenapa justru Kak Arka yang ngerasain mual nya?" tanya Audy.
"Itu karena Arka udah bucin parah sama Aleta makanya sampai Arka yang ngerasain mual nya," ucap Mama Febby.
"Masa sih, Ma?" tanya Audy, dengan tidak percaya.
"Iya, dulu aja suaminya Dessy bucin parah sama Dessy," ucap Mama Febby.
"Cieee Kak Aleta di bucinin kulkas berjalan," goda Audy.
"Hush, masa Kakaknya sendiri di bilang kulkas berjalan sih orang Arka ganteng kayak gitu juga," ucap Mama Febby.
"Hehehe, habisnya Kak Arka gak pernah senyum sam Audy yaudah Audy panggil kulkas berjalan aja," ucap Audy.
"Ada-ada aja kamu ini, oh iya sayang kapan kamu mau beli barang-barang buat baby-nya?" tanya Mama Febby.
"Aleta juga masih belum tau, Ma. Kan baby-nya masih beberapa bulan lagi lahirnya, jadi Aleta belum kepikiran. Tapi, rencananya sih belinya nanti setelah usia kehamilan Leta 7 bulan," ucap Aleta.
"Iya, belinya nanti aja setelah 7 bulan nanti sekalian kamu sama Arka lihat jenis kelamin anak kalian, jadi waktu beli barang-barangnya udah tau barang apa aja yang dibutuhin," ucap Mama Febby.
"Iya, Ma," ucap Aleta dengan menganggukkan kepalanya.
"Iya Kak Audy, nanti baby aja Kak Audy kok," ucap Aleta dengan menirukan suara anak kecil.
.
Malam harinya Aleta berada di taman belakang rumah keluarga Andrean, 'Apa ini saatnya aku pergi dari kehidupan Mas Arka dan keluarganya Mas Arka?' tanya Aleta dalam hati.
"Tapi, anak aku belum lahir bukannya Mas Arka dan keluarganya Mas Arka nungguin anak aku terus baru mereka bakal usir aku. Tapi, aku gak mau kalau pisah dari anak aku," gumam Aleta.
"Siapa yang mau pisahin Non Aleta sama anaknya Tuan Arka dan Non Aleta?" tanya Bi Novi yang baru saja datang dari belakang.
Aleta langsung berdiri dan membalikkan tubuhnya, ia cukup terkejut saat melihat Bi Novi berada di belakangnya.
"Bi-Bi Novi udah lama di sini?" tamat Aleta dengan gugup.
"Gak kok, Non. Bi Novi baru aja datang," ucap Bi Novi.
"Bi Novi denger apa yang tadi Leta bilang?" tanya Aleta.
"Gak terlalu sih, Non. Tapi, Bibi cuma denger kalau ada yang mau pisahin anak Tuan Arka dan Non Aleta, udah itu aja selebihnya Bi Novi gak denger," ucap Bi Novi.
__ADS_1
Aleta lega mendengar apa yang dikatakan Bi Novi karena jujur saja ia takut jika Bi Novi mendengar semuanya karena itu artinya Bi Novi adalah orang pertama di rumah yang tau jika Arka dan dirinya tidak seromantis yang orang-orang bayangkan.
"Kenapa memangnya, Non?" tanya Bi Novi.
"Eh, gak kenapa-napa kok, Bi. Leta cuma malu aja kalau Bibi denger semua yang Leta katakan tadi," ucap Aleta.
"Kenapa Non Aleta harus malu?" tanya Bi Novi.
"Iya, karena tadi Leta bicara sendiri soal film yang baru aja Leta tonton dan Leta tiba-tiba kepikiran aja gitu, Bidan Leta juga takut aja kalau nanti ada yang pisahin Leta sama anaknya Leta," ucap Aleta.
"Percaya sama Bibi, kalau gak akan ada yang berani pisahin Non Aleta sama anak Non Aleta dan Tuan Arka karena ada keluarga besar Tuan Daffa yang akan selalu menjaga Non Aleta dan anak Non Aleta. Jadi, mulai sekarang Non Aleta gak boleh mikir kayak gitu ya takutnya nanti anak Non Aleta kenapa-napa loh kalau Non Aleta terlalu banyak pikiran," ucap Bi Novi.
'Bi Novi gak tau aja kalau keluarganya Mas Arka lah yang akan misahin Leta sama anak Leta,' ucap Aleta dalam hati.
"Iya, Bi. Bibi benar, harusnya Leta gak boleh mikir kayak gitu," ucap Aleta.
"Nah gitu dong, Non. Kalau gitu Bibi ke dapur dulu ya takut Non Audy butuh sesuatu," ucap Bi Novi.
"Iya, Bi," ucap Aleta.
"Non Aleta juga jangan lama-lama di sini, udara malam gak baik loh buat ibu hamil," ucap Bi Novi.
"Iya, Bi. Ini bentar lagi Leta masuk ke dalam kok," ucap Aleta dan setelah itu Bi Novi pun masuk ke dalam rumah mewah tersebut.
'Ayo, Aleta semangat,' ucap Aleta dalam hati.
Saat tengah duduk tiba-tiba Aleta merasakan seseorang yang memakaikannya jas, Aleta pun menatap orang yang berada di belakangnya.
"Mas Arka," panggil Aleta lalu ia pun berdiri.
"Kalau di luar jangan lupa pakai jaket nanti kalau kamu sama anak saya kenapa-napa gimana," ucap Arka.
"Iya Mas, maaf. Tadi aku lupa gak bawa jaket," ucap Aleta.
"Sekarang udah malam dan udara juga semakin dingin lebih baik kamu masuk," ucap Arka.
Mau tidak mau Aleta pun menuruti apa yang dikatakan Arka.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.