One Night Stand

One Night Stand
I Love You


__ADS_3

Pukul 2 dini hari Aleta terbangun karena mendengar suara tangis baby Altha, Aleta pun melepaskan pelukan sang suami lalu ia menghampiri baby Altha.


"Anak Bunda kenapa hem?" tanya Aleta pelan agar tidak membangunkan Arka.


Namun, baby Altha terus menangis dan Aleta memutuskan untuk menuju ruang kerja Arka yang berada di ruangan lain yang ada di kamar tersebut.


"Cup cup sayang, jangan nangis lagi ya," ucap Aleta dengan menyusui baby Altha.


Untung saja baby Altha berhenti menangis, "Haus banget ya sampai gak mau lepas," ucap Aleta yang gemas melihat baby Altha yang sudah tertidur dan tidak mau melepaskan sumber makanannya.


Aleta pun menunggu saat baby Altha melepaskannya meskipun matanya sudah tidak sanggup lagi, tapi Aleta tetap berusaha agar tidak mengejutkan baby Altha.


Namun, bukannya baby Altha yang terkejut melainkan Aleta sendiri yang terkejut saat tiba-tiba sebuah tangan berotot memeluknya dari belakang bahkan bibir orang tersebut berada tepat di leher Aleta dan memberikan kecupan di sana.


"Kenapa gak bangunin aku hem?" tanya Arka dengan suara serak khas bangun tidurnya.


Ya, Arka lah orang yang memeluk Aleta dari belakang.


"Mas Arka pasti keganggu ya, maaf Mas," ucap Aleta.


"Ck, kamu gak ganggu sama sekali. Kenapa kamu gak bangunin aku?" tanya Arka lagi.


"Keta gak tega buat bangunin Mas Arka soalnya Mas Arka kelihatan lelap banget," ucap Aleta.


"Huh, lain kali bangunin aku ya. Aku juga mau bangun saat baby Altha rewel kayak tadi ya," ucap Arka.


"Tapi, nanti Mas Arka capek gimana?" tanya Aleta.


Arka pun tersenyum lalu membalikkan tubuh Aleta hingga berhadapan dengannya, lalu Arka mengecup pelipis sang istri.


"Aku pengen ngerasain jadi Ayah siaga buat baby Altha dan juga jadi suami siaga untuk kamu. Mau ya nanti kalau kayak gini lagi bangunin aku, reportin aku kapanpun," ucap Arka dan Aleta pun menganggukkan kepalanya.


"Udah sayang lepas ya dari tadi lahap banget," ucap Arka dan melepaskan mulut baby Altha dari sumber makanannya.


Baru juga beberapa detik Arka melepaskan mulut baby Altha dari Aleta tiba-tiba baby Altha kembali menangis dan mulutnya bergerak tak tentu seolah mencari sesuatu yang hilang.


"Ih Mas Arka kan anaknya jadi nangis," ucap Aleta.


Bukannya merasa bersalah Arka justru tertawa melihat anaknya menangis, "Astaga sayang masa kayak gitu aja nangis sih, laki-laki itu gak boleh nangis apalagi cuma karena ini," ucap Arka.


Aleta hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang suami, Aleta memilih kembali mengarahkan sumber makanannya pada baby Altha.


Baby Altha langsung diam saat sumber makanannya telah ditemukan, "Ish," rintih Aleta saat baby Altha minum terlalu kuat.


"Kenapa?" tanya Arka.


"Gapapa kok, tapi ini baby Altha kayaknya kuat banget deh sampe sakit," ucap Aleta.


"Sayang pelan-pelan ya, kasihan Bunda loh sampe sakit gitu. Ayah gak minta kok sayang, kalau Ayah mau nanti Ayah minta sendiri sama Bunda," ucap Arka.


"Mas," Aleta tentunya terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan sang suami.


"Hehehe, bercandaan sayang," ucap Arka dan mengecup bibir Aleta.


"Mas ada anaknya loh," ucap Aleta.


"Lupa sayangku," ucap Arka.


Sekita pukul 4 pagi barulah Aleta menaruh baby Altha yang mau melepaskan mulutnya dari sumber makanannya.


"Udah pagi aja," gumam Aleta.


"Kamu tidur aja ya," ucap Arka.

__ADS_1


"Iya, Mas," ucap Aleta.


Arka dan Aleta pun mulai merebahkan tubuh mereka di kasur, "Kenapa hem?" tanya Arka saat melihat Aleta yang masih membuka matanya.


"Gak bisa tidur," ucap Aleta.


"Kamu mau tau rahasia gak?" tanya Arka.


"Rahasia? rahasia apa?" tanya Aleta.


"Rahasia yang aku punya," ucap Arka.


"Memang apa, Mas?" tanya Aleta.


Bukannya menjawab pertanyaan Aleta, Arka justru mengecup bibir Aleta yang membuat Aleta terkejut dan salah tingkah.


"I love you," bisik Arka.


Setelah mengatakan hal itu, Arka pun mengecup pipi sang istri dan lagi-lagi membuat Aleta terkejut.


"Ma-maksud Mas Arka apa?" tanya Aleta.


"Aku cinta sama kamu kayaknya seorang pria mencintai wanitanya," ucap Arka.


"Mas Arka serius dengan apa yang Mas Arka bilang?" tanya Aleta.


"Iya, sayang aku serius. Kamu gimana?" tanya Arka.


Bukannya menjawab pertanyaan Arka, Aleta justru menangis dan membuat Arka yang panik.


"Kamu kenapa sayang? aku salah ya bilang kayak gitu tadi?" tanya Arka.


"Gak kok, Mas Arka gak salah. Leta cuma seneng aja," ucap Aleta.


"Kok nangis," ucap Arka.


Arka dibuat gemas oleh istrinya itu, ia kembali mengecup Aleta tapi kali ini Arka mengecup seluruh wajah sang istri hingga berakhir di bibir manis istrinya yang sudah menjadi candu bagi Arka.


"Aku cinta sama kamu Bundanya Altha," ucap Arka.


Aleta pun tersenyum mendengar penuturan Arka, "Aku juga cinta sama kamu Ayahnya Altha," balas Aleta.


"Yang," panggil Arka.


"Yang?" tanya Aleta.


"Iya, sayang. Mulai sekarang kalau lagi berdua kayak gini kamu panggil aku sayang ya baru kalau ada orang lain kamu boleh panggil aku Mas, gimana?" tanya Arka.


"Iya sayang," ucap Aleta.


"Ish, gemes banget sih istrinya Arkana Andrean ini," ucap Arka dan mencubit pipi Aleta.


"Sakit Mas," ucap Aleta.


"Hehehe, maaf ya sayang. Inget loh manggilnya sayang," ucap Arka.


"Oh iya, lupa," ucap Aleta.


"Yang," panggil Arka lagi.


"Kenapa?" tanya Aleta.


"Bikin Adik buat Altha yuk," ajak Arka.

__ADS_1


"Mas Arka..," ucapan Aleta terhenti lantaran Arka yang tiba-tiba mencium bibirnya bahkan ciuman tersebut berubah menjadi ******* dan mulai menuntun.


Namu,n tak berapa lama setelah itu Arka pun melepaskan ciuman tersebut karena Aleta yang menepuk punggungnya pertanda jika ia telah kehabisan napas.


"Main cium aja," ucap Aleta.


"Habisnya kamu kan udah aku bilangin manggilnya sayang kalau cuma berdua," ucap Arka.


"Maaf, kan masih belum terbiasa manggil sayang. Dari dulu juga udah manggil Mas, jadi belum terbiasa gitu," ucap Aleta.


"Yaudah, jadi gimana sekarang kita bikin Adik buat baby Altha?" tanya Arka.


"Kamu nih ya, kan aku baru aja melahirkan masa langsung buat Adik sih kan masih sakit," ucap Aleta.


"Iya sayang, aku cuma bercanda kok," ucap Arka.


.


Dua hari sudah Arka meliburkan dirinya dan berada di rumah menemani Aleta, hari ini adalah hari dimana Arka harus kembali bekerja karena Kevin yang sudah uring-uringan.


Bagaimana tidak, Arka tidak ingin diganggu sama sekali selama berada di rumah dan hak itu membuat Kevin bingung pasalnya ia masih membutuhkan beberapa tandatangan dan juga revisi berkas dari beberapa departemen.


"Sayang," panggil Arka.


"Iya, kenapa?" tanya Aleta.


"Nanti ke perusahaanku ya," ucap Arka.


"Hah, maksud kamu ke Rean Grup?" tanya Aleta.


"Iya, aku tunggu ya. Nanti biar Pak Edy yang anterin kamu dan kali ini aku gak mau alasan apapun," ucap Arka dan mengecup bibir Aleta.


Setelah itu, Arka pun menggandeng tangan Aleta untuk keluar kamar dan menuju meja makan.


"Tapi, nanti semua orang tau kalau aku ini istri kamu gimana?" tanya Aleta yang membuat langkah Arka terhenti.


"Biarin," ucap Arka lalu kembali melangkah menuju meja makan.


Saat sampai di meja makan, ternyata di sana sudah ramai dengan keluarganya. Aleta langsung menghampiri baby Altha yan berada di gendongan Kak Sandra.


Ya, memang saat Aleta tengah menyiapkan pakaian untuk Arka tiba-tiba saja Kak Sandra masuk dan meminta izin untuk membawa baby Altha, karena baby Altha sudah bangun jadinya Aleta mengiyakannya dan berakhir sekarang baby Altha sudah berada di gendongan Kak Sandra.


"Senengnya sih anak Bunda ini hem," ucap Aleta.


"Iya dong Bunda, kan bareng sama aunty Sandra yang cantik," ucap Kak Sandra dengan menirukan suara anak kecil.


"Leta," panggil Kak Sandra.


"Iya, kenapa Kak?" tanya Aleta.


"Maafin Kakak ya, Kakak banyak banget salah sama kamu. Harusnya Kakak coba buat ngertiin gimana perasaan kamu, tapi Kakak malah egois kayak gitu," ucap Kak Sandra.


"Kakak gak salah kok, Leta bisa ngerti gimana perasaan Kakak waktu itu. Mulai sekarang kita lupain semuanya ya Kak dan kita mulai dengan yang baru," ucap Aleta dan diangguki Kak Sandra.


"Maaf ya, Kakak gak bisa peluk kamu soalnya ada baby Altha," ucap Kak Sandra.


"Iya kak, gapapa kok," ucap Aleta.


Akhirnya kesalahpahaman yang selama ini terjadi antara Kak Sandra dan Aleta pun terselesaikan, baik Kak Sandra maupun Aleta mulai sadar jika semua permasalahan akan terselesaikan jika mereka mau mengurangi keegoisan masing-masing.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2