
Satu Tahun Kemudian
Kara menatap laptopnya, meneliti laporan keuangan hotel dan restoran. Grafik pendapat untuk hotel naik perlahan, sedangkan untuk restoran grafiknya meningkat tajam.
Kara mengecek laporan keuangan restoran di Las Vegas. Pendapat juga meningkat, tak kalah dengan restoran bintang lainnya.
Tok.. Tok...
Pintu ruangan diketuk, kepala Matt menyembul saat pintu dibuka.
"Maaf aku mengganggu." ucapnya merasa bersalah.
"Tidak ada Matt, kemarilah!"
"Kamu mencariku?"
"Ya, aku ingin membuat foodtruck untuk menu tertentu, pemasaran di area pusat perkantoran di dekat taman kota. Bagaimana menurutmu?" tanya Kara sambil memainkan bolpoin di tangannya.
Matt terdiam, berpikir sejenak mengenai ide Kara.
"Sepertinya ide yang bagus. Aku setuju saja."
"Menurutmu menu apa yang cocok dijual, yang bakal laris dan diminati masyarakat kota ini?"
"Menu makan siang yang lengkap, burger, atau kudapan manis untuk dessert."
Kara berpikir sebuah ide yang ada di kepalanya.
"Bagaimana jika ditambahkan menu smoothies aneka buah segar selain kopi?"
Matt menatap Kara dengan kagum. Ia tidak menyangka Kara memiliki ide yang cemerlang untuk sebuah bisnis.
"Aku akan membantu membuat menu yang sederhana dan cepat untuk disiapkan." ujar Matt.
"Baiklah. Terima kasih atas bantuanmu Matt untuk restoran ini." Kara menatap Matt, ada kerinduan menyusup di hatinya terhadap Matt.
Matt berdiri dan berlalu meninggalkan Kara. Kara mengikuti dari belakang hendak menutup pintu ruangannya. Saat sampai di pintu, Matt berbalik, tepat di belakangnya ada Kara. Keduanya berdiri berhadapan, saling beradu pandang. Muncul kenangan kenangan indah saat bersama dahulu.
Matt mendekati Kara dan menyentuh dagu Kara, menyusuri wajahnya dan mencium bibir perempuan cantik di hadapannya itu.
Sejenak Kara tersentak, tubuhnya seakan dialiri listrik ribuan volt. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Ada rasa rindu di relung hatinya, untuk sesaat ia menikmati kecupan Matt di bibirnya. Namun, ia tersadar Matt bukan lagi kekasihnya. Kara mendorong tubuh Matt, dan mundur menjauhi Matt.
Matt menyadari Kara tidak seperti dulu lagi. Sejak pertemuan di pembukaan restoran hingga kali ini, Kara selalu memberi jarak di antara mereka.
Kara memang sengaja tidak mengatakan pada Matt bahwa ia telah memiliki kekasih, supaya tidak menggangu hubungan kerja mereka.
__ADS_1
Matt memilih pergi meninggalkan ruangan Kara menuju dapur melanjutkan pekerjaannya.
Kara duduk termenung di kursinya sambil menatap ke luar melalui jendela. Ia memikirkan yang baru saja terjadi.
Kara menggigit bibir bawahnya, terasa manis, sama saat dulu ia pernah punya kenangan manis bersama Matt saat masih kuliah.
***
Seseorang menutup mata Kara dari belakang saat, ia sedang membaca buku untuk tugas kelas berikutnya.
"Matty... sudahlah, aku tahu itu kamu!"
Matt melepaskan tangannya dari mata Kara sambil manyun sembari duduk di samping gadis itu.
"Sedang sibuk?" Tanya Matt.
"Setelah ini ada tugas presentasi tanya jawab. Aku tidak ingin dibantai saat presentasi nanti." Jawab Kara.
"Kau mau sandwich? Aku yang membuatnya sendiri." Matt menyodorkan sepotong sandwich pada Kara. Kara tersenyum menatap Matt, menerima nya, lalu menggigit dengan lahap.
Kara melirik arlojinya, kelasnya 10 menit lagi dimulai, ia merapikan buku bukunya dan memasukkan ke tas ranselnya.
"Aku masuk ke kelas dulu. Terima kasih untuk makan siangnya!" Kara berjalan mundur sambil melambaikan tangannya.
"Semoga sukses presentasinya..!" Matt menatap Kara yang telah berlari kecil menuju kelas meninggalkan nya sendiri.
Matt membuka pintu kamarnya, "Wah, ayo masuk!" ajak Matt, Kara masuk. Seperti biasa teman sekamar Matt sedang sibuk di depan komputer bermain game online.
"Bagaimana presentasi mu tadi?"
Kara terdiam dengan muka sedih. Matt duduk mendekat dan menepuk pundak Kara memberi semangat.
"Aku mendapat nilai A...!" Kara tertawa terbahak-bahak melihat Matt yang terkejut.
"Aku akan traktir makan. Ayo kita keluar!" Ajak Kara. Matt membereskan areanya, lalu pergi bersama Kara.
Kara dan Matt berjalan menuju kedai burger di dekat kampus. Kara memesan dua set untuk makan mereka nikmati.
"Prof Kim memuji presentasiku tadi, beberapa materi yang dipelajari sebenarnya telah aku praktekkan selama membantu papaku. Jadi aku dapat membawakan materi dengan baik."
"Kamu selalu hebat Kara." ucap Matt sambil memasukkan potongan kentang goreng ke dalam mulutnya.
"Bagaimana kuliahmu?" Kara balik bertanya.
"Ya seperti biasa. Aku harus lulus dengan baik dan tepat waktu, karena aku jalur beasiswa."
__ADS_1
Kara dan Matt bertemu di perpustakaan kampus saat sedang belajar untuk kuliahnya. Awalnya saling curi pandang, lalu duduk berdekatan, lalu mulai mengobrol, hingga Matt memberanikan diri mengajak Kara berkencan. Kara belum sempat menceritakan hubungan dengan Matt pada Cindy karena sedang sibuk dengan kekasihnya.
Kara dan Cindy hanya bertemu saat ada kelas yang bersamaan. Mereka saling berkomunikasi melalui ponsel mereka.
Saat Matt tiba tiba menghilang, Cindy sangat terkejut. Kara tampak murung saat itu, Cindy menghibur dan mengajak Kara berjalan jalan seperti biasanya. Lalu Kara menceritakan semuanya.
Setelah itu Cindy melakukan aksi detektifnya menyelidiki Matt, dan ternyata jejak Matt tidak banyak. Matt bukan siswa populer semasa sekolah.
Matt pernah menjadi pelayan di salah satu restoran siap saji untuk menyambung hidupnya.
Kepergian Matt secara mendadak tanpa pamit membuat Kara agak mati rasa terhadap lelaki. Sejak itu dia enggan memulai hubungan dengan lawan jenis.
****
Apa maksudmu Matt?
Kara merutuki perbuatan Matt padanya tadi.
Di saat Kevin berjauhan, Kara merasa bingung. Ia selama ini menjalani hubungan dengan santai, Kevin pun selalu memberi perhatian dengan mengirimkan pesan untuknya setiap hari.
Hubungan Kata dan Matt hanya sekedar bisnis saja, itu yang selalu Kara ingat. Ia tidak ingin terjatuh dua kali dengan orang yang sama. Apalagi selama ini Matt tidak pernah mengusik ataupun sengaja melakukan perbuatan untuk merayunya.
Ting..!!
Pesan masuk, Kara membaca pesan di ponselnya.
Maafkan perbuatanku tadi, aku tak dapat menahan diriku lagi.
Isi pesan Matt.
Kara menutup ponselnya, lalu berdiri keluar dari ruangannya, berjalan di lorong lorong hotelnya naik ke atas, menuju rooftop hotel. Di sanalah dia sering menyendiri, terkadang mencari ide untuk usahanya.
Di rooftop sengaja ditanami beberapa tanaman sayuran dan pohon buah supaya tidak gersang.
Kara duduk di bawah pohon, hanya duduk menatap kota dari atas hotelnya.
Tiba tiba Kara merindukan Josh. Entahlah, akhir akhir ini saat ada masalah Kara selalu teringat Josh.
Mungkin aku harus mengunjungi Josh.
pikir Kara
Kara masih menikmati keindahan Kota San Fransisco sore itu.
Setelah puas, Kara berdiri dan menuju restoran. Ia tersenyum puas melihat meja pengunjung yang penuh.
__ADS_1
Ia menatap Matt yang saat itu sedang melihat ke arahnya.