One Night Stand

One Night Stand
Pacaran


__ADS_3

"Tapi, aku mau tanya," ucap Aleta.


"Tanya apa?" tanya Arka.


"Kenapa Ayah sama Bunda tau kamu?" tanya Aleta.


"Tau dong kan aku suami kamu," ucap Arka.


"Maksud aku itu bukan itu," ucap Aleta.


"Kamu tidak lihat berita sebelum ke sini?" tanya Arka dan Aleta menggelengkan kepalanya.


Arka pun n menyalakan televisi dan menampilkan sebuah berita dimana di dalam berita tersebut memberitakan mengenai Arka yang sudah menikah dan memiliki anak bukan hanya itu, berita tersebut juga menampilkan foto Aleta bahkan menampilkan foto pernikahan Arka dan Aleta.


Setelah melihat berita tersebut, Aleta pun menatap lekat sang suami, "Maksud Mas Arka apa? kenapa ada berita kayak gitu?" tanya Aleta.


"Sayang, dengerin aku. Mulai sekarang aku mau semua orang tau kalau kamu itu istriku, istri dari seorang Arkana Andrean," ucap Arka.


"Tapi, pasti banyak yang gak suka sama aku karena ini," ucap Aleta.


"Terus kenapa? apa masalahnya?" tanya Arka.


"Ish kamu mah, nanti kalau aku di apa-apain sama orang-orang yang suka sama kamu gimana coba?" tanya Aleta.


"Gak akan, kalau sampai itu terjadi maka mereka akan merasakan akibatnya," ucap Arka.


"Beneran?" tanya Aleta.


"Iya, sayang," ucap Arka.


"Ehm, itu beritanya dari tadi pagi?" tanya Aleta.


"Iya, kayaknya waktu aku berangkat dari rumah deh," ucap Arka.


"Kok aku gak tau ya," ucap Aleta.


"Kamu sih jarang banget nonton berita," ucap Arka.


"Ish, biarin aja sih," ucap Aleta.


"Yang," panggil Arka.


"Kenapa?" tanya Aleta.


"Bikin Adik yuk buat Altha," ucap Arka.


"Mas!" peringat Aleta.


"Iya sayang bercanda, habisnya seneng banget aku tuh kalau lihat muka kamu yang kayak gini," ucap Arka.


Belum sempat Aleta bersuara, Arka langsung mencium bibir Aleta bukan hanya mencium, tapi Arka juga menuntun Aleta untuk lebih.


Namun, meskipun begitu Arka tidak melebihi batas karena ia tidak mau melakukannya tanpa izin dari Aleta, ia tidak ingin kejadian pertama kali bertemu dengan Aleta terulang.


Lagipula bagi Arka saat ini kehadiran baby Altha sudah lebih dari cukup dan baby Altha pun belum berumur satu tahun, jadi Arka belum memikirkan untuk memiliki anak kedua.


.


Sore harinya, Arka dan Aleta pun memutuskan untuk pulang. Saat mereka keluar dari kantor di luar sana sudah banyak wartawan yang menunggu Arka dan juga Aleta.


Aleta merasa gugup saat ini, ia berusaha untuk pergi. Tapi, Arka justru menahan tangannya dan membawanya menuju para wartawan tersebut.


"Selamat sore Tuan Arka," sapa wartawan A.


"Selamat sore semuanya," ucap Arka.

__ADS_1


"Apa benar berita yang beredar di luaran jika Tuan Arka sudah menikah dan memiliki anak?" tanya Wartawan A.


"Ya, berita itu benar. Perkenalkan ini istri yang sangat saya cintai, istri yang akan saya jaga, saya bahagiakan dan yang akan menemani saya sampai tua bahkan sampai ajal menjemput hanya dia satu-satunya," ucap Arka dengan memeluk pinggang Aleta.


Aleta hanya tersenyum karena ia tidak berani sama sekali saat ini, melihat wajah lapar para wartawan akan dirinya apalagi para wartawan perempuan yang terlihat kesal dengan Aleta.


"Selamat sore Nona," sapa Wartawan C.


Lagi-lagi Aleta hanya mampu tersenyum sapaan para wartawan, "Bisa Nona perkenalkan diri Nona," ucap Wartawan C.


Arka yang melihat betapa gugupnya sang istri pun tersenyum lalu mengeratkan pelukan tersebut, "Nama istri saya adalah Aleta Andrean, istri saya dari kalangan biasa buka. dari kalangan kelas atas sebab itu dia tidak Baisa dengan awak media seperti sekarang ini," ucap Arka dan diangguki para wartawan.


"Kalau boleh tau bagaimana awal mula Tuan Arka bertemu dengan Nona Aleta?" tanya Wartawan B.


"Sebenarnya pertemuan kita berdua ini adalah sebuah kesalahan, tapi semakin lama kesalahan tersebut justru berbuah manis dan saya sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan seorang perempuan yang mau menerima saya apa adanya," ucap Arka.


"Apakah Tuan Arka sangat mencintai Nona Aleta?" tanya Wartawan A.


"Saya rasa itu adalah pertanyaan yang sangat tidak berguna karena untuk apa saya mengumumkan rumah tangga saya jika saya tidak mencintai istri saya. Yang jelas saya sangat mencintai perempuan yang saat ini ada di samping saya," ucap Arka.


Akhirnya setelah beberapa saat, Arka dan Aleta lun berhasil keluar dari kerumunan para wartawan.


Saat ini mereka berada di mobil, "Astaga aku gak tau kalau bakal rame kayak gitu," ucap Aleta.


"Maaf karena udah buat kamu tidak nyaman," ucap Arka.


Aleta menatap sang suami dan tersenyum, "Aku yang harusnya maaf karena belum bisa jadi istri yang bisa kamu andalkan, tadi aja aku diem terus gak bicara sama sekali," ucap Aleta.


"Gapapa sayang, kamu itu istri terbaik untukku," ucap Arka dan mengecup bibir sang istri.


***


Hari terus berganti dan beginilah aktivitas Aleta jika Arka ke kantor, ia berada di rumah di temani baby Altha dan Mama Febby. Walaupun begitu, Kak Sandra dan juga Audy beberapa kali menemani Aleta jika mereka tidak ada kegiatan.


"Sayang, katanya kamu mau ketemu temen kamu ya?" tanya Mama Febby.


"iya, Ma. Rencananya Leta mau ketemu Tami," ucap Aleta.


"Yaudah, kalau gitu kamu ketemu sama temen kamu aja, Ta. Biar Kakak yang jaga baby Altha," ucap Kak Sandra.


"Iya, Kak. Nanti Audy juga nemenin baby Altha kok," ucap Audy.


Beginilah jika Aleta akan pergi, maka semua orang akan secara sukarela menjaga baby Altha dan Aleta tentunya senang karena ia tidak perlu membiarkan baby Altha pada orang baru.


Setelah beberapa saat, Aleta pun siap dan menuju ke Axa grup untuk bertemu Tami. Ya, untuk pertemuan kali ini Tami ingin bertemu Aleta di kantin tempat kerja Aleta dulu, Tami beralasan jika ia rindu dengan suasana dulu sebelum Aleta mengundurkan diri.


Sesampainya di kantor tersebut, banyak karyawan yang tentunya mengenali Aleta. Lebih tepatnya mengenali Aleta sebagai istri dari seorang Arkana Andrean yang sudah mengambil alih Axa grup.


Otomatis Axa grup saat ini sudah menjadi milik Arkana Andrean dan Aleta tentunya sangat di hormati di Axa grup.


"Nona Aleta," sapa Tami.


"Apaan sih kau, Mi," ucap Aleta.


"Yaudah, ayo kita ke kantin aja. Gue udah lama banget gak ke kantin sama lo," ucap Tami.


"Yaudah, ayo," ucap Aleta.


"Orang-orang hormat banget sama lo, gak kayak dulu," ucap Tami.


"Udah lama banget ya aku gak ke sini jadi aneh gitu," ucap Aleta.


"Iyalah, lama banget gak ke sini. Gue aja sampai lupa kapan terakhir kali lo ke sini," ucap Tami.


"Ih iya, gimana keadaan di ruangan?" tanya Aleta.

__ADS_1


"Ya, gitu deh. Sekarang mah jadi lebih tenang soalnya si bangkai-bangkai kan udah pergi," ucap Tami.


"Maksud kamu Bu Wein?" tanya Aleta.


"Iya, setelah semua masalah itu. Arka langsung bertindak dan mecat Bu Wein sama komplotannya. Bukan hanya itu, tapi gue denger mereka juga di penjara karena mereka ternyata korupsi di perusahaan," ucap Tami.


"Beneran kamu, Mi?" tanya Aleta.


"Iya, gue gak bercanda. Lagian buat apa juga gue bercanda," ucap Tami.


"Gak nyangka banget aku, kalau mereka bakal di penjara," ucap Aleta.


"Namanya juga bangkai, mau di sembunyiin berapa tahun pun bakal tercium juga," ucap Tania dan diangguki Aleta.


Saat mereka tengah mengobrol tiba-tiba kantin yang awalnya ramai dengan suara para karyawan tiba-tiba saja hening dan semua orang melihat ke arah pintu masuk.


Aleta dan Tami pun ikut melihat dan ternyata Arka Tenga berjalan menuju ke arah Aleta.


Sesampainya di depan Aleta, Arka langsung mengecup bibir sang istri, "Kenapa gak bilang kalau udah sampai hem? aku dadu tadi nunggu di ruangan taunya kamu malah di sini," tanya Arka dan duduk di samping Aleta.


Akhirnya Aleta pun tersadar dan langsung memeluk pelan lengan kekar sang suami, "Kenapa kamu main ciuman aja sih kan banyak orang di sini?" tanya Aleta dengan berbisik.


Arka pun tersenyum karena melihat kelakuan sang istri yang begitu menggemaskan.m baginya.


"Jangan senyum-senyum," ucap Aleta.


"Iya iya sayang gak senyum-senyum lagi, kalian udah makannya?" tanya Arka.


"Udah kok Tuan," ucap Tami.


"Panggil Arka aja kalau ada Aleta," ucap Arka.


"Iya, Tu.. eh Arka maksudnya," ucap Tami dan diangguki Arka.


"Kalua gitu, saya pinjam istri saya dulu ya," ucap Arka dan menarik pelan tangan Aleta.


Arka membawa Aleta menuju parkiran pribadinya, "Mau kemana?" tanya Aleta.


"Mau pacaran, kita kan selama nikah belum pernah pacaran. jadi, sekarang adakah waktunya kita pacaran setelah menikah," ucap Arka dan menaiki motor sport nya.


"Ayo," ajak Arka.


"Tapi, aku gak bisa naik," ucap Aleta.


"Bisa, kok. Aku yang akan pegangin kamu supaya gak jatuh," ucap Arka.


Aleta pun mulai naik dan berhasil, setelah Aleta naik. Arka langsung menarik tangan Aleta dan melingkar tangan tersebut ke perutnya.


"Pegangan yang erat ya biar gak terbang," ucap Arka.


"Iya," jawab Aleta dan langsung mengeratkan pelukannya.


"Aleta, I LOVE YOU!" teriak Arka di tengah-tengah perjalanan.


"Arka, I LOVE YOU TOO!" teriak Aleta.


Arka pun menggenggam tangan sang istri dan tersenyum di balik helm full face nya. Mereka berdua pun menikmati waktu pacaran yang belum pernah mereka rasakan sejak pertama kali bertemu karena sebuah kesalahan satu malam itu.


.......


.......


.......


...Selesai...

__ADS_1


__ADS_2