
Pagi harinya, Arka di buat panik karena saat ia bangun, ia tidak melihat Aleta di sampingnya.
Arka pun segera bangun dan langsung keluar dari kamar dan menuju ruang tamu, tapi saat ia sampai di ruang tamu Arka tidak melihat Aleta lalu Arka tidak sengaja mendengar suara sang pujaan hati dari arah meja makan.
Setelah itu, Arka pun bergegas menuju meja makan dan benar saja ternyata Aleta ada di sana lebih tepatnya di dapur bersama Mama Febby dan Bi Novi serta beberapa pelayan lainnya. Sedangkan, di meja makan sudah ada Papa Daffa dan Audy.
"Kamu ngapain di tengah jalan, Ka?" tanya Kak Sandra, yang baru saja datang.
Suara Kak Sandra tentunya membuat semua orang yang awalnya fokus pada kegiatannya pun beralih menatap Arka.
Semua orang cukup terkejut saat melihat Arka terutama Aleta, bagaimana tidak. Saat ini Arka tidak mengenakan atasan dan hanya mengenakan celana selutut sehingga menunjuk tubuh berototnya.
Mungkin hal ini biasa bagi yang lain, tapi bagi Aleta hal ini cukup tidak biasa tentunya.
"Kamu ngapain di sini pagi-pagi? biasanya aja kalau gak kerja bangunnya siang," tanya Mama Febby.
"Kan ada Kak Leta, Ma. Jadi, Kak Arka harus bangun pagi dong," ucap Audy.
"Kamu gak pake baju, emangnya kemarin kamu ngapain aja sampai gak pake baju gitu?" tanya Mama Febby.
"Arka kan emang jarang pakai baju kalau tidur, jadi Mama jangan mikir macam-macam deh," ucap Arka.
"Mama gak mikir macam-macam kok, Mama kan cuma tanya," ucap Mama Febby.
"Udah kamu ke kamar pakai baju sana," lanjut Mama Febby.
Bukannya pergi Arka justru menatap Aleta yang sibuk dengan kegiatan memasaknya bersama dengan Mama Febby. Mama Febby yang melihat hal itupun tersenyum lalu menghentikan kegiatan Aleta dan menyuruh Aleta untuk menemani Arka ke kamar karena Mama Febby yakin jika Aleta tidak ikut ke kamar maka Arka tidak akan ke kamar juga.
"Sayang, kamu temenin suami kamu ke kamar aja ya biar Mama sama Bi Novi yang lanjutin masakannya," ucap Mama Febby.
"Tapi, Ma. Ini masakannya tinggal dikit lagi loh," ucap Aleta.
"Gapapa, kamu temenin Arka aja soalnya suami kamu itu manjanya minta ampun," ucap Mama Febby dan memelankan suaranya di akhir kalimat.
"Ma," peringat Arka.
"Hehehe, iya deh yaudah sayang kamu temenin suami kamu aja ya," ucap Mama Febby.
"Iya Ma, maaf ya Leta gak bisa bantu sampai selesai," ucap Aleta yang merasa bersalah.
"Iya, gapapa kok sayang, Mama ngerti," ucap Mama Febby dan diangguki Aleta.
Aleta pun langsung menghampiri sang suami, namun belum sempat Aleta sampai di dekatnya tiba-tiba saja Arka mendekati Aleta dan menarik pelan tangan Aleta menuju kamarnya.
"Gak sabaran banget sih Kak!" teriak Audy dan tidak ada jawaban dari Arka.
Di dalam kamar Arka menatap lekat wajah cantik istrinya, sedangkan Aleta yang ditatap seperti itu pun nyalinya menciut dan gak berani menatap Arka dan lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.
"Apa suami kamu ini kurang tampan sampai kamu nunduk terus hem?" tanya Arka dan menaruh tangannya di dagu Aleta lalu mengangkat dagu sang istri.
"Enggak kok Mas, Leta gak bermaksud kayak gitu," ucap Aleta.
"Iya, aku tau. Mulai sekarang jangan nunduk lagi ya," ucap Arka dan diangguki Aleta pelan.
"Kamu tau bukan, kalau di luaran sana banyak yang rela mengangkat dagunya tinggi-tinggi untuk melihatku dan kamu diberikan keistimewaan dengan menjadi istriku yang artinya kamu bisa melihatku sepuasnya yang kamu mau bahkan kamu bisa melakukan lebih dari itu bukan hanya sekedar melihat, melakukan yang orang lain gak bisa, paham " ucap Arka.
Tiba-tiba saja Aleta dibuat salah tingkah dengan ucapan Arka apalagi ucapan terakhirnya. Namun, meskipun begitu Aleta tetap menganggukkan kepalanya.
"Udah gak usah dipikirin, sekarang kamu bersih-bersih setelah itu kita turun," ucap Arka.
"Bersih-bersih? emangnya mau kemana Kak?" tanya Aleta.
"Kita kan mau ketemu baby," ucap Arka.
"Ma-maksud Mas Arka...," ucapan Aleta terhenti lantaran Arka yang menyelanya.
"Jangan mikir macam-macam, maksudnya itu kita ke dokter, kita lihat kondisi baby-nya. Tapi, kalau kamu mau ketemu sama baby-nya dengan cara yang lain juga gapapa," ucap Arka.
Aleta pun cukup terkejut dengan perkataan Arka dan dengan cepat Aleta menggelengkan kepalanya.
"Gak Mas, ini Leta mau bersih-bersih kok," ucap Aleta dan mengambil pakaiannya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sedangkan, Arka sendiri yang melihat hal itupun seketika menjadi panik, "Pelan-pelan, awas aja sampai jatuh," ucap Arka.
"Iya, Mas. Maaf gak sengaja!" teriak Aleta dari dalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Aleta pun keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya ia saat melihat Arka yang sudah berada di hadapannya.
"Mas Arka ngagetin Leta aja," ucap Aleta.
Bukannya menjawab, Arka justru menatap lekat sang istri.
__ADS_1
"Mas Arka kenapa kok ngeliat Leta kayak gitu?" tanya Aleta.
"Kita gak jadi ke dokter ya buat lihat baby-nya," ucap Arka.
"Loh kenapa emangnya Mas?" tanya Aleta.
"Aku ketemu baby-nya langsung aja," ucap Arka.
Belum sempat Aleta berbicara Arka langsung mengecup lembut bibir sang istri dan Aleta sendiri cukup kewalahan untuk mengimbangi permainan Arka.
Beberapa saat kemudian, Arka berhenti karena melihat Aleta yang mulai menepuk punggungnya.
"Maaf," ucap Arka pelan dengan mengusap lembut bibir Aleta yang mulai bengkak.
"Ma-Mas Arka ganas banget," ucap Aleta.
Arka pun tersenyum kalau mengecup singkat bibir Aleta, "Itu tadi biasa aja, kalau ganas itu kayak gini," ucap Arka.
Arka pun kembali mencium bibir Aleta, namun kali ini tangannya tidak tinggal diam. Tak berapa lama akhirnya Arka menuntun Aleta menuju ranjang tentunya tanpa mengakhiri ciuman tersebut.
"Boleh?" tanya Arka.
"Ta-tapikan...," ucapan Aleta terhenti lantaran Arka menyelanya.
"Gapapa kok, karena udah hamil besar. Aku juga dengar-dengar kalau hubungan suami istri bisa memperlancar proses lahiran," ucap Arka.
"Beneran?" tanya Aleta.
"Iya, jadi boleh?" tanya Arka lagi dan akhirnya Aleta lun menganggukkan kepalanya.
Arka tersenyum senang layaknya memenangkan sesuatu. Akhirnya hubungan suami istri yang diinginkan Arka pun tercapai.
Beberapa saat kemudian, Arka melihat Aleta yang ada di sampingnya tengah terlelap.
"Mimpi indah sayang," bisik Arka lalu mengecup kening Aleta dan kembali merapatkan Aleta padanya.
Malam harinya Arka dan Aleta sudah rapi karena mereka akan hadir di pernikahan salah satu rekan kerja Arka.
"Menantu Mama cantik banget sih," puji Mama Febby.
"Makasih, Ma. Tapi, bajunya yang bagus kok makanya Leta juga jadi kebantu deh," ucap Aleta.
"Gak lah sayang, kamu itu yang ngebantu bajunya jadi lebih cantik tau," ucap Mama Febby dan Aleta hanya tersenyum.
Di sana hanya ada Aleta dan Kak Sandra dan dengan keberanian tinggi Aleta pun menatap Kak Sandra yang ada di sofa lain tengah memakan cemilan sambil menonton televisi, "Kak Sandra juga cantik pake baju itu," ucap Aleta.
Kak Sandra hanya melirik Aleta lalu kembali fokus pada televisi dan cemilannya. Aleta yang melihat reaksi tersebut pun tidak berani lagi menatap Kak Sandra bahkan nyalinya seketika menciut.
'Kak Sandra pasti udah gak suka sama aku,' ucap Aleta dalam hati.
Hingga akhirnya Mama Febby pun datang dengan membawa buah-buahan, "Ini sayang kamu makan ya buahnya, kamu sama baby-nya harus makan yang banyak buah-buahan biar sehat," ucap Mama Febby.
"I-iya, Ma," ucap Aleta.
"Bentar ya sayang Mama ambilin cemilan lain biar kamu sama baby-nya nanti gak lapar karena nanti pasti kamu bakal sibuk," ucap Mama Febby dan kembali ke dapur.
'Aku tawarin Kak Sandra gak ya?' tanya Aleta dalam hati.
Akhirnya setelah berpikir lama Aleta pun menawarkan buah tersebut pada Kak Sandra, "Kak Sandra ini buahnya," ucap Aleta dan menggeser buah tersebut pada Kak Sandra.
Kak Sandra yang awalnya fokus pada cemilannya dan televisi pun menatap buah tersebut lalu menatap Aleta, "Udah kenyang gue," ucap Kak Sandra dan pergi meninggalkan Aleta sendirian.
Bohong jika Aleta tidak sedih dengan perlakukan dan perkataan Kak Sandra, tapi ia tidak tau harus berbuat apa lagi karena memang wajar jika Kak Sandra marah padanya setelah Aleta meninggalkan Arka beberapa bulan.
"Loh sayang, Sandra mana?" tanya Mama Febby yang baru saja dadi dapur.
"Kak Sandra ke kamar, Ma," ucap Aleta dan diangguki Mama Febby.
"Bukannya bentar lagi kalian berangkat ya kok malah ke kamar sih Sandra," ucap Mama Febby.
"Gapapa, Ma. Mungkin Kak Sandra ada urusan sebentar di kamar," ucap Aleta.
Malam ini memang Arka dan Aleta tidak sendirian karena mereka akan datang ke pernikahan salah satu rekan kerja Arka bersama Kak Sandra dan Kak Tara suami Kak Sandra.
Selang beberapa saat, mereka berempat pun sudah berada di dalam mobil.
"Gimana pusing gak?" tanya Arka.
"Gak kok, Mas," ucap Aleta.
Saat ini Kak Tara yang mengendarai mobil tersebut dan Arka berada di sampingnya lalu Aleta dan Kak Sandra duduk di belakang.
__ADS_1
Jujur saja Aleta merasa tidak nyaman saat ini, bagaimana tidak selama dalam perjalanan Kak Sandra tidak pernah berbicara padanya kalaupun berbicara selalu pada Arka atau Kak Tara.
"Kita udah sampai," ucap Kak Tara.
Saat sampai di tempat acaranya ternyata di sana sudah banyak para wartawan, "Mas, aku turunnya di parkiran aja ya," ucap Aleta.
"Kenapa?" tanya Arka dan menatap tajam Aleta.
"Ini bajuku kurang nyaman, mau aku benerin dulu," ucap Aleta.
Bohong tentunya, Aleta memang sengaja tidak keluar karena takut keluarga Arka malu jika publik tau Aleta adalah istri Arka.
"Kalau gitu Kak Sandra sama Kak Tara keluar duluan aja biar Arka temenin istri Arka," ucap Arka.
"Gak usah Mas, Mas Arka keluar aja duluan nanti Leta langsung ke tempat acaranya kok," ucap Aleta.
"Gak, aku temenin kamu aja," ucap Arka.
"Mas Arka, Leta malu mau benerin bajunya kalau ada Mas Arka," ucap Aleta.
"Udahlah Ka, kalau emang istri kamu nyuruh kamu keluar yaudah keluar aja," ucap Kak Sandra.
"Yaudah iya, kalau gitu nanti kamu langsung masuk ke tempat acara ya," ucap Arka.
"Iya, Mas," ucap Aleta.
Tak berapa lama Arka, Kak Sandra dan Kak Tara pun keluar dari mobil lalu mobil mulai di kendarai oleh pegawai hotel tempat acara berlangsung.
Aleta dapat melihat para wartawan yang mulai mengerubungi Arka, 'Aku gak mau buat Mas Arka malu,' ucap Aleta dalam hati.
Beberapa saat kemudian, Aleta pun sampai di parkiran dan ia langsung menuju tempat acara, sesampainya di tempat acara Aleta cukup terkejut karena ternyata semua orang yang hadir dalam acara tersebut adalah orang-orang penting.
'Apa aku salah tempat ya, tapi bener kok tulisannya,' ucap Aleta dalam hati.
Akhirnya Aleta pun memutuskan untuk berjalan masuk ke dalam ruangan pesta pernikahan tersebut hingga beberapa penjaga datang menghampiri Aleta.
"Maaf, apa anda bisa menunjukkan undangan anda," ucap penjaga tersebut.
'Aduh, gimana ini. Aku gak punya undangannya,' ucap Aleta dalam hati.
Ya, Aleta memang tidak memiliki undangan tersebut karena undangan tersebut di bawa oleh Arka.
"Tapi, saya tidak pegang undangannya Pak, undangan saya di bawa suami saya dan sepertinya suami saya sudah masuk," ucap Aleta.
"Kalau begitu maaf, anda tidak bisa masuk ke dalam acara," ucap penjaga tersebut.
"Tapi, suami dan Kakak Ipar saya ada di dalam Pak," ucap Aleta.
"Kalau begitu anda hubungi suami anda," ucap penjaga.
Aleta pun menghubungi Arka, tapi sayang Arka tidak menjawabnya, "Pak, suami saya tidak bisa di hubungi," ucap Aleta.
"Itu urusan anda karena tugas saya memastikan semua orang yang masuk ke dalam memiliki undangan dan jika anda tidak memilikinya, yang jelas anda tidak dapat masuk ke dalam selama anda tidak memiliki undangan ataupun selama suami anda belum menemui anda. Kalau begitu anda bisa menyingkir karena anda mengganggu tamu lain yang akan masuk," ucap penjaga tersebut.
Aleta pun menepi, namun baru saja menepi tiba-tiba saja Aleta terkejut saat seseorang menarik tangannya dengan kasar hingga Aleta terhuyung dan hampir terjatuh.
"Vanya." Aleta tentunya terkejut melihat Vanya karena memang beberapa bulan ini ia tidak melihat sang adik.
"Masih inget nama gue ternyata, btw ngapain lo di pesta orang kaya? mau maling makanan ya buat anak lo?" tanya Vanya.
"Saya ke sini memang di undang dan gak ada urusannya sama kamu," ucap Aleta.
"Di undang, yakin situ di undang ke pesta salah satu orang kaya di negeri ini," ucap Vanya.
"Iya, saya memang diundang. Saya juga datang bersama suami saya," ucap Aleta.
"Hahaha, sama suami miskin lo. Kayaknya lo emang harus ngaca deh, heh! gue tadi lihat ya lo gak boleh masuk sama penjaga karena lo gak bisa nunjukin undangannya," ucap Vanya.
"Iya, tapi undangannya emang di suami saya," ucap Aleta.
"Halah ibu hamil yang satu ini sukanya bohong terus," ucap Vanya lalu menarik Aleta menjauh dari tempat acara.
"Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Aleta.
"Lo gak usah banyak omong, lo ikut aja permainan gue. Udah lama gue benci sama lo dan sekarang saatnya gue kasih pelajaran buat orang yang gak guna kayak lo," ucap Vanya.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.