One Night Stand

One Night Stand
Izin?


__ADS_3

"Da-darimana kamu tau soal itu?" tanya Bunda Dea dengan raut wajah tidak percaya.


"Itu bukan hal yang penting darimana Leta tau soal itu, tapi yang Leta kecewa ke Bunda dan Ayah adalah sikap kalian. Kalian sadar tidak kalau kalian yang salah, kalian yang melakukannya, tapi kenapa semua akibatnya harus Leta yang nanggung. Ini gak adil, Bun! Kalau Bunda gak mau harusnya saat itu Bunda nolak dijodohin atau gak Bunda bunuh aja Aleta dari dulu!" teriak Aleta.


"Berani-beraninya kamu teriak ke Bunda ya," ucap Bunda Aleta lalu membuka pintu mobil dan menghampiri Aleta.


Bukan hanya itu, Bunda Dea juga menampar Aleta tepat di hadapan Arka. Arka ingin mendorong Bunda Dea, tapi sebelum itu Aleta sudah berteriak pada Bunda Dea.


"Bunda gak suka kan sama Leta kalau gitu bunda sekalian aja bunuh Leta di sini! Bunda gak tau gimana perasaan Aleta hiks hiks hiks, Leta iri sama Vanya dan Gladis. Mereka bukan anak kandung Bunda, tapi kenapa Bunda sayang banget sama mereka bahkan Bunda memperlakukan Vanya dan Gladis seperti anak kandung Bunda, tapi Leta. Leta gak pernah ngerasain kasih sayang Bunda sama Ayah!" teriak Aleta.


Plak.


Bunda Dea kembali menampar Aleta bahkan Aleta hingga terjatuh karena tamparan keras dari Bunda Dea.


Arka sendiri sudah tidak dapat menahan emosinya, ia langsung saja mendorong Bunda Dea hingga punggung Bunda Dea terkena mobilnya sendiri.


"Jangan berani-berani anda melukai istri saya," ucap Arka dan menghampiri sang istri yang menangis.


"Udah gak usah nangis lagi nanti dilihatin orang-orang bikin malu aja," ucap Arka dan menarik lembut lengan Aleta.


"Mas Arka gak tau gimana perasaan Leta sekarang dan yang Mas Arka bisanya selalu nyalahin Leta, Mas Arka gak perlu khawatir setelah semuanya selesai Leta akan melakukan apa yang Mas Arka dan keluarga Mas Arka inginkan," ucap Aleta.


"Maksud kamu apa?" tanya Arka.


"Aleta tau semuanya Mas!" teriak Aleta lalu meninggalkan Arka.


Arka cukup bingung dengan tingkah laku Aleta, "Kenapa dia?" tamat Arka pada dirinya sendiri.


Iya pun mengendarai sepeda motornya dan berniat untuk mengejar Aleta, tapi sebelum itu ia menatap tajam ke arah Bunda Dea yang tengah dibantu berdiri oleh Vanya.


"Saya tidak peduli siapa anda, mau anda orangtua kandung istri saya atau bukan, takut yang jelas saya tidak terima dengan sikap kasar anda ke istri saya. Saya tidak akan tinggal diam untuk hari dan untuk calon menantu anda yang katanya kaya raya sepertinya anda akan menyesal karena telah memilih dia menjadi calon menantu bahan anda dengan liciknya melukai perasaan istri saya," ucap Arka laku ia pun mengendarai sepeda motornya dan berhenti tepat di samping Aleta.


"Ayo naik," ajak Arka.


"Aku bisa jalan sendiri, Mas Arka langsung pulang aja," ucap Aleta.


"Saya bilang naik ya naik, saya tidak akan mengulangi kata-kata saya lagi," ucap arak dengan tegas.


Ini adalah pertama kalinya Aleta mendengar suara tegas Arka dan hal itu membuat Aleta merinding mendengarnya. Karena takut dengan suara tegas serta tatapan tajam Arka, akhirnya Aleta pun menaiki sepeda motor tersebut.


"Maaf," ucap Aleta.


"Maaf untuk apa?" tanya Arka.


"Maaf karena tadi aku emosi dan gak sopan ke Mas Arka," ucap Aleta dengan merasa bersalah.

__ADS_1


"Iya, udah lupain aja. Saya tidak memikirkannya bahkan saya sudah melupakannya," ucap Arka.


"Makasih, Mas," ucap Aleta.


"Hem," jawab Arka hanya dengan berdehem.


Beberapa saat kemudian, Arka dan Aleta pun sampai di kediaman keluarga Andrean. Arka menuju ruang kerjanya sedangkan Aleta memutuskan untuk membersihkan tubuhnya dan setelah semuanya selesai Aleta pergi ke meja makan untuk menyiapkan makan malam.


"Bi Novi," panggil Aleta.


"Eh Non Aleta, Non Aleta mau makan ya. Ini sebentar lagi semuanya selesai kok," ucap Bi Novi dan Aleta menggelengkan kepalanya.


"Bukan, Bi. Tapi, sebenarnya Leta pengen bikin sayur sup tadi, tapi karena Bi Novi udah bikin makanannya jadinya gak jadi deh," ucap Aleta.


"Kalau Non Aleta ingin makan sayur sup biar Bibi aja yang bikinin karena memang menu makan malam kali ini tidak ada sayuran," ucap Bi Novi.


"Tapi, Leta pengen masak sayur sup nya sendiri," ucap Aleta.


"Waduh, jangan Non. Nanti kalau Tuan Arka tau bisa-bisa Bi Novi kena marah Tuan Arka," ucap Bi Novi.


"Tapi, Leta pengen masak sayur sup sendiri Bi," ucap Aleta.


"Memang Non Aleta bisa masak sayur sup?" tanya Bi Novi.


"Kalau gak bisa, kenapa Non Aleta pengen masak sayur sup sendiri?" tanya Bi Novi.


"Gak tau, Bim Tiba-tiba aja Aleta pengen masak sayur sup sendiri, jadi nanti Bi Novi ajarin Aleta masak sayur sup ya," ucap Aleta.


"Adu,h gimana ya Non. Sebenarnya Bibi bukannya gak mau bantuin Mon Aleta, tapi Bibi takut kalau Tuan Arka tau dan Tuan Arka marah ke Bibi karena udah biarin Non Aleta masak," ucap Bi Novi.


"Kalau gitu biar Leta tanya ke Mas Arka dulu ya, Bi. Kalau seandainya boleh, Bi Novi nanti bantuin Aleta bikin sayur sup," ucap Aleta.


"Non Aleta di sini aja biar Bibi yang tanya ke Tuan Arka," ucap Bi Novi.


"Emangnya Bi Novi berani tanya ke Mas Arka?" tanya Aleta.


"Gak, Non," ucap Bi Novi dengan menggelengkan kepalanya.


"Kalau gitu, Bi Novi di sini aja dan biar Aleta ke Mas Arka dulu," ucap Aleta dan diangguki Bi Novi.


Aleta pun pergi menuju ruang kerjanya, sebenarnya Aleta sendiri juga takut untuk mengatakannya pada Arka, tapi ia sangat ingin sayur sup saat ini hingga akhirnya Aleta memberanikan diri untuk mengatakannya pada Arka.


Aleta mengetuk pintu ruang kerja sang suami hingga suara dari dalam yang menyuruhnya masuk barulah Aleta masuk ke dalam ruangan kerja tersebut.


"Kenapa?" tanya Arka, tanpa menoleh pada Aleta bahkan Aleta yakin jika Arka tidak tau Aleta yang baru saja masuk.

__ADS_1


Aleta hanya diam dan tidak berani membuka suara dan karena tidak mendapatkan jawaban akhirnya Arka pun langsung menatap ke depan, Arka sendiri cukup terkejut melihat siapa yang berada di ruang kerjanya.


"Kenapa?" tanya Arka lagi.


"I-itu, Mas. Se-sebenernya Leta ke sini mau izin ke Mas Arka," ucap Aleta dengan gugup.


"Izin? izin apa?" tanya Arka.


"Ehm, i-itu mau izin masak, boleh?" tanya Aleta.


"Masakan Bi Novi gak enak?" tanya Arka.


"Gak kok, Mas. Masakannya Bi Novi enak malahan Leta suka banget sama masakannya," ucap Aleta.


"Terus kenapa mau masak?" tanya Arka.


"Sebenarnya Leta pengen masak sayur sup," ucap Aleta.


"Sayur sup," gumam Arka.


"Iya, tiba-tiba aja Leta pengen sayur sup daritadi," ucap Aleta.


"Memangnya kamu bisa masak sayur sup?" tanya Arka.


"Gak bisa," ucap Aleta.


Arka pun menatap tajam Aleta, "Gak bisa masak sayur sup, tapi pengen masak sayur sup. Gak, saya gak ngasih izin kamu masak sayur sup," ucap Arka.


"Kenapa gak boleh, Leta masaknya di bantu Bi Novi kok, jadi gak bakal kenapa-kenapa," ucap Aleta.


"Tapi, kamu lagi hamil dan kalau kenapa-napa ke anak saya gimana," ucap Arka.


"Leta bakal jaga anak kita kok," ucap Aleta.


"Gak boleh," ucap Arka.


"Ish, Mas Arka mah kok gitu sih padahal kan Leta pengen banget masak sayur sup, emang ya Mas Arka gak bisa bahagiain Leta sedikitpun!" ucap Aleta dengan kesal lalu keluar dari ruang kerja Arka dan menuju kamarnya dan Arka dengan menangis.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2