One Night Stand

One Night Stand
Percakapan antar laki laki


__ADS_3

Sudut Kota New York...


Kevin menghisap rokoknya sambil memandang kota yang tak pernah mati di malam hari melalui rooftop gedung kantor.


Tempat inilah, menjadi favorit untuk menghilangkan kepenatan setelah bekerja ataupun saat ia merindukan Kara.


Jarak memisahkan mereka, membuat komunikasi sedikit terhambat. Kara dengan kesibukan dengan restoran dan hotel. Ditambah restoran di Las Vegas membuatnya semakin sibuk. Cindy pun terkadang kesulitan untuk menghubungi sepupu tersayangnya itu, lalu mengalihkan panggilan telponnya untuk Kevin. Bercerita panjang lebar, sambil menemani Cindy saat begadangnya menjaga bayinya yang terbangun di malam hari.


Kevin menatap langit yang gelap, bintang pun tertutup awan kala itu. Ia menghabiskan hisapan terakhir rokoknya, membuang, dan menginjak puntung sisanya.


Kevin turun melalui tangga, terlihat dua cleaning servis masih sibuk membersihkan ruangan gedung. Kevin berjalan turun melalui elevator, memencet lantai ground. Dia sengaja meninggalkan mobilnya di kantor, ingin menikmati new York di malam hari.


Kevin membuka pintu utama kantor, udara dingin berhembus dari arah luar, ia mengancingkan mantelnya, mengenakan Hoodie, berjalan menyusuri trotoar.


Kevin berjalan pulang menuju apartemennya. Sepanjang jalan ada beberapa toko yang masih buka. Ia menuju minimarket sebelum pulang.


Ia mengambil roti, selai strawberry, beberapa cup mie instan, dan telur. Kevin membawa belanjanya ke kasir.


Kasir menghitung belanjaan, lalu Kevin membayar, dan meneruskan perjalanannya menuju apartemen yang berjarak satu blok lagi.


Dia teringat akan Kara, saat menunggu perempuan cantik itu dari apartemennya untuk menuju kantornya. Atau saat dia menatap jalan lewat kaca jendela kantor, terlihat sangat cantik.


Dia merasa Kara adalah bagian hidupnya, entah kapan itu ia rasakan.


Pertama kali bertemu di bar setelah acara malam bujang Brian, sama sekali tidak merasakan apapun. Namun, saat menatap matanya, mendangar dia bercerita, bahkan caranya menangani Brian yang sempat galau sebelum menikah, dia mulai jatuh cinta.


Saat dia mengetahui perempuan itu adalah tunangan Josh, sempat galau melandanya. Josh telah meninggal, dan dia bisa dengan mudah mendekati Kara, bagaimana jika Josh masih ada, dan Kara masih bertunangan dengannya. Pasti akan berbeda.


Mungkin Kara perlu waktu untuk memunculkan rasa cinta dalam dirinya. Yakin akan apa yang akan dia lakukan ke depannya.


Tiga tahun mungkin belum cukup untuk melupakan kisah cintanya bersama Josh. Ya, Kevin merasa ia terlalu memaksakan perasaannya pada Kara.

__ADS_1


Dia memasuki apartemen menuju kamarnya, lalu membersihkan dirinya sebelum berisitirahat.


Sebelum tidak dia sempatkan diri memberi kabar untuk Kara, terserah akan dibalas atau tidak oleh kekasih hatinya itu.


Lalu Kevin terbuai oleh mimpi....


****


Henry memberikan jadwal untuk kegiatan hari ini pada Kevin. Sambil menyelesaikan beberapa materi yang akan diberikan pada mahasiswa, ia memeriksa ponselnya.


"Selamat bekerja hari ini, semoga harimu menyenangkan!"


Itu isi pesan wa dari Kara, singkat, namun sangat membuat Kevin semangat mengawali hari itu.


Dia melajukan kendaraannya ke arah sebuah kampus, saat ini dia menjadi pembicara di kuliah terbuka.


Kevin menyelesaikan pekerjaannya dengan gembira karena kelas yang dia masuki sangat ekspresif, banyak hal yang dapat digali dalam materi kali itu.


Kevin menyusuri trotoar di kanan kiri banyak restoran dan kedai yang menjual makanan, namun belum ada yang menarik baginya.


"Kevin...!" Seseorang memanggil namanya. Ia menoleh ke arah suara yang memanggil.


Jeff berjalan cepat menuju arahnya.


"Oh, Jeff, sedang apa di sini? sapa Kevin sambil mengulurkan tangannya.


"Aku sedang ada pekerjaan di NY." jawab Jeff menyambut uluran tangan Kevin.


"Aku sedang mencari makan siang, maukah bergabung." tawar Kevin.


Jeff menganguk, mereka berjalan sejajar sambil mengobrol tentang pekerjaan mereka selama di New York.

__ADS_1


Mereka memutuskan untuk masuk ke sebuah restoran Asia, aroma masakan dari restoran menggoda lidah mereka untuk mencobanya.


Mereka memesan beberapa menu untuk disantap.


"Bagaimana hubungan kalian selama ini?" tanya Jeff mengenai Kevin dan Kara.


"Kami baik, seperti inilah rasanya, jika sedang melakukan hubungan jarak jauh."


Tak lama hidangan pesanan mereka datang.


Kevin dan Jeff memakan makanan pesanan mereka dengan lahap.


"Lalu Kau dan Stella?"


"Kami lumayan banyak kemajuan. Aku sering menggantikan Stella untuk beberapa urusan sekolah Noah."


"Wow.. sepertinya hubungan kalian sudah ke tahap lebih jauh."


"Ya, aku berencana melamarnya, namun banyak hal yang harus dipertimbangkan lagi."


"Maksudmu?"


"Stella masih belum yakin dengan hubungan kami. Meskipun aku berusaha meyakinkan dia, namun sepertinya Kamu masih di hatinya." Jeff menatap Kevin, yang terdiam setelah mendengar ucapan Jeff.


"Maaf Jeff, aku tidak bermaksud." Kevin merasa bersalah, namun dia tidak tau harus bagaimana, sedang hubungannya dengan Kara pun bisa dibilang biasa saja.


Di hati Kevin sama sekali tidak ada lagi perasaan pada Stella, hanya Kara yang ada di hatinya.


Diapun merasa harus meluruskan semuanya, entah bisa diterima dengan baik oleh Stella atau tidak.


Jeff terlihat tulus mencintai Stella.

__ADS_1


__ADS_2