One Night Stand

One Night Stand
Mencoba menu Indonesia


__ADS_3

Musim dingin kembali lagi, Kara berlari menyusuri sepanjang pantai. Udara dingin menusuk hingga ke tulang, ia tak peduli, terus lari dan berlari menghangatkan tubuhnya.


Kara ingin memberi waktu untuk dirinya sendiri kali ini, ia pulang ke rumah ingin berlibur sejenak.


Setelah berlari sekitar satu jam, Kara berlari kecil menuju rumahnya. Mamanya tengah membuat sarapan di dapur.


"Oh, aku kira kamu masih tidur."


"Aku ingin joging Ma. Rasanya segar sekali, sudah lama tidak lari." Kara berkata, lalu meneguk air mineralnya.


"Bagaimana pekerjaanmu, bisa membagi waktu antara Dan Fransisco, Las Vegas, dan New York?"


"New York...? Oh.." Kara terdiam sesaat, Mama menanyakan bukan hanya pekerjaan, namun tentang hubungannya dengan Kevin. Mama masih menunggu jawaban Kara, sambil menata pancake di atas piring.


"Hotel di sana progres naik, untuk restoran mulai banyak kemajuan. Banyak pelanggan memesan untuk acara khusus mereka. Las Vegas seperti biasa, restoran sana juga banyak kemajuan di saat maraknya restoran besar buka di sana. Aku membuat foodtruck untuk yang Vegas, menyasar pekerja kantoran untuk menu sarapan hingga makan siang. konsep seperti yang Andy buat." terang Kara.


"Lalu Kevin?" tanya Mama.


"Entahlah Ma. Mungkin kami dulu terburu-buru memulai hubungan. Aku perlu waktu untuk memikirkan lagi tentang hubungan kami. Tak adil rasanya membandingkan Kevin dengan Josh, tapi aku melakukannya." Kara terdiam menundukkan kepalanya. Mama mendekati dan memeluknya.


Kara memeluk Mamanya, terasa nyaman dalam dekapan Mama, sudah lama dia tak merasa senyaman itu.


"Kamu ingin berziarah ke makam Josh atau berkunjung ke orang tua Josh?" tanya Mama. Kara bangun dan menatap Mamanya, tak menyangka Mama akan bertanya seperti itu.


"Entahlah, sudah lama sekali aku tak datang untuk berziarah ataupun berkunjung. Saat ke tempat Cindy kemarin aku tak ke sana."

__ADS_1


"Tidak ada salahnya kamu melakukannya. Mungkin kamu akan menemukan jawaban dari kegundahan hatimu." Mama membelai lembut rambut Kara.


"Terima kasih Ma." Kara memeluk Mama lagi, rasanya nyaman, beban yang ada di pundaknya, terasa jauh berkurang.


Hari itu Kara menghabiskan waktu di rumah, berenang di kolam renang yang telah lama tak dia lakukan. Setelah puas berenang dia memesan makanan delivery di kedai Andy, yang membuat Ami terkejut karena sangat hapal dengan suara Kara.


Sore hari dia habiskan berjalan jalan di pusat kota LA, tak lupa dia memvideokan setiap kegiatannya. Kara menghentikan langkahnya saat hidungnya mencium aroma yang sangat lezat.


Kara mencari sumber aroma tersebut, yang ternyata berasal dari sebuah foodtruck. Kara membaca menu yang terpampang di papan menu, makanan Indonesia. Kara teringat Nindy, teman kantornya dulu yang mengenalkan beberapa menu Indonesia padanya.


Kara bertanya pada karyawan foodtruck apakah ia diperbolehkan membuat video tentang mereka, tak disangka Kara diperbolehkan masuk ke dapur mereka untuk melihat cara memasaknya juga. Kara sangat senang dan berterima kasih pada orang itu, yang ternyata pemilik foodtruck.


Kara memesan sate, nasi goreng, tahu isi, satu set nasi plus ikan bakar dan sayur, dan minumannya ia memesan teh kemasan produk Indonesia yang menurutnya sangat enak.


Kara mencoba secukupnya setiap makanan yang dia pesan, lalu membungkus untuk dibawa ke kedai miliknya dan Andy. Sebelumnya ia telah memborong teh kemasan dan gorengan yang di jual di foodtruck itu untuk dinikmati bersama karyawan di kedainya.


Saat itu jam makan malam, restoran tampak ramai pengunjung, begitu pula kedai. Kara masuk lewat pintu belakang. Ia mengintip kesibukan di dalam kedai, lalu mengambil celemek, dan mengenakannya. Ia membantu di kedai, para pegawai terkejut saat melihat Kara mengantar pesanan untuk pengunjung. Ia dengan lincah mendatangi pengunjung, lalu mengambil menu, mengantar ke dapur, dari dapur dia mengantar pesanan yang sudah siap. Setelah hampir dua jam keadaan kedai berangsur-angsur tenang. Pengunjung mulai pulang dan yang datang hanya ingin lebih bersantai saja.


Andy keluar dari dapur mendatangi Kara.


"Kapan kamu datang?"


"Kemarin." Kara memeluk Kakaknya.


Kedai sudah mulai sepi, Ben menutup tirai jendela, Ami membalik kursi di kedai.

__ADS_1


Kara mengambil bungkusan yang dibelinya tadi, membukanya. Aroma wangi masakan semerbak membuat semua karyawan dan Andy menoleh dan menghampiri Kara.


"Silahkan, aku membeli untuk kalian nikmati." Kara menaruh makanan di meja, tak lupa teh kemasan juga.


"Apa ini Nona?" tanya Ami.


"Cobalah! Kita sekali sekali harus mencicipi hidangan lezat ini. Selain makanan Cina ya Kak." ucap Kara. Andy tertarik dengan tahu isi, dia mencobanya dan wajahnya berubah.


"Pasti enak kan..!" Andy hanya mengangguk, dia mencicipi sate juga. Wajah bahagia memakan makanan enak yang pertama kali dia coba.


Karyawan yang lain mencicipi juga.


"Aku baru pertama kali mencoba menu seperti ini." ucap Andy.


"Bagaimana menurutmu?"


"Enak. Kamu beli di mana?"


"Foodtruck, di ujung jalan seberang. Makanan Indonesia." Kara menjelaskan.


Andy tertarik dengan menu sate dan saus kacangnya, sangat nikmat menurutnya. Saat mencoba sambal mereka semua kepedasan, hanya Matilda yang terlihat biasa saja.


Malam itu mereka banyak mengobrol bersama dan menghabiskan malam bersama.


Kara sangat senang, wajah bahagia terpancar di wajahnya.

__ADS_1


Akhirnya Andy mengunci kedai dan karyawan pulang semua.


Andy mengantar Kara pulang ke rumah, karena Papa Mama sudah sudah pulang terlebih dahulu. Andy tinggal terpisah dari orang tuanya. Saat ini tinggal di sebuah rumah di dekat restoran. Setelah mengantar Kara pulang, ia menuju rumahnya.


__ADS_2